
Siang pun berganti malam mereka semua berkumpul di ruang tamu saling berpandangan satu sama lain.
“Aku jadi tidak paham di sini, sebenarnya salah kita itu apa hingga para mahluk yang tidak terlihatini sekarang jadi menampakkan diri pada kita semua, padahal kita tidak mengganggu mereka kenapa mereka sekarang jadi mengganggu kita, siang-siang lagi, lagian juga aku heran kenapa masih ada yang seperti ini,” ucap Krisna akhirnya memecah kesunyian.
“Yo kita bisa apa Kris.” Jawab Doni.
“Iya kita bisa apa Kris, kita juga gamau seperti ini, kamu juga pernah melihatnya trus apa yang kamu lakukan kaburkan?” Sisil ikut menyahuti.
Krisna pun hanya cengegesan karna memang dia yang kabur lebih dulu saat melihat hantu itu.
“Sudah-sudah gausah berdebat yang jelas kita memang sekarang tahu kalau di sini ada yang begituan, trus yang jadi masalah kita juga tidak bisa pulang dari sini, karena magang kita belum selesai tinggal dua hari lagi kita sudah tanda tangan kontrak untuk magang kalo tidak kita selesaikan kita tahu sendiri resikonya,” kata Abi kepada mereka semua.
“Yang Abi katakana benar, tinggal dua hari lagi dan kita akan tinggalkan tempat ini dantak akan kembali lagi, yang jelas kita hanya perlu hati-hati saja kalau bisa jangan pergi sendiri kita tidak tahu apa yang akan terjadi, jadi kita perlu waspada walau Ibu juga tidak tau sebenarnya semua ini nyata atau tidak karna masih seperti mimpi semua ini terjadi,” ucap Sarah.
“Trus kita harus bagaimana Bu?” tanya Doni
“Yah kita jalani seperti hari biasa saja jangan berfikir negatif,” saran dari Sarah.
Mereka pun mengangguk tanda mengerti krisna pun menghela nafas dan berdiri
“Mau kemana?” tanya Abi.
“Mau tidurlah siapa tahu ini tidur terakhirku malam ini di sini.” ucapnya begitu saja membuat Abi langsung terkejut.
“Kamu itu ngomong ngelantur gaboleh ngomong seperti itu,” Ucap Abi menginggatkan temannya itu.
“Kitakan tidak tahu apa yang terjadi besok, hahahaha,” ucapnya sembari tertawa dan melangkah masuk kedalam kamar membuat yang ada di ruangan itu hanya terbengong saja tak lama Doni pun ikut menyusul Krisna kekamar.
“Aku juga mau tidur besok kelahan pasti capek,” kata Sisil beranjak pergi tinggallah Abi dan Sarah yang ada diruangan itu saling berpandangan.
“Apa kamu juga merasa aneh dengan semua ini? Tanya Sarah begitu Abi pindah duduk disampingnya Abi pun menggangguk.
“Kenapa aku jadi merasa takutya,” ucap Sarah lagi membuat Abi menoleh dan memandang wanita itu dengan lekat.
“Jangan takut, kita masih punya Tuhan yang selalu bersama kita,” sahut
“Aku tau, tapi bukankah manusiawi bila kita merasa takut,” Sahut Sarah.
“Iya aku juga takut,” kata Abi sembari tersenyum.
“Benarkah?” kata Sarah membenarkan.
“Iya, aku takut suka sama kamu hahaha.” Abi tergelak membuat Sarah langsung emosi
“Aku serius kamu malah bercanda,” ujar Sarah yang kesal.
__ADS_1
“Masa begitu marah aku juga serius, habis aku bosan membahas hantu terus belakangan ini rasa hidupini tidak damai gara-gara mereka, aku jadi ingat Bunda kangen masakannya kapan aku bisa merasakan masakan bunda lagi ingat masa-masa dikampus walau membosankan itu sangat menyenangkan, sedang disini aku kira akan jadi magang yang seru malah bertemu hantu terus, seumur hidup tidak pernah mengalami hal yang seperti ini.” Ucap Abi sembari melihat langit-langit atap rumah itu.
“Ow, ada yang kagen sama bundanya ternyata, ayolah cerita seperti apa bunda orangnya,” ucap Sarah membuat Abi bersemangat mendengar perkataan Sarah dan bercerita panjang kali lebar seperti apa wanita yang disayangnya itu.
Sarah hanya manggut-manggut dan sesekali tertawa bila ada yang lucu, hingga tidak terasa sudah larut malam Abi pun terkejut saat kepala Sarah jatuh di pundaknya ternyata gadis itu sampai tertidur mendengar Abi bercerita.
Membuat Abi hanya tersenyum dan mengelus rambut Sarah yang panjang itu lembut dan membiarkan kepala itu bersandar dipundaknya sejenak sebelum Abi memindahkannya ke kamar sebelum keluar dipandangnya wajah Sarah lekat dan entah kenapa dengan ragu perlahan diciumnya kening sarah lembut untuk sesaat.
Abi pun menghela nafas dengan berat menahan sesuatu yang bergejolak didadanya Abi pun dengan cepat meninggalkan kamar itu dan menuju kamarnya sementara Sarah hanya bisa terdiam di keheningan malam begitu tahi Abi mencium keningnya jantungnya sangat berdebar hebat hingga dia tidak bisa tertidur lagi.
Sampai pagi datang namun Sarah tidak juga beranjak dari tempat tidurnya walau semua sudah riuh berebut untuk mandi sampai Sisil membangunkanya karena mengira wanita itu belum bangun.
