Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
cafe


__ADS_3

setelah memarkirkan mobil di depan pintu utama rumah.


"Pak Sur, parkirkan mobil saya" ucapku Pada pak Sur. Pak Sur adalah tukang kebunku.


"Baik tuan muda" jawab pak Sur


Aku pun melangkahkan kakiku sambil bersenandung dengan gembira. Sampai aku tidak tau mama ada di ruang tengah.


"Tumben anak mama bahagia banget" ucap mama membuatku kaget


"hehehe memangnya Rama kan selalu bahagia mam" ucapku sambil menghampiri mama lalu mencium tangannya.


"Kok sore banget nak pulangnya?" tanya mama


"Tadi latihan basket dulu ma" jawabku


"Pantes aja baju basah kayak gitu" ucap mama


"Ini ma yang nambah kadar ketampanan Rama hahaha" jawabku dengan tertawa


"Iya udah. sana gih mandi dulu udah sore" suruh mama


"Iya iya ma. mandi nggak mandi kan sama aja Ganteng anak mama satu ini" ucapku menggoda mamaku


"Ganteng sih ganteng tapi masih aja jomblo " ledek mama dengan tawa yang renyah


"Mama ih" ucapku kesal sambil berlalu menuju kamarku yang terletak di lantai dua meninggalkan mama yang masih tertawa karena berhasil meledekku. "Ya udah Rama mandi dulu ma" lanjutku


"Iya nak" jawab mama


Akupun bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian. aku memakai kaos oblong warna maroon dengan celana selutut dan tak lupa aku memakai sepatu kets warna putih.


Setelah kurasa cukup, akupun turun kebawah.


"Kalau gitu kan jadi ganteng" ucap amam yang menyadari aku turun dari tangga


"Udah dari dulu ma,mama aja yang nggak sadar" jawabku dengan tawa kecil


"Anak mama udah ganteng gini memangnya mau kemana nak?" tanya mama


"Mau nyari mantu buat mama" ucapku

__ADS_1


"Emang ada yang mau?" tanya mama mencoba menggodaku


"Jelas banyak lah ma, udah banyak yang ngantri. Tapi sayangnya belum ada yang Nisa gantiin Risma ma" jawabku sembari mengenang Risma


"Udah udah nggak usah flashback, udah sana katanya mau nyariin mama calon mantu" ucap mama mencoba menghiburku


"Ya udah ma, Rama pamit dulu. Nanti setelah magrib Rama udah pulang kok. see you mama" pamitku dengan mengecup pipi mama.


Aku pun segera menaiki mobil Pajero kesayanganku. Akupun melaju di jalan yang lenggang dengan kendaraan menuju pantai untuk menikmati senja di pinggir pantai. Tujuan utama sih agar aku bisa bertemu dengan gadis pujaanku, iya Larasati.


*Di kediaman Nugraha*


"Papa pulang" ucap Papa yang berjalan masuk ke rumah.


Mama yang sedang berada di dapur, segera menghampiri papa dan segera mengambil tasnya dan mencium tangan papa


"Anak anak kemana ma?" tanya Papa


"Alea itu ada di dapur lagi bantu mama, Ardi ada di kamarnya. Kalau Rama lagi keluar" jawab Mama


"Rama keluar kemana ma?" tanya papa lagi


Papa dan Mama segera masuk ke kamar mereka yang ada di lantai 1. Mama membantu papa melepaskan jas dan dasinya.


"Ma, papa besok mau ke luar negeri. Ada bisnis yang perlu papa urus disana" ucap Papa


"Iya pa, terus perusahaan yang disini gimana pa?" tanya Mama


"Nanti biar Rama yang ngurus hitung-hitung dia biar belajar Ma. Kan papa nggak lama di sana. cuma 3-4 hari aja" jawab Papa


"Oke pa" ucap mama "udah selesai nih dasinya, Papa mandi sana bentar lagi magrib soalnya" ucap Mama


"Iya mama sayang. Makin cinta deh" ucap Papa dan lalu mencium pipi mama


"Papa kayak masih muda aja" ucap Mama yang terlihat malu-malu


"Hehehe menjaga keharmonisan ma, ya udah papa mandi dulu" ucap papa dan langsung berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


Mama pun langsung kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam bersama Kak. Alea dan Bi Inah.


