ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
56 END


__ADS_3

Allin sudah selesai menyiapkan makan malam dan duduk disamping Arnold


Arnold hanya menatap Allin dengan pandangan penuh cinta, Allin melirik Arnold dan mengerutkan dahinya


" apa ada masalah dikantor?"


" tidak"


" bagaimana dengan Kate?"


" dia sudah cuti untuk melahirkan"


Allin menghadap Arnold dan menatapnya serius


" aku boleh kerja lagi?"


" tidak"


" aku merasa bosan dirumah, sebentar lagi juga Arlan akan masuk sekolah, aku akan kesepian nantinya"


" Mama telpon aku dia ingin cucu perempuan " Allin menatap Arnold dengan mata besar mendengar itu, Arnold bicara itu juga tidak bohong, memang sudah setahun ini Aura mendesak Arnold dan Allin memberinya cucu perempuan, dan juga ini salah satu cara Arnold agar Allin tetap dirumah, Arnold juga ingin mempunyai anak perempuan yang cantik seperti ibunya


Allin menghembuskan nafasnya pelan


" iya kalau perempuan kalau laki-laki bagaimana?"


" kita coba lagi"


" dan kalau masih laki-laki?"


" usaha lagi "


" dan kalau masih -masih laki-laki?"


" coba lagi, lagi dan lagi" Allin menyipitkan matanya menatap Arnold


" itu maunya kamu iya kan ?"


" tidak itu Mama yang mau, aku hanya mencoba menjadi anak yang berbakti"


" Aalaaah...alasan saja, memangnya kamu sanggup membiayakan kami semua nantinya, misalkan lima orang."


" jangan kan lima anak, sepuluh juga aku sanggup "


" ya kalau kamu menyanggupinya tidak masalah" Arnold tertegun bahagia mendengar itu


" kamu serius?"


" iya" Arnold dengan cepat menggendong Allin ingin membawanya kekamar, tapi Allin menahan tangan Arnold


" nanti makan dulu "


" aku tidak lapar"


" Arnold "


" baiklah" Arnold duduk kembali dan mencuri kecupan dibibir Allin


Arnold makan dan Allin berdiri dari kursi


" kamu mau kemana?" tanya Arnold dengan cepat setelah melihat Allin berdiri


" mengambil minuman untuk kita"


" oh Ok"


**


Arnold sudah selesai makan dari tadi, dia makan secepat kilat dan sekarang sedang menunggu Allin yang makan dengan sangat lambat (menurut Arnold ya ini)


" cepat sedikit makannya sayang"


Allin menatap Arnold dan meminum air putih


" aku baru makan 5 menit"


" tapi seperti sudah satu jam"


Allin tersenyum dan kembali makan, Allin melirik Arnold dengan ekor matanya, Arnold terlihat sangat frustasi sekarang


" sabar, orang sabar disayang Tuhan"


Allin sudah selesai makan dan membawa piring kotor miliknya ke tempat cucian piring, Arnold berdiri dan menghampiri istrinya,


" tidak perlu cuci piring " Allin menatap Arnold kemudian menatap cucian piring didepannya


" baiklah" Arnold langsung menggendong Allin untuk pergi kekamar, Allin hanya tersenyum melihat sikap antusias suaminya


Mereka sudah sampai dikamar dan Arnold langsung menerjang Allin diatas kasur, Allin hanya diam saja membiarkan Arnold melakukannya


Arnold menatap Allin dengan pandangan yang sudah bergairah, Arnold mengecup pelan bibir Allin dan mulai membuka kancing baju milik Allin dengan sesekali menciumi wajah istrinya


" Mama!"


Allin yang sedang membuka kancing baju Arnold terhenti dan menatap arah pintu kamar


" Mama" Arnold dan Allin saling pandang lalu Arnold menghembuskan nafasnya kecewa, Allin yang melihat wajah kecewa Arnold mengusap pipinya


" aku keluar dulu" Allin mengecup pelan bibir Arnold dan berdiri dari kasur, Allin berjalan karah pintu kamar dan membukanya


Disana berdiri Lucas yang sedang menggendong Arlan,


" maaf, Arlan bilang dia mau minum susu coklat, aku sudah mencarinya didapur tapi tidak menemukannya"


" harusnya aku yang minta maaf, Arlan mau minum susu? ayo Mama buatkan buat Arlan"


Allin mengambil alih Arlan dari gendongan Lucas dan membawanya pergi, Lucas melihat arah kamar Allin dan melihat Arnold yang berdiri didepan balkon tanpa menggunakan baju


" aku tahu situasinya sekarang"


Lucas tersenyum dan turun menyusul Allin dan Arlan


Dibawah Allin sudah membuatkan Arlan susu dan menaruhnya diatas meja makan, Arlan yang duduk dimeja makan langsung mengambil minuman favoritnya itu


