Alas Waringin

Alas Waringin
Terjebak di Alas Waringin


__ADS_3

Krisna pun melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang.


 gluk..gluk.. 


tiba-tiba mobil itu berjalan tersendat-sendat.


“Kenapa Kris?” tanya Sarah ketika mobilitu berhenti.


“Kayaknya mogok Bu, biar Krisna lihat dulu,” ucap Krisna turun dari mobil dan membuka kap mobil yang langsung berasap itu.


terdengar Krisna terbatuk-batuk karena asap yang keluar banyak sekali membuat yang ada dalam mobilpun langsung keluar.


“kenapa Kris?” tanya Abi langsung yang melihat Krisna menjauh dari mobil itu.


“Pake nanya lagi, lihat tuh ngebul,” ucap Krisna masih terbatuk-batuk membuat Doni tertawa.


“Terus gimana dong?” tanya Sisil yang celingukan mencari seseorang siapa tau ada yang lewat.


“Kayaknya jalan kaki aja kan tidak jauh juga paling sepuluh menit,” jawab Krisna melihat keadaan sekitar yang sudah sangat hapal dengan jalan yang mereka lewati hampir setiap hari.


“Jalan kaki? Siapa takut,” ucap Doni bersemangat dan mengambil tasnya.


“Bagaimana Bu?” tanya Abi kepada wanita itu yang dari tadi hanya terdiam, Sarah pun mengangguk mereka pun mengambil tasnya masing-masing.


“Trus mobilnya?” tanya Sisil.


“Gak akan ada yang ngangkat mobilnya Sil nanti sampe rumah kita bilang sama pak Wawan bereskan,” jawab Krisna.


Dengan  entengnya dan berjalan lebih dulu mereka pun mengikuti langkah Krisna sambil bersendagurau sedang Sarah mengirim pesan kepada pak Wawan bahwa mobilnya mogok namun belum terkirim karna sinyal yang susah, lama mereka berjalan dan barusadar kalo mereka sudah lama berjalan namun belum sampai juga Krisna pun menghentikan langkahnya membuat yang ada dibelakangnya pun ikut berhenti.


“Kenapa Kris?” tanya Abi.


“Kalian sadar gak, kok kita gak sampai-sampai ya seharusnyakan sudah terlihat mes kita,” ucap Krisna membalikkan badannya kearah teman-temannya dan seketika itu juga jalan yang tadi mereka lalui lenyap bagai ditelan bumi berganti dengan hutan yang lebat membuat mereka semua langsung merinding dan langsung berdiri berdekatan.


“Jalannya hilang Bi,” ucap Sisil langsung memegang lengan Abi yang ada disampingnya.


“Tenang Sil, jangan panik,” Abi mencoba menenangkan Sisil yang mulai ketakutan.

__ADS_1


“Iya tenang Sil, bagaimana ini Bu, kita harus bagaimana?” tanya Krisna lagi.


“Kalo ada yang bawa senter di keluarkan karna hutan ini agak sedikit gelap dan berkabut walau masih siang, dan kita coba berjalan terus Ibu lihat kompas dulu dimana posisi kita sekarang,” ucap sarah mengeluarkan kompas yang ada ditasnya. 


Kompas itu menunjukkan arah timur terus walau sudah dirubah arahnya membuat Abi yang melihatnya memandang wanita itu yang juga memandangnya dengan keheranan.


“Ada apa?” tanya Doni yang melihat mereka berdua berpandangan dan melihat kompas yang ada ditangan Sarah.


“Timur?” ucap Doni seketika membuat yang lain langsung saling berpandangan.


“Itu artinya kita ….,” ucap Sisil tak meneruskan kalimatnya dan semakin memegang lengan Abi dengan erat.


“Itu artinya kita berada tepat di Alas Waringin,” ucap Abi meneruskan kalimat Sisil.


“Bagaimana mungkin kita bisa sampai disini, tadikan kita berjalan lurus dan tidak berbelok,” ucap Krisna mulai gusar dan  kebinggungan dan langsung mencari senter yang adaditasnya  diikuti yang lainnya.


“Terus kita harus kemana ini?” tanya Krisna lagi mengarahkan senternya kesegala penjuru mencari jalan untuk kembali pulang. 


Namun yang terlihat semuanya hanyalah pohon-pohon yang sangat besar menjulang tinggi dan semak belukar yang ada di semua penjuru terdengar suara-suara anehdari dalam hutan itu.


“Yah kita coba jalan lurus saja Kris,” ucap Abi mencoba memberikan ide dan yang lainnya pun mengangguk setuju.


Sedangkan Sisil masih memegang lengan Abi, Abi pun berusaha menenangkan gadis itu dengan mengusap sejenak punggung tangan itu agar Sisil tidak terlalu takut dan mulai melangkah maju, mereka pun berjalan beriringan berjalan kekiri dan kekanan mencari jalan yang tidak  rimbun menghindari semak belukar yang menjulang tinggi di depan mereka.


