Aku Hanya Figuran

Aku Hanya Figuran
Ch 40 - Menebak-nebak


__ADS_3

Aku memutuskan istirahat selama dua hari. Di hari ketiga Aku memutuskan untuk masuk kerja lagi, namun badanku tidak juga membaik. Aku menjadi gampang lelah, meriang, mengigil. Sementara perutku tetap saja kram.


"Zil, AC-nya tolong dimatikan ya."


"Gerah Bu. Ibu nggak gerah?"


"Aku kedinginan Zil." Aku mengambil jaket dan memakainya.


Siang itu sangat panas. Suhu AC hanya 22°C. Tapi Aku kedinginan. Badanku mengigil.


"Ibu masih nggak enak badan ya?" Sizil menghampiri dan memegang keningku. Senang sekali Aku mendapat perlakuan kecil seperti itu.


"Ya ampun Bu, badan Ibu masih panas. Aku antar pulang ya Bu? Ibu seharusnya nggak perlu memaksakan untuk masuk hari ini."


"Cuman masuk angin biasa Zil. Kamu nggak usah lebay. Lagian kan banyak dari kalian belum mencapai target. Aku tidak mau kehilangan anak buahku gara-gara dipecat karena nggak target Zil."


"Ibu nggak perlu mikirin Kami. Pikirin kesehatan Ibu. Nanti Kita usaha cari sendiri Bu. Aku antar Ibu pulang ya?"


"Nggak perlu Zil."


"Ini keningnya Ibu berkeringat. Padahal Ibu lagi kedinginan. Wajahmu juga pucat Bu. Ayo Aku antar pulang sekarang."


Setelah perdebatan panjang, pada akhirnya Aku kalah. Aku meminta ijin pada Pak Arif untuk pulang lebih dulu.


Sizil mengambil kunci kontakku dan mengemudikan mobilku. Di sepanjang jalan dia berceramah tentang kesehatan. Seolah-olah dia pakarnya.


Sizil membelokkan mobil ke arah yang berbeda dari arah kontrakan.


"Lho, mau kemana Zil?"


"RS."


"Ngapain?"


"Meriksain Ibu lah. Ibu udah tiga hari sakit, tapi nggak sembuh-sembuh lho. Sekalian aja periksa. Sekali-kali asuransi dari perusahaan dipake Bu. Biar ada gunanya Ibu dapat kartu itu."


"Eh nggak usah Zil. Belokin lagi ke rumah. Aku mau datang bulan ini. Jangan aneh-aneh Kamu. Malu tahu ke RS cuman karena datang bulan. Pulang." Aku berkata dengan nada tegas. Membuat Sizil segan. Dengan muka cemberut dia mengganti arah mobil dan menuju kontrakan.


***


Selama beberapa hari berikutnya Aku masih menunjukkan gejala-gejala itu. Sudah hampir tujuh hari Aku mengalami sakit yang sama. Di hari kedelapan tubuhku berangsur-angsur membaik.


Aku lega begitu melihat flek di celana dalamku. Itu artinya Aku mau datang bulan.


"Mau datang bulan aja sampai sakit berhari-hari, ckckckck." Aku geleng-geleng kepala, merasa aneh dengan tubuhku yang mulai manja.

__ADS_1


Hari-hari berikutnya Aku tidak lagi mengalami gejala-gejala itu. Hanya saja Aku merasa heran. Aku sudah mulai flek, namun kenapa tidak kunjung datang bulan?


Aku berpikir, ini pasti gara-gara stres. Stres membuat tubuhku gampang lelah dan membuat periode bulananku tidak teratur. Ya, pasti karena itu.


Aku mulai bekerja seperti biasa. Membuat laporan target. Strategi pemasaran produk. Pipeline kunjungan dan lain sebagainya. Setiap hari Aku menemani anak buahku pergi kunjungan ke instansi-instansi dan perkumpulan orang kaya untuk membujuk mereka agar menempatkan dana pada Kami.


Aku menyibukan diriku sendiri. Berusaha melupakan kegetiran hati. Aku bisa melewati sianh, namun Aku tidak pernah bisa melewati malam.


Bila malam tiba perasaanku selalu sendu. Kesedihan selalu saja berdatangan. Aku berusaha mengalihkan pikiranku dengan cara menonton film. Namun bila sekelebat bayangnya datang, Aku tetap akan berakhir pada tangisan.


Aku sudah berusaha menata hidupku. Berusaha menerima kenyataan yang ada di depan mata. Berusaha membuang bayang-bayangnya, namun tetap tidak bisa. Sepertinya akan butuh waktu lebih lama untuk menghilangkannya dalam hatiku.


***


"Bu, hari ini Aku nggak ikut kunjungan ya... Duhhh..."


"Kamu kenapa Zil? Kamu sakit?"


"Biasa Bu. Kram perutku. Hari pertama datang bulan." Sizil memegangi perutnya.


"Kamu sudah menstruasi Zil?"


"Iya Bu. Kan emang udah jadwalnya, duuuh..."


"Bukannya harusnya Aku dulu ya? Kalau nggak salah Kita selisih hampir 2 minggu kan Zil?"


"Iya. Ayo, Aku antar Kamu pulang."


