![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
" siapa wanita yang bersama anda ini Mr Arnold ?"
Arnold tahu, pasti pertanyaan ini akan diajukan padanya, siapa yang tidak bertanya saat dia membawa seorang wanita pada acara seperti itu, apalagi Mr Robert tahu bahwa Deon adalah asistennya, jadi tidak mungkin Mr Robert berpikir Yura asistennya
Yura tersenyum dengan malu- malu, Arnold menatap Yura yang bertingkah seperti itu, ada sedikit rasa kesal karena Yura memaksa untuk ikut dalam acara itu.
" hanya teman saja"
" nyakin hanya teman ? Tidak mungkin hanya teman biasa saat anda membawanya dalam acara kita"
Yura tersenyum mendengar perkataan Mr Robert, awalnya dia kesal mendengar Arnold menyebutnya hanya seorang teman
" tidak masalah, anda tidak menjawabnya Mr Arnold, saya mengerti "
Arnold hanya tersenyum menanggapi perkataan Mr Robert,
" kami sudah lama bersama, dari kami kecil hingga sekarang"
Arnold menatap Yura, mendengar perkataan Yura akan membuat cerita itu semakin panjang, padahal Arnold diam agar Mr Robert tidak membahasnya lagi
" saya tahu, tidak mungkin anda dan Mr Robert hanya berteman "
Deon mendengus menatap Yura yang bertingkah menjijikan
" apa dia ingin menciptakan opini bahwa dia kekasih Tuan Arnold , tidak tahu malu"
" Mr Robert, mari kita kembali fokus pada pembicaraan kita mengenai, rencana kerja sama ini, jika anda tidak berminat bekerja sama, saya masih banyak hal yang harus saya kerjakan"
Mr Robert langsung berhenti tersenyum pada Yura dan kembali fokus pada Arnold
" tidak, maaf kan saya, mari lanjutkan "
Mr Robert sudah lama ingin bekerja sama dengan perusaahan Arnold, tidak mungkin dia melepaskan kesempatan itu hanya karena pembicaraan konyolnya dengan wanita yang belum jelas statusnya, apa dia benar kekasih Mr Arnold atau hanya seorang teman saja
Pembicaraan Arnold dengan Mr Robert sudah hampir sampai kesepakatan, Arnold masih menimbang apa dia akan memiliki untung dalam kerja sama itu, Mr Robert berbicara dengan menyakinkan tapi tentu saja Arnold tidak bisa langsung mensetujuinya
Yura mengerucutkan bibirnya , dia bosan, dan tidak melakukan apa- apa hanya mendengarkan saja,
" menyebalkan "
Mr Robert menunggu keputusan akhir Arnold dia sungguh berharap kesepakatan ini terjadi, karena dengan adanya ini perusaannya akan dikenal orang, karena mampu menjalin hubungan kerja sama dengan perasaan milik Gall.
Arnold menatap Mr Robert yang sangat berharap didepannya , Arnold tidak mau melihat wajah itu, jadi dia mencoba memandang arah lain agar dia bisa berpikir dengan tenang
Arnold berpaling dan mengerutkan dahinya dalam menatap meja paling ujung dekat jendela, wanita yang duduk disana mirip seseorang yang dia kenal
" wanita itu mirip Allin, tapi tidak mungkin, Allin sama sekali tidak suka makan ditempat seperti ini, dan lagian tidak mungkin Allin makan bersama pria lain"
Arnold tekekeh kecil, apa yang dia pikirkan tentu saja itu bukan Allin,
" Allin saat ini pasti sedang makan siang bersama sahabatnya si Kate itu"
*********
"Hachihhh......."
