
~Senja di ufuk barat sangat sempurna disandingkan dengan senyum manismu~
Pagi itu seperti biasa aku bangun lalu sarapan dan berangkat sekolah menggunakan mobil kesayanganku.
Aku berjalan dari parkiran menuju tangga. Karena kelasku berada di lantai 2. Aku berjalan sendirian karena teman-temanku belum datang. Kulihat ada seorang gadis yang akan menaiki tangga. Gadis yang tak asing lagi bagiku. Dia itu Laras. Aku mengikutinya dari belakang. Saat menginjak tangga tiba-tiba gadis tersebut terpeleset dan dengan spontan aku menangkap tubuhnya sehingga dia tidak jadi terjatuh.
"Ras,Kamu nggak apa-apa?" tanyaku
Laras dengan pelan membuka matanya. Dan di dapatnya wajah lelaki itu berada tepat di depan wajahnya. Tiba tiba jantung Laras berdetak kencang.
"Ras, apa kamu baik-baik aja?" ucapnya kembali memecahkan lamunan Laras.
"Oh,Rama nggak apa-apa kok. aku baik-baik aja. Makasih ya" Jawab Laras dan segera berdiri dari topangan tangan Rama.
Dari kejauhan ada dua pasang mata yang mengawasi mereka.
"Sar, berani-beraninya anak baru itu modus sama Rama" ucap Tasya yang tak lain adalah teman Sarah.
"Awas aja,gue nggak bakal tinggal diam. lihat aja pembalasanku. Nggak bakal aku relain Rama buat dia" ucap Sarah dengan nada mengancam memandang Rama dan Laras yang sedang naik ke tangga menuju kelasnya.
"Ini nggak bisa dibiarin Sar. Loe harus lakuin sesuatu secepatnya sebelum dia makin berani" ucap Tasya memanas-manasi.
"Tenang aja, tunggu pembalasanku" ucap Sarah dengan nada sinis.
*Back to Rama dan Laras*
"Ras, kok kemarin sore kamu nggak ada di pantai" tanyaku berjalan disamping Laras menuju kelas kami
"Oh kemarin aku cari kerja Ram" ucapnya dengan duduk di kursinya
"Kamu kan sekolah ngapain harus kerja?" tanyaku basa-basi karena sebenarnya aku sudah tahu dari pak Han
"Iya buat bantu bunda, kasihan harus ngurus aku sama adek sendirian" jawabnya
"oooo.... Nanti sore ayo lihat senja bersamaku" ajakku dengan memberanikan diri menawarkan kepada Laras dan berharap Laras mau.
"Baiklah oke. Nanti soalnya aku jam 7 baru masuk kerja" jawab Laras mengiyakan
Dalam hati Rama terasa senang sekali,karena usahanya ingin lebih dekat dengan Laras berhasil.
"Oke" jawabku "Ras?" panggilku kembali
"Iya ada apa?" jawabnya dengan memandangku
"Boleh minta WA nya?" tanyaku dengan gugup. karena aku belum pernah meminta nomor ke seorang gadis.
"Aku nggak ada handphone Ram" ucapnya dengan senyuman.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian Pak Guru masuk dan kami mengikuti pelajaran hingga jam pulang berbunyi. Kali ini aku tidak langsung pulang aku berlatih marching band. Karena selain aku sebagai kapten basket aku juga seorang mayoret marching band di sekolahku.
Setelah selesai berlatih, Aku langsung pulang dan membersihkan diri. Lalu turun kebawah saat melihat mama ada di ruang tengah,aku segera menghampiri nya.
"Halo ma" sapaku sambil mencium pipi mama
"Eh anak mama, mau kemana kok ganteng banget" Tanya mama
"Mau ke pantai ma,Rama pergi dulu" jawabku dengan berlalu menuju mobil kesayanganku
Ditengah perjalanan aku melihat sebuah konter. Dan aku teringat kalau Laras tidak memiliki handphone langsung ku parkirkan mobilku di depan konter tersebut dan segera kedalam memilih handphone untuk kuberikan ke Laras, sekaligus kartu perdana.
"Mbak beli handphone yang ini" ucapku sambil menunjuk ponsel yang ada di lemari kaca tersebut
"Ini mas" ucap pelayan konter dengan menyodorkan handphone yang aku tunjuk tadi.
