Aku,Kamu & Senja

Aku,Kamu & Senja
Laras


__ADS_3

Sore itu sekitar pukul 16.00 aku berjalan menyusuri pantai sambil membawa kamera sekaligus menanti senja. Akupun duduk di tepi pantai menatap ke arah pantai yang berwarna kejinggaan akibat silauan dari matahari sore itu. Ketika aku menengok ke kanan ternyata ada sosok gadis yang selalu memenuhi pikiranku. Dia berjalan menuju pantai. Sungguh pemandangan yang begitu indah. Pantai berwarna orange karena pantulan sinar dari senja yang akan memasuki kaki langit. Ditambah Wajah cantik dengan senyum yang menghiasi bibir dari gadis murid baru itu dengan rambut terurai. Ini momen yang harus diabadikan. Akupun memotret beberapa kali gadis ber background senja tersebut. Setelah kurasa cukup akupun berlari kecil menghampiri dia.


"Hei murid baru" ucapku saat berada disampingnya.


"Eh kamu temen sebangku" jawab gadis itu saat menoleh ke arahku dengan senyum yang membuatku sulit melupakannya


"Oh iya siapa namamu? Tadi belum kenalan" akupun mengulurkan tanganku mengajaknya berkenalan


"Larasati biasa dipanggil Laras,kalau kamu?" Jawabnya sambil membalas uluran tanganku


"Aku Rama Nugraha biasa dipanggil Rama" jawabku


Setelah berkenalan kami melepaskan jabatan tangan kami.


"Btw, ngapain kamu kesini" tanyaku


Tanpa membalas dia tersenyum lalu duduk dipinggir pantai.


"Aku boleh gabung?" Tanyaku


"Oke silahkan" jawabnya tanpa memandang ku,dia tetap tersenyum memandang senja.


Dia memandang senja dengan memejamkan mata dan tersenyum. Akupun tak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Akupun memandangnya tak berkedip. Hingga dia membuka matanya lalu menyapaku dan itu membuatku salah tingkah.


"Ram,kamu kenapa mandang aku kek gitu?" Tanyanya yang membuatku jadi salah tingkah


"Nggak.. nggak apa apa kok" jawabku dengan gugup dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal "Eh kemarin aku juga lihat kamu disini" ucapku mengalihkan pembicaraan


"Iya kemarin sore aku kesini" jawab Laras.


"Hahahaha kamu tadi tanya apa?" Melihatku salah tingkah dia tertawa


"Kamu ngapain disini?" Tanyaku untuk menutupi salah tingkahku


"Aku sedang menikmati senja,aku rindu senja ini, sudah sepuluh tahun sejak pindah ke Bandung aku tidak pernah melihat senja di pinggir pantai." Ucapnya "Kalau kamu ngapain?" Dia ganti bertanya kepadaku


"Kebiasaan sih,seneng aja aku liat senja" jawabku.


"Oh..." Ucapnya


"Ras, boleh nggak aku motret kamu?" Tanyaku


"Buat apa?" Tanyanya heran


"Hehehhe" aku bingung mau jawab apa.


Dia tidak menjawab hanya tersenyum lalu menikmati senja yang sudah separuh menuju kaki langit. Dalam hatiku berkata "Kalaupun kamu nggak mau,aku juga udah punya" lalu aku tersenyum sekali lagi melihatnya memandang senja.


"Boleh kok" tiba-tiba Laras menjawabnya


"Beneran?" tanyaku memastikan


"Serius. tapi aku nggak bisa pose hehehe" ucap Laras

__ADS_1


"Nggak apa-apa kok" jawabku "nggak usah pose juga udah cantik" lanjutku dalam hati


Dan aku pun langsung memotret beberapa.