" pelan-pelan" Lucas juga duduk dimeja makan dan menatap Allin yang terlihat tidak nyaman


" pergilah aku akan menjaga Arlan" Allin menatap Lucas dan menggeleng


" tidak, kamu yang pergi kekamar tamu dan istirahat"


" hei jangan membantah, pergilah suamimu sedang frustasi dan akan melompat dari balkon "


" kamu jangan bercanda"


" tidak, mungkin kaki kirinya sudah keluar dari pembatas balkon sekarang"


Allin tahu perkataan Lucas hanya candaan semata, tapi entah kenapa dia merasa dia harus menemui Arnold


Allin melihat Arlan kemudian menatap Lucas yang menganggukkan kepalanya


Allin pergi dari sana menuju ke kamar nya, Arlan yang melihat ibunya pergi memanggil Allin


" Mama!" Lucas dengan cepat berdiri dari kursinya dan meminumkan Arlan susu coklatnya miliknya


Arlan meminum susu Favoritnya itu sampai habis dan setelah dia selesai dia menatap kesal pada Lucas, Lucas tersenyum melihat kekesalan Arlan


" Arlan mau sama Mama" Arlan turun hendak pergi menyusul Allin tapi Lucas dengan cepat menggendong Arlan


" turunkan Arlan, Arlan mau sama Mama"


" Arlan jangan ganggu Mama sama Papa Arlan"


" tidak mau! Arlan mau  ketempat Mama"


Lucas menurunkan Arlan dan mendudukkanya di kursi makan, lalu Lucas berjongkok didepan Arlan


" Arlan dengarkan Paman ya, Arlan mau punya adik ?"


Arlan menatap Lucas dan malah kembali bertanya

__ADS_1


" Paman mau Kasih Arlan adik?"


" tidak...bukan Paman tapi Mama sama Papa Arlan"


" memangnya dimana ada jual adik?"


" adik tidak dijual, Mama sama Papa Arlan yang buat"


" Mama sama Papa?"


" iya, kalau Arlan mau tidur sama Paman malam ini, Arlan pasti dapat adik mau kan?"


" Paman jangan bohong ya?"


" iya"


" Arlan mau adik perempuan yang cantik"


" iya Arlan percaya sama Paman, Arlan akan dapat adik perempuan yang cantik, tapi janji jangan ganggu Papa sama Mama, Ok"


" Ok"


**


Allin masuk kedalam kamar dan melihat Arnold yang sudah tidur dengan selimut ditubuhnya


Allin berjalan mendekat dan duduk disamping Arnold berbaring, Allin berpikir sejenak


" Arnold baik-baik saja, aku hanya terlalu parno saja, lebih baik aku kembali turun untuk melihat Arlan"


Allin berdiri hendak pergi tapi suara berat dengan penuh tekanan menghentikannya


" kamu mau kemana ?" Allin berbalik dan menatap Arnold yang sudah menatapnya dengan posisi masih berbaring


" aku kira kamu sudah tidur"


" kenapa lama?"


" hah?"


" Arlan cuman mau susu coklat, tapi kamu pergi sangat lama, aku bahkan berpikir untuk melompat dari balkon" Allin kaget mendengar itu dan kembali duduk dikasur


" jadi benar perkataan Lucas kamu mau terjun dari Balkon"


" Lucas?"


" iya dia bilang kamu sedang frustasi sekarang dan akan melompati pembatas balkon"


" apa? Lucas itu dia telah bicara bohong padamu, aku tidak ingin melompat, aku hanya sedikit kesal saja"


" kamu jangan marah terus sama Lucas, dia yang yang memintaku untuk kembali kesini dan dia yang akan mengurus Arlan malam ini"


" benarkah?"


" iya, dia sudah menolong kita banyak sekali, kamu jangan bersikap dingin padanya"


" kamu benar, dia tidak melakukan apa-apa, hanya aku saja yang terlalu berlebihan tapi kamu tidak marah kan?"


" tidak, aku terlalu mencintaimu"


Mendengar itu membuat Arlan kembali semangat dan membara, Arlan langsung menarik Allin berbaring dan menyelimuti mereka berdua


Allin tersenyum geli saat Arnold menciumi lehernya, Allin mendorong Arnold dan berbalik menindihkanya, Allin membuka bajunya dengan mata Arnold yang tidak lepas dari tindakkan Allin


Setelah selesai, Allin menangkup wajah Arnold dan menciumnya dengan dalam,


" kamu sudah berani ya sekarang" kata Arnold dengan senyum menggoda



Arnold membalas ciuman Allin dan kembali membalik posisi, dia ingin menjadi yang berkuasa atas istrinya,


" aku mulai ya?"


" iya"


" iya"


" bilang dulu Arnold aku mencintaimu"


" aku mencintaimu Arnold " Arnold tersenyum puas dan mencium seluruh wajah istrinya


" aku lebih mencintaimu sayang"


" sayang?"


