Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
Bantuan Kak Alea


__ADS_3

Malam ini setelah aku makan malam,aku kembali ke kamarku. Aku sengaja tidak ke Cafe karena teman-temanku sedang ada urusan pribadi masing-masing. Akupun berjalan melewati kamarnya kak Alea. Terlihat kamar kak Alea terbuka sedikit dan terlihat kak Alea tengah sibuk di depan laptop. Aku pun masuk ke kamarnya.


"Kak Alea ngapain?" tanyaku menghampiri kak Alea yang tengah di atas ranjang sibuk dengan laptopnya


"Oh kamu Ram. Ini kakak lagi ngerjain tugas tapi udah hampir selesai sih" jawab kak Alea. "Tumben kesini mau ngapain?" tanyanya


"Lagi kangen sama kakak. heheheh" ucapku menggoda kak Alea dan ikut duduk di sampingnya.


"loe itu bisa aja, baru kemarin padahal ke cafe bareng. hahahaha" tawa kak Alea "Dah selesai" ucapnya kemudian menutup laptopnya.


"Oh iya dek, lusa kamu ulang tahun ya?" tanya kak Alea


"Iya kak" jawabku


"Jadi di taman belakang?" tanya nya lagi


"Jadi kak" jawabku


"Cie adek kakak udah mau sweet seventeen nih. Udah besar nih" goda kakak sambil mengacak-acak rambutku.


"Ih kakak apaan sih, rambutku rusak nih" gerutu ku


"Hahahaha. Btw,Laras loe undang kan?" tanya kakak


"Iya lah kak" jawabku "Kak,Rama mau minta tolong dong" ucapku memelas agar kakak mau menolongku


"Tuh kan pasti ada maunya. Nggak mungkin kamu ke kamar kakak kalau nggak ada perlu" sewot kak Alea


"Please dong kak, tolongin Rama" ucapku


"Iya-iya, mau dibantu apa adekku ganteng" tanya kakak


"Kakak kan udah tau Laras. Tolong dong kak bantuin Rama beliin gaun sekalian sepatu buat Laras kak" ucapku


"Wani Piro?" ucap kak Alea dengan tertawa


"Sama adek sendiri gitu amat" jawabku dengan sewot


"hahahaha gitu doang ngambek. Oke oke besok kakak beliin,sekalian kakak juga mau belanja sama mama besok buat beli gaun untuk ulang tahunmu" ucap kak Alea menyetujui.


"Makasih kak Alea" ucapku memeluk erat kak Alea hingga membuatnya susah bernafas.


"Seneng sih seneng jangan meluk kyak gini juga kali, gue susah nafas nih" ucap Kak Alea sedikit keras sambil memukul-mukul pundak ku.


Mendengar kakak yang sedikit berteriak mama menghampiri kami. Dari pintu mama melihat kami berpelukan dan tersenyum.


"Ini anak-anak mama rukun banget Sampek berpelukan" ucap mama


"Ma tolongin Alea, susah napas ini di peluk kek gini sama Rama" ucap Alea meminta tolong. Aku pun langsung melepaskan pelukanku.


"Heheheh mama" ucapku menyeringai

__ADS_1


"Kalian ngapain kok peluk pelukan gitu?" tanya mama


"Itu ma. Rama minta...." belum selesai kak Alea mengatakan alasan kami berpelukan. aku sudah membungkam mulutnya agar tidak mengatakan kepada mama.


"Nggak kok ma,nggak apa-apa cuma kangen kak Alea aja" jawabku menutup-nutupi


"Bener itu lea?" tanya mama


Aku pun lalu membuka bungkamam tanganku dan mengedipkan mataku agar kakak mengikuti perkataanku.


"I... iya kok ma" jawab kak Alea


"Iya udah kalau nggak ada apa apa. Mama balik dulu ke bawah ya. Tadi mama kira ada apa kok sampai Alea teriak gitu" ucap mama


"Heheheh" tawaku dan kak Alea bersamaan.


"Iya ma, selamat malam mama" ucap kak Alea


"Selamat malam juga anak-anak mama" ucap Mama "Ram, balik ke kamarmu udah malem jangan ganggu kak Alea mau istirahat" nasihat mama


"Iya ma bentar lagi" jawabku


"Ya udah mama balik dulu" Mama akhirnya balik dan meninggalkan aku sama kak Alea


"Buruan balik sana, udah malem gue mau tidur" Ucap kak Alea


"Nggak ah,Rama tidur disini aja deh. Kak Alea kan jomblo jadi biar nggak sama guling mulu tidurnya. hahahaha" ucapku menggoda kak Alea


"Rama, jangan macam-macam sama kakak. Besok nggak kakak belikan mau" ucap kak Alea di buat-buat belaga lembut


"Rama...." teriak kak Alea dengan melempar bantal ke arahku tapi tidak mengenaiku karena aku terlebih dulu berlari keluar kamar menuju di kamarku.


