Alas Waringin

Alas Waringin
Abi dan Sarah semakin dekat


__ADS_3

Seperti biasa pagi selalu di ributkan dengan berebut mandi, Abi hanya selalu mengalah karena dia juga bangun telat dan duduk di teras menghirup udara segar melihat bapak-bapak yang juga sudah mulai sibuk mempersiapkan keberangkatannya Hendra berlari-lari menghampiri Abi nafasnya ngos-ngossan begitu sampai di hadapan laki-laki itu.


“Kenapa Mas?” tanya Abi sembari tertawa tertahan melihat muka Hendra yang kelelahan.


“Kamu nanti sore ada waktu ga?” tanyanya.


“Abi selalu ada waktu Mas kenapa?”


“Kita kumpul-kumpul yuk.”


“Kumpul-kumpul dimana?”


“Ya disini.”


“Haduh Mas-mas kalo mau kesini, kesini aja gak usah pake acara kumpul-kumpul Abi lagi males, jalan saja Mas kesini kalo mau ketemu Sisil ga ada yang nglarang,” jawab Abi tau maksud laki-laki itu.


“Bukan begitu Bi.”


“Alah udah ga usah ngeles, Abi paham aja, nanti malam Abi tunggu disini, Abi mau mandi dulu, jangan malam-malam kesininya biasanya dia sudah ngantuk,” ucap Abi beranjak pergi meninggalkan Hendra yang masih terbengong tanpa mengiyakan dan dia pun pergi.


Abi pun melangkah menuju kamar mandi dan berpapasan dengan Sarah yang baru saja keluar dari kamar mandi dia mau menyapanya namun binggung mau bicara apa sedangkan yang mau disapa pun tak menoleh sama sekali seperti menghindar darinya. 


Abi pun hanya bisa memandangi kepergiannya ia juga binggung kenapa merasa tidak enak sekali bila di cuekin sama wanita itu, dia selalu ingin mendekat bila dia jauh namun kalo dia dekat justru Abi yang sedikit menjauh hubungan yang seperti ini membuat dia selalu gelisah tidak seperti pertama dia ketemu Sarah, dengan bebas berkata apapun dan sekarang semuanya jadi canggung, sedangkan Sarah hanya bisa duduk diam dalam kamarnya menghela nafas berulang-ulang namun juga percuma karena rasa itu juga tidak pernah hilang. 


Semua sudah bersiap dan pak Wawan pun datang dengan mobilnya mereka pun masuk kedalam mobil itu dan bu Sarah kalah lagi dari Sisil dia sudah duduk di depan dan Sarah pun kembali duduk bersama Abi sengaja Abi duduk menjauh mendekat kejendela mobil begitupun dengan Sarah pak Wawan yang melihat hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anak muda jaman sekarang yang begitu gengsian dan dengan sengaja beliau membelokkan mobil itu kekanan membuat semua orang menjerit tak terkecuali Sisil yang langsung berpegangan, sedang Sarah tak sempat berpegangan dan tubuhnya langsung mendekat kearah Abi dan hampir kepalanya terbentur namun dengan sigap Abi menarik tubuh itu.


“Pak Wawan, Ada apa sih, hati-hati,” ucap Sisil.


“Maaf tadi ada kucing hutan jadi bapak menghindar,” jawab Pak Wawan berbohong.


“Bu Sarah ga apa-apa?” tanya Abi menyentuh kepala itu melihat ada yang luka atau tidak.


“Gak apa-apa. aku baik-baik saja,” ucapnya mau bergeser ketempat semula namun tangan Abi menahannya. 


Sarah memandang Abi yang juga sudah menatapnya laki-laki itu menggeleng pertanda memohon untuk tidak berpindah tempat akhirnya Sarah pun mengalah dan tetap duduk berdekatan dengan Abi pak Wawan pun tersenyum bahagia melihat mereka akur kembali, tak lama pun mereka sampai Sisil sudah turun duluan tinggal mereka berdua yang tidak turun karna Abi tetap memegang pinggang wanita itu Sarah pun menatap Abi lekat.


