
Laras pun melangkahkan kakinya menuju rumahnya.
"Assalamu'alaikum, Laras pulang" salam Laras saat masuk ke dalam rumahnya
"Waalaikumsalam. eh anak bunda udah pulang" jawab bunda dengan tangan masih cekatan membuat adonan adonan kue.
Bunda Laras memang menjual kue untuk kehidupan sehari-hari keluarganya. Bunda Laras sudah menjanda sekitar 5 tahun karena suaminya atau tak lain papa Laras meninggal dunia akibat tabrak lari. Saat itu ayahnya ingin mencoba menyelamatkan Laras, namun malah beliau yang tertabrak.
"Kok pulang telat nak?" tanya bunda
" Iya bun, maaf Laras pulang telat tadi soalnya ngikut Rama ke perusahaannya" ucap Laras dengan nersalaman dengan bundanya.
"Kaki kamu kenapa?" tanya bunda karena melihat kaki Laras yang di plester
"Ini jatuh tadi Bu. Tapi ndak apa-apa kok bun. udah mendingan. Tadi juga udah istirahat di kantor Rama" jawab Laras agar. bunda tidak khawatir
"syukurlah nggak apa-apa nak, buruan kamu mandi nanti bisa anterin kue ini ke pemesannya?" ucap ibu
"Bisa bun,nanti sekalian Laras berangkat kerja" ucap Laras
Laras pun segera masuk ke kamarnya mengambil handuk dan segera menuju kamar mandi yang ada di dapur untuk segera mandi.
Setelah selesai,Laras turun dan membantu bundanya mengemas kue-kue yang akan diantarkan.
"Salsa mana Bun?" tanya Laras
Salsa adalah adik Laras yang sekarang menginjak kelas 1 SMP.
"Di kamar lagi belajar" jawab bunda "Kamu makan dulu sana, biar nanti langsung berangkat kerja" lanjut bunda
"Iya bun" ucap Laras dan kemudian makan di meja makan. Setelah selesai Laras berjalan menuju bunda lagi.
"Ini nak udah selesai" ucap bunda
"iya bun, Laras ambil tas dulu" Laras pun pergi mengambil tas dan segera pergi membawa kue dan alamat yang di berikan bundanya.
Dia berangkat menggunakan ojek pesanannya.
__ADS_1
"Pak ke alamat ini" ucap Laras dengan menunjukkan alamat yang bertuliskan di kertas yang diberikan bunda tadi
"Baik mbak,ini di pakai dulu helm nya" ucap Bapak ojek dan Laras langsung mengambil helm yang disodorkan bapak ojek itu lalu memakainya.
Tak berapa lama ojeknya berhenti di depan rumah besar dengan pagar besar dan aja pak satpam disana."Iya ini. bener alamatnya" ucap Laras pada dirinya sendiri sambil melihat kertas bertuliskan alamat.
"Permisi pak, apakah ini rumahnya Bu Maya?" tanya Laras
"iya mbak, ada keperluan apa ya?" tanya satpam tersebut
"Saya mau antar kue pesanan Bu Maya pak" jawab Laras.
"Iya silakan masuk mbak" ucap satpam itu dengan membukakan pagar agar Laras bisa masuk.
Laras pun langsung masuk ke pekarangan rumah yang luas dengan menyusuri jalan yang ±100 meter untuk menuju pintu utama.
tok...tok...tok
"Assalamu'alaikum" Laras mengucapkan salam dan mengetok pintu
"Waalaikumsalam, bentar" ucap seseorang dari dalam rumah. Dan terdengar suara pintu yang terbuka menampakkan wanita paruh baya keluar dari dalam.
"Apakah benar ini rumah Bu Maya?" tanya Laras
"Benar" jawab wanita itu
"Ini saya Laras tante, anaknya penjual kue home made Bunda. Saya kesini mau nganter pesanannya tante" jawab Laras
"Oh iya nak, jadi berapa semuanya?" tanyanya
"Kata Bunda jadi 175 ribu tan" jawab Laras
"Masuk dulu nak,tante ambilkan uangnya" Laras pun ikut masuk dan duduk di sofa sambil menunggu tante Maya mengambilkan uang.
