Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
Lunch


__ADS_3

Jam di dinding menunjukkan pukul 14:00, dan tak lama bel tanda pulang pun berbunyi. Aku masih setia duduk di bangkuku dan menunggu Laras untuk membereskan tasnya.


"Sob, gue pulang dulu ya" ucap Deon yang berjalan melewati ku


"Iya hati-hati" ucapku


"Cie yang mau ketemu calon mertua" ledek Alex


"Apaan sih loe. cepet pulang sana udah di tunggu cewek loe itu" ucapku dengan dagu menunjuk ke arah pintu dimana disana sudah ada gadis yang menjadi pacar Alex 2 hari yang lalu.


"iya-iya yang lagi kasmaran nggak mau diganggu nih hahaha. ya udah gue duluan" ucap Alex.


"Ati ati lex. bawa anak orang jangan macem-macem. hahahaha" tawaku


"Loe juga" ucap Alex.


Aku pun langsung membalikkan badanku menghadapi Laras.


"Udah selesai?" tanyaku


"Udah Ram" jawab Laras


"Ya udah ayo pulang" ajakku


"Nanti mampir dulu di toko buah ya Ram. Soalnya ibu titip buah tadi pagi, buah di kulkas udah habis" ucap Laras.


"Oke siap" jawabku


Kami pun berjalan beriringan menuju parkiran.


Di sisi lain


"Eh Rah, liat deh itu bukannya Laras ya?" ucap Tasya dengan menunjuk ke arah aku dan Laras berjalan.


"Benar-benar brengs*k ya murid baru itu. nyari gara-gara aja sam gue. Udah diperingatin berulang kali buat jangan deket-deket sama Rama masih aja nempel kayak perangko sama amplop. Nggak kapok ternyata udah kita gituan kemarin" ucap Sarah dengan alis tertaut menandakan bahwa dia marah.


"Iya, kita perlu bertindak ini. Nggak bisa dibiarin" ucap Tasya


"Lihat aja gue punya rencana buat ngasih pelajaran lagi kedia" ucap Sarah dengan senyum sinis.


"Apa rencana loe?" tanya Tasya


"Gue bakal bikin malu dia saat acara ulangtahun Rama besok. Lihat aja" jawab Sarah dengan senyum liciknya.


Back to Laras and Rama


"Ram, itu ada penjual buah. Kita berhenti disana aja ya" ucap Laras menunjuk ke arah dimana penjual buah membuka lapaknya di pinggir jalan dekat dengan taman kota.


Aku pun mengangguk dan segera menepi untuk , memarkirkan mobilku.


"Aku tunggu disini aja ya. Kamu berani kan sendiri?" ucapku.


"Iya berani kok Ram" ucap Laras lalu membuka pintu mobil dan berjalan ke penjual buah.


"Pak semangkanya sekilo berapa harganya?" tanya Laras pada penjual buah


"Yang ini 6000/kg nak" jawab bapak itu.


"Ya udah pak. Semangkanya 1 biji yang ini" ucapku menunjuk salah satu semangka yang akan ku beli.

__ADS_1


"Apa lagi non?" tanya bapak itu


"Jeruk 1 kg, sama apel 1 kg pak" tambah Laras


"Baik non semuanya 75 ribu non" ucap bapak itu


Laras pun mengeluarkan uang selembar limapuluh ribuan sama 3 lembar uang sepuluh ribuan.


"Terimakasih pak. Kembaliannya buat bapak aja" ucapku


"Baik non terimakasih kembali" jawab bapak tersebut.


Dimobil


Tiba-tiba aku teringat oleh pesananku kepada kak Alea. Lalu aku mengambil handphoneku dan segera mengirim chat ke dia.


Rama Nugraha:


Kak, pesenanku udah kakak beliin belum?


Diseberang sana, mendengar ada chat masuk, langsung Alea melihat siapa yang mengirim pesan dan segera membalasnya.


Alea Nugraha:


Belum dek, kakak masih nyalon ini sama mama. Setelah ini kita mau ke Mall


Rama Nugraha:


Oke , inget jangan sampai lupa


Alea Nugraha:


Iya adekku sayang yang gantengnya ngalah ngalahin Badak.


Rama Nugraha:


Peach aja kak, bagus kek nya


Alea Nugraha:


Oke


Melihat laras yang membawa begitu banyak buah dan terlihat keberatan, akupun turun dan membantunya.


