
Keesokan harinya
*Di Rumah Sarah
"eh Sar lihat deh. Berita yang lagi viral di grup sekolahan, semalem Rama duet sama murid baru itu di Cafe Nugraha" ucap Tasya sembari memperlihatkan isi di handphonenya.
"Bener bener ya itu anak nggak dengerin omongan gue. Belum tau gue siapa. Lihat aja ntar gue bakal ngelakuin sesuatu biar dia kapok" Ucap Sarah mengancam
"Loe mau apain tuh anak?" tanya Tasya
"Lihat aja ntar. loe harus bantu gue" jawab Sarah
"Siap bos" jawab Tasya
Kemudian keduanya mengulum senyum licik.
*Di kediaman Nugraha
Hari ini adalah hari minggu. Dimana semua penghuni rumahku berada di Rumah, karena kerja dan sekolah libur. Saat ini, kami berada di meja makan karena sarapan bersama. Seperti biasa kami selalu meluangkan waktu untuk mengobrol setelah makan,karena jarang banget kita kumpul karena kesibukan kami masing-masing.
"Pa,Ma kalian lihat nggak video yang Alea kirimkan di grup keluarga semalem?" tanya kak Alea
"Belum nak" jawab mama dan papa hampir bersamaan
"Coba lihat deh" ucap kak Alea lagi
Papa dan Mama akhirnya membuka handphone dan melihat video yang kak Alea kirimkan.
"Ini yang nyanyi Rama lea?" tanya Papa
"Iya pa betul sekali" jawab kak Alea
Aku hanya menjadi pendengar dan tak membuka suaraku.
"Terus yang cewek ini siapa Ram?" tanya mama Maya
Mendengar mama menyebutkan mamaku, akhirnya aku pun membuka Suaraku
"Itu Laras ma, pelayan baru di cafe kita. Dia juga temen sekelas Rama, murid baru pindahan dari Bandung" jawabku menjelaskan
"Bukan hanya itu pa,ma. Laras juga gebetannya Rama" Ucap kak Alea dan langsung menutup mulutnya karena mendapat lirikan mematikan dariku
"Apa benar itu Ram?" tanya papa memastikan
Aku pun menjawab dengan mengangguk ragu,karena takut papa tidak setuju.
Melihat anggukanku, membuat papa dan mama malah tertawa lebar.
"Oh jadi kemarin mama lihat kamu kelihatan senang karena itu ternyata" ucap mama yang masih tertawa
"Akhirnya ma, kita nggak akan lihat anak kita murung diri dikamar lagi" tambah papa "Akhirnya ada hati selain Risma yang bisa meluluhkan hatimu nak" lanjut Papa
"Hehehe iya pa" akupun menjawab sambil menggaruk tengkukku yang sebenarnya tidak gatal.
"Kenalin ke mama dong Ram?" ucap mama sambil mengedipkan satu matanya tanda
__ADS_1
"Papa juga pengen tahu" tambah papa
"Iya nanti kalau pesta ulangtahun Rama, Rama kenalkan sama kalian" ucapku menanggapi godaan mereka.
"Oke papa dan mama tunggu nak" jawab Papa
Papa dan Mama pun hanya terlihat senang dan tersenyum.
*Di kediaman Laras
Terlihat Laras dan bundanya sibuk menyiapkan pesanan kue. Pesanan hari ini lumayan banyak karena hari ini weekend.
Tiba-tiba handphone Laras berbunyi.
"Ras, ada telpon tu" teriak bunda yang berada di meja handphoneku berada
"Siapa bu yang telpon?" tanyaku
"Wulan nak" jawab bunda
"Iya bun angkat dulu aja" balasku teriak dari depan oven. Karena aku sedang mengambil kue yang ada di oven.
Bunda pun mengangkat telponnya
Wulan : " Assalamu'alaikum"
Bunda :"Waalaikumsalam"
Wulan : "Laras nya ada tante?"
Wulan :" iya Tante"
Laras pun berjalan mendekat sambil membawa kue yang sudah matang
"Ini Ras dicariin wulan" ucap bunda
Akupun mengambil handphone dari Bunda
"Laras angkat teleponnya dulu ya Bun" ijinnya
Dan aku pun berjalan ku ruang keluarga untuk mengangkat telepon.
