
Sesampainya diatas panggung aku langsung mengambil gitar dan duduk di belakang stand mik
"Selamat malam semuanya" sapaku kepada seluruh pengunjung.
*Di meja pengunjung
Dari meja pengunjung terdengar beberapa celotehan dari para gadis yang sedang menonton
"Itu Rama Nugraha kan most wanted nya SMA Garuda? pemilik cafe ini?" ucap salah satu cewek yang duduk di kursi pengunjung
"Iya ganteng banget aslinya" timpal teman di sampainya.
"Rama ganteng banget iya" ucap lainnya
"Denger-denger dia jomblo lo" ucap lainnya lagi
"Masak cowok seganteng dia nggak ada yang mau?" tanya lainnya
"Banyak lah, udah ganteng sukses lagi siapa coba yang nggak mau l. tapi dianya aja yang nggak mau, tipe pemilih" jawab lainnya
Banyak dari mereka yang bengong saking kagetnya mendapatkan yang ada diatas panggung adalah seorang Rama Nugraha.
*Di panggung
"Saya mohon maaf karena band yang manggung setiap malam minggu tidak bisa menghibur kalian. Jadi saya menggantikan untuk menghibur kalian" ucapku "Disini saya tidak bisa sendirian, saya meminta bantuan kepada Larasati untuk menjadi partner saya disini" lanjutku
Mendengar namanya dipanggil,Laras langsung menatap panggung dengan wajah kebingungan apakah ini Larasati dia atau yang lain.
"Iya Larasati yang sedang berdiri di sebelah sana" ucap Rama dengan menunjuk ke arah Laras yang seakan mengerti kebingungan Laras.
Semua mata tertuju pada arah yang aku tunjuk dan beberapa cewek bertanya tanya, siapa gadis yang ditunjuk Rama untuk menemaninya menyanyi. Tak banyak dari mereka yang berbisik-bisik
"Siapa dia?" tanya seorang gadis
"Pelayannya" jawab yang lain.
"Oooo" jawab gadis itu dengan membulatkan bibirnya.
Mendengar namanya dipanggil, Laras langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung menatap managernya untuk meminta persetujuan. Dan dengan cepat managernya mengangguk tanda menyetujui. Akhirnya Laras langsung menuju panggung dimana Rama telah duduk dibelakang stand mic dan membawa gitar.
"Kok kamu manggil aku sih Ram?" tanyanya dengan sedikit berbisik
"Udah ikut aku aja,nanti gajimu aku tambah" jawabku
"Nyanyi apa kita?" tanyanya
"Lagu kesayanganku" jawabku
"Oke" jawabnya
"Baik disini saya Rama Nugraha bersama Larasati akan menyanyikan lagu kesayanganku. Silahkan menikmati" ucapku
Aku pun segera memetik gitarku dan berduet dengan Laras.
"*Lagu kesayanganku"
Dengarlah cinta hatiku remuk redam
Jika tak ada kamu
Menemani aku
Dengarlah cinta ku memanggil namamu
Disetiap malamku
Ku memikirkan kamu
Aku sepi sepi sepi sepi
Jika tak ada kamu
Aku mati mati mati mati
__ADS_1
Jika engkau pergi
Dengarlah kesayanganku
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Dengarlah cinta hatiku remuk redam
Jika tak ada kamu
Menemani aku
Dengarlah cinta ku memanggil namamu
Disetiap malamku
Ku memikirkan kamu
Aku sepi sepi sepi sepi
Jika tak ada kamu
Aku mati mati mati mati
Jika engkau pergi
Dengarlah kesayanganku
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Dengarlah kesayanganku
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Melihat aku dan Laras yang berduet dengan sangat baik dan penuh cemistri, banyak pengunjung yang mengabadikan momen kami menggunakan kamera ponselnya masing-masing. Merekam aksi kami bernyanyi dan di share di sosial media.
*Di meja pengunjung*
"Mereka cocok banget ya" ucap salah seorang pengunjung
"Iya cocok, yang cowok ganteng yang cewek juga cantik" tambah temannya
"Apa mungkin pelayan itu ceweknya Rama Nugraha?" tanya yang lainnya
"Nggak mungkin lah seorang Rama Nugraha ceweknya pelayannya sendiri hahahaha aneh-aneh loe" jawab pengunjung tersebut.
"Pelayan kalau cantiknya kayak gitu gue juga mau kali hahahaha" jawab temannya.
