Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
Ulang tahun Rama


__ADS_3

Di sekolahan


Siang itu saat istirahat Laras dan Wulan sedang berada di kantin menikmati bakso kesukaan mereka. Tiba-tiba datanglah Aku dan squadku dengan makanan kita. Aku pun langsung mengambil posisi duduk di depan Laras dan Deon di samping Wulan, begitu pun Alex dan Soni di sampingku.


"Ras, nanti kamu datang di pestaku kan?" tanyaku


"Kayaknya nggak bisa Ram, soalnya nanti malam aku kerja. Nggak bisa ambil libur soalnya kemarin udah libur" jelas Laras


"Kamu belum di kasih tau sama pak Han?" tanyaku


"Belum memangnya apa?" jawab Laras kembali bertanya


"Kan Caffe ntar malem tutup. Anak Caffe semua dateng nanti" ucapku


"Benarkah?" tanya Laras dengan mata berbinar


"Iya Larasati" jawabku


"Oke deh nanti malem aku datang" jawab Laras. "Nanti malem kamu sendiri Lan?" tanyaku ke Wulan.


"Wulan bareng gue?" Deon menjawab. Spontan mata Wulan langsung menatap Deon tajam


"Siapa bilang?" tanya Wulan menajamkan matanya


"Gue yang bilang" jawab Deon dan keduanya sekarang saling bertatapan


"Kan tadi gue belum jawab pertanyaan loe" ucap Wulan


"Loe diam tandanya mengiyakan. Pokok ntar malem gue jemput. Nggak ada penolakan" icap Deon


Wulan pun hanya mendenguskan nafas kasar.


"Ntar malem aku jemput aja kamu Ras" ucapku


"Nggak usah Ram, aku naik ojek aja" ucap Laras


"Udah deh nggak apa-apa. Ntar malem siap-siap aku jemput jam 7" ucapku tak mau dibantah.


"Iya udah" jawab Laras.


Deon memang sudah menyukai Wulan sejak naik ke kelas XI. Dia juga pernah menembak Wulan dulu. Namun karena gelar bad boy nya itu yang membuat Wulan ragu untuk menerimanya dan menganggap bahwa Deon hanya bercanda. Dan akhirnya Deon memutuskan untuk membuktikan omongannya.


Aku dan squadku meninggalkan Laras dan Wulan yang masih makan di kantin.


"Loe nanti jadi gue anterin beli gaun nggak?" tanya Wulan


"Nggak jadi lan" jawab Laras sambil senyum-senyum


"Loh kenapa? Kan loe nanti dateng!" Ucap Wulan


"Aku udah ada dress" jawab Laras dengan masih senyum-senyum


"Bukannya loe kemarin bilang nggak ada gaun" ucap Wulan dengan berhati-hati


"Rama yang beliin" ucap Laras pelan namun masih bisa di dengar Wulan


"Wow cie cie Laras" ucap wulan dengan tersenyum pula

__ADS_1


"Apaan sih lan biasa aja kok" jawab Laras dengan pipi memerah karena godaan wulan


"Beneran kan gue bilang kalau Rama suka sama loe. Buktinya dia beliin loe gaun" ucap Wulan


"Aku nggak mau berharap lebih deh, Rama kan ganteng masak iya mau sama aku" ucap Laras


"Perasaan itu nggak mandang rupa Ras" jawab Wulan


"Iya juga sih. Tapi dia juga nggak pernah bilang suka sama aku" ucap Laras


"Iya tinggal tunggu waktunya" ucap Wulan.


Laras dan Wulan pun langsung kembali ke kelasnya setelah bel berbunyi.


Malam hari


Tepat pukul 7 malam, mobil Aku berhenti di depan rumah Laras. Segera aku turun dari mobil dan menuju pintu rumah Laras.


"Assalamu'alaikum" ucapku sembari mengetik pintu


"Waalaikumsalam" terdengar jawaban dari dalam dan pintu terbuka


"Eh Rama, Laras masih dandan bentar lagi juga keluar tunggu di depan tv aja. Bunda buatin minum dulu" ucap Bunda


"Nggak usah buatin minum Bun, kan Ramq cuma sebentar. Cuma mau jemput Laras aja kok" ucapku


"Ya udah bunda temenin aja kalau gitu" ucap Bunda


Aku dan bunda pun mengobrol sambil menunggu Laras keluar dari kamarnya.


"Ahem..." deheman bunda yang membuatku salah tingkah karena bunda mengetahui aku memandang anaknya tanpa berkedip.


"Eh bunda.." jawabku dengan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


"Anak bunda cantik banget sampai Rama nggak berkedip" ucap Bunda sambil tertawa terkekeh


"Ah bunda bisa aja" jawab Laras dengan pipi semakin memerah karena malu "Ayo Ram aku udah siap" ajak Laras


"Ya udah bunda kita berangkat dulu. Assalamu'alaikum" pamitku "Waalaikumsalam hati-hati nak" pesang Bunda.


Aku pun berjalan beriringan dengan Laras. Aku bukakan pintu mobil untuk Laras. Lalu bergegas masuk di kursi kemudi.


Dalam perjalanan aku curi-curi pandang ke Laras, begitu pun Laras. Hingga saat lampu merah mata kami bertatapan langsung.


