
Pagi ini seperti biasa aku berangkat sekolah lalu langsung ke kelas. Hari ini tidak seperti biasanya,walau hari ini pelajaran fisika yang paling tidak aku sukai. Tapi aku tetap masuk kelas,karena nggak mau jauh dari laras. Aku masuk kelas bersamaan dengan keempat sahabatku. Sesampainya di kelas Wulan langsung nyeletuk "Eh Ram tumben masuk kan ntar fisika"
"Bukan urusan loe" jawabku singkat
"Biasa aja kale" ucapnya dengan nada jengkel
Wulan dia adalah ketua kelas di kelas kita. Cewek yang cerewet,dan suka marah marah. Dia juga menjadi teman baik Laras sejak kecil. Dia tetangganya Laras.
Tanpa menanggapi omongan Wulan,aku langsung duduk di tempatku dan tak lupa tersenyum ke Laras dan dia membalas senyumku. Lalu,tak berapa lama Bu Dian datang untuk memulai pelajaran.
"Selamat pagi anak-anak" ucap Bu Dian
"Pagi Bu" balas anak-anak serempak
Bu dian pun mengedarkan pandangannya ke para siswanya. Dan beliau terkejut karena melihatku masuk di kelasnya.
"Anak-anak tulis ini sejarah, Rama masuk jam pelajaran saya" ucap Bu Dian
Semua siswa tertawa mendengar ucapan Bu Dian .
"Ram, mimpi apa semalam kok tumben masuk kelas?" Tanya beliau
"Saya nggak masuk di cariin, saya masuk malah Bu Dian bilang tumben" jawabku dengan ramah
"Hehehe Iya nggak gitu juga,oke lanjut aja deh" ucap beliau
Bu Dian memang guru yang mengerti anak milenial. Guru yang baik banget, tapi sayangnya ngajar fisika. Sebenarnya aku cuma nggak suka pelajaran yang beliau ajarkan, bukan nggak suka orangnya. Hari ini Bu Dian mengajarkan tentang Kalor. Beliau menjelaskan dengan hati-hati agar para siswanya mengerti. Namun tetap saja aku tidak mengerti. Pada akhir jam, beliau memberikan tugas. Dan aku hanya diam saja tak berniat mengerjakan, karena memang tidak bisa.
Pelajaran pun selesai, para siswa pun berhamburan keluar kelas untuk menikmati makan siang.
"Ram, ayok ke kantin" ajak Alex
"Iya duluan aja,nanti gue nyusul" jawabku
"Oke" jawab Deon, Alex, dan Soni
Sesudah semuanya keluar, menyisakan aku dengan Laras.
"Ras,nggak mau ke kantin?" Tanyaku
"Nggak Ram,aku bawa bekal kok" dia mengeluarkan bekalnya
"Kamu mau nggak aku ajak ke tempat yang enak buat makan selain di kantin?" ajakku
"Boleh juga" jawab Laras
Aku dan Laras pun segera berjalan menuju tempat yang aku maksud, iya tempat itu roof top.
__ADS_1
"Bagus banget pemandangan dari sini" ucapnya takjub sambil mengedarkan pandangan ke sekitar
"Inilah tempat favoritku saat bolos pelajaran" ucapku jujur
Mendengar kata bolos,Laras langsung menatapku dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu bolos?" tanyanya
"Nggak suka pelajarannya" jawabku santai
"Huh dasar. Btw,kok ini roof top di desain kayak gini Ram?" tanya Laras
"Iya,aku yang minta ke papa" jawabku "udah jangan banyak ngomong ntar keburu habis waktu istirahatnya" ucapku dan Laras pun hanya tersenyum.
Laras pun akhirnya duduk di sofa dan berada di sampingku. Langsung dia mengeluarkan kotak bekal yang berada di kresek yang dia bawa dan membukanya.
"wih, enak tuh kayaknya" ucapku menggoda
"Hehehhe,kamu mau?" Tawarnya
Tanpa berpikir lama aku mengangguk. Ini salah satu usahaku untuk mendekatinya. Kami pun makan bersama.