Kate bersin saat dia sedang memperhatikan Arnold yang mulai melirik meja Allin, tapi Arnold tudak bereaksi sama sekali, Kate sudah Mulai bosan hanya memperhatikan
" kenapa Direktur tidak bereaksi ? apa pemikiran ku salah , tentang Allin dan Direktur"
" dan aku harap Allin masih mau duduk disana bersama Charles"
Kate juga mulai khawatir Allin akan pergi meninggalkan restoran karena jenuh dengan sikap Caharles
Allin Calling
Kate mengangkat telpon dari Allin, dia harus membuat Allin bertahan sebentar lagi, semoga saja ada reaksi dari Arnold kalau tidak ada ya sudah berarti pemikirannya selama ini salah
__ADS_1
" Kate "
" iya"
" kamu dimana?"
" aku di toilet"
" kenapa sangat lama?"
" Allin tunggu aku sebentar lagi ya, perut aku sakit lagi, bye"
" urusan Allin sudah selesai, dan juga kenapa sih Direktur tidak beraksi, kalau seperti ini sia- sia semua usahaku, ternyata mereka tidak mempunyai hubungan khusus"
Kate mulai kesal, karena dia melakukan sesuatu yang tidak berguna
*******
Arnold tidak bisa fokus berbicara dengan Mr Robert , matanya selalu melihat arah meja Allin, terasa sangat mengganggu, Arnold kembali melihat wanita itu, memfokuskan matanya pada sosok itu, entah kenapa dia sangat penasaran
" baju yang dikenangkan wanita itu sama yang dipakai Allin pergi kekantor, gaya rambutnya juga sama"
Mata Arnold masih menatap intens wanita itu, dan saat wanita itu mengalihkan pandangannya dari pria yang duduk didepannya, Arnold bisa melihat jelas wajah wanita itu
" shitt....apa yang dia lakukan bersama pria itu"
Arnold langsung berdiri dari kursi meninggalkan Mr Robert dan sekretarisnya yang menatap bingung Arnold
" aku akan kembali" Arnold berbicara dingin, membuat orang yang ada disana sedikit ciut,
" Arnold kamu mau kemana ?"
Arnold menatap tajam Yura, seketika Yura tertegun melihat itu, ini baru pertama kali Arnold menatanya dengan pandangan tidak suka
Arnold langsung pergi dari sana, dadanya rasa terbakar melihat itu, dia sangat kesal karena dia dari tadi sudah melihat Allin bersama pria lain, dan setelah sekian lama dia baru mengenali Allin
Deon hanya diam saja, dia tahu tuanya sedang dalam hati yang tidak baik, Arnold paling tidak suka di tanya saat dirinya sedang sangat marah
Yura berdiri dan menyandang tasnya untuk menyusul Arnold , Deon yang melihat itu langsung menarik lengan Yura kasar
" apa yang kamu lakukan ?" tanya Yura dengan tatapan merendahkan pada Deon
" lebih baik anda duduk saja"
" memangnya kamu siapa ? Dasar asisten rendahan"
Deon langsung menyentak kasar tangan Yura dan memegangnya keras
" wanita yang menempel pada suami orang lain seperti anda, bahkan tidak pantas berbicara seperti itu padaku , menyedikan"
" apa yang...kamu..." Yura emosi mendengar perkataan Deon yang merendahkannya , Yura mengangkat tanganya untuk menampar Deon tapi Deon dapat menahan tangan Yura
" menjijikan, lebih baik anda duduk sebelum, orang disini tahu, siapa anda"
Yura terdiam dia baru sadar, bahwa pembicaraannya dengan Arnold didengar oleh Mr Robert dan asistennya, rusak sudah imej baik yang dari tadi sudah dia tunjukkan pada Mr Robert dan itu semua karena asisten sialan itu
" silahkan" kata Deon menyuruh Yura untuk duduk kembali, dia tidak tahu apa yang terjadi hingga tuannya terlihat sangat marah, tapi yang jelas Deon harus menjauhkan wanita ini dari Tuannya
*******
Mata Kate membesar saat melihat Arnold menatap intens Allin yang duduk bersama Charles, Kate semakin antusias melihat Arnold berdiri dan melangkah mendekati meja Allin dengan tatapan membunuh,
" oh astaga, untung saja tadi aku belum sempat keluar "
tadi Kate memilih untuk mendatangi Allin dan Charles , dia rasa sia- sia saja yang dia lakukan, tapi tanpa terduga, Kate melihat reaksi yang luar Biasa yang diberikan Arnold .