Aku mengantar Sizil pulang ke kosannya dan menyuruhnya untuk istirahat. Di sepanjang perjalanan Aku berpikir. Sudah hampir dua minggu Aku melewati siklus menstruasiku. Ini baru pertama kali terjadi. Biasanya siklus menstruasiku selalu datang tepat waktu. Apa sedikit flek kemarin itu termasuk menstruasi?


Apa sebaiknya Aku pergi memeriksakan diri?


Ahh, ini masih terlambat dua minggu. Bahkan ada wanita yang tiga bulan tidak mengalami menstruasi. Kasusku ini bukan apa-apa.


Ya sudah tidak perlu dipikirkan. Fokusku saat ini hanya pada pekerjaan. Tidak ada target untuk menikah atau memiliki keturunan. Hanya dengan bekerja pikiranku sedikit banyak lebih teralihkan.


***


"Bu, sekarang kok makannya jadi banyak banget gitu?"


"Iya Zil, lapar banget." Aku menyendok rujak lontong super pedas dan melahapnya dengan nikmat.


"Baru satu jam yang lalu lho Ibu makan mie ayam. Kok sekarang makan makanan berat lagi sih? Kemarin juga gitu. Aku hitung-hitung Ibu makannya bisa 5-6 kali lho. Awas gendut Bu. Sayang banget tubuh langsing Ibu kalau gendut."


"Ya mau gimana lagi Zil. Perutku lapar banget. Mungkin ada jinnya kali ya... Makanya makan sebanyak apapun tetap aja lapar, hehe." Aku tetap melahap makananku dengan nikmat.

__ADS_1


"Bukan jin tapi baby kali. Eh lupa, nggak mungkin dong seorang Ibu Khansa yang polos dan perfeksionis ada baby di perutnya, hihihi. Maaf Bu, bercanda lho. Jangan marah."


KLOTAK


Aku menjatuhkan sendokku.


"Lha, kenapa jadi ngejatuhin sendok? Tunggu di sini Bu, Aku mintain sendok baru sama abangnya." Sizil menghampiri pedagang rujak dan meminta sendok baru.


Mataku mulai berkunang-kunang. Keringat dingin mulai bercucuran. Berbagai macam kejadian tampak berkelebatan.


Bayi... Bayi... Bayi?? A-apakah benar ada bayi di perutku?!!


Tanpa sadar Aku memegang perutku yang masih datar.


Ahh tidak mungkin. Mana mungkin hanya melakukan satu kali langsung menghasilkan bayi. Iya, itu tidak akan mungkin.


"Bu, ini sendoknya. Makan yang benar dong Bu. Apa perlu Aku suapi?"


"Boleh." Tanpa sadar mulutku berucap.


"Serius? Ihh tumben manja banget. Sini deh, Aku suapin. Kapan lagi atasanku yang cantik ini minta disuapin." Sizil mengambil piringku dan mulai menyuapiku.


Entah mengapa Aku merasa sangat bahagia. Aku merasa benar-benar di sayang. Mataku jadi berkaca-kaca.


"Makasih ya Zil, sudah perhatian sama Aku."


"Ihh apaan sih Bu, lebay banget. Sini makan yang banyak. Biar bayinya, eh jinnya makin gemuk." Sizil menyuapiku dengan semangat. Setiap kali Sizil menyebut kata bayi, selalu membuat hatiku bergetar. Namun Aku berusaha mengesampingkan hal itu dan membuang pikiran-pikiran itu jauh-jauh.


***


Aku mulai gelisah. Aku benar-benar tidak mendapatkan siklus menstruasiku. Bila dihitung dari kalender, sudah hampir sebulan Aku tidak mendapatkan siklusku. Pikiran-pikiran bodoh mulai menghantuiku. Kata-kata Sizil kembali terngiang-ngiang di otakku. Bayi... Bayi... Bayi...


Selama sebulan Aku tidak begitu mengenali tubuhku sendiri. Biasanya Aku makan sehari sekali, namun entah mengapa nafsu makanku tumbuh menjadi berkali-kali lipat. Ada yang aneh dengan tubuhku.


Sekelebat bayang-bayang malam itu menghampiriku. Aku begitu terlena dan terbuai hingga tidak memperhatikan detail yang lain. Ta-tapi kalau diingat-ingat lagi, sepertinya mereka memang melakukannya tanpa pengaman.


A-apakah dengan hanya melakukan satu kali hubungan seperti itu bisa menyebabkan ke-kehamilan? Ap-apakah itu mungkin?!!


Pikiranku mulai campur aduk. Aku tidak begitu mengerti gejalanya, karena baru kali ini Aku mengalaminya. Kata orang, bila seorang perempuan hamil, dia akan mengalami gejala seperti mual, muntah, tidak enak makan, mulai lelah, badan sering sakit-sakitan dan lain-lain. Tapi nafsu makanku begitu besar. Hanya di awal-awal saja Aku mengalami gejala itu, selebihnya nafsu makanku tumbuh dengan pesatnya.


Tidak mau menebak-nebak, Aku langsung mencari ponselku dan membaca perihal tentang kehamilan dari berbagai sumber.


Seketika tubuhku menjadi lemas seperti tak bertulang. Kehamilan bisa terjadi bahkan dalam satu kali hubungan badan. Dengan catatan sp*rma pria dalam kondisi sangat sehat dan si wanita berada dalam masa subur.


A-apakah Aku berada di fase masa subur pada malam itu?!!

__ADS_1


***


Happy Reading 🤧


__ADS_2