"Sini aku bantu" ucapku


Laras pun langsung memberikan kresek yang berisikan semangka. Dan aku pun langsung membawanya kedalam mobil. Kemudian menancap pedal gas melajukan ke rumah Laras.


Rumah Laras


"Assalamu'alaikum bun, Laras pulang" salam Laras dengan aku yang mengekor di belakang sambil membawakan buah yang telah dibeli oleh Laras tadi di pinggir jalan.


"Waalaikumsalamm anak mama udah pulang" jawab Bunda "Eh sama nak Rama juga" lanjutnya


"Iya tante" jawabku dan tak lupa mengulas senyum.


Aku dan Laras langsung mencium pungung Bunda bergantian.


"Panggilnya Bunda aja Ram. Ya udah silahkan duduk bunda siapin makanannya dulu" suruh Bunda

__ADS_1


"Baik tan.. eh bunda" jawabku


"Laras bantu ya Bun" tawar Laras


"Nggak usah,kamu ganti baju ada sana" ucap Bunda


"Baik bun" sahut Laras langsung berjalan ke kamarnya untuk mengganti bajunya.


Aku pun menunggu Bunda yang sedang menyiapkan makanan dan Laras yang berganti pakaian dengan melihat-lihat isi rumah.


Tak berapa lama terdengar suara anak kecil dari pintu memanggil nama bunda.


"Bunda... Bunda.... Salsa udah pulang" teriak anak itu


"Bunda ada di dapur dek lagi nyiapin makanan" sahutku


Salsa hanya diam melihatku dan langsung berlari ke dapur untuk mencari bundanya.


"Bun, di depan ada kakak Ganteng siapa bun" tanya Salsa pada bundanya.


"Oh itu kak Rama, temennya kak Laras. Kamu udah saliman?" tanya Bunda


Salsa hanya menggelengkan kepala. Dan membantu Bundanya menyiapkan makanan.


Setelah selesai Aku, Laras, Bunda, dan Salsa langsung makan bersama sambil mengobrol ringan dan sesekali terlihat tawa karena gurauan Salsa.


Tak berapa lama acara makan pun selesai. Dan bunda mengajakku menuju taman belakang. Dan membiarkan Laras bersama Salsa untuk membersihkan sisa makanan


"Ayo nak Rama ke taman belakang. Kita tunggu Laras disana aja suasananya sejuk" ajak Bunda


"Baik bun" jawabku dan berjalan mengekor dibelakang bunda


Aku pun duduk di kursi sebelah nundat sambil melihat pepohonan hijau yang sengaja di tanam di taman itu.


"Nak Rama, bunda mau bicara" ucap Bunda


"Iya Bun" jawabku


"Bunda tau banyak tentangmu dari Laras nak. Dia sering menceritakan kamu. Bunda sangat berterimakasih atas kebaikanmu nak. Bunda mau bertanya apakah nak Rama menyukai Anak bunda?" tanya Bunda yang membuat aku gugup. Namun aku tidak mau berbohong akhirnya dengan ragu aku mengangguki jawaban bunda


"Benar dugaan Bunda. Dan seperti kamu, kayaknya Laras juga memiliki perasaan yang sama denganmu nak. Bunda tidak melarang kalian untuk lebih dekat, tapi ingat batasannya. Kalian masih muda dan masa depan masih panjang.Bunda cuma pesan tolong jagain anak bunda ya. Bunda tidak mau terjadi apa-apa sama anak bunda nak." ucap bunda


"Iya Bun Rama janji bakal jagain Laras" ucapku membuat bunda tersenyum.


"Terimakasih nak" jawab bunda.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 aku pun berpamitan pulang.


"Bun, Rama pulang dulu ya takut dicariin Mama" pamitku


"Iya nak hati-hati dijalan" pesan Bunda


Aku pun diantar Laras hingga di depan pintu.


"Kok kamu ganti baju lagi Ras?" tanyaku keheranan. Karena baju Laras sudah berganti dengan dress warna maron selutut dan lengan ¾.


"Soalnya aku mau nganter Wulan ke Mall. Bentar lagi dia kesini" tutur Laras


"oh oke. ya udah aku pamit dulu ya" pamitku pada Laras

__ADS_1


"Iya Ram hati-hati" jawabnya


Aku pun segera berjalan menuju mobil dan melajukan untuk pulang ke rumah.


__ADS_2