" Allin Gall istriku"


**


Allin melepaskan pelukkan Arnold padanya dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi


" huekk...huekk..." Allin merasa mual dan mencoba memuntahkannya tapi yang keluar hanya cairan bening saja


" aku merasa pusing" Allin berdiri dengan tidak seimbang dan mencoba mencari pegangan


Allin memegang sudut wastafel dan memijit pelipisnya, Allin berjalan kearah pintu bermaksud untuk meminta bantuan pada Arnold tapi sebelum Allin sempat memanggil Arnold dia sudah jatuh kelantai dan tak sadarkan diri


Arnold meraba sisi tempat tidur disampingnya dan membuka mata saat tidak merasakan keberadaan istrinya


" sayang" Arnold mendudukkan dirinya dan menatap sekeliling kamar, Arnold melihat jam diatas nakas


06:45


Arnold turun dari ranjang, dia memakai baju kaos untuk menutupi tubuh telanjangnya dan pergi kearah pintu bermaksud mencari istrinya dibawah, tapi kemudian dia terhenti dan berubah tujuan kearah kamar mandi karena dia tiba-tiba ingin buang air kecil


Arnold sudah sampai dan membuka pintu kamar mandi, mata Arnold terbuka lebar dan langsung belari mendekati Allin yang terbaring dilantai kamar mandi


" sayang_!" Arnold membawa kepala Allin di pangkuannya dan menepuk pelan pipi istrinya


" sayang bangun"


" sayang" Arnold langsung mengangkat Allin dan membawanya turun, perasaan Arnold sekarang penuh kekhawatiran dan pikiran negatif tentang istrinya, rasa takut dan was-was hinggap dihatinya


" sayang"


Dada Arnold terasa sakit dan sesak terakhir dia merasakan hal ini saat Allin terbaring dirumah sakit karena perbuatan Yura 4 tahun yang lalu, dan rasa itu kembali hadir saat ini


Arnold mengambil kunci mobil dan langsung membawa Allin kerumah sakit


Lucas membuka matanya saat mendengar suara mobil  dan menatap Arlan yang masih tidur dengan lelap


" siapa yang pergi pagi-pagi?"


**


Arnold menggendong Allin dan berteriak memanggil dokter


" dokter !"


" dokter " para perawat datang dan membantu Arnold


" tolong istri saya "


" baiklah, Tuan tenang dulu , kami akan memeriksanya dulu"


Allin dibawa kedalam ruangan dan diperiksa, Arnold berjalan mondar-mandir dengan risau, dia tidak perduli lagi dengan pakaian yang dia kenangkan, baju kaos hitam yang terlihat kusut dengan rambut yang berantakkan, Tapi dipikran Arnold hanya Allin,


Setelah 30 menit dokter yang memeriksa Allin keluar, Arnold dengan cepat mendatangi dokter tersebut


" bagaimana istri saya dokter?" tanya Arnold dengan tidak sabar


" Tuan tenang dulu ya, istri tuan baik-baik saja, dia hanya sedikit kekurangan gizi karena dia sedang mengandung"


" apa! Mengandung?"


" iya, istri tuan sedang mengadung, usia kehamilannya sudah 3 minggu"


Seperti awan mendung yang berganti pelangi, jiwa Arnold berbunga dan cerah mendengar itu

__ADS_1


" benarkah?"


" iya Tuan, sekarang Tuan boleh untuk menemui istri Tuan"


" terima kasih Dokter"


" sama-sama"


Dokter tersebut pergi dari sana dan Arnold langsung masuk kedalam kamar inap Allin, mata mereka bertemu saat Arnold baru saja masuk kesana, Allin sudah sadar dengan selang infus ditangannya


Arnold berjalan cepat dan langsung menciumi wajah istrinya, Allin tersemyum dengan bibirnya yang pucat


" aku takut sekali tadi, aku kira hal buruk telah terjadi"


" maaf ya kamu jadi khawatir "


" Allin aku sangat mencintaimu, aku merasa beruntung mempunyai kamu sebagai wanitaku"


" apa yang kamu bicarakan? aku jadi malu" Arnold tersenyum dan mengcup berkali-kali bibir istrinya


" istirahatlah, jangan banyak bergerak, selama aku dikantor apa kamu tidak makan dengan benar?"


" aku makan dengan benar, hanya saja aku tidak beselera makan berberapa hari ini"


Arnold menghembuskan nafasnya pelan mendengar itu, Arnold mengusap lembut perut Allin dan menciumnya, Allin yang melihat itu menatap bingung Arnold


" kamu harus makan meski kamu tidak ingin, karena anak kita butuh asupan yang bergizi"


Allin yang awalnya tidak mengarti mulai paham keadaanya, Allin menatap lebar pada Arnold dengan antusias yang besar


" aku hamil?"