"Udah?" tanya Laras


"Udah kok" Jawabku


"Boleh aku lihat?" tanya Laras


Aku pun langsung memencet tombol views. dan menggeser nggeser nya menunjukkan foto ke Laras


"Eh yang ini jelek Ram" ucap Laras "Hapus dong" lanjutnya


"Nggak usah bagus kok wkwkwkwk" jawabku dengan tawa


"Gantian sini aku yang moto kamu" pinta Laras


"Nggak ah,aku nggak suka foto. Cuma suka nge foto" jawabku jujur


"Kalau gitu ajari aku caranya nge foto pakai kameramu dong Ram. Aku nggak bisa hehehhe" ucap Laras


"Iya sini aku ajarin" ucapku sembari menunjukkan fungsi dari tombol-tombol yang ada di kamera. Dan setelah aku jelaskan aku menyuruh Laras untuk mencobanya. Hasil pertama masih blur. Dan akhirnya aku berdiri di. belakangan Laras untuk mengajarinya. Dan ketika mata kami bertemu jantung terasa berdetak lebih cepat. Dan dengan segera aku melepaskan tanganku yang melewati Laras memegang kamera di atas tangan Laras.


"Maaf-maaf nggak sengaja" ucapku gugup


"Ndak apa-apa kok" jawab Laras.


Tak berapa lama surau pinggir pantai pun mengumandangkan adzan magrib. Aku pun mengajak Laras untuk sembahyang.


"Udah magrib, ayo ke surau" ajakku


"Ayo" ucap Laras dengan berjalan di sampingku.


Kami pun berjalan beriringan menuju surau. Laras segera mengambil air wudhu di khusus wanita, sedang-kan aku di khusus cowok.


Selesai sembahyang aku menunggunya di luar


"Mau aku anter?" Tanyaku


"Nggak usah Ram,lagian rumahku deket kok" jawabnya


"Beneran kok, kapan-kapan aja" ucapnya "Aku duluan ya, Assalamu'alaikum" lanjutnya


"Waalaikumsalam" jawabku.


Akupun memandangnya sambil tersenyum hingga punggungnya tak terlihat lagi. Lalu aku berjalan pulang untuk makan malam dan mengambil mobil untuk nongkrong bareng temen-temen. Handphoneku tiba tiba bergetar. Ternyata ada WhatsApp dari Deon.


Deon Hadinegoro :


Ram,kita udah di Cafe. Loe kesini nggak?


Rama Nugroho :

__ADS_1


Iya,gue nih mau berangkat.


Akupun berangkat ke tempat nongkrong biasanya.


"Woy Ram, kenapa loe sumringah bener" tanya Soni sambil berjabat tangan denganku.


Akupun tak mempedulikannya.


"Eh Ram,loe tumben tadi nggak marah waktu tempat duduk loe dipakai Laras?" Tanya Alex menyelidik


" Oh itu,nggak apa-apa kok" jawabku dengan tetap tersenyum


"Jangan jangan loe.." ucap Deon


"Alhamdulillah ternyata temanku normal" selak Alex


Kita pun tertawa bersama dan aku pun memulai percakapan kita.


"Gaes,gue tuh sebenernya suka sama seseorang" aku memulai percakapan


"Tuhkan bener yang gue bilang" ucap Alex


"Jangan bilang loe suka Laras" selidik Deon


Aku pun mengangguk


"Akhirnya temen gue ngerasain yang namanya jatuh cinta" ucap Soni sambil tertawa


"Kok bisa sih loe baru ketemu sama Laras langsung suka?" Tanya Deon sambil mengambil kentang yang ada di meja


"Gue sebelumnya udah ketemu sama dia, tapi cuma papasan nggak sempet nanya. Sejak itu gue jatuh cinta pada pandangan yang pertama." Akupun bercerita


"Oke Ram,gue dukung loe buat dapetin Laras" dukung Deon


"Gue juga Ram. Dia kelihatannya baik Ram. Pantes buat loe" ucap Soni


"Buruan,jangan sampai keduluan Reza Sob. Kayaknya dia juga ngincar Laras" ucap Alex.


"Gue gak bakal biarin Laras jatuh ke tangan Reza" ucapku bersemangat.


"Akhirnya temenku mau buka hati buat cewek lain. " ucap Deon


"Gue tadi baru ketemu dia di tepi pantai. Dan gue. baru tahu kalau namanya Laras" ceritaku


"Astaga Ram. Jadi dari tadi siang loe belum tau namanya" ucap Soni kaget


"Bener bener loe udah klepek-klepek duluan sampai lupa nanya nama" ucap alex diikuti gelak tawa kita.


"Eh eh Ram, loe masih suka ngelihat senja ya?" tanya Deon


"Iya, kalau nggak sibuk gue sempetin ke tepi pantai" ucapku


Kita pun bercakap-cakap beberapa kalimat lagi lalu pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2