
~Senja begitu menawan membuat semua mata tak berhenti memandang~
Halo kawan namaku Rama Nugraha. Teman-teman dan keluargaku biasa memanggilku Rama. Aku sekarang kelas 2 SMA. Sekolahku di SMA GARUDA. Daerahku berada disekitar pantai. Aku akan bercerita tentang hobi ku dan dia 😊.Hobiku adalah memburu senja. Kalian tau nggak apa itu senja? Pastinya tau kan. Senja adalah gradasi warna yang sangat indah yakni perpaduan antara orange dan merah yang ada di ufuk barat kala sore hari.
Sore itu,seperti biasa aku mencari senja di pinggir pantai. Mencari-cari spot senja yang akan ku abadikan menggunakan kameraku. Selain penggemar senja,aku juga penggemar photographi. Aku sangat senang memotret senja dari segala pemandangan.
Tepat pukul 17:00 aku berjalan menuju pantai kemudian memotret senja. Senja sore itu sungguh indah dan mempesona setiap mata yang memandang. Akupun langsung mengeluarkan kameraku dan memotret senja berkali-kali dari berbagai eagle.
Suara dari surau dekat pantai pun mengumandangkan adzan yang merdu. Mendengar itu,aku langsung bergegas menuju surau untuk melaksanakan sholat berjamaah. Setelah sholat selesai aku langsung keluar dari surau dan berjalan dengan tidak memperhatikan jalan,sehingga tiba-tiba
"Brak" aku menabrak salah seorang gadis
"Maaf,mas maaf" ucap gadis itu dengan membenarkan kacamatanya
Aku tertegun melihat paras gadis itu. Begitu cantik,manis,anggun.
"Halo mas,mas nggak apa-apa kan?" perkataannya yang membuyarkan lamunanku
"Nggak apa-apa kok mbak" jawabku dengan gugup
"Syukurlah kalau gitu,saya permisi dulu mas. Assalamu'alaikum" pamitnya diikuti dengan senyuman
Dia berlalu melewatiku. Aku membiarkannya berlalu dan melihatnya sampai kejauhan hingga tenggelam dalam gelapnya malam. Akupun langsung berjalan menuju rumahku sendiri,takut dicari sama mama.
__ADS_1
*********
Aku berjalan seorang diri menuju rumahku,namun tak tau kenapa selalu terbayang wajah gadis itu di kepalaku.
"Siapa dia? Kenapa aku tadi tidak berkenalan dengannya" suara hatiku mengutuk sendiri perbuatanku.. Sepanjang perjalanan pulang, aku mengecek hasil potretan tadi. Dan kegiatanku terhenti pada salah satu foto. Dimana didalam foto tersebut terlihat seorang gadis yang tersenyum begitu manis. Melihat wajah gadis itu aku merasa tidak asing.
"Seperti pernah melihatnya. Tapi dimana?" gumamku. Aku berpikir dimana aku pernah melihat dia. Dan ingatanku melayang kepada gadis yang aku tabrak tadi. Iya benar dia gadis yang aku tabrak tadi.
"Jadi tadi dia juga ngelihat senja. Pasti aku akan bertemu lagi gadis manis" ucapku dalam hati
Sesampainya di rumah aku lalu langsung mandi dan makan malam.
"Nak, ayo makan" suara mama dari lantai bawah memanggilku agar segera turun untuk makan malam
Aku pun membuka pintu,menuruni tangga.Dan segera berjalan ke meja makan. Di meja makan mama, papa,kakak perempuan,dan adik laki-lakiku sudah menungguku untuk ikut bergabung. Aku pun ikut bergabung setelah aku sampai di lantai bawah. Setelah selesai makan malam kami berbincang- bincang terlebih dahulu. Papa yang membuka percakapan
"Alea, gimana kuliah kamu?" Tanya papa kepada Alea.
