
Siang itu, Reza sedang makan bersama ibunya. Tiba-tiba handphonenya bergetar ddrrttt...dddrrtttt..... Ternyata ada pesan masuk dari Sarah.
Sarah:
Za, bisa nggak kita ketemu sebentar
Reza:
Tumben loe ngajak ketemu?
Sarah:
Nggak usah banyak ngomong deh,nanti gue jelasin.
Reza:
Ya udah ketemu di Cafe yang ada di mall oke
Sarah:
Oke gue tunggu jam 2
Melihat Reza yang main handphone terus,ibunya pun menegurnya.
"Nak jangan main handphone terus itu makan dulu" ucap Ibunya Reza
"Iya bu" jawab Reza. Reza pun melanjutkan makannya hingga selesai.
*Di Cafe
Terlihat Sarah yang sudah menunggu kedatang Reza.
"Akhirnya loe dateng juga za" ucap Sarah
"Dulu nggak mau gue ajak pacaran,sekarang rela nungguin lama" canda Reza
"Apaan sih loe" ucap Sarah
"Wkwkwk becanda gue. Loe udah pesen belum?" tanya Reza
"Belum" jawab Sarah
Reza pun memanggil pelayan yang ada dan memesan pesanan mereka.
"Emangnya ada apa sih loe ngajak gue ketemu. Tumben-tumbenan banget" ucap Reza
"Ada yang mau gue bicarain Za. ini penting" jawab Sarah
"Jangan-jangan loe minta gue buat Lamar loe" ucap Reza
"Za gue lagi serius ini. Gue jitak pala loe kalau loe becanda mulu" ucap Sarah dengan sewot karena dari tadi Reza bercanda terus.
"Iya iya maaf" ucap Reza "Ya udah gimana emang?" lanjut Reza
"Jadi gini, gue lihat loe lagi ngejar Laras kan?" ucap Sarah
"Bentar loe nebak apa udah tau sih?" tanya Reza yang memang agak kebingungan sama ucapannya Sarah
__ADS_1
"Iya gue tahu. Dari pembullyan Laras di kamar mandi itu. Kan kita kerjasama juga" jawab Sarah
"Sar, gue nggak bener-bener suka sama Laras. Gue sukanya cuma sama loe" ucap Reza dengan memegang tangan Sarah "Gue deketin Laras cuma buat Rama cemburu" lanjut Reza
"Terserah loe sih" ucap Sarah dengan melepas genggaman tangan Reza yang menggenggam tangannya
"Memangnya loe punya rencana apa?" ucap Reza dengan nada kecewa karena tangan Sarah yang dilepaskan darinya.
"Rencana yang nguntungin loe sama gue nih" jawab Sarah.
Reza hanya menunjukkan ekspresi yang tidak paham.
"Jadi gini, gue punya rencana buat ngerusak hubungan Rama sana Laras" ucap Sarah
"Terus apa untungnya buat gue? kan gue nggak suka Laras" jawab Reza
"Jadi rencananya itu kita ngejebak Laras huat dateng ke rumah gue,setelah itu kita buat tepar dia lalu loe bisa nikmatin tubuhnya" jelas Sarah
"Maksud loe gue nikmatin tubuhnya gitu?" tanya Reza
"Iya betul. Jadi nanti kan Rama ngiranya kalau Laras itu murahan karena udah tidur sama loe. Dia marah terus nggak mau deket lagi sama Laras berpaling deh ke gue" tutur Sarah
Reza pun terdiam dan berpikir.
"Gue tau loe deketin dia karena loe mau itu kan" ucap Sarah "Kayak yang loe lakuin ke cewek-cewek bayaran loe itu. Ini gratis loe za,masak loe gk mau? masih perawan lagi" lanjut Sarah mencoba meyakinkan Reza.
"Oke gue mau" jawab Reza menyetujui kerjasamanya dengan Sarah.
Terlihat Sarah senyum penuh kelicikan.
"Tapi gue minta satu syarat lagi" ucap Reza menyeringai
"Iya syarat. Kan belum tentu rencana ini berhasil,jadi gue nggak mau rugi dong" jawab Reza
"Loe mau apa?" tanya Sarah
"****** dia mau minta syarat apa." ucapnya dalam hati
"Gue mau bibir loe" ucap Reza dengan gerakan menggigit bibirnya bagian bawah menggoda Sarah. Sarah hanya terdiam mendengar syarat yang diajukan Reza.
