Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
tragedi kopi


__ADS_3

Sesampainya di cafe,aku langsung memarkirkan mobilku di parkiran khusus karyawan. Segera ku temui teman-temanku yang telah duduk di bangku favorit kami.


Aku langsung bersalaman dengan teman- temanku dan berbincang-bincang.


"Udah lama kalian?" tanyaku


"Lumayan lah, mungkin udah tumbuh nih uban gue" celetuk Alex dan ditertawakan oleh semua.


" Eh sob, tumben telat?" tanya Soni padaku


" Iya nih,tadi diajak papa buat ngomongin ulang tahunku sama pamit besok mau ke luar negeri" jawabku malas


"Mau loe rayain dimana? Jadi di taman belakang rumah loe?" tanya Deon


"Jadi, papa juga udah setuju" jawabku


"Bokap loe mau ke luar negeri Ram?" tanya Deon lagi


"Iya besok berangkat. Jadi mungkin besok gue nggak bisa latihan basket dulu ya,mau ngurusin perusahaan dulu soalnya" ucapku


"Oke sob, bisa gue yang atur besok" jawab Deon. Deon memang sering kali mengatur latihan basket saat aku sedang berhalangan hadir.


"Eh kalian nggak pesen apa? ngobrol mulu dari tadi. gue haus nih" ucap Alex menyela kami.


Aku pun langsung melambaikan tanganku memanggil pelayan


"Mbak mbak" ucapku sambil melambaikan tangan.


Melihat aku melambai, seorang pelayan pun datang menghampiriku. Dan aku pun segera memandangnya. Betapa terkejutnya aku. Ternyata pelayan tersebut adalah Larasati.


"Iya mas,ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu


"Lho kok kamu ras?" tanyaku terheran


"Oh Rama. iya Ram aku pelayan baru disini" jawabnya "Mau pesen apa?" lanjutnya


"Aku pesen kopi hitam 1,lalu pudding stroberi 1" ucap Deon


"Aku coklat panas sama tahu crispy" sahut Alex


"Aku cappuccino dingin aja 1" lanjut Soni


"Oke. trus Rama mau pesen apa?" tanya Laras


Pertanyaan Laras membuatku tersadar dari lamunanku.


"Aku greentea latte sama kentang goreng aja" jawabku


"Baik, mohon ditunggu" ucapnya dengan mencatat pesanan kami lalu pergi menuju dapur untuk memasak pesanan kami. Aku pun memandangnya tanpa mengalihkan perhatianku sampai dia menghilang.


"Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih" ledek Soni


Aku pun terkejut dengan perkataan Soni lalu memalingkan wajahku menatap teman temanku.


"Apaan sih" jawabku dengan tersenyum dan ditertawakan oleh teman-temanku karena aku terlihat salah tingkah.

__ADS_1


"Bentar gue mau nemui manager dulu, disuruh papa soalnya ngecek laporan" pamitku kepada teman-temanku.


Akupun langsung berbalik arah dan


Bruk...


Aku menabrak pelayan dan kopi yang dibawanya tumpah hingga mengotori bajuku.


"aaa..." teriakku


"Maaf mas maaf, saya tidak sengaja" ucap pelayan itu dengan menunduk.


"Tidak apa apa ras" ucapku. Karena aku tau itu Laras.


Dia langsung mengambil tisu lalu membersihkan kaosku. Dia menghadap ke atas dan matanya bertatapan langsung dengan mataku. Dan aku tak tau kenapa jantungku tak beraturan. Untuk menyembunyikan itu aku langsung mengambil tissu dari tangan gadis itu dan membersihkannya sendiri.


"Udah nggak apa-apa ras,aku bisa sendiri".


*flashback 4 jam yang lalu*


Laras yang tadi saat pulang diantar oleh Rama tak sengaja melihat tulisan dibutuhkan seorang pelayan cafe. Dan langsung saya setelah dia mandi langsung berganti pakaian dan segera ke cafe tersebut.


"Permisi mbak, bolehkah saya bertemu dengan manager cafe ini?" tanya Laras kepada cashir cafe kami


"Ada keperluan apa ya mbak?" tanya cashir tersebut


"Saya tadi lihat ada lowongan kerja Mbak, saya mau lamar pekerjaan mbak" jawab Laras


"Baik tunggu sebentar saya panggilkan bos dulu" jawab cashir tersebut


"Mbak langsung saja ke ruangan beliau" suruh mbak tersebut


"Baik mbak terimakasih" jawab Laras lalu berjalan menuju ruangan yang di tunjuk oleh mbak cashir tadi.