"Kamu kenapa mandang aku senyum-senyum gitu?" Tanya Laras


"Kamu cantik" ucapku spontan dan membuat pipi Laras semakin memerah karena merasa malu. "Kamu juga ngapain curi-curi pandang ke aku?" Ucapku ganti bertanya


"Hehehe nggak apa-apa, kamu ganteng juga kalau pakai pakaian kayak gini" ucap Laras malu-malu


"Emang aku ganteng,kamu aja yang baru sadar" ucapku dengan terkekeh. Dan diikuti Laras.


Kami pun melanjukan mobil hingga rumahku.


Sesampainya di rumah aku langsung mengajak Laras masuk dan menuju taman belakang. Aku menyuruh Laras untuk mengalungkan tangannya di tanganku. Kami pun masuk dengan bergandengan tangan. Dan membuat semua yang sudah datang melihat ke arah kami masuk ke pesta. Tak terkecuali Sarah dan Reza. Mereka terlihat marah melihat aku berjalan bergandengan tangan dengan Laras. Mereka mengepalkan tangannya. Sarah terlihat merah padam karena sejak lama dia mengejarku namun tak pernah seperti ini.


Akupun lalu mengenalkan Laras ke kedua orang tuaku. Dan setelah kami mengobrol Laras akhirnya berpamitan untuk menemui Wulan yang sudah datang dan mengobrol dengan Deon.

__ADS_1


"Om, tante, kak Alea. Laras pamit mau ikut Wulan dulu ya" pamit Laras


"Iya Laras" jawab Mama


Laras pun berjalan hendak menuju Wulan yang telah berada dengan Deon dan squadku. Dia berjalan melewati Darah.


Karena melihat Laras yang berjalan menghampirinya, Sarah pun memiliki rencana untuk mempermalukan Laras.


Ketika Laras berjalan tepat di depannya dan 1 langkah melebihinya. Kaki Sarah yang menggunakan heals 5 cm itu menginjak gaun Laras yang tergerai sedikit ke lantai.


Krak...... Bruk....


Suara itu terdengar amat keras hingga semua tamu undungan memandang ke arah tersebut tak terkecuali aku dan keluargaku. Laras masih tersungkur di bawah. Melihat itupun aku langsung berlari mendekati Laras dan membantunya untuk berdiri. Terlihat gaun yang ia kenakan tadi nampak robek hingga je bagian paha. Dan memperlihatkan paha mulus milik Laras hingga Laras mendapat tatapan nafsu dari para tamu lelaki. Melihat itu Sarah tersenyum dalam hati dan berkata "****** loe"


Aku yang melihat kejadian ini pun menjadi geram dan langsung ku lepaskan jas yang ada di badanku segera ku tali bagian pergelangan ke pinggang Laras untuk menutupi pahanya. Melihat Laras terjatuh, Wulan dan Kak Alea mendekat ke arah kami.


"Loe nggak apa-apa kan Ras?" Tanya Wulan khawatir


"Laras kamu baik-baik aja kan?" Tanya kak Alea


"Aku nggak apa-apa kok kak,lan" jawab Laras


Mama yang melihat Baju Laras sobek pun ikut mendekat.


"Lea,tolong bawa Laras ke dalam. pinjami dia dressmu, kasihan pasti dia kedinginan" ucap Mama


"Baik ma" ucap kak Alea "Ayo Ras" ajak kak Alea


Aku pun membopong tubuh Laras masuk ke dalam rumah, dan mengantarkan ke kamar kak Alea agar Laras dapat berganti pakaian.


"Kamu pakai ini aja" ucap Kak Alea dengan memberikan dress navy selutut dengan bagian lengan ¾ bagian


"Iya kak. Terimakasih kak" jawab Laras


Laras pun lalu berganti pakaian dan segera keluar dari kamar ganti. Kak Alea sengaja menunggu Laras di kamarnya.


"Cocok buat kamu, kelihatan cantik" ucap kak Alea dengan mengulas senyum


"makasih kak" jawab Laras. "Tak kembalikan kalau sudah aku cuci ya kak" lanjutnya


"Udah gampang kalau itu" jawab kak Alea "Ya udah ayo gabung sama yang lain" ajak kak Alea. Laras pun menurut.


Di kejadian Laras jatuh


"Apaan sih loe Sar?" Sentak Wulan dengan mata memerah


"Loe kok jadi nyalahin gue" jawab Sarah dengan senyum liciknya


"Gue nggak bodoh. Loe kira gue nggak tau hah?? Loe udah nginjek gaun Laras tadi hingga kayak gitu" ucap Wulan dengan nada meninggi


"Pintar juga loe hahahha" ucap Sarah tanpa dosa kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Wulan yang masih marah-marah.


"Dasar brengs*k" ucap Wulan dengan muka merah


Melihat Wulan yang marah, Deon yang berada di samping Wulan pun langsung memeluk pundak Wulan dan mengelusnya dengan harapan agar Wulan bisa tenang. Wulan pun menghembuskan nafas kasar.


Laras dan kak Alea pun kembali ke pesta. Dan pesta dimulai berjalan dengan lancar hingga selesai.

__ADS_1


__ADS_2