Suara-suara aneh kembali terdengar membuat bulu kuduk pun langsung berdiri mendengarnya Sisil semakin mempererat peganggan tangannya sedangkan Sarah yang memegang tangan Sisil hanya bisa sesekali menghela nafas mengusir rasa takutnya, sedangkan Doni berjalan mengikuti mereka dengan tangan sedikit gemetar karena merasa takut lama mereka berjalan menyusuri hutan yang begitu lembab dan sedikit gelap itu karena kabut yang menyelimuti hampir seluruh bagian dalam hutan itu.


“Bi, aku capek,” ucap Sisil. 


Membuat Abi menghentikan langkahnya begitupun dengan yang lainnya Abi pun mengarahkan senter yang dia pegang kesekeliling mereka dan diapun langsung terkejut.


“Ada apa Bi?” tanya Sarah yang melihat Abi mundur satu langkah Abi pun menunjuk kesuatu benda yang tak jauh dari mereka, Sarah pun mengikuti arah telunjuk Abi dan Sarah ikut terkejut melihat kertas yang tergeletak tak jauh dari mereka karena itu kertas yang Sarah buang tadi dari tasnya saat mereka sampai kehutan itu membuat yang lain pun saling berpandangan.


“Jadi …,” ucap Doni yang melihat kertas itu.


“Kita kembali ketempat semula, kita hanya berjalan berputar-putar saja ternyata dari tadi,” ucap Krisna mulai terlihat panik dan membanting senter yang ada ditangannya.


“Sabar Kris, kita hanya perlu itu untuk situasi ini jangan panik,” ucap Sarah mencoba menenangkan krisna yang sudah mulai marah dan tak bisa mengontrol dirinya.

__ADS_1


“Bagaimana ini bisa terjadi, bahkan kejadian-kejadian yang kita alami semenjak kita datang kedaerah ini semuanya hampir aku tidak percaya semuanya hanya candaan, semuanya tidak nyata aku tidak percaya semua ini terjadi pada kita di jaman modern ini, ini benar-benar tidak masuk akal pasti ada yang mengerjai kita ini, kalo memang hantu itu ada atau apapun sejenisnya, ayo keluar aku tidak takut sama sekali! Kalian itu bisanya hanya menakut-nakuti saja!” teriak Krisna lantang karna sudah jengkel dan terbawa emosi dari tadi mereka berjalan dan kembali keawal mereka datang.


“Krisna diam kamu! gak boleh ngomong gitu di hutan seperti ini pamali tau,” ucap Sarah dan langsung di barengi dengan hembusan angin yang sangat kencang dan bergemuruh.


”Arrrrgggh!”  


Terdengar suara erangan yang menggelegar mereka pun langsung mencari arah suara itu dari berbagai arah Sisil kembali memegang Abi dengan erat.


“Suara apa itu Bi?” ucapnya dengan nada ketakutan.


“Aku juga tidak tau Sil,” jawab Abi 


“Aaaarggghh!”


Suara itu terdengar lagi bergemuruh keseluruh penjuru hutan, Krisna yang mendengar itu langsung ketakutan dan mencari arah datangnya suara itu.


“Kan sudah Ibu bilang jangan ….”


belum sempat Sarah menyelesaikan kalimatnya tubuh Krisna sudah jatuh terhempas ketanah dengan sendirinya dan perlahan tubuh itu langsung terseret menjauh seperti ada yang menariknya.


“Tolong!” teriak Krisna dengan ketakutan Abi langsung berlari mengejar dan memegang tangan Krisna.


“Bi! Tolong Bi Aku tidak mau mati!” teriaknya.


“Aku sudah memegangmu,” ucap Abi mencoba menarik tangan Krisna dengan sekuat tenaga. 


Namun sesuatu yang menarik Krisna lebih kuat darinya pegangangan tangannya pun terlepas tubuh Krisna terbang keatas.


“Tolong Bi!” 


Teriakan itu sangat menyayat hati sebelum tubuh Krisna menghilang, semua yang menyaksikan kejadian yang begitu cepat itu hanya bisa berteriak histeris.


Abi memukul-mukulkan tangannya ketanah tubuhnya bergetar hebat tak tertahan karena tidak bisa menolong Krisna.


“Aaaaa!! Abi berteriak dengan sekencangnya sembari mendongak keatas mencari tubuh Krisna yang seperti hilang ditelan bumi di balik rimbunnya pepohonan.


“Krisna! Krisna!” 

__ADS_1


Teriak Abi sekali lagi memanggil sahabatnya itu namun hanya sunyinya hutan itu yang menjawabnya. 


__ADS_2