Alas Waringin

Alas Waringin
Teror disiang bolong


__ADS_3

“Iya Pak kami tidak papa, hanya tersesat saja saya minta maaf karena telah membuat bapak khawatir, itu kesalahan saya Abi hanya mencoba mencari saya saat memasuki hutan, saya terlalu asik bertelfonan hingga tidak sadar sudah jauh masuk kedalam hutan, maafkan saya Pak,” tutur Sarah sungguh-sungguh.


“Tidak papa yang penting kalian baik-baik saja, dan selalu hati-hati,” kata pak Darno memperingati mereka.


“Baik pak kami akan lebih berhati-hati, bapak mau minum kopi, saya bikinkan,” ucap sarah menawarkan kopi kepada pak Darno.


“Boleh, sudah lama saya tidak minum kopi,” jawab pak Darno.


Sarah pun berdiri menuju dapur dan membuat dua cangkir kopi untuk pak Darno dan Abi.


 tidak lama Sarah pun kembali membawa kopi itu dan menaruh cangkir itu di meja di hadapan pak Darno dan Abi.


“Trimakasih Bu,” Jawab Abi berkata formal pada Sarah di hadapan pak Darno membuat Sarah tersenyum mereka pun ngobrol dengan santai sesekali mereka tertawa kadang juga mereka membahas soal pekerjaan yang dirasa sudah membuat mereka jenuh, pak Darno pun berpamitan untuk pulang.


“Terimakasih kopinya sangat enak Bu Sarah, lain kali saya mampir dan tolong di buatkan lagi,” kata Pak Darno sedikit bercanda.


“Dengan senang hati Pak, mampir kapan pun bapak mau pasti nanti saya akan buatkan kopi untbercanda,” ucap Sarah serius membuat pak darno tertawa mereka berdua pun mengantar pak darno sampai teras rumah.


 Pak Darno pun masuk ke dalam mobilnya dan mobil itu pun menghilang di tikungan komplek, mungkin beliau mampir ke kantor, Sarah masuk ke dalam lalu Abi pun langsung mengejarnya.


“Mana hp ku?” tanya Abi menghalangi langkah Sarah


“Tadikan sama kamu Bi” ucap Sarah menghentikan langkahnya


“Enggak ada tadikan kamu bawa tadi kekamar,” ujar Abi.


“Aku tidak bawa Bi, kamu tadi yang mainan game,” ucap Sarah membuat Abi garuk-garuk kepala.


Abi mencoba menginggat di mana ia menaruh hpnya tadi Abi pun mencoba mencari HP nya dan  ternyata HP nya terselip di pinggiran kursi.


“Tuh kan, kamu sih sudah pikun,” ucap Sarah menuju kamarnya.


Sementara Abi hanya tersenyum dan kembali bermain game tidak berselang lama Sisil pun datang dengan langkah yang tergesa-gesa.


“Ngapain sih Sil jalan seperti itu?” Abi pun bertanya dengan heran melihat sahabatnya itu berjalan setengah berlari.


“Gapapa teruskan saja bermain nya ada yang ketinggalan,” sahut Sisil masuk kedalam kamar.


 Terdengar Sisil ngobrol bersama bu Sarah sejenak dan kembali lagi keluar kamar dengan berlari sedangkan Abi hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


 tidak lama suara ketukan pintu terdengar lagi Abi pun menghentikan bermain gamenya dan berdiri menuju pintu itu dan membukanya perlahan .


“Siapa?” ucap Abi.


 Betapa terkejutnya Abi ternyata begitu pintu itu terbuka ternyata tidak ada siapa-siapa hanya ada angin yang tiba-tiba berhembus kencang kearahnya dan menebarkan bau yang tidak sedap membuat Abi langsung menutup hidungnya dengan telapak tangannya dan kembali menutup pintu lalu berjalan ke ruang tengah.


 Belum sempat Abi duduk suara ketukan pintu itu kembali terdengar namun Abi tidak langsung berjalan menuju pintu itu Abi hanya berdiri memastikan apakah yang  ia dengar  salah dengar, karena tadi Abi membuka pintu tidak ada orang di sana melaikan hanya hembusan angin dengan aroma tidak sedap.


 Suara ketukan pintu itu terdengar kembali terlihat Sarah keluar dari kamarnya, kaena mendengar suara ketukan pintu itu.


“Abi, kenapa tidak dibuka ada tamu itu,” Pekik Sarah.


  Abi langsung menaruh telunjuknya dibibirnya menyuruh Sarah diam dan menghampirinya.