"Udah nggak usah belaga jual mahal deh loe,gue tau loe udah sering main mulut sama cowok-cowok loe" ucap Reza.
Memang yang dikatakan Reza semua itu benar. Sarah sudah kerap kali melakukan ciuman dengan pacarnya.
"Nggak apa-apa lah cuma cium aja. Lagian Reza nggak jelek-jelek amat kok" ucap Sarah dalam hati.
"Oke gue mau,cuma cium aja kok gampang" ucap Sarah lalu mengulurkan tangannya untuk menyetujui kerjasamanya dengan Reza, dan Reza pun membalas uluran tangan tersebut.
*Di sisi lain
Dari kejahuan Wulan dan Deon sedang berjalan-jalan di mall sambil berpegangan tangan . Biasa lah baru pacaran masing hangat-hangatnya. Namun langkah Wulan tiba-tiba terhenti.
"Lho kenapa berhenti yang?" tanya Deon
"Yang coba deh lihat itu. itu kan Sarah?" jawab Wulan
"Iya sayang itu Sarah. Tapi tunggu deh. yang cowok bukannya itu Reza?" tanya Deon.
__ADS_1
Wulan pun mengangguk menjawab Deon. "Sejak kapan mereka deket yang? Perasaan Sarah itu ngejar-ngejar Rama deh. Setiap kali di deketin Reza aja judes gila. Tapi sekarang kok deket banget?" ucap Wulan
"Iya juga sih yang. Tapi biarin aja, mungkin Sarah baru sadar kalau yang suka sama dia itu cuma Reza. hahahah" ucap Deon "Ya udah ayok kita beli makanan aku lapet yang" lanjut Deon.
Akhirnya Wulan dan Deon pun berjalan menuju tempat makan mereka. Namun, Wulan masih bertanya-tanya mengenai kejadian Sarah dan Reza yang tiba-tiba deket. Dia jadi teringan Laras.
*Back ke Sarah dan Reza
"Tapi gue maunya sekarang loe sar" ucap Reza
"Iya nanti gue layanin" jawab Sarah.
Mereka pun melanjutkan obrolannya dan menyusun strategi agar penjebakannya berhasil. Setelah berapa lama akhirnya mereka pun selesai.
"Udah selesai nih,yuk pulang" ajak Reza
"Gue nunggu sopir gue" jawab Sarah
"Nggak usah,bareng gue aja Sekalian perjanjian kita" ucap Reza mengedipkan satu matanya
"Oke"
Sarah dan Reza pun segera berjalan menuju parkiran mobil Reza.
Sesampainya didalam mobil.
"Sar gue mau sekarang" ucap Reza
"Loe mau nyium gue di mobil?" tanya Sarah
"Emang loe mau dimana?" tanya Reza
Tanpa aba-aba, Reza langsung mencium bibir Sarah dan melumatnya lalu dibalas oleh Sarah hingga tercipta ciuman panas. Ciuman berlangsung 5 menitan.
"Udah za" ucap Sarah sambil membersihkan mulutnya.
"Oke" jawab Reza
"Jangan lupa tugas loe. nanti gue kabari kapannya" ucap Sarah
"Iya siap" jawab Reza
Lalu mobil pun melaju menuju rumah Sarah.
"Makasih za" ucap Sarah
"Gue harusnya yang makasih karena ini" ucap Reza sambil menunjuk bibirnya
"Inget jangan bilang siapa-siapa cuma kita yang tau ini" jawab Satah mengingatkan Reza
"Iya-iya" jawab Reza "sering-sering aja kek gini" lanjutnya dalam hati.
"Gue nggak di suruh main dulu nih?" tanya Reza
"Nggak pulang aja sana. makasih ya" ucap Sarah kembali ketus
"Iya iya gue pergi dulu" ucap Reza lalu melanjutkan laju mobilnya dan meninggalkan kediaman Sarah.
__ADS_1
Reza merasa senang karena bisa mendapat ciuman dari Sarah. Walaupun itu bukan ciuman pertama untuk keduanya. Namun keduanya sudah lihai dalam melakukan itu karena sudah sering dengan para pacarnya.