Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
Rumah Bu Devi


__ADS_3

"Ras, kamu antar kue di Jl. Anggur no.11 ya" ucap Bunda


"Iya bun" jawab Laras danmengambil 3 kotak kue untuk aku antar ke alamat yang diberi tahu Bunda


Laras memilih berjalan menuju alamat itu, sambil menikmati suasana siang itu. Suasana yang tidak seterik biasanya karena mendung melanda. Kira-kira memakan waktu 30 menit, akhirnya Laras sampai juga di rumah tersebut.


"Tok....tok...tok.... permisi" Laras pun mengetok pintu.


Tak berapa lama pintu pun terbuka dan munculah seorang pria.


"Iya. Loh Laras, ngapain kesini?" ucap lelaki tersebut. Ternyata dia adalah Reza teman sekelasku


"Loh Reza, ini aku mau antar kue pesenan Bu Devi. apakah ini rumahnya bu Devi?" tanya Laras kembali


"Iya Bu Devi itu ibuku" jawab Reza.


Mendung semakin gelap dan akhirnya hujan turun.


"Ayo Ras masuk dulu lagian hujan tuh" ucap Reza sambil menunjuk ke arah hujan.


Reza membukakan pintu dan menyuruh Laras untuk masuk ke dalam rumahnya. Laras pun memasuki rumah Reza.


"Ada siapa nak?" tanya Bu Devi, ibunya Reza


"Ini buk,temen aku nganterin kue pesanan ibu" jawab Reza


"Iya ini pesenan kue bu Devi dari home made Bunda. Saya di suruh bunda buat nganter buk" tutur Laras


"Oh iya nak, jadi berapa semuanya?" tanya Bu Devi


"Semuanya 250 ribu buk" jawabku


Bu Devi langsung memberi uang 3 lembar seratus ribuan dan memberikannya kepadaku.


"Terimakasih bu" ucapku sambil memberikan kembaliannya.


"Di luar masih hujan Ras jangan pulang dulu,nunggu reda aja" ucap Reza


"Benar nak,disini dulu aja sambil temani ibu disini. Soalnya Reza kalau ibu suruh temenin ibu jarang mau nak. Lagian di luar masih hujan,nanti kamu flu kalau nekat" jelas Bu Devi.


"Baik Bu,Laras akan disini dulu nunggu hujan reda" jawabku dengan mengulas senyum.


Aku pun berjalan mengekor di belakang Bu Devi kemudian duduk di sofa ruang keluarga.


Aku, Reza dan Bu Devi mengobrol bersama di ruang keluarga mereka.


"Oh ya nak Laras. Padahal saya sering pesan kuenya Bunda. Tapi kok kamu baru kali ini nganter?" tanya Bu Devi


"Karena Laras baru pindah kesini buk 3 Minggu lalu" jawab Reza


"Ibu nanya Laras bukan kamu Za" ucap Bu Devi dengan melotot ke arah Reza menandakan Reza di suruh diam.


"Ibuk mah gitu, punya temen anaknya sendiri di anggurin" sewot Reza kemudian lebih memilih memainkan game di handphonenya. Sikap Reza itu membuatku tertawa kecil.


"Iya Bu bener yang dikatakan Reza, aku baru pindah dari Bandung Bu. Dulu aku ikut nenek buk" jawab Laras menuturkan.


"Pantesan aja ibuk nggak pernah lihat kamu" ucap Bu Devi


Ternyata diam-diam Reza memotret Laras . Dalam Foto tersebut terlihat Laras yang tengah tersenyum dan Reza kemudian mengupload nya di instastory. Dalam instastory itu diberi caption "Larasati putri Bunda"


Kami pun lanjut mengobrol dan sesekali bergurau sampai hujan terdengar reda akhirnya aku berpamitan.


"Bu, kayaknya hujannya udah reda. Laras pamit pulang dulu ya" ucap Laras


"Kamu naik apa nak?" tanya Bu Devi

__ADS_1


"Jalan bu" jawab Laras


Mendengar jawaban Laras, Reza langsung mematikan handphonenya.


Kesempatan nih buat gue pdkt sama Laras.


Ucapnya dalam hati.


"Gue anter aja Ras" ucap Reza dengan mendongakkan kepala


"Bener kata Reza nak, lebih baik kamu dianter Reza" tambah Bu Devi


"Baik bu, Laras pamit pulang dulu ya. Assalamu'alaikum" pamit Laras


"Waalaikumsalam" jawab Bu Devi


Kemudian Laras dan Reza berjalan menuju mobil yang terparkir di depan rumah Reza.


