
Siang itu gor perjuangan ramai akan sorak-sorai penonton pertandingan basket. Sebelum pertandingan timku ada tim dari SMA Pancasila melawan SMA Trisakti. Aku, Deon,dan pemain yang lain tiba di halaman GOR dan langsung melakukan pemanasan. Laras dan Wulan sudah bergabung dengan suporter yang lain di kursi penonton. Selain tim basket juga terdapat tim cheers yang akan tampil sebelum tim basketnya main. Sarah yang sebagai leader pun turut andil bersiap-siap. Sarah berjalan mendekat ke arahku.
"Gue yakin loe bisa Ram, semangat" ucap Sarah
Aku yang mendengar itu pun hanya tersenyum ke arahnya dan kembali melakukan pemanasan.
"Cuma Rama aja nih yang dikasih semangat, gue nggak?" ucap Soni menggoda Sarah
"iya semangat kalian semua" ucapnya lagi
Sarah pun terus kembali ke timnya dan segera mengatur strateginya.
"Oke sekarang giliran tim cheers dari SMA Garuda" Suara dari MC pertandingan. "Beri tepuk tangan" lanjutnya
Setelah mendengar itu pun Sarah dan tim-nya langsung menuju ke tengah lapangan untuk melakukan aksinya.
Dari kursi penonton pun rame memberi sorak kepada tim kebanggaan mereka
"SMA garuda....garuda....garuda" ucap penonton bersamaan
Bahkan ada yang memanggil manggil nama Sarah. Karena memang Sarah famous apalagi karena dia leader.
"Sarah... Sarah...." ucap penonton
Sarah dan tim melakukan aksi terbaik dengan bagian akhir membuat tingkat dan Sarah berada di bagian paling atas sambil membawa banner bertuliskan "SMA GARUDA" dan di ikuti sorak-sorai dari siswa ،SMA Garuda yang menonton.
Di sisi lain
Aku dan tim-nya pun menyusun strategi untuk melawan SMA Kebangsaan. Aku pun yang mengatur strategi karena aku captain.
"Kita pakai strategi 2 1 2,nanti Doni sama Alex kalian sebagai bertahan, Soni loe di tengah, Deon sama gue di bagian menyerang. Soni loe sebagai play maker. Kalau ada yang merasa butuh istirahat langsung bicara ke official biar diganti. Gue nggak mau salah satu dari kalian ada yang sakit, ini masih panjang. Mengerti" ucapku
"Mengerti" jawab timku serempak.
Setelah selesai Sarah pun langsung kembali ke belakang panggung. San MC pun melanjutkan acara.
"Baik sekarang sudah saatnya pertandingan antara SMA Garuda melawan SMA Kebangsaan di mulai" ucap MC tersebut "Kepada kedua tim di persilakan memasuki lapangan" lanjutnya
__ADS_1
Aku dan timku langsung melingkar dan berdoa agar diberi kelancaran dalam pertandingan ini. Setelah itu, kami langsung mengukurkan 1 tangan kami kedalam lingkaran dan menumpuk satu sama lain untuk melakukan cargon.
"SMA Garuda" teriakku memimpin cargon
"bisa.... bisa....juara" ucap serentak semuanya dan mengangkat keatas tangan kami. Lalu kami pun memasuki lapangan dan bersalaman dengan tim lawan.
Dari kursi penonton pun semakin ramai menyoraki tim sekolah kebangsaan mereka.
Pertandingan di mulai. Aku dan timku mendapat kesempatan pertama untuk melakukan penyerangan. Karena bola yang di oper wasit ke atas mengenai tanganku dan segera ku tangkis ke arah lawan. Langsung saja Deon mengambil bola tersebut dan tepat masuk ke ring lawan skor unggul 2:0 untuk timku. Pertandingan terus berlangsung hingga quarter pertama selesai dengan skor 16:14 skor unggul 2 untuk timku.
Waktunya istirahat pergantian babak. Akudan tim pun menggunakan waktu itu untuk minum dan menyusun strategi.
