
Setelah lama kita mengobrol, dan jam menunjukkan pukul setengah 11 malam. Akex memutuskan untuk pulang karena rasa kantuknya sudah datang.
"Sob gue pulang dulu ya. Ngantuk banget nih" pamit Alex
"Gue juga ya. Al tunggu gue" sahut Soni sambil berlari kecil menyusul Alex
"Loe nggak pulang Ram?" tanya Deon
"Iya bentar lagi" jawabku
"Nunggu apa sih?" tanya nya kembali
"Nggak kok nggak nunggu apa apa. Nunggu cafe sekalian tutup" ucapku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal
"Ya udah gue tinggal dulu ya" pamitnya
"Oke hati hati" ucapku
Aku pun masih setia duduk sambil menikmati greentea latte yang tinggal sedikit dan beberapa kali mengecek sosial media milikku Sampai kulihat Laras keluar dari Cafe. Melihatnya keluar langsung ku sambar kunci mobil yang ada di meja dan segera kuambil mobilku dari parkiran. Aku pun lalu menancap gas dan menjalankan mobilku.
"Pucuk di cinta ulan pun tiba" ucapku dalam hati karena aku melihat Laras sedang berdiri di pinggir jalan masuk Cafe. aku pun memberhentikan mobilku di depannya.
"Nunggu apa Ras?" tanyaku
" Lho Rama ku kira udah pulang. ini nih masih nunggu ojek" jawabnya
"Jam segini ojek udah langka ras. mending aku anterin pulang" ucapku setelah mengecek jam tanganku.
"Nggak usah Ram, ntar malah ngerepotin" jawabnya
" Siapa yang bilang ngrepotin. Nggak kok,kan kita se arah. lagian mana mungkin aku tega ninggalin karyawan ku tengah malem sendirian di pinggir jalan" ucapku mencoba meyakinkan agar Laras mau aku antar
__ADS_1
"Iya udah deh" ucapnya dan segera membuka pintu mobil lalu duduk di sebelahku.
"Gitu dong" jawabku
Aku pun memandangnya dan mencondongkan badanku ke arahnya. Hingga tatapan kami bertemu dan deg lagi lagi jantungku serasa ingin lepas. Dan segera ku pakai kan seatbelt ke badannya. Dia membalas ku dengan senyuman. Bukan hanya jantung Rama yang ingin lepas tapi jantung Laras pun berdetak kencang. Setelah aku pasangkan seatbelt aku langsung kembali fokus kejalanan dan melewati jalan yang sangat lengah dan mulai sepi kendaraan. Karena ini sudah tengah malam. Terjadi keheningan selama perjalanan. Setelah sekitar 15 menit perjalanan akhirnya kami sampai dirumah Laras. segera ku lepas seatbelt ku dan ku tengok ke arah Laras. Ternyata dia tertidur di jok dan terlihat begitu pulas dengan wajah terlihat kelelahan. Aku memandangnya tidak berkedip dan tak terasa bibirku tersenyum seraya berkata "cantik".
Aku tak mau melewatkan momen itu,aku segera mengambil handphone yang ada di saku celanaku lalu kuambil beberapa foto Laras yang sedang tertidur. Kubiarkan dia tertidur hingga 15 menit lagi. Dan setelah itu aku mencoba membangunkannya. Aku mencondongkan badanku hingga wajahku berada di dekat telinganya
"Laras, bangun kita udah sampai" ucapku
Laras pun terkejut dan tak sengaja hingga dia mencium pipiku.
"Cup" dengan terkejut sontak laras membuka matanya dan menyadari aku yang ada di depannya.
"Maaf Ram aku nggak sengaja" ucapnya dengan nada bersedih.
Aku hanya terdiam sebentar karena begitu kagetnya. karena baru kali ini ada gadis yang menciumku, walaupun tidak sengaja
" Santai aja,aku nggak marah kok. Aku tau kamu nggak sengaja" jawabku "Tadi aku lihat kamu ketiduran makanya aku bangunin,kita udah sampai" lanjutku
"Oh iya. Makasih ya Ram udah mau mengantarku. Maaf sekali karena kecerobohanku lagi lagi kamu yang kena" ucapnya memohon
"Iya Larasati nggak apa-apa,kamu masuk rumah gih, udah malem besok sekolah" ucapku
"Oke Ram. Maaf nggak bisa ngajak kamu mampir Udah malem soalnya. hati-hati di jalan Ram" ucapnya dengan melambaikan tangan.