Alea adalah kakakku, usianya terpaut 3 tahun denganku. Nama lengkapnya Alea Ayunindia Putri Nugraha. Dia merupakan salah satu mahasiswa dari Universitas terkemuka di kota kami. Dia mengambil jurusan Hubungan Internasional. Dia sedang menginjak semester 5 sekarang. Kak Alea, merupakan wanita yang cantik, putih,dan tingginya juga ideal. Tak heran jika dia gonta-ganti pasangan. Bahkan, sekali seminggu. Memang kakakku yang satu ini playgirl dulunya. Namun sekarang dia udah tobat dan malah menjomblo. Dia itu baik,dan dia tempatku untuk curhat.
"Baik pa" jawab Kak Alea
"Rama,gimana denganmu" tanya ayah padaku
__ADS_1
"Baik pa, sejauh ini tidak ada masalah" jawabku
"oh iya Ram, satu bulan lagi kamu ulang tahun kan ram yang ke 17 tahun?" Tanya papa kembali kepadaku
"Iya pa" jawabku
"Kamu mau merayakan di rumah atau dimana?" Ucap papa dengan menawarkan.
Memang di keluarga kita setiap ada anak yang berulang tahun pasti pesta ulang tahun akan di gelar. Untuk konsep anaknya sendiri yang menentukan.
"Tinggal tunggu nanti aja pa,aku belum memikirkan" jawabku.
Aku saja hampir lupa kalau bulan depan aku akan ulang tahun. Dan jujur memang aku belum memikirkan itu.
"Iya udah papa serahkan semua kepada kamu. Jangan lupa dipikir, papa pengen ulang tahunmu meriah. Jika kebingungan konsepnya kami bisa minta bantuan sama kak Alea. Jangan bikin malu papa" ucap papa malu. "Alea kamu bisa kan bantu adikmu?" tanya papa ke Kak Alea
"Bisa pa" jawab kak Alea mengiyakan papa
Papa selalu menanyakan perkembangan sekolah kepada anak-anaknya, apalagi aku. Papa tau kalau aku sering bolos pelajaran. Dia mendapat laporan langsung dari kepalanya sekolah. Karena papa merupakan pemegang saham terbesar di sekolahku. Papa adalah pengusaha yang sukses. Beliau memiliki banyak jenis perusahaan yang bergerak diberbagai bidang mulai dari properti, pendidikan, kuliner, perhotelan, bahkan perbankan. Dan banyak cabang di dalam negeri maupun di luar negeri. Sehingga papa seringkali ke luar kota atau keluar negeri untuk mengurus bisnisnya.
Papa sudah mengajariku tentang bisnis sejak aku masuk ke SMA. Dan aku bisa memahami dengan cepat apa yang diajarkan papa. Hingga kerap kali saat papa ada urusan ke luar kota ataupun ke luar negeri aku yang mengecek perusahaan. Bahkan papa juga memercayaiku untuk memegang caffe yang dia berikan untuk hadiah ulang tahunku yang ke 16 tahun. Caffe itu dinamai Nugraha Caffe. Setiap malam aku selalu mengunjungi Caffe tersebut untuk mengecek perkembangannya. Untuk menghilangkan kebosananku disana karena harus diam memperhatikan pengunjung, maka aku selalu berkumpul dengan teman-temanku disana. Masih ada 1lagi barang yang papa berikan untukku. Dari mengurus Caffe tersebut aku bisa membeli mobilku sendiri, mobil yang selalu aku naiki kemana-mana yaitu mobil Pajero.
Selain memburu senja, hobiku yang lain yaitu olahraga. Dan olahraga yang paling aku senangi adalah basket. Dan di basket juga aku sering mendapat juara saat turnamen. Ada satu cerita, saat itu aku masih kelas menginjak kelas 3 SMP. Aku mengikuti turnamen basket antar sekolah se-provinsi. Dan timku keluar menyandang gelar juara. Mendengar itu Papa langsung bahagia dan memberiku 1 permintaan yang akan dia turuti. Dan aku meminta untuk di buatkan Lapangan Basket sendiri di halaman belakang dekat taman. Dan papa menyetujuinya dan segera membangun lapangan untukku. Sampai sekarang lapangan itu masih bagus karena ada pak Kebun yang selalu membersihkan. Dan lapangan tersebut sering aku gunakan untuk berlatih sendiri dan sering juga teman-teman squadku ikut bermain di lapangan itu.
__ADS_1