“Ada apa? ada yang mau kamu bicarakan?” tanya Sarah. 


Pak Wawan pun menjauh dari mobil itu.


“Tentu saja, kenapa kamu selalu menghindar dari ku, apa aku punya salah padamu?” tanya Abi.


“Tidak, lalu apa yang kamu lakukan padaku? Kamu juga melakukan hal yang sama,” ucap Sarah mereka tak lagi berbicara formal satu sama lain.


“Kamu yang melakukannya duluan, kau ingat malam itu aku menghabis kan mie mu, apa kau marah karna itu, karna sejak itu kau mulai cuek padaku.”

__ADS_1


“Aku tidak marah karena itu, kamu tau tidak ada orang yang melakukan hal seperti itu bahkan calon suami ku pun dulu tidak pernah melakukan itu, dan juga tidak begitu perduli apa pun yang aku masak atau apa yang aku suka, lalu kamu dengan seenaknya melakukan itu.”


“Lalu apa salahnya aku melakukan itu, karena aku tau kamu lagi bersedih, dan aku tidak mau kamu bersedih gara-gara laki-laki yang tidak bertanggung jawab terhadapmu aku mencoba menghiburmu apa itu salah?”


“Lalu untuk apa kamu menghiburku itu hanya akan membuat luka ku bertambah karena semua perhatianmu, kamu tidak sadar semua yang kamu lakukan itu membuat semua wanita bisa mencintaimu.”


“Aku hanya tidak ingin kamu bersedih itu saja, dan jangan membuat hubungan kita menjadi canggung karna aku tidak suka itu, itu membuat hatiku tidak enak dan gelisah aku jadi susah tidur karnanya.”


“Kamu pikir hanya kamu yang merasa seperti itu, aku juga merasakannya bahkan lebih dari kamu, semua karna kau terlalu perhatian pada ku, kamu ingin menghapus luka dalam hatiku dan itu malah menambah lukanya karena kamu membuat ku jatuh hati padamu dan aku tahu m sudah mempunyai orang yang kamu cintai, bukan kah itu lebih menyakitkan dari pada kegagalan pernikahanku.” 


Abi tak bisa lagi berkata apa-apa mendengar perkataan Sarah yang membuat hatinya Sesak


“Aku tahu aku salah maaf. tapi aku juga tidak tega melihatmu terluka.”


“Katakan padaku apa m menyukai ku?” tanya Sarah menatap laki-laki itu. 


Abi hanya terdiam karna tidak tau rasa apa yang ada didalam hatinya untuk gadis yang ada di hadapannya Abi meraih tangan sarah dan mendekatkan nya didadanya yang berdetak kencang.


“Aku tidak tau apa nama rasa yang aku miliki yang jelas dia selalu seperti itu bila di dekatmu, dan aku selalu bahagia bila bersamamu, tidakkah kita bisa seperti dulu,” ucap Abi menunduk. 


Sarah merasakan jantung Abi sangat berdetak kencang dan tangan nya berubah menjadi sangat panas Sarah pun menarik tangannya dia merasakan apa yang di rasakan Abi dia tau laki-laki itu jujur akan hal semuanya.


“Baiklah kita akan jalani kehidupan seperti biasa lakukan apa yang kamu mau terhadapku dan aku melakukan apa yang aku mau terhadapmu impaskan?” ucap Sarah.


Sarah langsung menepuk  jidat Abi agak keras membuat Abi meringis memegangi keningnya


“Jangan harap calon suamiku aja dulu tidak pernah ku izinkan melakukan itu.”


“Aku cuma bercanda, jangan di anggap serius sakit tau.” ucap Abi yang mengikuti sarah turun dari mobil.


“Aku tau kalo kamu bercanda, aku juga bercanda, sudah kerja sana atau tak aku beri nilai tambahan karena berani merayu mentor mu ini,” ucap Sarah.


“Kenapa jadi jahat, kamu tidak sekejam itu!” teriak Abi.


