Aku Dijual Kakak Tiriku

Aku Dijual Kakak Tiriku
Ditukar dengan uang


__ADS_3

Alena masih saja terus merengek, dan berharap ada belas kasih dari Genan agar tidak menjual dirinya pada seseorang yang akan menghancurkan masa depannya.


"Dimana Bos kalian? katakan padanya, aku datang dengan janjiku."


"Baik, akan saya sampaikan kepada Tuan Devan, tunggu disini." Jawabnya dan bergegas untuk menemui bosnya.


Setelah mendapat persetujuan, kembali untuk menemui Genan yang tengah bersama Alena. Sedangkan ibu tirinya masih celingukan melihat disekitarnya.


'Aku yakin, tempat ini sangat lah cocok untuk Alena, dan aku tidak susah payah memberinya makan. Tentu saja, disini tempat yang paling aman untuknya. Aku jamin, Alena tidak bisa berkutik apa pun.' Batin ibu tiri Alena yang merasa telah berhasil menyingkirkan anak tirinya.


Sedangkan didalam ruangan, Alena masih dalam cengkraman Genan yang cukup kuat di bagian lengan.


Saat itu juga datang lah lelaki yang postur tubuhnya yang tinggi, dan badan yang atletis. Alena sedikitpun tak mampu untuk mendongak, dan memilih menundukkan pandangannya daripada harus menatap lelaki ba_jingan sama seperti Genan yang ia tahu kakak tirinya.


"Akhirnya kau datang juga bersama perempuan yang akan kau tukarkan dengan uangku." Ucap Devan dengan seringainya.


Dengan kuat, Genan langsung mendorong tubuh Alena hingga menabrak dada bidang miliknya Devan.


BRUK!


Alena masih menunduk, dirinya sama sekali tak berani untuk mendongak.

__ADS_1


"Berapa jumlah uang yang kamu inginkan, Genan?"


"Lima miliar, itu harga yang paling pas untuk perempuan seperti dia." Jawab Genan dengan menyebut nominal yang cukup besar jumlahnya.


"Baik, aku akan membayarnya dengan kontan. Setelah itu, perempuan ini akan menjadi milikku seutuhnya." Ucap Devan.


"Lep-lepaskan aku." Ucap Alena yang berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Devan yang semakin kuat, hingga susah payah untuk bernapas.


"Alan!" teriak Devan memanggil asistennya dengan suaranya yang lantang.


"Ya, Tuan."


"Bab-baik, Tuan." Jawab Alan dan bergegas untuk pergi mengambilkan uang tunai sebesar lima miliar untuk Genan.


Uang sebesar lima miliar yang sesuai kesepakatan, tentunya sudah disiapkan oleh Devan. Jadi, tak perlu menunggu lama uangnya sudah ada di depan mata Genan. Sedangkan Alena masih dalam dekapan Devan.


Jangankan untuk berlepas diri, memberontak saja sangat kesulitan. Alena benar-benar kewalahan saat mencoba untuk lepas dari dekapan lelaki yang sudah membelinya.


Genan yang melihat nominal sebesar lima miliar, pun tersenyum mengembang.


"Baiklah, aku terima uangnya. Mulai detik ini juga, dia menjadi milikmu sepenuhnya. Aku tidak mempunyai tanggung jawab apa pun tentangnya." Ucap Genan dengan tatapan yang serius pada Devan.

__ADS_1


Dengan susah payah, akhirnya Alena bisa memutar badannya hingga kini dirinya bisa menghadap pada Genan, meski dirinya masih tertahan oleh Devan.


"Kak, Kak Genan, tolong jangan jual aku." Pinta Alena dengan suara yang lirih dan dibarengi dengan air matanya.


Genan yang melihat tatapan Alena yang memelas, ada rasa tidak tega ketika menenteng koper berisi uang. Namun, dirinya teringat dengan kepergian kekasihnya itu hingga rasa belas kasih pun hilang seketika.


"Kau bukan siapa-siapa aku lagi, paham." Ucap Genan sambil menatap tajam pada diri Alena.


Kemudian, Genan bergegas keluar dari ruangan tersebut dan segera menemui ibu tirinya Alena.


"Gimana Genan, berhasil mendapat uangnya?"


Tanpa menjawab, Genan menunjukkan koper yang ia tenteng.


Senyum merekah terlihat jelas lewat raut wajahnya.


"Kamu benar-benar bisa ku andalkan. Setelah ini kita bagi dua hasilnya, bagaimana? kalau bukan aku yang memberitahumu soal kematian kekasihmu, mana bisa kamu temukan pelakunya." Ucap Ibu tirinya Alena.


Genan yang lagi malas menjawab, langsung bergegas menuju mobilnya dan diikuti oleh ibu tirinya Alena.


Sambil mengendarai mobilnya, Genan mulai kepikiran sosok Alena yang sudah ia serahkan kepada temannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2