" iya sayang, kamu hamil anak kita"


" benarkah?"


" iya" Allin tersenyum dan mulai menangis, Arnold yang melihat itu menghapus air mata istrinya


" jangan menangis"


" aku hanya terlalu bahagia"


Arnold tersenyum dan mencium Allin dengan ciuman yang lembut


**


Semua orang datang dengan tergesa-gesa dan langsung masuk kedalam ruang inap Allin


" Allin!"


" Mama!" teriak Arlan


Kedua orang tua Allin datang, dan juga orang tua Arnold serta Ella, Lucas juga datang bersama Arlan


Allin tersenyum dengan lebar melihat semua orang ada disana, Arlan turun dari gendongan Lucas dan berlari mendekati ibunya


" Mama" Arlan memeluk Allin dan mencium pipinya


Orang tuan Arnold dan Allin mendekat dan mengelilingi Allin, Arnold dan Lucas berdiri berdampingan melihat itu, Lucas menatap Arnold dan menggodanya


" kamu sangat hebat, baru malam tadi melakukannya tapi pagi ini Allin sudah mengandung" Arnold menatap Lucas dan tersenyum


" itulah kelebihanku yang tidak kamu miliki" Lucas tersenyum dan mengalihkan matanya menatap wanita muda dengan celana Jans dan jaket denim


" siapa dia?" tanya Lucas pada Arnold, Arnold melihat siapa orang yang dimaksud Lucas


" dia Ella adik perempuanku "


Lucas tersenyum menatap Ella yang menangis karena Allin juga menangis 


" gaya pakaiannya dan wajahnya terlihat seperti dia wanita yang Cool dan Jaim, tapi ternyata dia lucu dan manis"


**


orang tua Allin dan Arnold sudah pulang lebih dulu tinggal Arnold, Allin, Arlan, Ella dan Lucas


" Arlan akan punya adikkan Mama?" tanya Arlan pada ibunya


" iya" Arlan tersenyum dan menatap Lucas


" terima kasih ya Paman" Arnold menatap Arlan dan Lucas bergantian mendengar itu


" kenapa kamu berterima kasih pada Paman? harusnya sama Papa" kata Arnold tidak terima


" kata Paman, kalau Arlan mau tidur sama Paman dan tidak mengganggu Papa sama Mama, Arlan akan punya adik"


Arnold menatap Lucas dengan pandangan berbeda


" pintar juga Lucas dia terlihat seperti aku"


" Arlan juga tidak mau ganggu Paman sama Bibi Ella, supaya Paman juga punya Baby"


Semua orang disana terdiam mendengar itu, Ella terdiam mematung mendengar itu sedangkan Lucas menatap Ella dan tersenyum, Ella yang melihat senyum Lucas menatapnya ngeri


" kenapa kamu senyum-senyum ?" Tanya Ella kesal


" tidak ada"


" dasar orang aneh"


Allin mengusap punggung anaknya dengan sayang


" Arlan tidak boleh bicara seperti itu, Paman sama Bibi Ella kan belum menikah"


" kalau begitu nikah saja " kata Arlan polos


" kamu mau?" tanya Lucas pada Ella, Ella menatap ngeri Lucas dan menyilangkan tangannya


" No! Aku sudah punya suami, namanya Lee Jong Suk"


" Lee Jong Suk?"


" dia aktor drama korea " sambung Allin, Lucas terlihat tidak senang dan menatap kesal Ella


Ella yang melihat itu bertambah ngeri


" gila ni orang"


**


Ella dan Lucas sudah pergi dan Arlan juga sudah tidur, Saat Ella pergi Lucas langsung menyusul pergi juga


" aku tidak setuju Ella sama Lucas"


" kenapa? Hanya karena kamu tidak menyukai  Lucas?"


" iya"


" Lucas pria yang baik dan aku nyakin kamu juga tahu, jadi kita tidak perlu ikut campur, biar Lucas dan Ella yang memutuskan"


Arnold menghembuskan nafasnya dan duduk disamping Allin


" iya-iya, sekarang kamu tidur ya"


Arnold mengangkat Arlan dan memindahkannya di ranjang yang lain, karena Arnold ingin tambahan ranjang ( sudah seperti hotel saja rumah sakit dibuat Arnold )


" kenapa kamu pindahkan Arlan?"


" karena aku mau tidur bersamamu" Arnold langsung berbaring dan memeluk Allin, mata mereka menatap penuh cinta dan ke bahagiaan


" aku sangat mencintaimu Allin"


Allin tersenyum dan menyentuh wajah Arnold


" aku juga mencintaimu Arnold" Arnold mendekatkan wajahnya dan mereka berciuman dengan perasaaan bahagia dan penuh cinta


END


__ADS_1


__ADS_2