ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
46


__ADS_3

Allin membuka matanya, matanya terasa lelah dan bengkak, Allin beranjak dari ranjang dan menatap pantulan dirinya didepan cermin


Mata Allin membengkak karena menangis semalaman, Allin baru tertidur jam tiga pagi karena memikirkan tentang dirinya dan Arnold


" aku sudah memutuskan"


**


Allin menatap gedung pengadilan didepanya untuk membuat surat pembatalan pernikahan, dia sudah memutuskan untuk berpisah dari Arnold, Allin merasa berat untuk melahkah masuk, dia memukul dadanya berberapa kali agar dia tidak ragu dan kuat untuk masuk kedalam 


**


Arnold menatap meja kerja Allin yang kosong, dia merasa sangat khawatir dengan keadaan wanita itu


" Deon apa istriku tidak masuk kerja hari ini?" Arnold bertanya pada Deon disampingnya


" tidak Tuan"


" kemana dia?"


" waktu saya mengantar Nona kemarin, dia langsung masuk kerumahnya"


" Allin pasti merasa sangat terluka, maafkan aku Allin"


" Tuan, kita ada pertemuan dengan Mr Yamako dari Jepang pagi ini"


" pagi ini?"


" iya, karena dia ingin segera pulang ke Jepang siang ini, jadi dia mempercepat jadwal pertemuannya "


" tidak masalah "


**


Kate dari tadi menelpon Allin, tapi wanita itu tidak mengangkatnya, Kate masih belum bisa tenang sebelum melihat Allin ada didepannya


" apa dia mengangkatnya?"


" tidak "


" ya sudah, sepertinya dia butuh waktu, Direktur juga terlihat tenang saat dia datang tadi, aku rasa Allin baik- baik saja"


" aku harap kamu benar"


**


Arnold sedang berbincang dengan Mr Yamako, dengan Deon sebagai penerjemah, Deon bisa berbahasa Jepang karena itu adalah salah satu alasan Arnold menjadinya Asisten pribadi


Arnold juga mengusai 3 bahasa setelah bahasa Inggris, yaitu Jerman, Prancis, dan korea


Semua dia kuasai melalui les dari orang tuanya, kecuali Korea, dia belajar otodidak karena dia menyukai negara Korea, dan juga dia setidaknya harus mengerti satu bahasa dari Asia karena itulah dia memilih bahasa korea


Setelah menyepakati kerja sama antara Mr, Yamako, Mr Yamako berdiri dari kursinya


" senang bekerja sama dengan anda Mr Arnold, maaf bila saya pergi lebih dulu, karena saya harus terbang kembali Ke Jepang" Mr Yamako berbicara dalam bahasa Inggris dia mengulurkan tangannya dan Arnold membalasnya


" sama- sama Mr Yamako"


**


setelah kepergian Mr Yamako Arnold kembali duduk di kursi nya dan menarik nafasnya dalam


" apalagi jadwalku hari ini Deon?"


" tidak ada Tuan"


"duduklah, kita sekalian makan siang disini" Deon menatap jam ditangannya


" sekarang masih jam 11:30 Tuan"


Arnold tertawa pelan dan menatap Lucu Deon


" itu hanya 30 menit lagi, duduklah" Deon duduk di kursi yang dia duduki tadi


Arnold memanggil pelayan dan pelayan itu datang, tapi mata Arnold melihat sosok laki- laki paruh baya yang sedang duduk di meja didekat jendela


" paman Richard " Arnold berdiri dari kursinya


" Deon pesanlah, saya ada keperluan " Arnold langsung pergi dari sana, Deon hanya diam saja, dia tidak ingin banyak  bertanya dia tahu, Tuannya pasti ada urusan dan dia tidak perlu ikut campur


**


" paman " Richard menatap Arnold


" hei Arnold " Richard tersenyum dan mempersilahkan Arnold duduk, Arnold hanya menatap Pamannya datar dan duduk didepannya 


" kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Richard


" aku ada Metting disini kalau paman? "


" paman juga, Paman sudah lama tidak bertemu denganmu, bagaimana kabar Ramond dan ibumu?"