Quarter dua dimulai. Timku sekarang menjadi tim bertahan terlebih dahulu. Kami pun bertanding dengan sekuat tenaga kami. Hingga kuarter selesai skor kami berbalik arah,tim SMA Kebangsaan unggul 4 poin menjadi skor 45:41.
Aku pun mengatur ulang strategi agar kami bisa mengejar ketertinggalan.
"Oke kita sekarang kita pakai strategi 2 2 1. Dito sama Ilham bertahan, Deon sama Alex di tengah, Gue biar nyerang" tuturku
Timku pun menganggukkan kepala tanda mengerti. Mendengar peluit kembali di tiup, kami pun segera masuk ke lapangan setelah wasit meniupkan peluit.
Aksiku tersebut mendapat sorak-sorai dari penonton terutama penonton wanita terus meneriaki namaku.
"Rama... Rama... Rama" ucap beberapa penonton wanita.
Mendengar para gadis meneriaki namaku,Laras tanpa sadar memanyunkan bibirnya dan itu dilihat oleh Wulan.
"Loe kenapa Ras? Manyun manyun gitu" tanya Wulan
"nggak kok aku nggak apa-apa" jawab Laras
"Loe cemburu ya? Banyak cewek nyebut nama Rama" ucap Wulan
Laras hanya menjawab dengan Cengiran dan itu mengundang tawa dari Wulan.
"Laras laras" ucap wulan sambil tertawa karena Laras yang terlihat malu-malu mengakui ke cemburuan nya.
Quarter ketiga berakhir seri dengan skor 64:64.
__ADS_1
"Kerja tim yang bagus. Kita pasti bisa memenangkan pertandingan. Ayo semangat tinggal 1 quarter lagi" ucapku
Aku dan teman satu timku yang saat itu berada di pinggir lapangan karena istirahat quarter 3.
"SMA Garuda...." Teriakku
"Bisa.... bisa....juara" jawab timku serentak. Dan kami pun kembali ke lapangan untuk quarter terakhir.
Quarter terakhir atau keempat dimulai. Suasana pun makin riuh, para penonton menyorakkan nama tim yang mereka dukung. Saat itu Laras dan Wulan pun ikut berteriak menyebutkan nama SMA kami. Dan sekali-sekali menyebut nama kami.
Saat ini bola tengah berada di tangan Deon,dan saat berada di luar garis three point Deon melempar Bola dan tepat masuk ke dalam ring. Dia pun melakukan celebration dengan membentuk hati menggunakan tangannya dan mengarahkannya ke arah Wulan. Dan terlihat Wulan yang salah tingkah karena saking senangnya. Dan semua mata penonton tertuju kearah Wulan. pipi wulan terlihat memerah dan dia bersembunyi di balik Laras karena malu, semua penonton melihat kearahnya.
Quarter empat selesai dengan skor 79:70 timku unggul 9 poin. Dan kami pun memenangkan pertandingan ini.
Selesai pertandingan, Wulan dan Laras terlihat mendekat ke arah kami.
"Sayang kamu hebat banget sih" ucap Wulan dan langsung memeluk Deon
"Aku bau lo yang,keringetan gini kamu main peluk peluk aja" ucap Deon dan Wulan pun langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ram, selamat ya kamu keren" ucap Laras
"Makasih Ras" ucapku
"Ya udah gue duluan ya Ram. Mau nganterin pacar dulu" ucap Deon dan aku hanya mengangguk.
"Kita makan dulu ya Ras,aku laper nih" ucapku
"Aku ngikut aja" jawab Laras.
"Kamu mau makan apa?" tanyaku
"Terserah kamu aja,aku ngikut pokoknya" jawab Laras
"Oke, udah ayo berangkat" ucapku
Kami pun berjalan ke arah parkiran mobil beriringan. Dan langsung menuju ke restoran biasa aku makan di luar. Dan setelah selesai makan baru aku mengantar Laras pulang.
__ADS_1