*********
__ADS_1
Arnold berjalan dengan langkah besar dengan kedua tangan mengepal kuat, dia sangat marah, melihat Allin duduk dimeja yang sama dengan seorang pria, Allin tidak menyadari keberadaan Arnold karena dia menatap keluar jendela, Arnold langsung menarik kasar tangan Allin hingga Allin berdiri dari kursi, Allin kaget dan menatap siapa gerangan yang menariknya kasar
" Ar...Arnold "
Arnold menarik Allin pergi dari sana, tapi Allin tidak ingin pergi , Allin menarik tangannya dengan sedikit kuat hingga genggaman tangan Arnold dipergelangan tangannya terlepas, Arnold langsung menatap tajam Allin
" apa yang kamu lakukan? Nanti temanku lihat"
Arnold masih menatap tajam Allin, Allin tidak peduli dan ingin kembali duduk , tapi Arnold tidak akan membiarkannya, dia langsung menyeret Allin pergi dan membawanya keluar
" Arnold lepas, kamu gila ya"
Allin tidak ingin terjadi keributan di restoran yang mewah itu, dia mengikuti Arnold dengan setengah hati
Arnold menyeret Allin hingga diluar restoran, dan saat sudah sampai direstoran Allin langsung mensentak tangannya
" kamu membuatku malu tahu"
" malu? Kamu masih mikir malu saat kamu ketahuan bersama pria itu iya?"
" Arnold kamu jangan keterlaluan"
" keterlaluan ck kamu pikir, siapa yang tidak marah saat istrinya bersama pria lain"
" kamu jangan menyebutku istrimu , aku bukan istrimu "
" Allin!! Aku peringatkan sama kamu, kamu tidak boleh bertemu pria lain dibelakang ku"
" kamu pikir aku perduli" Allin berbicara dengan acuh dan hendak pergi dari sana, tapi Arnold yang sudah sangat emosi ditambah sikap acuh Allin menambah amarah Arnold
Arnold langsung menarik Allin dan menciumnya
Allin membuka matanya besar karena terkejut dengan apa yang dilakukan Arnold, Allin mencoba melepaskan ciuman itu, tapi Arnold tidak membiarkannya dan malah memperdalam ciumannya
Sekian lama mereka berciuman, Arnold menarik bibirnya dan menatap Allin yang perlahan membuka matanya, mereka saling bertatapan disana, Arnold kembali mendekatkan wajahnya untuk mencium Allin untuk kedua kalinya dan.....
"Allin!!"
Allin berpaling menatap Charles yang berlari mendekati dirinya, Arnold yang mendengar itu menundukkan kepalanya kesal
" sial,pria itu sangat mengganggu"
Allin melepaskan pelukan Arnold dan mendekati Charles , Arnold menatap Allin yang menjauhinya dan juga ikut berjalan mengikuti Allin
" tas mu ketinggalan"
" oh Ya Tuhan terima kasih Charles"
" sama- sama aku....." Charles berhenti bicara setelah dia menatap Arnold yang menatapnya dengan pandangan membunuh
" Allin apa kamu baik- baik saja?"
" huh?"
" Allin baik- baik saja, ada suaminya disini jadi kamu bisa pergi "
Allin menatap kesal Arnold yang berbicara kasar pada Charles
" kamu yang menarik ku hingga aku meninggalkan tasku, dia berbuat baik dengan mengantarkan tas ku"
" sudah kan? Ayo kita pulang " Arnold tidak mau mendengar perkataan Allin dan kembali menariknya,
" Charles, terima kasih ya, maaf kan dia" Charles tersenyum dan melambaikan tangannya, Allin membalas senyum itu
" ternyata dia pria yang baik, aku sudah salah menilainya"
Allin sadar ternyata Charles adalah pria yang baik.
__ADS_1