" baik"


" kenapa kamu tidak pernah kerumah paman lagi? setelah kamu menikah kamu melupakan Paman, Darwin selalu bertanya tentangmu" Richard meminum kopinya


" Paman, aku ingin bertanya padamu " Richard menaruh gelas kopinya dan menatap Arnold


" kenapa Paman mengatakan pada Papaku bahwa Adam menikahkan Allin denganku hanya untuk menghancurkan Perusahan Papa?"


" apa yang kamu bicarakan Arnold ?" tanya Richard bingung dengan perkataan Arnold


" Paman tolong, jangan bermain- main"


" Paman sungguh tidak mengerti, coba kamu jelaskan pelan- pelan" Arnold menarik nafasnya pelan, menahan emosinya


" Papa bilang padaku, bahwa Paman mengadu domba dirinya dan Adam Papa Allin"


" Paman sungguh tidak mengerti, Kemarin Papa baru bertemu dengan Adam untuk menjalankan proyek pembangun hotel di Paris" Arnold terdiam mencari kebenaran dimata Richard, tapi tidak ada kebohongan disana

__ADS_1


" Papa juga bilang Paman ingin menghancurkan dirinya dan mengambil alih perusahaan, karena itu dia ingin bersandiwara bersama Adam agar saling membenci agar Paman nyakin mereka bermusuhan"


" Ramond sialan apa yang dia katakan padamu adalah bohong"


" dia juga menjodohkanku dengan keponakan istri Paman bernama Luna, padahal dia tahu aku punya istri"


" keponakan istri Paman ? Maksud kamu Maria istri Paman?"


" iya"


" istri Paman adalah anak tunggal bagaimana mungkin dia punya keponakan, apalagi yang bernama Luna, Paman bahkan tidak kenal"


" jadi....Papa menipuku?" Arnold menggeram marah, dia memukul meja dengan keras, hingga gelas kopi Richard bergetar


" Ramond sialan, kamu sudah dibodohi olehnya, ayo kita pergi kerumahmu, beraninya dia mengatakan hal buruk tentangku"


**


Allin menatap bosan sekelilingnya, sudah dua jam dia duduk disana menunggu untuk mengajukan pembatalan pernikahan


**


Kate kembali menelpon Allin dan seperti mendapat air dipadang pasir, Allin mengangkat telponnya


" hallo"


" Allin syukurkah, kamu baik- baik saja?"


" ya, aku baik- baik saja"


" kamu sekarang ada dimana ?"


" dikantor catatan sipil"


" untuk apa?" tanya Kate bingung


" mengajukan surat pembatalan pernikahan "


" apa!"


" Kate maaf, sebentar lagi giliranku, aku matikan dulu ya"


Tittt....


telpon diputuskan Allin, Kate dengan cepat menelpon Deon kakaknya


" hallo kak, Allin sekarang dikantor catatan sipil, dia ingin mengajukan surat pembatalan pernikahan " Kate tidak mau memperlambat dan langsung mengatakannya, tidak ada suara Deon disana,


Titt....


telpon diputuskan Deon, Kate tahu kakaknya Pasti mendengarkan perkataannya


**


Deon dengan cepat keluar dari restoran mencari keberadaan Tuannya, dan dia melihat Arnold sudah akan masuk ke mobil bersama seorang pria paruh baya


" ada apa?"


" Nona Allin Tuan dia...."


" ada apa dengan dia?" tanya Arnold dengan cepat, jantungnya juga berpacu cepat melihat Deon yang terlihat gelisah


" dia sekarang dikantor catatan sipil, dia ingin mengajukan pembatalan pernikahan "


" apa!"


" ayo Tuan"  Arnold panik dan mendekati Richard


" Paman pergi dulu kerumah Papa, nanti aku menyusul " Arnold langsung masuk kemobil miliknya dan pergi dari sana


Arnold berteriak pada Deon disepanjang jalan


" cepat sedikit bawa mobilnya !"


