Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
tak sengaja


__ADS_3

Tepat pukul 14:00 bel pulang berbunyi. Aku dan kawan kawanku langsung menuju ruang ganti dan ke loker kami masing-masing. Kami berencana akan latihan basket untuk persiapan turnamen bulan depan.


"Ram, sekarang latihan kan?" tanya Deon


"Iya De,kan semalem udah gue bilangin di grup" jawabku


"Jangan kelamaan ya Ram, gue mau nge date nih nanti" ucap Alex


"Dasar bucin" celetuk Soni


"Gue kan punya, daripada si Deon sama Rama tuh jomblo hahaha" jawab Alex dengan mengejek aku dan Deon.


Memang untuk saat ini Deon jomblo, banyak cewek yang mau sama dia, tapi semua dia tolak dengan alasan udah capek main perempuan katanya.


"Udah udah ayo ke loker ganti pakaian" ajakku


Aku dipercayai oleh coach untuk menjadi kapten di tim basket sekolah kami. Sebagai kapten aku memiliki tanggung jawab untuk mengatur strategi yang akam digunakan dan mengatur apa saja yang akan kita latih dalam latihan. Kami melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berlatih agar otot-otot kami tidak tegang dan terhindar cidera. Setelah itu kami lari mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali dan juga melakukan beberapa push up,sit up, back up dan jalan kepiting. Lalu kami berlatih passing, mulai dari chest pass, over head pass, dan bounce pass. Kemudian kami melanjutkan latihan dengan pivot dan Lay up. Setelah di rasa cukup lalu kami Sparing melawan tim basket kami sendiri. Coach yang mengatur timnya. Kami berlatih dengan sungguh-sungguh.


Selain tim basket yang berlatih, ada juga tim cheers yang juga berlatih untuk mensupport tim basket kami saat bertanding bulan depan. Dan leadernya adalah Sarah. Iya Sarah yang ngejar-ngejar aku walau udah aku tolak berkali-kali.


Kami berlatih hingga 1 jam lamanya lalu kami menepi dan mengobrol serta istirahat terlebih dahulu. Namun, tiba-tiba Sarah datang membawakan 1 botol air.


"Ram, kamu pasti haus. Ini aku bawain minum" ucapnya sembari menyodorkan botol air


"Sorry, gue udah bawa sendiri" jawabku ketus


"Sini biar gue aja yang minum Sar,gue juga haus nggak Rama aja yang haus" sahut Deon dan langsung meneguk air yang dibawakan Sarah


"Ram loe kenapa sih nggak pernah nerima minum dariku, padahal udah 6x aku nawarin" ucapnya


"Gue nggak suka loe cari muka didepan gue" jawabku ketus "mending loe nggak usah deket-deket sama gue deh" lanjutku


"Kenapa emangnya?" tanyanya


"Gue risi tau nggak" jawabku


"Gue suka sama loe" ucapnya


Mendengar itu semua anak tim basket langsung menatap ke arah Sarah bicara


"Gue. sih nggak tuh" jawabku santai


"Jahat banget sih loe Ram" ucapnya dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


"Emang gue jahat"jawabku santai


Mendengar itu dia langsung pergi.


"Ram loe kenapa ketus banget sama si Sarah? sampai nangis tuh anak orang" tanya Alex


"Gue nggak suka sama dia. Belagak baik di depan gue, padahal aslinya jahat banget. Dia sering dan squadnya sukanya ngebully yang lain. Dikira gue nggak tau apa" jawabku kemua ketawa


" Bener juga loe sob" sahut Soni dan ikut tertawa


"Tapi dia cantik lo bro, famous pula" sahut Deon


"Ciah cantik wajahnya mah banyak kali. Kalau famous mah gue nggak terlalu peduli sih. gue juga udah famous" jawabku dengan tertawa


"Sa ae loe Bambang" ucap Alex dan kembali tertawa. "Tapi kasihan tau Ram sampai nangis gitu" lanjut Alex


"Gue mah bodo amat . Gue bikin kayak gitu biar dia nggak deket-deket lagi sama gue" jawabku


"Tapi nggak ngefek buat itu anak bro" ucap Deon sambil terkekeh


"Karena gue terlalu ganteng mungkin" ucapku dengan bangganya. Dan sontak teman-temanku menonyor kepalaku dan tertawa bersama.