"Sama kartu perdananya sekalian mbak" ucapku "Berapa semuanya?" tanyaku
"10 juta mas" jawab pelayan itu
Aku pun lalu membayar menggunakan kartu kredit unlimitedku dan mengambil kantong berisi handphone dan segera menuju mobilku. Aku memasang kartu tersebut dan sekalian aku memasukkan nomorku di dalamnya. Setelah kurasa selesai langsung aku menancap gas mobil dan melajukan menuju pantai.
Kulihat Laras sudah duduk di pinggir pantai memandang ke laut lepas. Langsung ku hampiri dia dan duduk disebelahnya
"Udah lama nunggunya?" tanyaku. Dia sontak memalingkan pandangannya ke arahku
"Aku punya hadiah buat kamu" ucapku yang disambut dengan tatapan keheranan Laras sambil menaikan satu alisnya menandakan dia bertanya.
Lalu aku menyerahkan kotak berisi handphone ke Laras.
"Handphone? buat apa Ram?" tanyanya setelah membuka kotak itu
"Buat kamu. Biar mudah berkomunikasi. Tadi aku udah masukin nomorku di situ. jadi kalau ada apa-apa atau perlu bantuan bisa hubungi aku" ucapku
"Beneran?" tanya Laras dengan mata berbinar
"Benar Larasati." ucapku sambil mencubit pipinya yang sedikit chubby
"Tapi...." selanya
"udah terima aja. aku nggak Nerima penolakan. nggak ada tapi tapian" ucapku menyelanya.
"Terimakasih Ram,aku nggak tau gimana mau membalas kebaikanmu. Aku pasti akan balas sebisaku" ucapnya. Dan aku hanya mengangguk meng iyakan.
Lalu Kami menikmati senja sore dan Maghrib di surau pinggir pantai. Setelah selesai aku menunggu Laras di depan mobilku
"Udah selesai?" tanyaku pada Laras yang berjalan ke arahku
__ADS_1
"Udah" jawabnya
"Kamu mau ke cafe kan?" tanyaku
"Iya" jawabannya "Iya udah aku duluan Ram" lanjutnya
Sebelum dia pergi aku langsung menarik tangannya "Ayo aku antar" ucapku langsung membukakan pintu agar dia masuk ke mobil.
Dan kami langsung menuju cafe.
Sesampainya disana Laras langsung menuju tempatnya bekerja dan aku menuju kursi yang biasa aku gunakan dengan teman-temanku. Kursi itu terlihat tidak ada orang karena teman-temanku belum datang. Aku pun segera duduk dan mengeluarkan ponselku. Ku mencari kontak dengan nama Mama. Lalu aku meneleponnya
Rama : "Ma,Rama makan makam di cafe"
Mama : "Iya nak, tumben nggak makan di rumah?"
Rama : "Ada deh,mama kepo aja"
Mama :"iya-iya ya udah mama mau nyiapin makan malam dulu nak"
Rama : "baik ma,see you ma"
Mama :" See you too sayang"
Tak berapa lama Deon pun datang.
"Tumben loe udah disini duluan Ram?" tanya Deon
"Iya tadi sekalian bareng sama Laras" jawabku
"Cie sobat gue yang satu ini beneran jatuh cinta nih" ledeknya
"Gue yakin De buat ngejar Laras. Semalem Risma dateng ke mimpi gue" ucapku
"Terus dia bilang apa?" tanya Deon antusias
"Dia bilang...... kepo deh loe" ucapku menggoda Deon dan terlihat wajah deon yang tadi serius sekarang terlihat kesal dan itu membuatku ketawa.
"Hahaha.... dia bilang gue suruh ngejar Laras karena dia baik dan tulus" ucapku menjelaskan
"Tuh kan apa gue bilang,dia bakalan bahagia lihat loe bahagia" ucap Deon dan menepuk nepuk pundak ku
Datanglah Alex bersamaan dengan Soni.
"Ngobrolin apaan sih seru banget kayaknya" ucap Soni
Alex dan Soni pun ikut bergabung denganku dan Deon,lalu Deon menceriterakan apa yang aku ceritakan kepadanya.
__ADS_1