Sepanjang perjalanan kita bercanda dan tertawa bersama.


"Mana ini rumahmu Ras?" tanya Reza


"Oh di depan itu kanan jalan" jawab Laras


Tak berapa lama akhirnya kita sampai di1 rumah Laras. Laras pun turun.


"Makasih za, nggak mampir?" tanya Laras


"Nggak udah sore, kapan kapan aja" jawab Reza "Ya udah gue pulang dulu" lanjutnya kemudian mengemudikan mobilnya menjauh dari rumah Laras. Setelah mobil tidak terlihat, Laras akhirnya berjalan menuju rumah dan segera membersihkan diri dan makan malam.


*Di kamar Rama


Rama sedang memainkan Instagram miliknya dan tak sengaja melihat instastory Reza. Dia terasa marah melihatnya. Lalu dia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya ke Laras tentang apa yang sebenarnya terjadi.


*Di Kamar Laras


Seusai belajar ia akhirnya membaringkan tubuhnya ke kasur. tiba-tiba handphonenya bergetar


ddrrrtttt....dddrrrttt...


Laras pun mengambil handphonenya yang berada di meja yang ada di samping ranjangnya kemudian melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya. Ternyata itu pesan dari Rama.


Rama Nugraha :


Selamat malam Laras


Larasati :


Selamat malam juga Ram. Ada apa malam-malam kok nge chat?


Rama Nugraha :


Lagi ngapain ras?


Larasati :


Ini mau tidur, kenapa emangnya?


Rama Nugraha:


Tadi kamu ke rumah Reza ngapain?


Larasati:


Tadi nganter kue ke rumah Bu Devi. Kok kamu bisa tau Ram?

__ADS_1


Rama Nugraha:


Terus kenapa sampai ketawa-ketawa gitu?


Larasati:


Tadi hujan makanya aku disana dulu disuruh bu Devi. Pertanyaanku belum kamu jawab Ram


Rama Nugraha:


Eh lupa hehehe


Tadi aku lihat instastory Reza


Larasati:


oh...


Kenapa kamu nanya kayak gitu?


Rama Nugraha :


hehehe nggak apa-apa kok, cuma nanya aja. Katanya mau tidur. Ya udah istirahat gih besok kan sekolah. Good night Laras


Larasati :


Oke Ram. night too


Akhirnya chatan pun berakhir dan Laras terlihat senyum-senyum sendiri dan akhirnya dia terlelap.


Berbeda dengan Laras yang sudah lelap tertidur. Rama masih berada di markas geng mobil miliknya. Dia sekedar berkumpul dengan teman-temannya.


"Eh sob tadi gue lihat instastory nya Reza kok ada Laras di rumahnya" tanya Deon


"Iya gue juga lihat" ucap Alex


"Tadi Laras nganter kue ke rumah ibu nya Reza terus hujan jadi dia mampir kesana" jawabku


"Syukur deh kalau kayak gitu. Gue kira loe kalah cepet sama si Reza. Btw, loe kok tau banget Ram?" tanya Soni penasaran


"Tadi gue udah nanya ke Laras" jawabku


"Oh jadi udah main chatan ini" ledek Alex


"Ram ram, gercep amat loe" ucap Deon dengan terkekeh


"Kan loe yang bilang suruh Pepet" jawabku


"Iya juga ya. pinter" puji Deon


"Jelas lah Rama Nugraha" ucapku dengan bangga


"Dasar kamu" ucap Deon dengan mengacak rambutku


"Btw, gimana kemajuan loe sama Wulan?" tanyaku ke Deon


"Gue nggak gerak. Jalan di tempat doang" jawabnya


"Hahaha payah" ledek Soni


"Dia selalu cuek kalau gue deketin" jawab Deon


"Tapi loe masih suka dia kan?" tanya Alex


"Maunya sih nggak. Udah usaha gue lupain. tapi nggak bisa, padahal gue udah coba buat pacaran sama cewek lain. Tapi di hati gue cuma ada Wulan" ucap Deon menjelaskan

__ADS_1


"Salah loe sih,dia tolak bukannya ngejar malah mainin cewek. Itu yang ngebuat dia ragu sama loe. Udah loe kejar aja dia. Masak ditolak sekali aja loe nyerah gitu aja. Lemah!. Loe harus tunjukin kalau loe beneran suka sama dia." tuturku


"Oke gue akan coba" ucap Deon


__ADS_2