![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Arnold turun dari mobilnya setelah dia sampai di rumah orang tuanya
" Ma! Pa!"
Arnold langsung masuk ke dalam rumah dengan memanggil orang tuanya
" Arnold" Arnold melihat ibunya yang baru saja turun dari lantai atas
" Ma.. Mana Papa?" Arnold langsung bertanya tentang ayahnya
" Papa kamu lagi kekantor, kan kamu yang izin tidak masuk tiga hari"
Arnold mengehela nafasnya pelan dan duduk disofa
" Ma, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ?" ibu Arnold duduk disamping anaknya dan menatap bingung dengan pertanyaan Arnold
" apa benar Papa ingin aku dan Allin berpisah ?"
" iya" Arnold langsung menatap intens ibunya
" apa maksud Mama?" tanya Arnold dengan suara sedikit keras, dia sungguh tidak habis pikir dengan apa yang dia dengar, ingin memisahkannya dengan Allin? Itu tidak akan pernah terjadi
Ibu Arnold menghadap anaknya dan menggenggam tangan Arnold
" kamu jangan marah dulu "
" bagaimana aku tidak marah saat kalian ingin aku berpisah dengan Allin"
" Mama tidak bisa menjelaskan padamu, tunggu Papamu pulang saja dari perusahaan"
" baiklah kalau begitu, aku akan kerumah orang tua istriku untuk menjemputnya "
" tidak.... Arnold jangan" Arnold yang sudah hampir berdiri dari sofa kembali duduk dan menatap ibunya dengan tatapan bertanya
" kenapa ? Kenapa aku tidak boleh menjemput istriku ?"
" ini sangat rumit untuk dijelaskan"
" apa karena perjanjian kami?" tanya Arnold yang menyangka semua hal yang terjadi karena surat perjanjian pernikahan antara dirinya dan Allin
" pernjian apa yang kamu maksud ?" Arnold mengerutkan dahinya bingung
" kalau bukan karena perjanjian pernikahan kami, lalu karena apa?"
Arnold sungguh bingung dengan situasi yang terjadi
" aku akan datang lagi kesini setelah Papa pulang "
Arnold berdiri dari sofa
" kamu mau kemana ?"
" menjemput istriku "
" Mama bilangkan jangan!"
" sebenarnya apa yang terjadi Ma? Kenapa aku tidak boleh menjemput istriku"
Mama Arnold menghela nafasnya kasar, dia mengambil ponsel di atas meja ruang tamu dan menelpon suaminya
" Hallo"
" ada apa?"
" Arnold sekarang ada dirumah"
" biarkan saja"
" dia mau menjemput istrinya "
" ck...anak itu, tunggu aku selesai dengan pekerjaanku"
Arnold hanya memperhatikan ibunya dengan tatapan penuh pertanyaan
" kamu tahu Arnold itu keras kepala"
" ya baiklah, aku akan pulang sekarang, kamu tahan dia dulu ya sayang, I love You"
" I love you too"
Arnold tersenyum masam ditempatnya, disaat berada di situasi yang serius saja, kedua orang tuannya sempat- sempat saja bermesraan
__ADS_1
Ibu Arnold menutup telponnya dan menatap Arnold yang menunggu jawaban darinya
" Papamu akan pulang sebentar lagi"
" aku sungguh bingung dengan semua ini, aku harap kalian tidak benar- benar ingin aku berpisah dari istriku" Arnold kembali duduk disofa dengan perasaan kacau, dia menatap jam ditangannya
" baru satu jam Allin pergi dariku aku sudah sangat rindu padanya"
**
Arnold menatap ayahnya yang berjalan dengan santai mendekatinya
" sayang tolong buatkan aku minuman" kata Ayah Arnold pada istrinya
Ibu Arnold langsung berdiri dan pergi dari sana, Arnold menatap ayahnya dengan intens
Ayah Arnold duduk didepan anaknya dan menatap Arnold tidak kalah intens
" Papa ingin kamu pisah dengan Allin"
Arnold yang mendengar itu mendengus sinis dan menyandarkan punggungnya
" kenapa?"
" Richard memberitahu Papa bahwa Adam menjodohkan anaknya padamu hanya untuk menjatuhkan Papa dan mengambil alih perusahaan"
" dan Papa percaya dengan perkataan paman Richard"
" tidak"
" jadi kenapa Papa ingin aku berpisah dengan istriku?!" Arnold meninggikan suaranya tidak terima dengan apa yang terjadi
" Arnold pelankan suaramu bila berbicara pada Papamu" Ibu Arnold menegur Arnold saat dia baru tiba membawa minuman dan meletakknya diatas meja didepan suaminya, lalu Ibu Arnold duduk disamping suaminya
" bagaimana aku tidak marah kalian meminta aku bercerai dari istriku"
" kami tidak meminta kamu bercerai dari istrimu , kami hanya ingin kamu berpisah saja"
" maksud Papa apa? jangan membuat aku tambah bingung"
" begini....kita semua tahu bahwa Richard ingin memilik perusahan milik Papa, dia memang mempunyai perusahan sendiri tapi kamu tahu bahwa dia menjalankan bisnis di bidang yang sama dengan kita, dia ingin mengambil alih perusahaan Papa"
" kamu jangan terlalu baik padanya, Papa lebih tahu adik Papa sendiri dari kamu"
" jadi maksud Papa sesungguhnya disini apa?"
