![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Arnold dan Allin sedang menonton di ruang tamu sambil berpelukkan disofa, Arnold memeluk perut Allin dengan elusan yang lembut, Allin memegang tangan Arnold yang mengelus diperutnya dan menggenggamnya
" apa tidak masalah, hari ini tidak kerja?"
" aku sudah izin pada Papaku, tiga hari ini aku akan dirumah saja" Arnold mengeratkan pelukannya dan mencium kepala Allin menghirup aroma Allin yang dia sukai
" besok aku masuk kerja ya?"
" tidak" Arnold meletakkan kepalanya dibahu Allin dan mencium bahu terbuka tersebut
" kenapa ?"
" sayang, kekamar yuk" Arnold bukannya menjawab pertanyaan dia malah mengajak kekamar, Allin melepaskan pelukan Arnold dan menatap Arnold dengan nyalang, bisa-bisanya Arnold berbicara seperti itu, di saat Allin bertanya serius
" aku serius Arnold "
" aku juga" Arnold mengecup cepat bibir Allin yang mengerucut kesal
" sudahlah, berdebat denganmu tidak akan ada akhirnya"
Arnold hanya terkekeh dan kembali memeluk Allin dari belakang, Allin hanya diam saja membiarkan Arnold melakukan apa pun
" jadi ?"
" jadi apa?"
" kekamarnya"
" kamu bicara itu lagi, aku akan pergi"
" jangan!" Arnold mengeratkan pelukannya dan meletakkan kepalanya dibahu Allin
" sayang...kamu mau punya anak berapa ?"
" hah?" Allin memalingkan wajahnya dan menatap Arnold dengan bingung
" anak sayang, anak aku sama kamu"
" memangnya kamu siap jadi seorang Ayah?"
" tentu saja, kalau kamu?"
" aku suka anak kecil"
" kalau begitu, ayo kita buat Baby" Arnold menggendong Allin didepannya seperti koala, dan mencium Allin dengan semangat
" Arnold "
" iya sayang"
" pelan- pelan"
" iya" Arnold melepaskan cumbuanya dan membawa Allin menaikki tangga, mereka saling menatap dengan senyum dibibir mereka
Tiiinn.....
Allin mendekap Arnold karena kaget
" Astaga, aku kaget sekali" Arnold yang juga kaget membenarkan posisi Allin di gendongannya
" siapa sih yang datang, orang lagi mau bikin Baby juga"
" Arnold turunkan aku"
" paling yang datang si pengganggu Lucas"
Tiinnn.....
" siapa tahu penting "
Arnold berdecak dan memutar tubuhnya dengan Allin yang masih digendongannya
" Arnold turunkan aku dulu" Arnold mengabaikan itu, dia berjalan dengan cepat, dia akan menghajar siapa pun orang tersebut
Arnold membuka pintu tersebut dan terpaku, Arnold dengan cepat menurunkan Allin
" Mama.." Allin yang baru diturunkan Arnold menatap siapa yang datang
" Mama" Allin langsung mendekati Mamanya dan memeluknya
" kenapa tidak bilang kalau mau datang?"
Mama Allin mengabaikan anaknya dan masuk kedalam dengan raut datar
dia memandang sekeliling dan naik ketangga, Arnold kaget dan langsung menarik Allin
" Mama mau kemana?"
" hah?"
" kamu ini, kalau Mama melihat kamar kita bagaimana ? aku kan sudah bilang untuk dipindahkan semua barang kamu kekamarku"
" tapikan kamu yang setiap malam tidur dikamarku, jadi kamu yang harus memindahkan barangmu kekamarku"
" aku suami kamu, jadi kamu yang harus pindah "
" terus bagaimana ?"
" sudah, ayo kita keatas" Arnold menarik Allin membawanya keatas
**
__ADS_1
Mama Allin berdiri diantara kamar Allin dan kamar Arnold, Allin datang bersama Arnold dan berdiri disamping Mama Allin
" dimana kamar kamu?"
Allin dan Arnold saling pandangan dengan risau
" maksud Mama ?"
Mama Allin menatap mereka berdua dengan wajah datar, Allin dan Arnold merasa khawatir dengan pandangan itu
" kiri atau kanan?"
