
Hari ini jam pertama adalah pelajaran fisika, dan aku tidak menyukainya. Akhirnya aku keluar dari kelas dan menuju tempat ternyaman ku disekolahkan ini yaitu roof top
*Suasana dikelas*
"Hey De,Rama mana" tanya Soni
"Gue gak tau,mungkin di roof top. Ini kan pelajaran fisika,tau sendiri Rama nggak suka. Gak mungkin ikut pelajaran" jawab soni
Suasana kelas pun rame dengan kegaduhan siwa.
Bel masuk berbunyi,dan tak lama kemudian Bu Dian,guru fisika sekaligus wali kelas kami datang dengan seorang gadis cantik yang berjalan mengekor di belakangnya.
"Wih, cantik banget tuh anak siapa dia?" Gumam Alex membisik ke Deon.
"Iya cantik banget" sahut Soni
Kelas pun menjadi gaduh karena kedatangan siswi tersebut.
"Sudah anak-anak diam dulu" ucap Bu Dian "Ini adalah murid baru di kelas kita,Laras perkenalkan diri terlebih dahulu" suruh Bu Dian
" Iya Bu, terimakasih" ucap Laras sambil berjalan maju ke depan agar bisa dilihat oleh teman-teman "Assalamu'alaikum teman-teman" salam Laras untuk memulai percakapan
"Waalaikumsalam" jawab teman-teman serentak
"Perkenalkan namaku Larasati Permata Sari,aku pindahan dari Bandung" begitu cara Laras memperkenalkan diri.
"Oke Laras kamu boleh duduk di bangku yang kosong" suruh Bu Dian.
Saat melihat ada salah satu kursi siswanya yang kosong, Bu Dian spontan bertanya "Deon,Alex,Soni, Rama kemana kok nggak masuk"
"Biasa Bu, kayak gak tau Rama aja" ucap Reza asal nyeplos. Diikuti gelak tawa oleh Sandra, Ilham, Ricky.
Reza, Sandra, Ilham, Ricky adalah geng yang menjadi saingan squad kami. Dia itu iri dengan kami. Ya tahu lah secara kita lah most wanted disini. Reza sangat membenciku karena dia tidak bisa mendapatkan Sarah,dan Sarah malah mengejarku. Memang aku akui Sarah cantik. Tapi dia bukan tipeku jadi aku tidak tertarik. Sudah dari kelas 1 Reza menyukai Sarah dan saat Reza mengungkapkan perasaannya ke Sarah. Namun selalu di tolak oleh Sarah dan secara terang-terangan Sarah malah memilih mengejar aku yang jelas-jelas sudah menolaknya.
Bu Dian pun hanya menggelengkan kepala dan melanjutkan pelajaran.
"Hei aku Wulan" ucap Wulan sembari mengulurkan tangan untuk berkenalan
"Aku laras" ucap Laras dengan membalas uluran tangan Wulan
"Salam kenal Laras" ucap Wulan
"Salam kenal juga Wulan. Senang berkenalan denganmu" ucap Wulan.
__ADS_1
Sejak saat itu Wulan menjadi teman Laras.
"teng....teng...teng.. "
Bel tanda istirahat pun terdengar. Dan aku pun merasa lapar. Aku pun mengambil smartphone yang ada di saku celanaku lalu mengirimkan pesan ke temanku
Rama Nugroho :
Gaes,gue laper gue tunggu dikantin ya
Alex Wijaya :
Kita udah dikantin nih Ram, buruan kesini
Melihat balasan itu,aku langsung jalan menuruni tangga dan segera menuju ke kantin untuk bergabung dengan teman-temanku.
"Eh Ram loe tau nggak,ada murid baru dikelas" ucap Soni
" Iya bener Ram, cantik juga anaknya" imbuh Deon
"Loe pasti bakalan suka. deh sama dia" tebak Alex
"Kalian ngmongin apa sih?" jawabku sambil berjalan menuju stand mie ayam. Aku mengabaikan pembicaraan teman-temanku.
Setelah kembali dengan membawa mie ayam, teman-temanku kembali membicarakan tentang murid baru itu.