“Bu, semua sudah mandi nanti telat kelahannya,” ucap sisil perlahan takut mengejutkan Sarah.
“Aku sudah bangun Sil,” Jawab Sarah.
Sisilpun mengangguk dan keluar kembali untuk makan sedang Abi baru selesai mandi.
“Bu Sarah belum bangun Sil?” tanyanya sembari melihat kamar Sisil
“Sudah,” Jawab Sisil bertepatan dengan Sarah keluar dari kamar untuk mandi.
Abi pun tersenyum membuat Sarah jadi salah tingkah dan langsung cepat-cepat berjalan kekamar mandi, Abi pun juga langsung segera bergegas berganti pakaian kerjanya dan seperti biasa memasukkan peralatan kedalam tasnya begitupun juga Krisna dan Doni.
“Kenapa sih kita selalu disuruh bawa senter,” celetuk Krisna
“Hari ini kamu kan yang nyetir, kemana pak Wawan?” tanya Abi
“Tau katanya sih ada urusan sama pak Darno,” sahut Kris.
“Iya, kandekat aja Bi, kitakan juga sudah hampir setengah bulan disini jadi ya hapal ajo tu jalan,” Ucap Doni sembari tertawa.
Abi pun sudah membawa tasnya keluar dan diapun menghampiri Sisil yang sudah selesai makan.
“Yah kamu sudah selesai makannya?” ucap Abi duduk disamping Sisil
“Kamusih lama, bu Sarah belum makan tungui aja,” kata sisil beranjak pergi masuk kekamarnya.
Tidak lama Sarah yang keluar sebenarnya dia males untuk makan melihat ada Abi dia pun memilih mengambil duduk berhadapan dengan laki-laki itu dan mengambil sedikit nasi melihat itu Abi langsung menambahinya membuat Sarah melotot.
“Makan yang banyak, kelihatannya kurang sehat kok sedikit pucat?” tanya Abi memandang Sarah
“Aku baik-baik saja hanya,” Sarah menghentikan kalimatnya jika ia ngomong kurang tidur nanti Abi tau kalau laki-laki itu tadi malam menciumnya dia pun terdiam.
“Hanya apa,? kalo sakit dirumah aja, ga usah kerja,” kata Abi
__ADS_1
“Enggak aku baik-baik saja malah ngeri kalau di rumah sendirian, hanya kurang enak badan aja, sedikit,” ucap Sarah.
Akhirnya Abi pun langsung berdiri dan menghampiri Sarah memegang kening Sarah langsung.
“Abi, apaan sih ga enak dilihat yang lain,” Ucap Sarah melepas tangan Abi dari keningnya.
Melihat ker ruang tengah di sana ada krisna dan Doni yang sudah menatap mereka berdua dengan tatapan curiga, Sarah pun langsung mengalihkan pandangannya.
“Duduklah mereka melihati kita, nanti mereka salah paham,” Ucap sarah pelan sedang Abi hanya tersenyum
“Kris, kita tinggal saja bu Sarah sendiri dia lagi ga enak badan,” sahut Abi malah berteriak kepada Krisna
“Ya, gapapa kita bisa berangkat sendiri,” Jawab krisna
“Enggak Kris, Ibu gapapa jangan dengerin Abi,” sahut Sarah menyelesaikan makannya dan masuk kamar bersiap berangkat.
Mereka pun masuk kedalam mobil, dan tak lama mobil yang disopiri Krisna itu pun meluncur dengan cepat dan tidak lama pun mereka sampai di sana sudah disambut dengan aktifitas seperti biasanya Abi pun terlihat tengak-tengok mencari sesuatu
“Cari apa Bi?” tanya Krisna yang melihat Abi celingukan
“Aku juga binggung Kris, sepertinya kok ada yang gaenak banget seperti ada yang mengawasi, makanya aku cari tapi kok tidak ada siapa-siapa ya,” ucap Abi garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal
“Mungkin cewek kamu lagi kangen.” ucap Krisna asal bicara.
Namun mampu membuat Abi terdiam dan teringat dengan Ambar, kemana gadis itu lama sekali rasanya dia tidak bertemu dengannya bayangan wajah Ambar langsung terlihat jelas dipelupuk matanya.
“Lha malah ngelamun, dilarang melamun disini Abi,” Krisna memperingati yang Abi melamun,
Teguran Krisna membuat Abi tersadar dari lamunannya.
“Tukan langsung teringat sama ceweknya makanya jangan mikirin bu Sarah saja,” Ledek Krisna.
membuat muka Abi langsung memerah.
“Kamu ini Kris, gagitu juga, sudah ayo balik lagi kerja.” Ucap Abi tidak ingin memperpanjang percakapan itu.
Krisna pun tersenyum dan pergi sementara Abi hanya terdiam dan berjalan menuju ketempat pak Deden, sinar matahari pun tak terasa sudah condong kebarat Sarah pun memanggil mereka semua untuk mendekat kearahnya, merekapun berlari-lari kecil menuju kearah mentornya itu.
“Iya Bu, adaapa?” tanya Sisil begitu sampai dihadapan Sarah
“Kita pulang pak Darno tadi nelfon,” ajak Sarah.
“Tapi inikan masih belum jamnya pulang Bu?” tanya Krisna
“Iya gapapa dong baguskan kita bisa istirahat besok kita sudah tidak kerja beres-beres dan ngurus berkas untuk pulang di kantor sini untuk minta tanda tangan, sudah yuk bersiap pulang, Ibu tunggu di mobil,” ucap Sarah.
__ADS_1
Mereka semua pun tersenyum senang dan mengambil tas mereka masing-masing yang mereka taruh di kantin dan menuju mobil.