"Siapa yang masak ras" Tanyaku
"Aku, kenapa? Nggak enak ya?" Tanyanya
Tanpa mereka sadari dari kejauhan tepat di tangga terakhir sebelum ke tempat mereka makan,ada sesosok cewek yang melihatnya dengan mata memerah menandakan dia marah. Dia itu Sarah,dalam hatinya berkata "Sialan, berani beraninya anak baru itu deketin Rama. Awas aja kamu ya,tunggu pembalasanku". Sarah merupakan siswi paling most wanted di sekolah ini. Dia cantik,tajir juga,dan apapun yang dia inginkan harus terwujud bagaimanapun caranya. Dia memiliki geng bernama "beauty girl" dengan dia sebagai pemimpinnya,dan dia memiliki sahabat karib yang bernama Tasya. Tasya selalu menuruti apa saja yang dikatakan Sarah. Sarah sudah menyukai Rama dari dulu tapi tidak di tanggapi Rama. Dan sekarang dia marah kepada Laras yang bisa dekat dengan Rama. Dan dia memiliki dendam dengan Laras ingin memberi perhitungan kepada Laras.
" Hai gaes kita punya misi baru" ucapnya kepada anggotanya dengan nada sinis
*Di roof top*
"Eh ras, makanannya habis" ucapku
"iya nggak apa-apa lah Ram, lagian kan dimakan iya habis lah" ucapnya dengan tersenyum sambil membersihkan tempat bekalnya.
Kali ini aku seneng karena melihatnya tersenyum karenaku.
*Di Kantin*
Saat itu Deon melihat Wulan tengah makan sendirian. Dia pun segera mendekati dan bergabung.
"Hei Lan, kok sendirian" ucap Deon
"Iya loe bisa lihat sendiri" jawab Wulan tanpa menoleh
"Gue boleh ikut gabung?" tanya Deon
__ADS_1
"Gabung gabung aja,lagian ini milik umum" jawab Wulan
Dan Deon pun hanya tersenyum menanggapi perkataan Wulan yang judes. Sikap Wulan ke Deon memang judes. Karena Wulan merasa Deon memainkan perasaannya. Pernah kelas X Deon menembak Wulan namun Wulan menolaknya karena di anggap Deon hanya bergurau. Dan semenjak kejadian penolakan oleh Wulan,Deon sering bergonta-ganti pasangan dan itu yang membuat Wulan judes dengan Deon.
Segera Alex dan Soni ikut bergabung juga dengan Deon dan Wulan. Mereka berempat makan bakso masing-masing. Bakso mereka tinggal setengah,dan tiba-tiba Soni teringat jika aku tidak bergabung dengan mereka.
"Eh lex, si Rama kok nggak kesini kesini sih, padahal kita udah hampir habis makannya" ucap Soni kepada Akex namun bisa di dengar oleh Deon dan juga Wulan.
"Jangan jangan dia demam karena ikut pelajaran Bu Dian" jawab Alex asal-asalan
Mereka berempat pun tertawa mendengar jawaban dari Alex.
"Loe coba hubungi Rama deh Son" ucap Deon
"Oke" jawab Soni
*Di roof top*
Tiba tiba handphone di sakuku bergetar.
Soni Lemot :
Ram, bentar lagi masuk. Makanan kita juga udah hampir abis,kok loe belum kesini?
Rama Nugraha:
Hehehe sorry lupa ngabarin. Gue nggak jadi ke kantin,gue udah makan tadi sama Laras.
Soni Lemot:
Cie usaha pendekatan nih kayaknya :v
Rama Nugraha :
Doain aja wkwkwk
Setelah membalas pesan dari Soni, aku pun kembali memasukan handphoneku ke dalam saku celanaku.
"Ras, kamu masih betah disini?" Ucapku kepada Laras yang masih memandang langit. Saat itu awan Stratoculumbus menghiasi langit.
"Iya Ram bagus banget pemandangannya, anginnya juga sepoi-sepoi" jawab Laras tidak sadar bahwa sebentar lagi bel masuk berbunyi
"Bentar lagi masuk loh" ucapku
"Loh iya" ucap Laras sambil melihat jam tangannya "Ya udah balik ke kelas yuk,nyar telat" lanjutnya
Laras pun berdiri dan segera membereskan kotak bekalnya. Lalu kami berjalan beriringan menuruni tangga dan menuju kelas.
__ADS_1