Sarah hanya mengangkat bahunya dan menjauh pak Wawan tersenyum bahagia melihat mereka sudah tidak canggung lagi. Abi mendekati Sisil dan mencolek gadis itu dari belakang Sisil pun menoleh


“Abi,” Ucap Sisil


Abi tersenyum, “maaf ya aku marah sama kamu,” ucap Abi pelan.


“Kenapa kamu meminta maaf aku yang harusnya meminta maaf karna memang aku salah.”


“Tidak, aku saja yang tidak dewasa menyikapi perkataan mu, kita baikan tidak enak marahan sama kamu kita bahkan tidak pernah seserius ini bila kita marahan.” 


Sisil langsung memeluk Abi dan mengucapkan kata maaf sekali lagi, dan mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


“Siap-siaplah nanti malam Mas Hendra datang!” teriak Abi sembari berlari meninggalkan Sisil dan mendatangi pak Hasan lalu ikut truk itu. 


Waktu pun seperti biasa berjalan sangat lambat menurut mereka apalagi kalo matahari sangat bersinar terik Abi ngos-ngosan berlari kekantin di lihatnya teman-temannya sudah pada makan dia terlambat karna ikut lagi dengan truknya pak Kipli dia langsung mengambil air es yang ada di tremos di sudut ruangan itu dan langsung meminumnya sampai menumpahi bajunya.


“Minum itu pelan-pelan kalo tersedak gimana,” 


Mendengarnya Abi langsung menoleh dengan masih gelas berada di bibirnya dan menaruh gelas itu di meja


“Haus, harinya sangat panas enak Ibu selalu berteduh,”  ledeknya dan langsung duduk tidak mengambil makanan.


“Ga makan?” tanya Sarah. 


“Masih belum selera panas nanti saja Bu Sarah sudah makan?” gantian Abi bertanya  wanita itu menggeleng.


“Kenapa?”


“Belum lapar Aku kan ga begitu kepanasan jadi juga ga begitu kehausan dan juga ga kelaparan, Sisil mana sudah baikan belum?” tanya Sarah. 


Abi mengangguk dan menunjuk Sisil yang sedang ngobrol sama Hendra dia pun bangkit.


“Mau kemana?” 


Abi tidak menjawab dan melangkah mengambil piring dan mengisinya penuh dan kembali lagi dengan dua sendok di atasnya dan menaruh piring itu diantara mereka Sarah hanya menatap Abi tak mengerti. 


Awalnya Abi belum selera makan tapi begitu tau Sarah belum makan dia langsung mengambil makanan, Abi menaruh sendok itu di tangan Sarah yang masih bengong bagaimana Sarah bisa tidak menyukai laki-laki di hadapannya itu bila dia selalu seperhatian ini terhadapanya. 


Sedangkan Abi sudah memasukkan makanan itu kemulutnya.


“Malah benggong ayo makan apa perlu aku suapin?’ ucapnya. 


Sarah menggeleng dan menyendok makanan itu dan memasukkan kemulutnya tak lama Abi pun berdiri kembali dan mengambil air mineral botol yang ada di meja dan kembali lagi.


“Minumlah.” 


Sarah pun meminum air itu dan hendak meletakkannya namun Abi mengambilnya dan malah meminumnya Sarah mau mencegahnya namun dia tau pasti Abi tak kan menggubrisnya karena dia tau dia bahkan tak mempermasalahkan walau itu air bekas Sarah minum.


“Melamun lagi kan sudah aku bilang jangan suka melamun,” Abi memencet hidung mancung Sarah.


“Sakit Bi!” ucap Sarah mencubit pinggang Abi.


Namun Abi dengan gesit menghindar sembari tertawa membuat sarah cemberut para karyawan pun sudah kembali bekerja tinggal mereka berdua yang masih di kantin karena Abi tadi istirahat terlambat pak wawan pun mendekati mereka dan berdeham.


“Ehem.” 


Hal itu membuat mereka berdua kaget dan menoleh ke arah pak Wawan.

__ADS_1


__ADS_2