" tambah lagi kecepatannya !"


" kalau aku dan Allin berpisah, kamu yang salah!!" Arnold sudah tidak bisa berpikir waras lagi, dia sungguh panik


**


Arnold langsung turun saat mobil sudah sampai dikantor catatan sipil, bahkan Deon belum mematikan mesin mobil


" Allin!" Arnold berteriak didalam kantor dan membuat orang menatapnya


" maaf Tuan, tolong jangan membuat keributan disini"


Allin kaget melihat Arnold yang berdebat dengan keamanan


" Allin!!" Allin meringis dan mendatangi Arnold


" Diamlah, kamu mengganggu" Arnold dengan cepat menatap Allin dan menariknya keluar


" apa yang kamu lakukan? Lepas!"


Arnold menariknya keluar dan menatap tajam Allin


" apa yang kamu lakukan?!" teriak Arnold marah, Allin tidak mau kalah dan membalas tatapan Arnold


" jawab! Kenapa kamu diam saja?!"


" kamu juga diam saat aku tanya, apa benar perkataan selingkuhan kamu waktu itu"


" dia bulan selingkuhan aku!"


Allin baru sadar bahwa mereka menjadi pusat perhatian orang-orang


" diamlah, malu dilihat orang" Arnold mendengus sinis mendengarnya,


" dia masih memikirkan orang lain, tapi tidak denganku "

__ADS_1


" kamu memang harus dihukum" Arnold menarik Allin dan menciumnya dengan kasar,



Allin yang tidak siap membesarkan matanya, sekarang mereka benar- benar menjadi pusat perhatian, Deon hanya menggelengkan kepalanya


"  Tuan Arnold sungguh sangat mencintai istrinya, dia tidak pernah melakukan hal gila semacam ini ditempat umum"


" Hpmhmp....Ar...nold.." Allin mencoba mendorong Arnold, tapi pria itu malah semakin memperdalam ciumannya, Allin sangat malu dan memilih memejamkan matanya, orang- orang berbisik dan membicarakan Arnold dan Allin yang masih berciuman


" sepertinya suami wanita itu tidak mau diceraikan, dan wanita itu ingin berpisah"


" suaminya tampan dan terlihat mapan kenapa dia ingin menceraikannya"


Arnold menarik bibirnya dan menatap Allin yang memejamkan matanya kuat, Arnold tersenyum dan menarik Allin kepelukkannya, Arnold menatap orang- orang disana


" dia tidak ingin menceraikanku, dia terlalu mencintaiku" orang disana menatap Arnold dan tersenyum


" baguslah, sebaiknya bicarakan baik- baik, jangan mengambil keputusan disaat sedang marah" orang- orang disana bubar dan menjauh, Allin mencubit Arnold


" Au..." Arnold menatap Allin yang menatap nyalang padanya Arnold mengecup cepat bibirnya


" Arnold !" teriak Allin kesal


" diamlah nanti orang berkumpul lagi"


" kamu....lepas!" Allin mendorong Arnold dengan kuat, tapi Arnold memeluknya dengan sangat erat, bahkan malah Allin yang kesakitan


" sayang dengar kita sudah dibodohi"


" kamu apaan sih, aku sudah menunggu dua jam disini, aku harus membuat pengajuan pembatalan pernikahan"


" Allin!!" Allin menutup kupingnya mendengar teriakkan Arnold


" sekali lagi kamu mengatakan hal itu, aku akan bercinta denganmu disini" kata Arnold dengan suara mengancam dan tatapan tajam, Allin jadi takut dan diam seperti patung


Arnold menahan senyumnya melihat Allin yang patuh


" Bagus...Ayo kita masuk ke mobil, aku akan menceritakan semunya padamu " Allin langsung pergi lebih dulu masuk ke mobil, dia tidak ingin ancaman Arnold tadi jadi kenyataan