__ADS_1


“Aku tadi sudah membukanya tapi tidak ada siapa-siapa,” jawab Abi dengan suara pelan membuat Sarah langsung menatap Abi tidak percaya, namun Abi mengangguk dengan pasti membuat Sarah langsung merinding dan memegang lengan Abi.


“Kamu yakin?” tanya Sarah lagi memastikan


“Kalo tidak percaya buka saja,” bisik Abi ditelinga Sarah membuat Sarah mempererat peganggan tangannya suara ketukan pintu itu pun berhenti, membuat mereka berdua berpandangan.


 Perlahan mereka berdua pun melangkah menuju pintu itu dengan hati berdebar-debar mereka pun sampai di depan pintu itu, namun mereka hanya berdiri tidak langsung membukanya sekali lagi mereka bertatapan Sarah pun mengangguk dengan ragu Abi mulai memegang gagang pintu itu dan dengan perlahan membukanya sedangkan Sarah tidak berani melihat dan memejamkan matanya sembari mempererat pegangannya membuat Abi meringis menahan sakit.


 Pintu pun terbuka dan Abi terdiam karena kembali tidak ada siapa-siapa di depan pintu Abi pun mengedarkan pandangannya kesekeliling halaman tidak ada tanda-tanda ada satu pun orang di sana.


 Abi pun membuka lebar-lebar pintu itu dan tidak menutupnya kembali.


“Bi,” panggil Sarah


“Sarah buka matamu di sini tidak ada siapa-siapa,” ucap Abi yang melihat Sarah masih memejamkan mata karena takut.


 Sarah  langsung membuka matanya dan memang tidak melihat ada siapa-siapa di luar dan kembali menatap Abi sedangkan yang ditatapnya hanya tersenyum dan melangkah masuk ke dalam membuat Sarah yang masih memegang lengan Abi seketika mengikuti langlangkahnya dan ikut duduk di kursi di ruang tengah.


“Bi” panggil sarah.


“Apa?” sahut Abi


“Masa siang-siang ada hantu?” tanya Sarah.


“Iya itu aku juga heran, masa siang-siang kita di terror oleh hantu, mungkin orang iseng aja, sudah jangan difikirkan,” kata Abi mencoba menenangkan agar Sarah tidak takut karena wanita itu masih tidak ingin melepaskan tangannya dari lengan Abi.


“Tapi, kamu merasa aneh tidak sih,” ucap Sarah menghentikan kalimatnya.


“Sudah jangan tapi-tapi tidak akan terjadi apa-apa paling juga anak-anak yang iseng,” Abi mencoba berfikir positif.


“Bukan itu Bi, semenjak pagi tadi aku merasakan hal yang aneh juga aku merinding sering sekali,” Sarah menjelaskan apa yang ia rasakan kepada Abi.


Abi menggenggam jemari itu perlahan dan tersenyum


“Itu mungkin efek kemaren, karena kita terlalu lama di hutan yang lembab jadi begitu kita d isini dengan cuaca yang sedikit panas jadinya begitu,” kata Abi memberi alasan agar gadis imut itu tidak berfikir yang aneh-aneh lagi dan menjadi takut.


 Sarah terdiam dan menghela nafas membuat Abi hanya mampu terdiam juga binggung apa yang harus lakukan lagi agar Sarah tidak takut.


 Akhirnya Abi hanya bisa berdehem membuat Sarah memandangnya.


“Masa takut kan ada aku, kita bisa takut berdua,” ucap Abi sembari tertawa membuat Sarah tertawa mendengar ucapan Abi.


“Kamu benar setidaknya kita bedua tidak sendirian,” ujar Sarah.


“Gitu dong, kalau kamu takut boleh kok peluk aku,” ucap Abi mulai dengan kejahilannya membuat Sarah bukannya memeluk malah memukul pundak Abi agak  keras membuat Abi meringis.


“Kejam sekali aku hanya bercanda,” ucap Abi mengusap-usap pundak Sarah, Sarah hanya terseyum.


“Malah tersenyum lagi, aku jadi terpesona,” ucap Abi lagi dengan sengaja agar Sarah tidak menginggat kejadian tadi dan Abi pun tahu jika Sarah pasti akan mencubitnya.


 Dan benar saja cubitan itu mendarat dipinggangnya membuat Abi kembali meringis namun dia sangat rela dari pada dia melihat Sarah ketakutan.


“Kamu ini suka banget iseng,” ucap sarah Abi hanya tersenyum menginggat kejadian kemaren membuat dirinya saja juga sedikit bergidik bila menginggatnya.

__ADS_1


Abi jadi melihat kembali cincin pemberian dari kakek itu dan melirik kearah jemari Sarah yang juga masih ada melingkar di sana.


