
Di ruang ganti
"Laras dimaa Za?" tanya Wulan panik.
"Lagi ganti baju" Jawab Reza
Laras pun keluar dari ruang ganti,dan segera bergabung dengan Reza dan Wulan.
"Loe kenapa Ras?" tanya Wulan
"Nanti aku jelasin, sekarang ayo masuk kelas udah mau masuk" jawab Laras "Za,sekali lagi makasih ya. Ini bajunya tak bawa dulu setelah aku cuci nanti aku kembalikan" lanjutnya
"Iya Ras, santai aja" jawab Reza.
Laras dan Wulan berjalan beriringan menuju kelas agar tidak terlambat.
Di dalam hati Reza, dia tersenyum senang karena telah mengambil hati Laras sedikit dengan menjadi pahlawannya. Tanpa diketahui Laras,memang ini rencana Reza dan Sarah. Setelah keluar dari kamar mandi Sarah sempat memberitahu Reza. Rencana pertama mereka berhasil.
Sesampainya di kelas,Wulan duduk di dekat Larasdan menginterogasi Laras.
"Loe kenapa Ras?" tanya Wulan
"Tadi waktu aku dikamar mandi tiba-tiba dari belakang muncul Sarah sama Tasya. Dia tiba-tiba menarik rambutku dan menyiramku dengan air hingga basah semua seragamku" jelas Laras
"Tuh kan udah gue bilang, pasti dia begini gara-gara Rama deketin loe. Dia udah mulai berani buat berulah sama loe. Terus loe nggak ngelawan gitu?" tanya Wulan yang hanya dijawab dengan gelengan kepala sama Laras. "Oke mulai sekarang loe harus hati-hati sama Sarah and the geng. Dia bisa ngelakuin lebih parah dari ini. Dia terkenal nekat orangnya. Gue ngedukung loe sama Rama. Jadi kalau Sarah berbuat begini lagi atau lebih sama loe. loe jangan cuma diem aja, loe harus berani lawan. kalau loe nggak ngelawan dia pasti akan berlaku lebih sama loe." tutur Wulan.
"Iya lan, makasih ya kamu udah mau jadi temenku disaat aku seperti ini. Makasih udah dukung aku" jawab Laras dengan mata berbinar
"Gue tau Rama suka sama loe, dan gue juga tau loe punya perasaan yang sama kayak dia. Kalau loe kesusahan loe bisa minta bantuan ke gue" ucap Wulan. Dan langsung saja Laras memeluk temannya itu. Dia sangat bersyukur mendapatkan teman seperti Wulan yang mengerti perasaannya. "Btw, tapi kok loe bisa bareng Reza tadi?" lanjut Wulan dan melepaskan pelukannya.
"Tadi Reza yang nemuin aku di kamar mandi lalu mengajakku ke ruang ganti baju untuk ganti pakaianku yang basah kuyup" jawab Laras
"Oh... " jawab Wulan mengerti. "Tapi kok aneh sih tiba-tiba Reza datang?" lanjut Wulan
"Nggak tau juga dia tiba-tiba datang dan masuk ke kamar mandi wanita" jawab Laras
"Gue curiga" ucap Wulan
"Jangan gitu, positif thinking ras gk boleh seudzon sama orang" tutur Laras
__ADS_1
"Iya iya Bu ustad" jawab Wulan
Bel masuk pun berbunyi. Akhirnya mereka melanjutkan pelajaran walaupun Laras memakai seragam berbeda dengan teman-temannya. Aku tak berkomentar melihat seragam Laras yang berbeda dengan yang lain. Aku menikmati pelajaran dengan khidmat,karena pelajaran yang sedang berlangsung adalah kesukaanku yaitu Seni Musik.
Bel pulang berbunyi.
"Ras pulang bareng aku kan?" tanya Rama.
Mendengar ajakan Rama, Laras langsung menatap Wulan. Karena dia bingung mau menerima atau tidak ajakanku. Dan Wulan pun mengangguk tanda meng iyakan.
"Iya deh Ram aku mau" Jawab Laras. Mereka pun langsung menuju mobil dan Aku langsung menancap pedal gas mobil agar melaju.
