
Pesta Rama pun selesai di gelar. Deon yang tadi berangkat bersama Wulan pun pulang juga mengantarkan Wulan pulang. Di sepanjang perjalananan hanya keheningan yang terjadi. Hingga Deon pun mulai membuka percakapan.
"Lan" panggil Deon
"apa?" jawab Wulan tanpa menoleh ke arah Deon
"Gue boleh ngmong nggak?" ucap Deon
"Ngomong ngomong aja kali, pakai ijin segala" ucap Wulan sewot. Sebenarnya Wulan juga tidak tega mengacuhkan Deon. Karena sebenarnya dia juga menyukai Deon.
"Gue.... gue..." ucap Deon gugup
"Loe kenapa? ngmong yang jelas dong" ucap Wulan
Deon pun langsung menepikan mobilnya dan berhenti.
"Loh kenapa berhenti De?" tanya Wulan kaget ketika mobil Deon berhenti di tepi jalan.
Deon pun mengambil nafas panjang " Gue suka sama loe" ucap Deon memberanikan diri.
Wulan hanya diam mematung mendengar perkataan Deon
"Loe boleh nggak percaya sama gue. Tapi jujur gue masih suka sama loe sejak loe tolak gue waktu kelas X. gue udah usaha buat ngelupain loe. Tapi gue nggak bisa. Loe mungkin lihat gue gonta-ganti cewek. Sebenarnya hati gue masih buat loe Lan. Gue sayang banget sama loe" ucap Deon menjelaskan. Sekarang mereka saling menatap satu sama lain.
"De, sebenarnya gue juga suka sama loe. Waktu loe dulu nembak gue,gue takut buat nerima loe karena gue takut sakit hati. Dan gue berniat buat ngelupain loe. Tapi sama kayak loe, gue nggak bisa. Hati gue sakit ketika lihat loe jalan sama pacar loe yang gonta-ganti itu De." ucap Wulan dengan tiba-tiba butiran bening menetes dari matanya.
Melihat butiran bening itu, Deon pun langsung mengusap air mata Wulan.
"Maafin gue lan,gue nggak bermaksud nyakitin loe. Gue bodoh menyerah begitu aja dulu. Tapi gue beneran suka sama loe,gue nggak mau kehilangan loe lan" ucap Deon sambil kedua tangannya berada di pipi Wulan. " Loe mau nggak jadi pacar gue?" tanya Deon.
Pertanyaan Deon tadi makin membuat air mata Wulan berlinang deras. Wulan terharu karena perasaannya sama Deon itu sama. Wulan tidak bisa mengeluarkan kata-kata dia hanya menjawab dengan anggukan.
"Maksud loe mau jadi pacar gue?" tanya Deon dengan mata berbinar untuk memastikan.
Wulan pun menjawab dengan mengangguk mantap dan tersenyum.
Melihat anggukan untuk yang kedua kalinya dari Wulan, Deon pun langsung memeluk Wulan.
"Terimakasih Wulan. Aku janji nggak akan nyakitin kamu" ucap nya masih dengan memeluk Wulan.
"Berarti kita jadian?" tanya Wulan dalam pelukannya
"Iya sayang, Sekarang aku milikmu dan kamu milikku" ucap Deon melepaskan pelukannya
"Makasih De" ucap Wulan dan tersenyum ke arah Deon
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Rumah Wulan.
Sesampainya di rumah Wulan,Deon pun sengaja turun lebih dulu untuk membukakan pintu buat Wulan.
__ADS_1
"Makasih De" ucap Wulan
"Kok De sih manggilnya?" ucap Deon sambil menyatukan alisnya tanda ia bertanya.
"Iya udah deh sayang" jawab Wulan malu-malu.
"Kamu lucu kalau lagi malu" ucap Deon sambil tersenyum menggodanya pacar barunya itu. Wulan pun membalas senyum Deon dan terlihat pipinya memerah karena gombalan Deon.
"Nggak mau duduk dulu De eh sayang maksudnya" ucap Wulan
"Nggak usah sayang, udah malem. Besok berangkat sekolah bareng aku ya, aku jemput" ucap Deon
"Iya sayang" jawab Wulan
"Iya udah, kamu masuk gih. Selamat malam sayang" ucap Deon dan berjalan menuju kursi kemudi lalu dia membuka jendela yang berada tepat di depan Wulan
"Selamat malam juga sayang. Jangan lupa kalau sampai rumah langsung kabari aku ya" ucap Wulan
"Siap Bu komandan. aku pulang dulu ya" ucap Deon sambil melambaikan tangan dan dibalas lambaian tangan dari Wulan.