Sesampainya di kamar aku aku langsung membersihkan diri dan duduk diatas ranjang tempat tidurku dan mengambil laptop. Aku pun menekan tombol power dan laptop pun menyala. Aku membuka file foto dan melihat-lihat foto Risma. Sudah lama aku tidak datang ke tepi pantai untuk menikmati senja dan mengenang Risma. Aku pun melihat-lihat foto Risma saat masih hidup. Saat aku melihat foto Risma, aku teringat dengan Laras. Ku lihat jam di dinding menunjuk pukul 10 malam. Aku pun mengambil handphone yang ada di nakas dan mengirim pesan ke Laras.


Rama Nugraha:


Ras,kamu udah pulang?


Aku menunggu cukup lama hingga pukul 10.30 Laras baru membalas chatku.


Larasati:


Ini baru tutup Ram cafe, bentar lagi pulang


Rama Nugraha:


Tunggu di cafe aja, aku anter pulang. Jangan kemana-mana


Aku pun langsung mengambil jaket dan kunci mobilku. Lalu berjalan menuruni tangga untuk menuju parkiran. Aku langsung menyalakan mobilku dan menyuruh pak satpam untuk membuka pagar rumah. Langsung ku tancap gas menuju ke cafe.


*Di kamar*

__ADS_1


Mama dan Papa sudah berada di kamar namun mereka belum tidur.


"Rama mau kemana pa?" tanya mama


"Nggak tau ma. Tapi tumben jam segini keluar, bukannya tadi katanya temen-temennya ada urusan" jawab papa


"Iya udah coba nanti papa tanya waktu pulang" suruh mama


"Iya ma,ini papa juga masih lembur kok. mungkin pagi baru selesai" ucap papa


"Kalau capek istirahat pa. Jangan di paksa, kesehatan papa lebih penting" nasihat mama


"Iya istriku tercinta" jawab papa sambil mengecup kening mama "Udah malem tidur sana" suruh papa


"Iya sayang" jawab mama dengan tersenyum dan berjalan ke atas ranjang untuk tidur.


*Di depan Cafe


Terlihat Laras yang duduk di depan gang cafe.


"Tin..tin..tin" bunyi klakson mobilku yang telah berhenti di depannya


"Buruan masuk" ucapku dari dalam mobil. Dan Laras langsung masuk ke mobil


"Udah lama nunggu?" tanyaku dan melajuku mobilku


"Nggak kok, baru aja" jawab Laras "kamu kok mau nganterin aku pulang kan kamu nggak lagi di cafe?" tanyanya


"Nggak tega aku biarin kamu pulang malem sendirian. Mulai sekarang aku usahain nuattselaku nganter kamu kalau pulang" ucapku


"Kamu kok perhatian banget sama aku?" tanya Laras memberanikan dirinya.


Aku pun yang mendengar perkataan Laras langsung memikirkan alasan untuk menjawab. Aku pun mengalihkan pembicaraan.


"Udah sampai" ucapku


"Oh iya, makasih ya Ram" ucap Laras dan langsung turun dari mobil.


"Aku pulang dulu" ucapku


"Iya hati-hati dijalan" jawab Laras sambil melambaikan tangan.


Aku melajukan mobilku langsung ke rumah. Saat aku melangkah menaiki tangga, tiba-tiba dari belakangku terdengar papa memamnggilku


"Ram, darimana nak. Papa denger tadi mobilmu keluar dari rumah" tanya Pap


"Rama dari cafe pa" jawabku


"Bukannya katanya tadi nggak mau ke cafe. Caffe udah tutup kok malah kesana" ujar papa


"Habis nganter Laras pulang pa, kasihan malem-malem cewek kalau harus pulang sekalian" jawabku

__ADS_1


"wkwkwk.. oh gitu to. bilang aja mau ketemu Laras" goda papa yang membuat pipiku memerah "Udah tidur sana udah malem besok kuliah" lanjut Papa


"Iya pa" jawabku dan melanjutkan jalanku ke kamarku


__ADS_2