
Keesokan harinya
Jam dinding tepat menunjukkan pukul 04:30 WIB. Laras pun bangun dan segera mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat subuh. Setelah itu, dia melanjutkan untuk membantu bunda memasak untuk sarapan.
"pagi Bunda" ucap Laras menyusul bunda yang ada di dapur
"pagi juga anaknya bunda" jawab bunda
"Anak bunda kok kelihatan Seneng banget kenapa ini" lanjut Bunda
"Ah bunda, biasa aja kok" jawab Laras dengan pipi semakin memerah. Dia teringat ucapan selamat malam yang diberikan Rama semalam.
"Anak bunda lagi jatuh cinta ya" goda bunda
"Apaan sih bun" jawab laras malu-malu "Kita mau masak apa bun?" tanya Laras untuk mengalihkan pembicaraan
"Nasi goreng sayang" jawab bunda
Laras dan Bunda memasak bersama.
"Udah jadi Bun" ucap Laras
"Iya nak, ya udah kamu mandi sana terus siap-siap buat berangkat ke sekolah. Nanti telat" suruh Bunda
"Siap bunda sayang, Laras siap-siap dulu"
Dan setelah matang Laras langsung kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Saat Laras sedang memakai sepatunya, handphone yang ada di saku tiba-tiba bergetar.
dddrrrttt.....dddrrrtttt.....
Langsung saja Laras mengambil handphonenya dan melihat siapa yang mengechat. Ternyata Rama Nugraha.
Rama Nugraha:
Selamat pagi Laras. Sudah berangkat?
Laras membaca pesanku dengan senyum yang lebar menghiasi bibirnya. Jantungnya berdegup kencang. "Aku kenapa seneng banget cuma di ucapi selamat pagi sama Rama sih, rasanya bahagia banget" gumam Laras.
Larasati:
Selamat pagi juga Ram. Ini baru mau berangkat tapi sarapan dulu
Rama Nugraha:
Berangkat sama siapa? Kalau sendirian,nanti aku jemput
Larasati:
Sendirian Ram, Nggak usah Ram aku sendirian aja. Biasanya juga sendirian
Rama Nugraha:
Kamu nggak mau aku jemput?
Larasati:
Bukan gitu Ram, aku nggak enak sama kamu kalau kamu jemput aku apa tidakak merepotkan mu?
Rama Nugraha:
Astaga Laras. Nggak ngerepotin sama sekali kok. Nyatanya aku malah nawarin kamu. Gimana mau nggak?
Larasati:
__ADS_1
Kalau kamu nggak kerepotan, boleh aja kok kamu jemput
Rama Nugraha:
Oke tunggu aku, nanti aku jemput
Laras membaca pesan dari Rama dengan bahagia. Selain karena perlakuan Rama,juga karena dia bisa hemat tenaga karena tidak perlu berjalan ke sekolah. Laras pun berjalan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama Bunda dan Adek nya.
"Bun,nanti Laras mau di jemput sama Rama buat berangkat bareng. Boleh nggak?" tanya Laras meminta ijin
"Iya boleh nak, biar kamu nggak kecapekan jalan buat berangkat" jawab Bunda
"Makasih bun" ucap Laras sambil mengecup pipi bunda
"Udah sarapan dulu nih" suruh Bunda
Kami pun sarapan bersama. Setelah selesai sarapan aku membereskan dahulu, hingga pintu terdengar di ketuk.
tok tok tok
"Bentar" ucap Bunda dengan berjalan menuju pintu.
"Assalamu'alaikum tante" Ucap lelaki yang sedang berdiri di depan pintu
"Ini nak Rama?" tanya Bunda
"Iya tante. Laras nya ada?". tanya ku
"Iya ada" jawab Bunda "Laras ini Rama udah dateng" teriak bunda
"Iya bun, Bentar" jawab Laras dengan berjalan ke pintu.
Salsa yang juga ingin berangkat sekolah pun ikut berjalan ke arah pintu.