"Assalamualaikum" salam Laras dan mengetuk pintu


"Baik silahkan masuk" jawab bapak manager yang tak lain adalah pak han


"Silakan duduk" suruh pak Han


"Baik pak" jawab Laras


"Baik,kamu kan yang nglamar pekerjaan ini" tanya pak Han


"Iya pak" jawab Laras


"Tapi kamu kan masih sekolah" ucap pak Han


"Iya pak, makanya saya meminta untuk kerja part time pak. Saya sangat butuh pekerjaan ini pak. buat membantu keuangan ibu saya" jawab Laras memelas, memang benar kondisi keuangan keluarganya sedang tidak baik semenjak ayahnya meninggal 5 tahun yang lalu.


"Baik kamu boleh kerja disini, tapi patuhi peraturan yang ada oke" ucap pak Han yang membuat mata Laras berbinar binar


"Terimakasih pak,. kapan saya bisa mulai kerja?" tanya Laras


"Sekarang. saya sedang sangat butuh karena cafe saya Ramai" jawab Pak Han

__ADS_1


"Baik pak" ucap Laras dengan menundukkan kepalanya


"Silakan kamu ganti pakaianmu, minta sama Santi yang ada di meja cashir" suruh pak Han


"Baik pak" ucap Laras dan segera menemui Santi untuk mengganti pakaiannya dan segera bekerja menjadi pelayan cafe


*flashback off*


Melihat itu, manager mendatangi kami.


"Maaf tuan Rama, ada apa ini?" tanya nya


"Nggak apa-apa pak Han, cuma kesalahan sedikit" jawabku sambil terus membersihkan bajuku.


"Kamu itu karyawan baru tapi udah bikin ulah sama pemilik cafe ini" pak Han memarahi Laras. Dan terlihat Laras hanya menundukkan kepala seraya berkata. "maaf pak, saya tidak sengaja".


Melihat itu,aku merasa iba.


"Nggak usah dimarahin pak,Laras nggak salah. Saya yang tidak memperhatikan jalan" ucapku menenangkan


"Baik lah tuan" ucapnya "Laras kamu bersihkan tempat ini sekarang" lanjutnya.


"Baik pak" jawab laras dan terlihat dia langsung membersihkan sisa kopi dan pecahan gelas.


"Oh iya pak, saya sedang mencari anda" ucapku


"Iya tuan,tadi tuan besar sudah bicara sama saya" jawabnya "Baik ayo ke ruangan saya tuan" lanjutnya.


Kami pun berjalan keruangan pak Han


"Ini tuan laporan bulan ini." Ucap pak Han dengan menyerahkan map merah berisi laporan aku menerimanya dan mempelajari laporan tersebut dan menandatanganinya.


"Oh iya pak, Laras kok bisa kerja disini pak?" Tanyaku


"Maksud tuan Laras pelayan baru itu?" Tanyanya


"Iya pak" sahutku


"Dia tadi ngelamar kerjaan disini tuan,karena keadaan cafe yang semakin ramai dan memerlukan pelayan baru. Maka saya terima tuan" jawabnya


"Oh oke pak. Ya sudah saya kembali dulu pak. Terimakasih" pamitku


"Baik tuan, saya mohon maaf atas kejadian tadi" jawabku sambil berlalu kembali ke mejaku.


"Eh sejarah bro temen kita yang ini nggak marah-marah ke pelayan sampai kaosnya kotor" ledek Alex dan diikuti ketawa.an semua temanku


"Ram, loe beneran suka sama si pelayan itu?" tanya Deon


"Apaan sih loe De" Jawabku dengan muka masam


"Jangan bilang loe beneran suka sama Laras" sahut Soni


"Kalian itu bisa diem nggak?" ucapku dengan nada meninggi


"Udah udah kalian ini apaan sih" ucap Alex dengan nada leraian nya.

__ADS_1


Kami pun melanjutkan perbincangan kita sampai cafe hampir tutup.


__ADS_2