Wulan pun memandang mobil Deon hingga tak terlihat. Wulan langsung berjalan menuju rumahnya yang tidak di kunci,karena dia sudah meminta mamanya untuk tidak mengunci pintu karena dia akan pulang malam. Wulan berjalan dengan hati gembira. Dia langsung menuju kamarnya dan segera membersihkan dirinya lalu ganti baju tidur.
Dia pun langsung membaringkan tubuhnya di ranjangnya dan menunggu chat dari Deon. tak berapa lama hp nya bergetar, langsung saja dia mengeceknya. Ternyata benar itu chat daru pacar barunya.
Deonku❣:
Larasati❣:
Iya sayang ini juga udah tiduran nunggu chat dari kamu
Deonku❣:
Makasih ya udah nunggu aku.
Selamat tidur sayang have a nice dreams 😘
Besok aku jemput.
Larasati ❣:
Selamat tidur juga sayangku 😘
Keduanya pun tersenyum dan tertidur di kamar masing-masing.
*Di sekolahan*
Aku dan Laras turun dari mobil setelah kita sampai di sekolahan. Tak berapa lama mobil Deon pun tiba. Melihat Deon yang turun bersama Wulan membuat aku dan Laras saling bertatapan penuh tanda tanya. Kita pun hanya berdiam memperhatikan Deon dan Wulan yang kini berjalan mendekati kita dan dengan tangan bergandengan. Itu yang membuat kita semakin bertanya-tanya.
"Kalian ngapain bengong" ucap Deon yang sudah tiba di depan kita
__ADS_1
"Kalian??" tanyaku ucapku sambil menelunjukkan jari telunjukku ke arah Deon dan Wulan
"Iya kita jadian" ucap Deon dan memeluk pundak Wulan. Wulan hanya tersenyum
"Kapan?" tanya Laras
"Semalem, saat pulang dari pesta Rama" jawab Wulan
"Selamat bro. Akhirnya jadian juga loe sama Wulan setelah sekian lama memendam rasa loe" ucapku mengalami tangan Deon. Dan dibalas salaman tangan dari Deon.
"Makasih bro". jawab Deon dan mendekatkan Wajahnya ke telingaku. "Loe buruan nembak Laras" bisiknya. Dan itu mendapat pelototan mataku. Deon pun tertawa.
"Lan, selamat ya. Akhirnya temenku nggak jomblo lagi nih. PJ dong" ucap Laras
"Siap,loe juga jangan jomblo terus" ucap Wulan sambil tertawa.
Kami pun berjalan ke bersama menuju kelas dan tak berapa lama kelas pun dimulai.
*Di kantin*
Laras dan Wulan sengaja ke kantin terlebih dahulu. Karena aku dan squadku menuju ruang pak Budi guru olahraga SMA Garuda sekaligus pembina tim Basket.
"Lan, Rama sama temen-temennya ngapain ke ruang pak Budi? Apa mereka buat masalah lagi?" tanya Laras
"Nggak Ras, nanti kan pertandingan perdana turnamen basket yang diadain sama provinsi di GOR Perjuangan" jawab Wulan.
Tiba-tiba Aku dan Deon ikut gabung dengan Laras dan Wulan. Iya kamu hanya berdua,karena Soni dan Alex mereka menemui pacarnya masing-masing.
"Udah selesai yang urusannya?" tanya Wulan kepada Deon
"Udah sayang" jawab Deon sambil menoek hidung Wulan.
Laras dan Rama hanya saling pandang melihat adegan romantis yang ada di depannya
"Eh Ras kayaknya kita salah tempat deh" ucap Rama dan kemudian diikuti gelak tawa mereka berempat
"Makanya jangan jadi jones aja loe" ucap Deon dan kembali tertawa. "Eh yang nanti pertandingan pertama SMA Garuda kamu lihat ya. Biar jadi penyemangatku" ucap Deon
"Aku nggak ada temennya" jawab Wulan
"Kan ada Laras. loe mau kan Ras?" tanya Deon
"Iya lan nanti sama aku aja" jawab Laras. Karena sebenarnya dia memang ingin melihat untuk memberi support untukku.
"Oke kalau gitu, nanti gue jemput pacar gue dan loe nanti di jemput Rama" ucap Deon
"Oke dengan senang hati" jawabanku
Kami pun melanjutkan sisa waktu istirahat dengan makan.
__ADS_1