Arnold tersenyum lebar dan menyusul Allin, Arnold duduk disamping Allin


" Deon kerumah Tuan besar" Deon langsung menancapkan gas, dan mobil mereka pergi dari sana


Arnold menatap Allin yang melihat keluar jendela, Arnold menggeser tubuhnya hingga menempel pada Allin, Allin menatap kesal Arnold


" menjauhkan"


" aku kan tadi mau bercerita "


Allin hanya diam dan mengalihkan matanya kembali keluar jendela


" pertama aku mau minta maaf karena aku bersikap dingin padamu selama beberapa hari ini, tapi sungguh itu juga berat untukku, aku harus menahan untuk tidak lari padamu dan menciummu"


Allin masih diam, mencoba mencari kesimpulan


" waktu kamu pergi bersama Mama hari itu, aku langsung kerumah Orang tuaku, aku bertanya kenapa mereka melakukan itu.....tapi Papa bilang padaku bahwa dia hanya bersandiwara saja, dia tidak benar- benar ingin kita berpisah" Allin menatap Arnold, Arnold juga menatap Allin dan menggenggam tangannya


" Papaku bilang bahwa Paman Richard mengatakan bahwa Papamu menikahkan kamu denganku hanya untuk menghancurkan Papa dan  Mengambil alih


perusahaan"


" Papa juga memintaku untuk berpura- pura membencimu, agar Paman Richard berpikir bahwa keluarga kita bermusuham"


" apa motif Papamu?"


" dia hanya ingin mencari kebenaran dan bukti bahwa Richard ingin menghancurkannya, dia ingin aku menjauhi mu selama tiga bulan, Ck...yang benar saja, aku Pasti sudah gila bila aku sanggup tiga bulan pisah darimu"


Allin mencibir Arnold dalam hati mendengar nada berlebihan dari Arnold, dia terkesan sangat menderita


" jadi Paman kamu...."


" tidak jangan berpikir buruk tentangnya, di juga korban disini, sepertinya Paman tidak tahu apa-apa"


" jadi kamu dan wanita itu?!" Allin marah mengingat wanita bernama Luna tersebut, dia melepaskan genggaman tangan Arnold ditangannya


" tidak sayang, dia juga bagian dari sandiwara " Arnold dengan cepat menarik Allin mendekat dengan memeluk pinggangnya


" kamu pikir aku bodoh"


" aku tidak bohong, Papa bilang padaku bahwa dia keponakan dari istri Paman Richard, makanya aku harus berpura- pura bersamanya, tapi untung saja aku bertemu Paman Richard hari ini, Ternyata wanita itu bukan keponakan istrinya, Papa telah menipu kita"


" jadi maksud kamu Papaku terlibat?"


" maaf sayang, tapi iya Papamu terlibat" Allin menatap keluar jendela berpikir keras tentang semunya, kenapa semua terasa rumit dipikiran Allin,


" sekarang kamu percayakan sama aku sayang?"


Allin mengalihkan matanya menatap kesal Arnold yang sudah menciumi wajahnya


" menjauhlah" Allin mendorong Arnold hingga ke ujung tempat duduk, Arnold menatap tidak percaya Allin dan menatap kesal pada wanita itu


" jangan sentuh aku, aku tidak bisa percaya begitu saja dengan perkataanmu"


" kenapa kamu begitu kejam padaku? aku sudah sangat rindu untuk menciummu"


" kamu pasti sudah mencium wanita bernama Luna itu"


" aku tidak pernah mencium wanita selain kamu"


Allin menatap kedepan, disana Deon tersenyum menatap dirinya dan Arnold yang berdebat dari kaca spion, Allin meringis malu dan menatap Arnold


" nanti saja berdebat nya "


Arnold berdecak lalu kembali menempelkan tubuhnya pada Allin, Allin membiarkannya saja


Cup


Arnold mencium cepat pipi Allin, Allin menatap kesal Arnold yang berpura- pura seperti orang bodoh

__ADS_1


__ADS_2