"Oke guys gue kira cukup untuk latihan hari ini, terimakasih kalian sudah bekerjasama dengan baik. Latihan kita sambung besok lagi ya" ucapku mengakhiri latihan sore ini.


"Oke gue cabut dulu gaes, udah di tunggu sama nyonya Alex tuh" ucap Alex sambil menunjuk kearah kursi penonton dan terlihat itu ceweknya yang setia menunggu


"De, gue nebeng ya. mobil gue ada di bengkel nih,gue service" ucap Soni


"Oke son" jawab Deon


"Ya udah Gue juga cabut dulu ya sob" pamitku dengan bersalam satu persatu. lalu aku mengambil tas dan berjalan menuju parkiran mobil


Setelah aku mengambil mobil aku pun langsung berlalu melewati gerbang sekolah. Namun, mobilku terhenti di halte depan sekolah ketika melihat sosok gadis yang tak a sing wajahnya. Dan ternyata gadis itu Laras.


"Lho Ras, ngapain disitu?" tanyaku


"Eh Rama, ini nih lagi nunggu angkot Ram" jawabnya


"Bareng aku aja, jam segini angkot udah sepi" ajakku


"Nggak usah Rama, Aku nunggu angkot aja. Nggak enak ngrepotin ntar" ucapnya


"Nggak kok udah ayo buruan naik" ajakku

__ADS_1


"Beneran nggak apa-apa" jawaban


"Beneran Larasati" ucapku menggodanya


Akhirnya dia pun mau aku antar. Setelah beberapa menit, akhirnya aku mulai memberanikan diri untuk bertanya


"Rumahmu mana Ras aku belum tahu heheheh" tanyaku untuk memulai percakapan


"Di Jalan Mawar no. 21 Ram" jawabnya


"Oh oke" jawabku sambil mengangguk


"Lo Ram kok kamu baru pulang,habis ngapain?" tanyanya


"Aku habis latihan basket buat persiaan turnamen bulan depan. Kamu sendiri ngapain?"


"Aku tadi habis ekstrakulikuler" jawabnya


"Ikut ekskul apa emangnya?" tanyaku


"Ikut ekskul band" jawabnya


"Kamu bisa main musik" tanyaku


"Aku bukan main musiknya tapi bagian vokal. Soalnya aku denger band disini vokal ceweknya belum ada yang ngisi jadi aku ikut deh hehehehe" ucapnya dengan tersenyum.


"Kamu bisa nyanyi?" Tanyaku dengan nada terkejut


"Bisa sih tapi dikit heheheh" jawabnya dengan malu-malu


"Oh" jawabku dengan membulatkan bibirku dan mengangguk tanda mengerti "ini kemana lagi?" tanyaku sambil menatap ke jalanan


"Di depan belok kanan ram rumahku di kiri jalan" jawabnya dengan mengarahkan


"Oke dah sampai" ucapku dengan menghentikan mobil


"Makasih ya" ucapanya sambil turun dari mobil "Kamu nggak mau mampir dulu?" tanyanya


"Nggak usah ras, lain waktu aja soalnya udah sore juga bau keringet nih aku hehehehe" jawabku


"Oke kalau gitu Ram hati-hati di jalan ya" pesannya sambil melambaikan tangan


"Iya assalamualaikum" pamitku

__ADS_1


"Waalaikum salam" jawabnya lalu menunggkuku hingga aku kembali melajukan mobilku.


Di sepanjang perjalanan hatiku rasanya gembira karena aku sudah mengetahui rumah sang pujaan hatiku, satu langkah lagi usahaku untuk mendekatinya berhasil. Lalu kemudian aku memutar lagu favoritku yang berjudul lagu kesayanganku yang dinyanyikan oleh Al-Ghazali dan ikut bersenandung karena aku hafal liriknya.


__ADS_2