" kamu mejauhlah dari istrimu untuk berberapa waktu"
" apa yang Papa katakan? Aku tidak akan melakukan itu"
" Papa sudah sepakat dengan Papanya Allin agar kami bersandiwara untuk bermusuhan dan otomatis kamu harus berpisah dengan Allin untuk sementara"
" hal koyol apa ini Pa, kenapa harus aku dan Allin"
" ini sudah keputusan antara Papa dan Papanya Allin"
" aku tidak mau melakukannya, aku tidak mau berpisah dari istriku bahkan hanya untuk sehari"
" hanya sampai Papa memiliki bukti bahwa Richard ingin mengambil perusahaan kita"
" bukankah ini terlalu berlebihan"
" kamu dengarkan Papa, ini tidak hanya keputusan Papa tapi juga orang tua Allin"
" tapi aku tidak ingin berpisah dari Allin"
" baiklah kalau begitu, kamu bisa bertemu Allin setiap hari tapi dengan satu syarat Allin tidak tahu dengan ini, dia tidak tahu bahwa Papa dan kedua orang tuannya hanya bersandiwara dan kamu juga harus berpura- pura membenci Allin"
" Apa- apaan ini! aku tidak mau melakukannya untuk apa aku bertemu dengannya kalau aku hanya bersikap benci padanya "
" seterah kamu, kamu mau ketemu dia tapi dia tidak tahu kamu bersandiwara, atau dia tahu tapi kalian tidak boleh bertemu "
" tapi kenapa Allin tidak boleh tahu dengan ini? nanti dia bisa salah paham denganku Pa"
" tidak, Allin terlihat tidak bisa bersandiwara, Papa takut dia akan mengacaukan segalanya "
" Papa jangan berbicara buruk tentang istriku " Arnold kesal saat mendengar Papanya mengatakan bahwa Allin mengacau
" Arnold dengarkan Papa, ini demi kita demi perusahaan kita, lagian juga Orang tua Allin tahu yang sebenarnya jadi kamu tidak perlu takut"
" baiklah, tapi aku masih bisa menelpon istriku kan?"
__ADS_1
" tentu saja tidak , kamu harus bersikap acuh padanya selama tiga bulan"
" tiga bulan ? Pa...jangan bercanda "
" tidak , ini hanya sebentar, Papa hanya ingin memastikan apa Richard sungguh ingin menghancurkan Papa"
Arnold menarik nafasnya kasar
" tiga bulan? Itu terdengar sebentar bagi orang lain, tapi tidak denganku "
" dan Papa juga mencarikan seorang wanita untukmu, dia keponakan dari istri Richard"
" Apa! Seorang wanita! Pa...apa Papa tidak memikirkan perasaan istriku"
" semua akan baik- baik saja, orang tua Allin mengetahui semuanya"
**
Allin berjalan mondar- mandir didalam kamar, ini sudah dua jam tapi Arnold belum mejemputnya juga
" kenapa dia belum juga datang? Dia sudah berjanji untuk menjemputku segera"
" sayang, ayo makan dulu" ibunya Allin masuk kekamar dan mendekati Allin
" iya, Mama pergilah dulu, nanti Allin menyusul"
" baiklah kalau begitu" ibu Allin pergi dari sana
Allin mengambil ponselnya dan menelpon Arnold
**
Arnold menatap ponselnya diatas meja, Arnold melihat nama yang tertera disana
My Wife Calling
Saat Arnold akan mengambil ponsel tersebut Ayahnya lebih dulu mengambil ponsel tersebut dan mematikannya
" Mulai sekarang, kamu tidak boleh menelpon dia lagi, kamu bisa bertemu dia dikantor besok, dia masih akan bekerja disana, tapi kamu harus bersikap acuh padanya"
Arnold menatap ponselnya dengan sedih
" maaf sayang"
**
Allin mencoba kembali menelpon Arnold tapi telpon Arnold tidak aktif
" kemana Arnold ? Kenapa ponselnya tidak aktif "
**
Allin sedang makan bersama kedua orang tuanya, Allin menatap Ayahnya dan bertanya
" Papa apa benar Kedua orang tua Arnold ingin aku dan Arnold berpisah? "
" iya" Allin langsung kehilangan selera makannya
" tapi kenapa ?"
" dia berpikir bahwa Papa menjodohkan kamu dengan Arnold hanya untuk menghancurkannya dan mengambil alih perusahaan "
Allin terdiam tidak menyangka ayah Arnold akn berpikir seperti itu tentang keluarganya
" jadi kamu menjauhlah dari Arnold "
" aku tidak mau "
" kamu harus mau, apa kamu mau mereka menganggap Papa sebagai orang yang ingin mengambil perusahaan mereka?"
" tidak"
" maka dari itu menjauhlah dari Arnold "
" tapi aku bekerja disana, apa aku juga harus berhenti bekerja "
" tidak, kamu tidak perlu berhenti, bila kamu berhenti mereka akan berpikir bahwa kita sungguh ingin mengambil perusahaan mereka "
Allin tersenyum mendengarnya
" jadi aku masih bisa bertemu Arnold, aku nyakin Arnold percaya bahwa keluargaku tidak seperti yang orang tuanya tuduhkan"
__ADS_1