"Ini nak uangnya" ucap tante mengulurkan 2 lembar uang seratus ribuan "Kembaliannya ambil aja" lanjut tante "Tante baru tahu kalau bunda kamu punya anak gadis yang sudah dewasa, padahal tante sudah lama berlangganan kue kepadanya" tutur tante Maya
"Iya tan. soalnya Laras baru pindah disini sekitar 3 minggu lalu. sebelumnya ikut nenek di Bandung" jawab Laras
__ADS_1
"oh gitu ceritanya" Ucap tante Maya
"Ya udah tan, Laras pamit dulu. Assalamu'alaikum" pamit Laras
"Iya nak Laras hati-hati" jawab beliau
Laras pun segera meninggalkan kediaman Tante Maya dan berjalan kaki menuju cafe tempatnya bekerja. Karena jarak rumah tante Maya yang tidak terlalu jauh akhirnya Larar memutuskan untuk jalan kaki. Dan saat magrib tiba, Laras memutuskan untuk mampir di masjid sebentar dan sholat disana. Setelah selesai shalat Laras pun segera memakai kembali sepatunya dan hendak melanjutkan perjalanannya. Namun ketika Laras akan berdiri setelah memasang sepatunya, langkahnya terhenti karena mendengar ada yang memanggil namanya.
"Ras .." panggil seorang gadis yang berada dibelakangku. Laras pun berbalik arah untuk melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata itu Wulan,teman baiknya setelah dia pindah kesini.
"Eh wulan" ucap Laras
"Loe tumben sholat disini? bukannya rumah loe agak jauh ya dari sini?" tanya Wulan
"Aku mau berangkat kerja tapi tadi nganter kue dulu ke rumah Tante Maya. pas lewat sini adzan, akhirnya aku sholat dulu deh" ucapnya menjelaskan.
"Oh gitu" jawab Wulan "Gimana kaki loe, dah sembuh?" lanjutnya.
"Udah kok,ini udah bisa jalan" jawab Laras
"Syukurlah. Btw tadi gue lihat loe pulang sekolah sama Rama. Loe dianterin dia pulang?" tanya Wulan kembali
"Iya Lan. Tapi tadi nggak langsung pulang mampir ke perusahaannya dulu."Jawab Laras yang berhasil mengagetkan Wulan
"What...." ucap Wulan sambil melototkan matanya, dia terkejut karena seorang Rama Nugraha yang terkenal cuek banget sama cewek dan Sekarang malah mengantar temennya pulang.
"kamu kenapa lan?" ucap Laras yang keheranan karena respon dari Wulan yang seperti itu
"Nggak apa-apa sih, gue cuma kaget. seorang Rama Nugraha yang terkenal dingin ke para gadis yang ingin mendekatinya. tapi sama loe dia mau anter loe pulang. Kayaknya bener deh Ras, dia ada hati sama loe" ucapnya membuat aku tertawa kecil "Loe harus hati-hati Ras dia anaknya berandalan soalnya. Dia juga sering berantem dan dia masuk geng mobil pana" tuturnya melanjutkan
"Apa-apaan sih Lan, berlebihan deh. kan aku udah bilang nggak bakalan dia suka sama aku. Kan banyak cewek cantik yang ngejar-ngejar dia. Dia baik kok ke aku, kamu nggak perlu khawatir aku bisa jaga diri kok" ucap. Laras dengan mengulas senyum.
"Iya deh gue percaya sama loe. Pesen gue loe harus hati-hati aja kalau deket sama dia. Gue takut loe jadi korban bully fans-fans nya dia. Dan gue juga takut kalau dia ngapa-ngapain loe" ucap Wulan
"Makasih lan loe udah perhatian ke gue" ucap Laras dengan mata yang berbinar.
"Eh jadi kelamaan ngobrol, udah berangkat sana nanti telat dimarahin bos kamu" ucapnya
__ADS_1
"Oh iya aku berangkat dulu ya. dadah...." ucap Laras dengan melambaikan tangan menjauhi Wulan menuju cafe tempatnya bekerja.