" Mama, kita minum dulu yuk" Allin mencoba menarik tangan ibunya, tapi Mama Allin menarik tangannya dari genggaman Allin
Mama Allin berjalan kearah kamar Arnold dan membukanya, tangan Allin dan Arnold saling menggenggam dengan erat
Mama Allin kembali menutup pintu kamar Arnold dan berjalan kearah kamar sebelahnya, dan berniat membukanya
" jangan Ma!" Allin menghentikan ibunya yang sudah hampir membuka pintu kamar tersebut, Mama Allin menatap datar anaknya lalu langsung menarik Allin masuk ke kamar nya, Arnold terkejut dengan itu
" bereskan pakaianmu " Allin menatap bingung Mamanya
" apa maksud Mama?"
" masukkan baju kamu kekoper"
" Ma, aku bisa jelaskan sama Mama jangan salah paham"
" kamu atau Mama yang melakukannya "
Arnold masuk kekamar dan melihat Mama Allin yang sekarang berwajah marah
" Ma... Ini hanya salah paham" Arnold mencoba berbicara pada mertuanya, Mama Allin tidak mau menatap Arnold dan malah menarik koper disamping lemari pakaian dan memasukkan semua pakaian Allin
Allin kaget dengan tindakan agresif ibunya dan menarik koper itu.
" Mama"
Mama Allin menatap marah anaknya dan menarik koper itu kembali, memasukkan semua baju lalu meresletingnya
Allin menatap Arnold meminta tolong pada pria itu, mereka tahu apa yang akan terjadi setelahnya
" Arnold " Arnold menatap Allin dengan pandangan risau, dia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan,
" ayo kita pergi" Mama Allin menarik anaknya untuk pergi, tapi Allin menarik tangannya
" aku tidak mau"
" kamu berani melawan, kamu pulang sama Mama" Mama Allin menarik anaknya melewati Arnold yang hanya mematung seperti orang bodoh,
" Arnold !" Allin berteriak memanggil suaminya agar Arnold menahannya
Tapi Arnold sungguh bingung, ini salah dirinya
Allin dan ibunya sudah sampaikan dilantai bawah, Allin berontak digenggaman ibunya
" aku tidak Mau Ma, Allin mau disini"
Mama Allin tetap menarik Allin dan hampir keluar rumah, tapi Arnold menahan koper yang dipegang Mama Allin ditangan kirinya, Mama Allin menatap marah pada Arnold
" lepas, saya minta kamu berpisah sama Allin"
Allin menangis dengan deras mendengar perkataan ibunya, dan Arnold bahkan membesarkan matanya tidak menyangka itu diucapkan ibu mertuanya yang selalu terlihat lembut
" Ma sebenarnya ada apa? Allin itu istriku"
" tapi dia adalah anak saya"
" Allin tidak mau ikut Mama, Allin mau sama Arnold "
"Allin!" Mama Allin membentak anaknya dan menarik Allin pergi,
" Ma Tunggu !" Arnold mencoba menghentikan ibu mertuanya
" Arnold, aku tidak mau ikut Mama" Allin memegang tangan Arnold dengan erat, ibu Allin yang melihat itu menarik Allin
" Allin lepaskan dia, kamu pulang sama Mama"
" Allin tidak mau Ma, Hiks...." Allin menangis dan menatap Arnold dengan sedih, Arnold juga sungguh bingung untuk menghadapi situasi ini,
" ayo" ibunya Allin menarik anaknya dengan paksa dan tangan Allin terlepas dari tangan Arnold
" Arnold!"
Allin dan ibunya sudah hampir masuk kedalam mobil, Arnold berlari dan menarik Allin kepelukkannya
" kamu! Lepaskan anak saya!" Allin menangis dipelukkan Arnold dan mendekapnya erat, Arnold memeluk Allin dengan sekuat hatinya, tidak ingin melepaskan Allin
" pengawal!" dua orang pria berbadan besar keluar dari dalam mobil
" bawa anak saya masuk kemobil" ibu Allin masuk lebih dulu kedalam mobil, dua orang pria tersebut mendekati Arnold dan Allin
" Nona, ayo kita pergi"
" aku tidak mau!" Allin mengeratkan pelukkannya dan menangis didada Arnold
" tuan, tolong lepaskan nona Allin" Arnold menatap dingin dua pria tersebut
" apa yang terjadi ?" Arnold bertanya pada dua pria tersebut, tapi tidak melepaskan istrinya
" maaf tuan, kami tidak tahu"
__ADS_1
" katakan !"
" tuan...."