Diperjalanan
"Ras, kamu kenapa kok seragammu ganti?" tanyaku
Laras berpikir sejenak mencari alasan untuk menjawab pertanyaanku. Dia tidak mungkin menjawab jujur kepadaku
Melihat Laras yang malah bengong, Aku pun menoleh ke arah Laras.
"Kamu baik-baik aja Ras?" tanyaku dan membuat Laras tersentak
"Tapi ditanya malah diem" ucapku
"Oh ini,tadi waktu makan es jerukku tumpah hingga Reza meminjamkan bahunya untukku" jawab Laras berbohong.
"Reza?" tanyaku memastikan.
"Iya Reza yang minjemin aku baju ini" ucap ulang Laras
"Oh" jawabku membulatkan bibirku. Dan kembali menatap jalanan yang lenggang. Di dalam hatiku berkata
Reza udah mulai ngedeketin Laras kayaknya. Nggak bakal gue biarin lelaki licik itu mendekati Laras. Gue tahu dia ngedeketin Laras hanya untuk di sakitin dan buat balas dendam sama gue karena dia nggak bisa dapetin Sarah.
"Kok bisa Reza yang minjemin?" tanyaku dengan nada tidak suka.
Laras terlihat bingung memikirkan alasan lainnya.
"oh itu.. .anu.. tadi Reza juga ada di kantin,terus anu... dia ngelihat seragamku yang kotor,jadi dia minjemin gue seragam ini" jawab Laras terbata bata
__ADS_1
"kamu nggak bohong kan sama aku Ras?" tanyaku karena aku merasa aneh sama jawaban Laras
"eng...nggak enggak kok" jawabnya namun tidak memandangku
Aku melihat Laras tak berani memandangku. Aku merasa kalau Laras menyembunyikan. Aku pun menepikan mobilku dan berhenti.
"Loh kok berhenti?" tanya Laras kebingungan
"Ras, coba lihat aku!" ucapku dan Laras pun menatapku. "Aku tau kamu menyembunyikan sesuatu dariku. Coba cerita siapa tau aku bisa bantu" ucapku dengan memegang kedua pipi Laras. Laras pun diam dan tiba-tiba matanya mengeluarkan cairan bening.
"Loh kok kamu nangis? Aku berkata salah ya? Maafin aku Ras." ucapku menyesal dengan mengusap air mata Laras
"Nggak kok Ram nggak,kamu nggak salah. Kamu bener aku bohong sama kamu" ucap Laras dan kembali menangis
"Maaf aku memaksamu untuk cerita. Kalau kamu belum siap nggak apa-apa aku nggak bakalan marah kok" ucapku dengan penuh penyesalan "Udah nggak usah nangis lagi" lanjutku dengan mengusap air mata Laras. dan melepas tanganku dari pipi nya
"Jadi sebenarnya tadi aku nggak terkena es jeruk Ram" ucap Laras
Niatku untuk memacukan mobilku pun aku urungkan karena mendengar Laras yang mulai bercerita
"Terus kenapa?" tanyaku
"Sebenarnya aku tadi di kamar mandi di siram sama Sarah. Terus Reza dateng ngebantu aku untuk berjalan ke lokernya dan dia minjemin bajunya ini" jelas Laras
"Bentar bentar, Sarah?? Ada urusan apa dia sama kamu? Tapi kamu nggak apa-apa kan,mana yang sakit?" tanyaku yang bertubi-tubi
"Nggak kok aku nggak apa-apa. Sebenarnya Sarah cemburu sama aku soalnya aku deket sama kamu" jelas Laras dengan mengucap lirih pada bagian kamu
"Dia berani sakitin kamu? bener bener cewek nggak tau diri ya. Udah aku kasih tau kalau nggak mau sama dia tapi dia tetep aja kayak gitu." ucapku marah
"Sabar Ram aku nggak apa-apa kok, jangan marah gitu" ucap Laras menenangkan
"Tapi nggak bisa didiemin Ras,dia udah berani nyentuh kamu....." ucapku dengan masih marah. Sebelum aku menyelesaikan perkataanku, Laras terlebih dahulu meletakkan jari telunjuknya di bibirku menyuruhku untuk diam
"ssssttttt...udah aku nggak apa-apa, udah buruan pulang, udah di tunggu bunda" ucap Laras
Aku pun memacu mobilku dengan cepat agar menuju rumah Laras lebih cepat.
___________ Happy Reading ________________
__ADS_1