Bi Inah adalah pembantu mama sejak mama dan Papa tinggal disini. Mama sudah menganggap bi Inah seperti keluarga sendiri. Bi Inah memiliki kepribadian yang baik dan jujur, sehingga untuk mencari penggantinya sangatlah sulit. Umur bi Inah sudah tidak muda lagi sudah hampir kepala 5. Makanya tak jarang Mama membantu bi Inah untuk memasak menyiapkan makanan. Bi Inah hanya bertugas memasak dan saat kak Alea, aku dan Ardi masih kecil beliau jugalah yang membantu mengurus kami. Untuk beres-beres rumah mama menyuruh orang yang 2 hari sekali selalu datang,namun tidak menginap. Dia pulang kerumahnya, namanya bi Jum.

__ADS_1


*Kembali ke Pantai*


Aku segera memarkirkan mobilku di tempat parkir, dan segera ku tepian. Aku clingukan mencari keberadaan gadis pujaanku.


Namun nihil aku tidak mendapatkannya. Akhirnya ku putuskan untuk menikmati senja sendirian. Hingga senja hilang berganti dengan gelapnya malam. Seperti biasa aku mampir di Surau dekat pantai untuk melaksanakan kewajibanku.


Sesampainya di rumah aku langsung bergabung di meja makan untuk makan malam. Kami makan malam dengan tanpa ada yang bersuara. Karena tata krama yang selalu orang tua kami ajarkan.


Setelah selesai makan, kak Alea berpamitan untuk ke kamar karena akan menyelesaikan tugas kuliahnya. Hingga tersisa aku,mama, papa,dan Ardi.


"Ram, gimana udah nemu konsep untuk acara ultahmu?" tanya papa padaku


"Udah pa, aku pingin konsep outdoor. Di taman belakang aja deket kolam" jawabku


"Baik lah,kamu siapkan semuanya. Nanti papa kirim uangnya ke atm kamu" ucap papa


"Siap pa" jawabku


"Besok kamu pulang sekolah jam berapa?" tanya Papa


"Jam 2 pa, kenapa memangnya? tumben tanya pulang Rama" jawabku


"Rencananya besok papa mau ke luar negeri untuk ngurusi bisnis papa yang ada di sana. mungkin 3-4 hari. Jadi Ram,kamu papa tugasi untuk mengecek kantor kalau sepulang sekolah ya." ucap papa


"Tapi pa..." belum sampai aku menyelesaikan perkataanku sudah dipotong oleh papa


"Nggak ada tapi tapi an. Ram, papa udah tua. Dan kamu anak laki laki tertua disini. Cepat atau lambat pasti kamu akan gantikan papa. Jadi kamu harus belajar mulai dari sekarang. Papa yakin kamu bisa Ram" ucap papa menjelaskan


"Iya pa" jawabku dengan nada lesu.


"Nah gitu dong,gitu namanya anak papa" puji Papa "Oh iya, gimana kabar kafe, papa lama nggak kesana" tanya papa


"Baik kok pa, makin rame aja sekarang" jawabku


"Sip, pinter kamu ngurusnya" ucap Papa


"Iya udah pa, Rama mau ke kafe dulu" pamitku


"Iya Ram hati hati nak. Oh iya tolong kamu cek laporannya juga ya" ucap papa


"Siap pa" jawabku kemudian berjalan keluar untuk menaiki mobil Pajero kesayanganku menuju kafe yang biasanya aku dan teman-temanku berkumpul. yang tak lain adalah cafeku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2