Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
gemas


__ADS_3

Bel istirahat pun berbunyi. Laras dan Wulan segera menuju kantin.


"Eh Ras gue mau ngomong sama loe" ucap Wulan


"Ngomong apaan kayaknya serius banget" jawab Laras


"Rama kayaknya suka deh sama loe" ucapnya lagi


"Nggak mungkin lah" jawab Laras


"Gue kenal Rama sejak SMP Ras, semenjak mantannya meninggal dia nggak pernah kelihatan baik sama cewek Ras. Baru kali ini gue lihat Rama baik sama cewek yaitu Loe" ucap Wulan


Laras hanya terdiam mendengar perkataan Wulan tersebut.


"Ras loe kenapa? kok bengong, loe juga mikir kayak gitu kan?" tanya Wulan


"Aku nggak tau juga lan, tapi Rama baik banget sama aku" ucap Laras dan mengeluarkan handphone dari sakunya "Dia juga beliin gue ponsel nih" ucap Laras


"Tuh kan bener kata gue. Jika bener loe harus hati-hati sama Sarah dan gengnya. Dia sering bully anak yang lain. apalagi kalau dia tau Rama suka sama Loe. Dia udah ngejar Rama sejak kelas X tapi tak pernah di lirik sama Rama" ucap Wulan


"Iya aku akan hati-hati, tenang aja" jawab Laras "Ya udah aku mau pesan makan dulu" lanjut Laras.


Laras pun berjalan menuju stand makanan yang ada di kantin. Sarah yang ada di meja yang di lewati Laras tadi langsung memiliki ide untuk membuat Laras malu. Saat Laras kembali membawa bakso yang dia beli, dengan sengaja kaki Sarah menyandung kaki Laras.


Bruk....


Benar kaki Laras tersandung kaki Sarah dan membuat Laras terjatuh dan bakso yang dia bawa jatuh dan pecah.


"Aw..." ucap Laras


"Hahahaha.... rasain loe. Jangan berani-berani deketin Rama atau gue bisa lakuin yang lebih dari ini" ucap Sarah dan berlalu meninggalkan Laras yang sedang terjatuh.


Melihat Laras terjatuh,Wulan langsung menghampirinya dan membantu Laras agar bangun.


"Gue anter loe ke UKS, kaki loe berdarah itu" ucap Wulan


Laras pun hanya mengangguk.


Sesampainya di UKS langsung saja Wulan mengambil kotak P3K dan segera mengobati luka yang ada di Lutut Laras.


"Tuhkan Raa, baru aja gue bilang. Udah kejadian" ucapnya dengan jemari yang masih mengobati luka Laras

__ADS_1


"aw.." ringis Laras menahan perih "Aku juga nggak tau Lan" jawab Laras.


Tak berapa lama Wulan pun selesai mengobati Laras


"Selesai" ucap Wulan


"Makasih ya lan, kamu baik banget" ucap Laras


""Udah nggak apa-apa loe kan temen gue" jawab Wulan dan mencoba membantu Laras untuk turun.


"Udah Lan,aku bisa jalan sendiri kok. Ini nggak apa-apa" ucap Laras


"Oke baiklah" jawab Wulan.


Mereka akhirnya meninggalkan UKS dan berjalan menuju kelaa


*Di rooftop


Rama yang baru terbangun merasa jika handphonenya bergetar. Ada pesan masuk dari Deon.


Deon :


Pesan Deon sontak membuat mata Rama terbelalak lebar. Tanpa pikir panjang dia langsung berjalan menuju UKS. Namun, dia tidak mendapati siapapun di dalan UKS. Lalu dia melanjutkan jalannya menuju ruang kelas. Dia lega karena melihat Laras ada di bangkunya. Langsung saja dia masuk ke kelas dan meletakkan tasnya di bangkunya.


"Ras, kamu nggak apa-apa?" tanyaku padanya


"Nggak apa-apa Ram, cuma luka kecil. lagian juga udah di obati sama Wulan" Jawab Laras singkat.


"Bodohnya aku, maafkan aku Ras karena tidak bisa melindungimu" ucapku dalam hati.