Mereka pun tertawa ringan karena pikiran mereka.
*Dimeja kak Alea dan Teman-temanku
__ADS_1
"Lihat deh adek kakak bahagia banget kelihatannya" ucap kak Alea berbicara dengan teman-temanku
"Iya kak,aku juga ngrasa nya gitu. Syukurlah dia udah bisa move one dari Risma" jawab Deon
"Iya semenjak ada Laras,aku udah jarang lihat Rama murung lagi seperti sebelumnya" balas Alex
"Semoga Laras bisa membalas rasa Rama" ucap Soni
"Aamiin" jawab kak Alea, Alex, dan Deon bersamaan.
"Kompak bener dah" ucap Soni, kemudian mereka tertawa ringan.
Kak Alea memang deket sama teman-temanku. Karena memang kami sering jalan bareng kalau kak Alea lagi tidak ada kesibukan.
*Dipanggung
Jantungku rasanya hampir copot saat beberapa kali bertatapan langsung dengan Laras. Kami mencoba menghayati lagu yang kami bawakan. Hal itu pun sama dirasakan oleh Laras. Dia merasa jantungnya berdetak kencang.
"Jangan pandang aku kayak gitu Ram,nanti jantungku bisa copot" ucap Laras dalam hati. Namun dia sembunyikan rasa detakan jantung dengan tersenyum manis. Disisi lain, aku yang merasa begitu pun ingin selalu dalam posisi seperti ini, selalu dekat dengan Laras.
Tak berapa lama lagu yang kami nyanyikan telah sampai di ujung lagu. Kami pun mengucapkan terimakasih dan membungkukkan badan kami sedikit.
"Terimakasih atas perhatiannya" ucapku mengakhiri aksi menyanyi kami. Dan di ikuti tepuk tangan meriah oleh semua pengunjung cafe. Kami pun turun dari panggung dan berjalan bersamaan.
"Ras bagus suara kamu" pujiku
"Makasih Ram,kamu juga main gitarnya bagus banget" jawab Laras
"Makasih kembali" jawabku dengan tersenyum
"Ya udah aku balik kerja dulu ya" ucap Laras dengan berjalan menuju dapur dan aku pun kembali bersama kak Alea dan teman-temanku.
"Wih pemusik kita datang nih" ucap Soni "Beri tepuk tangan yang meriah kepada Rama Nugraha pemusik handal dari tadi" lanjut Soni dengan berdiri dan membentangkan tangan diarahkan ke aku.
Kak Alea, Alex, dan Deon langsung memberi tepuk tangan. Aku yang melihat itu pun menjadi tertawa.
"hahahaha kalian bisa aja" ucapku
"Btw kalian cocok dek" ucap Kak Alea
"Jadi kak Alea setuju gue sama Laras?" tanyaku
"Bisa dibilang gitu sih" jawab kak Alea dengan nyengir
"Bukan cuma kak Alea Ram yang setuju loe sama Laras, tapi kita-kita juga" ucap Alex dan diangguki Deok dan Soni
"Gue nggak minta persetujuan dari kalian" jawabku dengan tertawa.
"Dasar temen nggak tau diri" ucap Alex dan tertawa juga
"Btw kalau loe udah sama Laras, biar Sarah sama Reza. Kasihan tuh Reza ngejar dari tahun Alif sampek Sin belum dapet juga hahahaha" ucap Soni
"Gue mah nggak peduli sama tuh cewek" jawabku
"Sarah kasih ngejar loe dek?" tanya Kak Alea.
Kak Alea kenal Sarah karena dia temen dari rekan bisnis Papa. Dan sering diajak papanya juga saat ada acara. Kak Alea juga risi sama Sarah karena dia sok kenal sama kak Alea.
"Iya gitu lah kak" jawabku
"Makasih kalian udah ngedukung gue" lanjutku karena terharu pada kakakku dan ketiga temanku
"Pepet terus Ram" ucap Deon
"Pepet Pepet loe kira mobil apa" celetukku dan Deon tertawa mendengarnya.
"Jangan biarin keduluan sama yang lain" ucap Deon
"Siap laksanakan bos Deon" jawabku dengan mengangkat telapak tangan kananku dan meletakkannya di pelipis.
"Yang bos kan loe bukan gue" jawab Deon
Kemudian kami tertawaan bersama hingga larut malam.
__ADS_1