Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
Undangan ulang tahun


__ADS_3

*Di Kelas


Siang itu setelah bel tanda jam istirahat berbunyi dan setelah kepergian guru kami. Soni langsung berdiri di depan papan tulis untuk mencegah agar teman-teman tidak langsung berhambur keluar. Karena dia akan menyampaikan pengumuman.


"Guys, gue mau nyampaiin pengumuman sebentar gaes" teriaknya


"Buruan son" ucap Hendra


"Iya gue udah laper nih" sahut Intan


"Emang pengumuman apaan sih" tanya Joni


Seketika kelas pun menjadi ramai, semua protes ingin segera ke kantin


"Tenang gaes tenang. Jadi gini, gue disini ngewakilin Rama buat ngumumin pengumuman ini" teriak Soni "Besok lusa Rama ulangtahun, akan diadakan pesta ulang tahun di rumahnya. Kalian semua di undang Rama buat datang. Ingat jam 8 malem dimulai. kita party disana" ucap Soni antusias


Semua murid pun saling mengangguk dan mengiyakan pengumuman tersebut.


Mendengar pengumuman tersebut, Sarah langsung berpikir akan membawa kado apa. Karena dia tidak mau memberi kado yang biasa-biasa aja, karena ini adalah ulangtahun seorang Rama Nugraha pujaan hatinya.


"Sar, loe mau bawa hadiah apa buat si Rama?" tanya Tasya


"Bokap gue kan besok pulang dari Paris. Jadi gue nitip jam tangan aja" Ucap Sarah


"Bagus itu" salut Tasya "Loe jangan sampai kalah sama si murid baru itu" lanjutnya


"Hahaha, nggak mungkin lah gue kalah sama si murid baru itu. Paling dia cuma bisa ngasih sandal jepit" ucap Laras dengan tertawa penuh ejekan diikuti oleh Tasya


"Pokoknya loe harus dandan yang cantik sar. biar Rama ngelirik loe dan ngabain si Laras" kata Tasya


"Pasti lah,gue aja udah nyiapin gaun buat besok" jawab Sarah enteng.


Melihat Laras dan Wulan berjalan ke arah pintu, Sarah langsung menghadap jalan mereka.


"Eh anak baru,loe mau ngasih apa ke Rama?" tanya Sarah dengan nada songong


"Bukan urusan loe" jawab Wulan


"Gue nggak nanya loe ya,gue nanyak tuh pelayan cafe" ucap Sarah


"Kamu tanya aku?" jawab Laras dengan celingukan


"Iya-iya lah siapa lagi kalau bukan loe" ucap Sarah meledek

__ADS_1


"Belum mikir aku" jawab Laras singkat


"Nggak usah kebanyakan mikir deh paling-paling loe juga cuma bisa beli sandal jepit kan loe miskin hahahah ups" ucap Sarah dengan menutup mulutnya seakan-akan keceplosan padahal disengaja. Sarah dan Tasya,mereka berdua tertawa.


"Mau ngasih sendal jepit kan itu urusanku yang ngado aku kok kamu yang repot sih" ucap Laras dengan berani. Wulan yang berada disampingnya pun takjub mendengar jawaban Laras,karena Wulan tak habis pikir Laras bisa berani melawan kata-kata Sarah. Wulan pun tersenyum.


"Loe mulai berani nyolot sama gue ya" ucap Sarah dengan melotot dan mengangkat tangan kanannya untuk menampar Laras.


Namun belum sampai mengenai pipi Laras, Laras sudah terlebih dahulu menangkisnya dan segera melepaskannya.


"Mungkin kemarin aku diam waktu kamu perlakukan aku. Tapi jangan harap kamu bisa perlakukan aku seperti kemarin. Oh uya satu lagi,aku nggak akan nututin kata-kata kamu yang kemarin." ucap Laras dengan memandang tegas ke Sarah.


"Udah lan ayok kita ke kantin" ajak Laras dan segera meninggalkan Sarah dan Tasya.


Terlihat Sarah dengan muka memerah dan tangan mengepal. Dia sangat marah karena Laras membantahnya.