Laras menunggu hingga mobil Rama tak terlihat. Dia langsung menyentuh bibirnya dan tersenyum atas ketidaksengajaan yang dia buat. "Bodoh kenapa aku bisa se ceroboh ini sih" ucapnya dengan berjalan ke dalam rumah sambil memukuk mukul dahinya .
Di mobil aku tersenyum dengan sesekali memegangi pipiku yang telah di cium Laras tadi sambil berkata "sering sering aja kek gini" . Aku pun melajukan mobilku sampai rumah dan langsung menuju kamarku untuk tidur.
Keadaan rumah sudah sepi saat aku sampai di rumah. Karena semua penghuni rumah sudah tidur, benar saja ini sudah tengah malam. Aku berjalan menuju kamarku dan melewati kamar Kak Alea, terlihat kamar kak Alea masih terbuka sedikit dan ternyata kak Alea belum tidur.
__ADS_1
"Kak kok belum tidur?" tanyaku dengan menyembulkan kepalaku sedikit ke dalam melalui pintu.
"Eh dek, baru pulang?" tanya kak Alea
"Kebiasaan banget ditanya malah bales nanya" ucapku
"Hehehe iya ini kakak lagi ngerjain tugas kakak, deadline-nya besok soalnya makanya kakak sengaja begadang" jawab kak Alea
"Oooo... iya udah semangat kak Alea. Rama ke kamar dulu. night kak" ucapku
"Night too adiknya kakak" jawab kak Alea.
Aku pun berjalan menuju kamarku dan membuka pintu kamarku lalu menutupnya kembali. Segera ku bersihkan badanku dan membaringkan tubuhku di ranjang milikku. Namun bukannya tidur, bayangku membawa pada kejadian di mobil tadi. Dimana dengan tidak sengaja Laras mencium pipiku. Aku pun tersenyum senyum sendiri di buatnya.
"Gue bisa gila kalau kayak gini terus" gumamku sambil mengacak-acak rambutku.
"Laras aku gila karnamu" ucapku dalam hati.
Tak berapa lama pun aku tertidur. Dan tiba-tiba wajah gadis cantik nan manis yang selalu aku rindukan datang dalam mimpiku. Dia mengenakan dresa putih selutut dengan rambut terurai dan terlihat sangat bahagia dan tersenyum kepadaku. Iya benar gadis itu adalah gadis yang mustahil untuk aku miliki karena dunia kita telah berbeda.
"Risma..." ucapku dalam mimpi tersebut. Aku pun langsung menghampiri dan memeluknya erat. "Kamu kemana aja nggak pernah datang? Aku rindu ma" lanjutku dan melepaskan pelukanku. kita mata kita saling bertatapan dengan kedua tanganku memegang pundak gadis itu. Gadis itu lalu mengambil tangan yang ada di pundaknya dan memegang jemariku seraya mengatakan
"Aku bahagia Ram, gadis manis itu yang kamu ceritakan ke aku yang memiliki mata mirip denganku, dia itu baik, berhati tulus dan sangat serasi denganmu" ucapnya
"Tapi Ris...." ucapku dengan cepat Risma meletakkan jari telunjuknya di bibirku
"Aku tau kamu sangat mencintaiku Ram, tapi dunia kita sudah berbeda. Aku pengen ngelihat kamu bahagia. Dan aku ikhlas jika kamu harus bersama gadis itu" jawabnya dengan tersenyum dan secara perlahan mulai melepaskan tanganku dan menjauh dengan tetap mengulas senyuman hingga bayangan itu hilang.
"Risma...Risma..." panggilku dan aku mulai terbangun.
"Jadi tadi hanya mimpi" ucapku kecewa "Tapi tadi Risma bilang rela kalau aku mengejar Laras" ucapku. Lalu ku ambil foto yang ada di nakas sebelah ranjangku yang tak lain adalah foto Risma. Aku sengaja meletakkan foto itu disitu agar dekat denganku. Ku usap wajah yang ada do foto itu dan ter ulas senyumku Seraya berkata "Terimakasih Risma kalau telah datang dalam mimpiku dan memberiku semangatnya untuk mengejarnya"
__ADS_1
Aku letakkan kembali foto itu dan melanjutkan tidurku