 Terdengar suara rame langkah kaki dari halaman, Abi melihat Sisil, Doni dan Krisna berlari masuk ke dalam rumah dan langsung menuju mejamakan tanpa melihat ada Abi dan Sarah yang duduk diruang tamu sementara mereka berdua hanya berpandangan karena hal itu tidak pernah mereka lakukan.


“Kalian lapar sekali ya, sampe tidak melihat kami?” tanya Sarah kepada mereka bertiga, mereka bertiga menoleh tanpa menjawab dan meneruskan menyantap makan mereka, membuat Sarah dan Abi terheran dan kembali berpandangan.


 Sarah langsung kembali memegang lengan Abi ketika bulu kuduknya kembali merinding melihat mereka bertiga yang makan begitu rakusnya, Abi pun memberanikan diri menegur.


“Sil, pelan-pelan makannya nanti tersedak kamu,” ucap Abi akhirnya namun tak di gubris terdengar suara deru mobil berhenti Sarah dan Abi pun menoleh kearah halaman di lihatnya Sisil turun dari dalam mobil itu membuat Abi dan Sarah kembali berpandangan dan perlahan memberanikan diri menoleh kearah meja makan.


 Jantung mereka pun berdetak kencang terlebih Sarah yang juga semakin kencang memegang baju Abi dan mereka pun semakin terkejut tatkala sudah tidak ada siapa-siapa di meja makan itu.


 Tubuh Sarah pun seketika langsung lemas seperti tidak mempunyai tulang dan langsung hendak jatuh untung Abi menangkapnya dengan cepat bersamaan dengan itu Sisil sudah ada tak jauh darinya.


“Bi, ada apa dengan Bu Sarah,” tanya Sisil yang melihat tubuh Sarah hendak terjatuh dan langsung berlari mendekat.


 sedangkan Abi langsung mengangkat tubuh Sarah masuk ke dalam kamar.


Sisil pun mengikutinya dari belakang dengan wajah panik Abi pun merebahkan tubuh Sarah di atas tempat tidurnya secara perlahan.


“Katakan Bi ada apa?” tanya Sisil yang binggung.


 Abi memandang Sisil sembari menghela nafas.


“Bu Sarah melihat hantu,” sahut Abi dengan singkat.


“Hantu? siang bolong begini?” tanya Sisil sedikit tidak percaya.


“Iya, aku juga melihatnya mereka makan di meja makan dan itu menyerupai kalian bertiga, kayaknya nih semakin hari semakin banyak hal aneh deh Sil, sebaiknya kita memang harus pergi dari daerah sini.”


“Tinggal dua hari lagi Bi,” Jawab Sisil menghela nafas dan menghampiri Sarah yang masih belum sadarkan diri, Sisil pun mengambil minyak kayu putih dan mendekatkan kehidung mentornya itu perlahan mata Sarah terbuka dan begitu melihat Sisil, Sarah langsung terduduk sedikit ketakutan.


“Bu, ini Sisil jangan takut, ” kata Sisil langsung yang melihat gurunya itu ketakutan  melihatnya Abi pun mendekat.


“Jangan takut ini Sisil beneran,” ujar Abi menyakinkan Sarah.


Sarah pun langsung menghela nafas lega.


“Sukurlah jika itu kamu Sil, kamu dari mana kok naik mobil?” tanya Sarah penasaran


“Oh, ngantar mas Hendra tadi ke desa sebentar, untunglah Bu sarah tidak papa,” Sisil yang menjelaskan kepada Sarah.


“Iya aku tidak papa, hanya kaget saja tadi,” jawab Sarah menyembunyikan rasa takutnya namun Abi bisa melihat rasa takut itu.


“Ya sudah kalau begitu aku balik lagi aja tidak jadi makan lagi tidak berselera, Bi jaga bu Sarah,” Ucap Sisil 


“Dari tadi juga aku jaga Sil, tapi mau gimana lagi kita berdua dari tadi dikerjain sama mereka, tidak tahu maksudnya apa yang jelas ini semakin tidak beres, kamu hati-hati, jangan sampe sendirian,” kata Abi menginggatkan kepada Sisi.


 Sisil pun mengangguk dan menelfon kembali Hendra untuk menjemputnya.


 Tidak  lama pun Hendra datang menjemputnya dan Sisil pun kembali bekerja bersama Hendra sedang Abi dan Sarah hanya bisa bertatapan tak tahu harus berbuat apa karna mereka sama-sama memikirkan hal yang sama.


 Kenapa semua ini terjadi di siang hari dan mereka berdua sama-sama tak bisa menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2