"Awas aja loe ras,gue bakal bikin loe malu" ucap Sarah dalam hati.


Di kantin


"Ras, loe hebat banget berani ngelawan Sarah" ucap takjub Wulan


"Ah biasa aja lan, aku udah capek diperlakuin kayak gitu terus sama si Sarah. Sebenarnya aku nggak mau kayak gitu, tapi dia yang mulai duluan" jawab Laras


"Hahahah iya aku liat, dia kelihatan marah banget" ucapku dengan tawa


"Loe bener, sumpah kocak banget tau. Ini mungkin pengalaman pertamanya dibantah sama orang" jawab Wulan


"Wkwkwkwk mungkin aja lan" jawab Laras.


"Ras,nanti pulang sekolah temenin gue ya ke mall. Gue mau beli gaun buat ke pesta Rama. Gue nggak punya gaun soalnya,sekalian beliin kado juga" Ajak Wulan


"Pulang sekolah Bunda ngajak makan siang dulu sama Rama juga di rumah. Kalau habis makan siang gimana?" tanya Laras


"Oke deh, nanti gue chat kalau loe udah selesai" ucap Wulan


"Apa kamu ikut aja makan siang bareng?" tanya Laras


"Nggak ah, gue nggak mau ganggu wkwkwkw" jawab Wulan


"Wulan apaan sih,nggak kok nggak ganggu orang makan siang biasa aja" ucap Latas malu-malu


"Nggak ah, lagian gue juga harus ganti baju dulu kan?" tanya Wulan

__ADS_1


"Iya juga sih ya" jawab Laras


"Gue pulang aja dulu" ucap Wulan


"Oke deh" jawab Laras


"Eh Ras loe mau ngasih kado apa buat Rama besok?" tanya Wulan di sela-sela ia menikmati baksonya


"Aku juga belum tau lan. Rama pasti udah punya segalanya, dia pasti bisa beli sendiri apa yang dia inginkan" ucap Laras dengan muka di tekuk


"Iya juga sih. Jadi loe kasih apa gitu yang loe buat sendiri nggak usah beli,kan nanti lebih berkesan" Saran Wulan


"Bener juga saran kamu lan. Kalau aku buat sendiri kan nggak mungkin dia bisa beli kan limited edition gitu wkwkwkw. Bentar deh aku mikir dulu" ucap Laras kemudian dia mengetuk-ngetukan jari telunjuknya di dagunya tanda dia sedang berpikir. Tak berapa lama tiba-tiba Laras punya ide.


"Aku tau" ucap Laras


"Apa Ras?" tanya Wulan antusias.


Belum sampai Laras mengatakan tentang idenya. Tiba-tiba 4 cowok datang menghampiri Mereka. Siapa lagi kalau bukan squadku. Aku mengambil duduk di depan Laras lalu Soni dan Alex duduk di sampingku, sedangkan Deon duduk di sebelah Wulan. Biasa Deon sedang menggoda Wulan.


"Boleh kita gabung disini" tanya Deon.


"Terpaksa di bolehin, percuma aja kita ngomong nggak boleh. Kalian udah duduk juga disini" Jawab Wulan ketus


"Makin cantik deh kalau marah" goda Deon


"Tuh kan mulai. Dasar buaya" gerutu Wulan dan di ikuti gelak tawa semua yang ada di meja kami.


"Galak amat neng, abang makin suka deh kalau galak gitu wkwkwk" ucao Deon dan ditertawakan oleh yang lain


"Ih" ucap Wulan


"Ras,nanti kita jadi makan bareng di rumahmu kan?" tanyaku pada Laras.


"Jadi, tadi bunda udah belanja" jawab Laras


"Oke nanti pulang bareng aku aja, sekalian jadinya" ajakku


"Iya" jawab laras


"Cie ada yang mau lunch bareng sama calon mertua nih ye" ledek Alex


"Apaan sih loe lex" jawabku dengan menggaruk tengkukku yang tidak gatal.

__ADS_1


Semua yang ada di meja menertawakan aku karena aku salah tingkah.


__ADS_2