" kalian tahu siapa aku, aku bisa melakukan apa pun pada kalian" kata Arnold dengan nada mengancam pada dua pria tersebut, dua pengawal tersebut saling pandangan dengan risau, mereka tahu siapa yang mereka hadapi, seorang pengusaha sukses yang mempunyai koneksi dimana- mana
" kami tidak bisa menjelaskan secara rincinya, tapi ini ada kaitannya dengan orang tua anda tuan"
" maksud kalian apa!" Arnold sungguh tidak bisa untuk bermain- main
" orang tua anda yang meminta agar tuan berpisah dengan nona Allin"
" Apa..."
" kami sudah memberi tahu anda tuan, jadi biarkan nona pulang bersama kami"
Allin mengakat kepalanya dan menatap Arnold dengan sedih, Arnold menatap Allin dengan senyum tulus
" kamu jangan takut, aku tidak akan melepaskan mu"
"Caesar cepat bawa Nona Allin!" teriak ibunya Allin dari dalam Mobil
" tuan..." Pengawal bernama Caesar tersebut mencoba menarik Allin dari pelukkan Arnold
Arnold yang melihat itu merasa kesal dan menjauhkan tangan Caesar dari istrinya
" jangan sentuh istri saya" kata Arnold dengan suara tegas
" maaf tuan" Caesar sungguh merasa tidak enak, apalagi Nyonya besar sudah memanggil nya terus dari dalam mobil
" tuan, tolong kerja sama nya, kami hanya menjalankan perintah " sambung pengawal pria disamping Caesar bernama Thomas
" beri aku waktu untuk berbicara dengan istriku" Caesar dan Thomas saling pandang
" baiklah tuan tapi tolong segeralah "
Arnold membawa Allin menjauh dari dua pria tersebut, Arnold menatap Allin yang matanya sudah memerah karena menangis
" sudah sayang" Arnold mengelap ingus yang keluar dari hidung Allin dengan baju miliknya tanpa rasa jijik
" aku tidak mau pulang sama Mama"
" iya"
" iya, iya, tapi kamu pasti mau menyuruh aku pulang sama Mama kan!" Allin Mulai kembali menangis dan memukul lengan Arnold
" sayang..." Arnold menarik Allin kedalam dekapannya dan Allin membalasnya dengan erat
" awas kamu ya, kalau menyuruhku untuk pulang"
" kamu kenapa sih sayang? Kamu sudah cinta mati ya sama aku" Arnold tertawa pelan di dekat telinga Allin, Allin kesal dan mendorongnya
" tidak lucu !"
" Allin"
" kalau memang kita berpisah bagaimana?!"
" tidak akan!" Arnold menarik Allin dan mengusap pipinya
" aku tidak akan membiarkan itu"
"Tapi...." Arnold mencium bibir Allin menghentikan wanita itu bicara
" kamu percaya sama aku"
Allin mengangguk dengan lemah, dia juga merasa takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya
" kamu pulang saja sama Mama, aku akan menjemput mu secepatnya, aku perlu berbicara pada orang tuaku tentang semua ini"
" aku rasa ini tentang surat perjanjian itu"
" tidak , tidak mungkin mereka tahu, hanya kita berdua yang tahu, Deon bahkan tidak tahu"
" baiklah, tapi kamu harus janji menjemputku secepatnya "
" iya sayang" Allin tersenyum dan memeluk Arnold untuk terakhir kalinya
Cup
Arnold kembali mencium Allin dan ciuman itu terasa sangat berarti untuk mereka
**
Arnold mengantar Allin ke mobil yang akan membawa Allin pergi darinya
Allin menatap Arnold dan tersenyum
" sampai jumpa " Arnold menggenggam erat tangan Allin di genggamannya
" Allin cepat !" Mama Allin sudah mulai berbicara keras
Allin menatap Arnold untuk terakhir kalinya, dan sudah akan melepaskan genggaman itu, tapi Arnold menariknya kedalam peluk kan dan memeluknya dengan erat
" aku yang memintamu pergi, tapi kenapa aku yang merasa tidak sanggup " Arnold berbicara pelan didekat telinga Allin, Allin tersenyum dan menatap Arnold, Allin menagkup wajah suaminya dengan kedua tangan dan mencium bibirnya cepat
" jemput aku segera " Arnold mengangguk, Allin melepaskan genggaman itu, Arnold sungguh tidak rela
" sayang ..."
Allin tersenyum dan masuk kedalam mobil, setelah itu mobil langsung melaju meninggal Arnold, Arnold tersadar
__ADS_1
" aku harus berbicara dengan Papa"