"Iya nak?" jawab Bunda
"Salsa sekolah dimana?" tanyaku
"Di SMP Bangsa kak" jawab Laras
"Naik apa?" tanyaku kembali
"Jalan kaki kak" jawabnya
"Bareng kakak aja,kan kita searah" ucapku
Mendengar itu,Salsa langsung melihat ke arah Bunda untuk meminta persetujuan
"Iya nggak apa-apa, bareng kak Laras sama kak Rama" ucap Bunda
"ya udah bun, kalau gitru kita berangkat dulu bun" pamit Laras dengan bersalaman dengan bundanya dan mengecup punggung tangan Bunda. Diikuti aku yang melakukan hal sama.
"Iya hati-hati. Jangan ngebut ya nak Rama, jaga anak Tante" ucap Bunda
"Baik Tante" jawabku.
Aku, Salsa dan Laras pun berjalan menuju mobil dan segera melajukan mobil menuju sekolahan.
"Nama adikmu siapa Ras?" tanyaku
"Salsa" jawab Laras
"Sal, kamu kelas berapa?" tanyaku
__ADS_1
"Kelas 11 kak" jawab Salsa
"Sama kayak adik kakak dong, dia juga sekolah disitu" ucapku "Namanya Ardi, kamu kenal?" tanyaku
"Oh Ardi Nugraha itu kak?" jawabnya
"Iya. kamu kenal?" tanyaku lagi
"Siapa sih kak yang nggak kenal dia. Cowok paling rese se SMP, suka godain cewek-cewek kalau lagi di kantin" ucap Salsa
"Hahaha emang gitu adek kakak Sa" ucapku dengan tawa
"Kenal kak, dia tetangga kelasku. Sering bantahan juga sama aku. Kok beda banget ya sama kakak?" tanya Salsa
"Beda gimana?" tanyaku
"Kakak Ganteng, baik lagi. nggak kayak dia" ucap Salsa
"Hehehe adanya kayak gitu sa" ucapku "Udah sampai" lanjutku
Salsa pun turun dan berterimakasih kepada Rama
"Makasih kak" ucap Salsa
"Sama-sama sa, sekolah yang bener" pesanku
"Siap kak"
Aku dan Laras pun melanjutkan perjalanan menuju sekolah kami.
"Ram, maaf ya jadi nganterin salsa dulu deh" ucap Laras.
"Nggak apa-apa kok Ras. Salsa orangnya juga asyik" jawabku
"Sekali lagi makasih ya" ucap Laras
"Sans aja Ras" jawabku
"Ram, kamu nggak apa-apa jemput aku gini?" tanya Laras
"Nggak apa-apa lah,lagian jok mobil gue juga nganggur hehehehe" jawabku dengan melihat Laras
"Oh iya kamu diundang bunda buat makan bersama. Bunda mau ngucapin makasih karena kamu udah banyak bantu aku. Kamu bisanya kapan?" tanya Laras saat di perjalanan.
"Enak dong masakan bunda, mau banget Ras. tapi harusnya kalian nggak usah repot-repot Ras. Aku ikhlas kok bantunya" jawab Rama
"Nggak repot kok Ram. Gimana bisanya kapan?" ucap Laras
"Kapan aja bisa kok Ras, tapi kalau nanti gue ada acara jadi nggak bisa" jawabku
"Nggak harus nanti kok, lagian belum bilang bunda juga aku. Kalau besok siang bisa nggak?" tanya Laras
"Besok free kayaknya aku. Oke kalau gitu. Besok aja aku bisa kok" jawab Rama
"Oke nanti aku bilangin sama Bunda, pasti bunda seneng banget kamu bisa makan bareng kita" jawab Laras dan mengakhiri pembicaraan
Dan aku pun hanya tersenyum memandangnya, padahal di dalam hatiku pun rasanya pengen melayang. Gimana coba perasaan kalian kalau diajak makan bareng sama orangtua dari orang yang kalian sayang? pasti seneng banget. Itu yang gue rasain.
Aku pun melanjutkan perjalanku menuju sekolah,dan tak berapa lama kita sampai juga di parkiran sekolah. Aku dan Laras pun turun dari mobil bersamaan.
Di sisi lain
Sarah semakin geram melihat Laras dan Rama semakin hari semakin dekat. Bahkan sekarang yang dia lihat Laras berangkat bersama dengan Rama.
__ADS_1
"Awas aja kamu Ras. Nggak bakal aku kasih ampun. Tunggu tanggal mainnya" ucapnya dalam hati