Laras :"ada apa lan? tumben telpon jam segini"
Wulan :"Ada yang mau gue tanyain Ras. Loe beneran semalem duet sama Rama?"
Laras :"Iya Lan"
Wulan :"kok bisa loe duet sama kulkas?"
Laras :" Jadi gini ceritanya. Aku kan kerja di cafe Nugraha, cafe nya Rama. Semalem band yang biasa menghibur disana lagi nggak bisa hadir. Makanya Rama yang gantiin dan minta bantuan aku buat jadi partner duetnya"
Wulan :"kok dia tau loe bisa nyanyi?"
Laras :"Waktu itu dia sempet nganterin aku waktu aku pulang latihan vokal di sekolahan"
__ADS_1
Wulan :"Oh... Btw, aku lihat kalian dapat banget cemistri nya"
Laras:" apaan sih lan, mulai deh" ucapku dengan tertawa kecil
Wulan :" Beneran Ras, kyaknya feeling gue bener deh. Dia suka sama loe. soalnya nggak pernah dia kyak gini Ras. Gue kenal Rama udah sejak SMP."
Laras :" Udah jangan banyak halu lan" ucapku dengan tertawa
Wulan : "Dan satu lagi Ras, Rama itu sebelum ada loe orangnya murung banget kalau di kelas. Cuma sama temen-temennya sama tim basket dan marching band nya aja dia peduli. Selain itu mah nggak dianggap. Sama gue ngmong sih tapi dikit. Itu juga karena kita dulu 1 SMP"
Laras:" Emang dari SMP gitu?"
Wulan :" nggak,dia berubah semenjak kekasihnya dulu meninggal karena sakit"
Laras :" oh... kok aku jadi tanya tanya ya. udah ah lan"
Wulan :"Iya deh iya. Seumpama benar, ingat nasihatku kemarin"
Laras :" Iya iya Wulandari. Pasti aku ingat kok. Udah dulu nya. mau bantuan bunda bikin kue. pesanan lagi banyak soalnya"
Wulan :" oke semangat"
Laras :" siap laksanakan. aku tutup dulu telponnya ya. Assalamu'alaikum"
Wulan :"Waalaikumsalam"
Telponnya pun terputus dan aku segera kembali menuju dapur untuk membantu bunda.
"Ada apa Ras kok tumben pagi-pagi telpon" tanya Bunda
"Oh itu Bun Wulan cuma nanya semalem Laras beneran duet sama Rama apa ndak" jawab Laras
"Rama siapa ras?" tanya bunda kembali
"Rama itu pemilik cafe tempat laras kerja bun, dia juga teman sekelas Laras" jawab Laras
"Oh yang beliin kamu handphone?" tanya bunda kembali
"Iya Bun. Kata wulan dia itu cowok yang dingin kalau sama cewek. Tapi kalau sama Laras, baik banget bun. Dia juga sering nganterin Laras pulang" ucapku dan tanpa kusadari senyum terukir di bibirku
"Kelihatannya dia suka kamu nak" ucap Bunda yang membuat pipiku merona
"Ih bunda sama aja kayak Wulan deh" ucapku dengan pipi semakin merona
"Kamu juga suka dia kan nak?" ucap Bunda menggoda Laras
"Ah bunda" Laras semakin salah tingkah
"Ternyata anak bunda udah besar ya. udah suka sama lawan jenis" ucap Bunda dengan senyum sambil mengelus kepala Laras "Oh iya kapan kapan ajak Rama kesini Ras, ajak dia main bersama. Bunda pingin kenalan sama dia dan mau bilang terimakasih karena sudah banyak bantu kamu" lanjut Bunda
"Iya Bun, tapi Laras nggak janji soalnya Rama orang sibuk Bun. Kadang pulang sekolah dia ke perusahaan papanya buat ngecek perusahaan bun. Nanti coba Laras ajak ya Bun" ucap Laras menjelaskan
"Baik nak" ucap Bunda
Kami pun menyelesaikan mengemas kue pesanan. Dan Laras mengantarkannya ke alamat pemesan.
__ADS_1