Aku pun tersenyum getir melihat luka yang ada di lutut Laras. Dan bel pun berbunyi tanda pelajaran dimulai. Semua siswa memperhatikan pelajaran dengan seksama. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 14:00.


Teng.....teng.....teng...


Bel tanda pulang pun berbunyi. Aku pun mengajak Laras pulang bersama.


"Ras ayo pulang bareng aku" ajakku


"Nggak usah Ram, aku naik angkot aja" ucapnya


"Nggak bakal aku biarin kamu naik angkot. Kakimu lagi sakit gitu. Udah sama aku aja" ajakku sedikit memaksa

__ADS_1


"Iya udah" Jawab Laras pasrah.


Aku dan Laras berjalan menuju parkiran dan mamsuki mobil. Aku pun melajukan mobilku melewati gerbang sekolah. Diperjalanan akupun baru teringat pesan Papa untuk mengecek perusahaan.


"Astaga" ucapku agak sedikit keras


"Kenapa Ram? Ada apa?" ucap Laras kaget karena suaraku yang lumayan keras


"Ras, aku kan mau ke perusahaan dulu ngecek disana soalnya Papa lagi keluar negeri. Jadi aku yang di tugasi Papa buat ngecek" ucapku "Kamu mau aku anter pulang dulu apa ikut aku?" lanjutku


"Ikut kamu aja Ram, jadi biar kamu nggak bolak-balik ntar" jawab Laras


"Agak lama nggak apa-apa?" tanyaku kembali.


"Iya nggak apa-apa" jawab Laras.


Akupun melajukan mobilku menuju kantor.


Sesampainya di kantor aku langsung mengajak Laras memasuki aula perusahaan dan semua karyawan menunduk kepadaku dan Laras yang tengah berjalan. Mereka tau kalau aku anak CEO perusahaan ini. Kita pun memasuki lift khusus buat CEO dan naik ke lantai 10 tempat ruangan pemilik perusahaan.


"Kamu duduk disitu aja dulu" ucapku pada Laras dan menyuruh dia untuk duduk di Sofa. "Aku akan menyuruh Mbak Lastri buat siapin minum sama cemilan buat kamu biar kamu nggak boring" lanjutku


Laras pun hanya mengangguk dan duduk di sofa yang aku tunjuk tadi. Dan aku segera memanggil mbak Lastri untuk meminta membawakan minum dan cemilan buat Laras. Tak berapa lama mbak Lastri datang dan meletakkan minum serta cemilan di meja Laras. Aku pun masih sibuk memeriksa dokumen yang perlu di periksa.


Tak beberapa lama, aku tidak mendengar Laras berkata apapun, akhirnya aku alihkan pandanganku ke sofa tempat dia duduk. Dan ternyata Laras sudah tertidur. Melihat Laras yang tertidur tanpa kusadari bibirku membentuk garis melengkung dan tersenyum. Akupun melanjutkan pekerjaanku hingga pukul 16:00. Akupun beranjak dari tempatku duduk dan menghampiri Laras yang masih tidur. Dengan pelan aku berjongkok di depan wajahnya dan mengelus rambutnya "mirip kamu Ris" ucapku dalam hati dan sedikit tersenyum. Merasakan ada sesuatu di kepalanya, Laras terbangun dan terkejut mendapatiku yang tepat didepan wajahnya.


"Kamu mau ngapain" ucap Laras sontak langsung duduk.


"Aku mau bangunin kamu. udah jam 4, ayo pulang" ajakku


"Tak kira kamu mau ngapa-ngapain aku. Oh maaf aku ketiduran" ucap Laras dengan menutup mulut yang menguap


"Siapa juga yang mau ngapa-ngapain kamu. Dasar gadis lucu" ucapku dengan sedikit tertawa dan mengacak-acak pucuk rambut Laras merasa gemas karena tingkahnya.


"Rusak Ram rambutku" Ucap Laras dengan memanyunkan bibirnya dan menata kembali rambutnya.


"Udah ayo pulang keburu sore" ucapku yang sudah berdiri.


"Iya tunggu Rama" ucap Laras


Aku pun melajukan mobilku menuju rumah Laras untuk mengantarkannya.

__ADS_1


__ADS_2