"Ram, loe harus lihat dulu murid baru itu. Sumpah Ram. cantik banget" ucap Soni
"Iya Ram, loe bakalan nyesel kalau nggak kenalan sama dia" Lanjut Alex
"Bodo amat. Mau cantik kek gue juga nggak bakal tertarik" ucapku di sela-sela aktivitasku makan mie ayam.
"Loe belum tau tapi udah bilang begitu. Awas aja kalau sampai loe suka" ucap Deon "Kalau aku lihat-lihat mata cewek itu mirip sama matanya siapa ya?" lanjut Deon dan terlihat berpikir "Risma iya Risma. Matanya mirip mata Risma" ucap Deon
Mendengar kata Risma aku langsung menghentikan aktivitas makan mie ku.
"Maksud loe Risma mantan gue? Risma Alexia?" tanyaku
"Iya bener Risma Alexia mantan loe" jawab Deon.
Aku hanya terdiam mendengar itu semua. Dan tak memikirkannya m
Kami pun menghabiskan makanan lalu bergurau hingga istirahat selesai dan terdengar bel masuk berbunyi.
__ADS_1
"Loe masuk kelas nggak Ram" tanya Alex
"Iya gue masuk,kan pelajaran bahasa" jawabku sambil berjalan menuju kelas.
Sesampainya di kelas,aku melihat tempat dudukku sudah ada tas cewek berwarna biru muda.
"Ini tas siapa? Berani beraninya duduk ditempatku" ucapku kesal dan mengambil tas tersebut hendak membuangnya ke lantai. Karena aku tidak suka kalau ada yang mengusik tempat dudukku. Namun sebelum itu kulakukan Deon terlebih dahulu mencegahku.
"Itu tas anak baru Ram,dia duduk disitu disuruh sama Bu Dian tadi" jawab Deon
"Iya tapi seharusnya ijin dulu ke gue,main duduk duduk aja" ucapku dengan kesal.
Dari pintu melangkah seorang gadis mendekat lalu bertanya
"Maaf ini ada apa mas,kok ribut- ribut?" ucap gadis itu dengan sopan.
"Ini nih ada yang duduk di bangku gue nggak ijin dulu ke gue. Dan gue paling nggak suka kalau tempat duduk gue di usik sama seseorang" ucapku tanpa berbalik badan melihat gadis itu
"Itu tasku mas, maaf aku cari tempat kosong yang lain aja" ucap nya dengan nada bersalah dan mengambil tas dari tanganku.
Akupun berbalik badan,dan tertegun melihatnya. Ternyata itu wanita yang berpapasan denganku kemarin sore dan membuatku selalu memikirkannya.
"Kamu" ucapku terheran.
Itu menghentikan dia mau mengambil tas.
"Kamu" ucapnya yang hampir bersamaan denganku
"Jadi kamu murid barunya?" tanyaku kepada gadis itu
"Iya mas" jawabku
"Udah nggak apa-apa duduk disini aja" ucapku
"Oke terimakasih mas" ucapnya dengan tersenyum. Dan senyum itulah yang seharian datang di pikiranku.
"Maaf tadi sedikit kasar" ucapku dengan nada bersalah.
"Nggak apa-apa aku juga yang salah nggak ijin kamu dulu" jawabnya m
Melihat kejadian itu, Deon,Alex dan Soni merasa ada yang aneh. Karena mereka belum pernah melihatku halus kepada perempuan. Banyak pertanyaan yang ada dipikiran mereka. Namun mereka menunda pertanyaan mereka karena Pak Nur datang.
Pak Nur adalah salah satu guru bahasa Indonesia di SMA Garuda. Beliau merupakan guru gaul dan mengajar menggunakan metode-metode yang mudah kita pahami dan juga tidak membuat kami bosan dalam pelajaran. Beliau merupakan guru terfavorit di kelas kami. Beliau selalu bisa mencairkan suasana dan tidak pernah membuat kita merasa tegang. Beliau selalu bisa membuat kita tertawa akan gurauannya.
__ADS_1