![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Allin sedang duduk dipinggir kolam sambil memainkan air dengan kakinya
" aku merasa bosan dirumah"
Tingg....
Allin memutar kepalanya saat mendengar suara bel
" siapa yang datang? " Allin berdiri dan mengeringkan kakinya menggunakan handuk
Allin berjalan dengan cepat saat mendengar suara Bel kembali
" iya tunggu sebentar!"
Allin membuka pintu dan tersenyum melihat siapa yang datang
" Mama" Aura masuk dan mencium pipi Allin
" Mama tadi telpon Arnold dia bilang kamu ada dirumah"
" iya"
" dia bilang pada Mama kalau kamu tidak enak badan, kenapa?"
" duduk dulu Ma" Allin membawa Aura untuk duduk disofa ruang tamu
" tidak hanya sedikit mual saja"
" mual?!" kata Aura berdiri dari duduknya
" iya, dari pagi sudah mual...." belum selesai Allin bicara Aura sudah membantu Allin berdiri
" ayo kita kerumah sakit"
" tidak Ma, Aku baik-baik saja"
" tidak ayo" Aura membantu Allin berjalan, Allin merasa tidak enak
" aku bisa jalan sendiri Ma"
" kamu harus hati- hati"
**
Aura dan Allin sudah sampai dirumah sakit, sekarang mereka sedang menunggu hasil dari Dokter
" sayang!" Arnold datang dengan terburu- buru menghampiri Allin dan Aura, Allin kaget melihat Arnold yang datang dengan tergesa
" kamu tidak apa-apa kan?" Arnold menyentuh wajah Allin dan mengusapnya
" kamu kenapa bisa ada disini?"
" Mama yang memberitahuku "
Allin tersenyum dan menatap Aura
" Mama hanya terlalu khawatir, kamu tidak perlu datang kesini"
" tapi kamu benarkan tidak apa-apa?"
" iya" Arnold menghembuskan nafasnya lega dan duduk disamping Allin
" aku takut sekali tadi, aku kira terjadi sesuatu padamu " Arnold mencium pipi Allin mencoba untuk menenangkan jantungnya
" Arnold ....Mama juga ada sini" Aura merasa kesal karena dia diabaikan
" Mama kenapa bawa Allin kerumah sakit, aku sangat khawatir"
" Mama bawa Allin untuk...." Aura berhenti bicara saat seorang suster datang
" mari, dokter Kenzo menunggu anda didalam"
Aura membantu Allin berdiri dan membawanya masuk, Arnold tidak mau ditinggal dan menyusul masuk
Arnold duduk disamping Allin, Arnold menatap dokter tersebut
" dia pria, berarti tadi dia menyentuh istriku "
Arnold menjadi kesal memikirkan itu, dia bersandar dan mulai bersikap menyebalkan
" baiklah, pertama saya mau mengcapkan selamat dulu" Kenzo tersenyum menatap Allin, Arnold bertambah kesal melihat itu
" matamu dokter tolong jangan pandang istri saya"
" hasil tes menunjukkan kalau Nona Allin posetif mengandung"
Arnold, dan Allin kaget mendengar itu, Aura tersenyum lebar mendengar itu
__ADS_1
" kamu dengar sayang, kamu hamil" Aura memeluk Allin yang masih terpaku
" ini benarkan dokter?" tanya Arnold tidak nyakin, Kenzon tersenyum dan mengangguk, dada Arnold mengembang merasa sangat bahagia
**
" aku bisa sendiri Ma" Aura membawa Allin untuk masuk kedalam mobil, Arnold yang melihat itu menghentikan ibunya
" Allin pulang denganku saja Ma" Arnold berdiri disamping Allin dan menyentuh tangannya, Arnold dari tadi sudah menahan rasa bahagianya, dia ingin sekali mencium Allin dan memeluknya setelah mendengar Allin hamil, tapi ibunya selalu saja menempel pada Allin
" tidak, mulai sekarang Allin akan tinggal sama Mama
" apa?"
" ayo sayang" Aura membantu Allin masuk kedalam mobil
" tunggu Ma, Allin akan pulang sama aku " Arnold membawa Allin kembali keluar dari mobil
" tidak Arnold, Allin akan lebih aman kalau dirumah Mama"
" tapi Allin istriku Ma, Aku mau Allin pulang sama aku" Arnold memeluk pinggang Allin menahan Allin di sisi nya
" kalau begitu biarkan Allin memilih mau pulang sama Mama atau kamu?" Arnold dan Aura menatap Allin, Allin yang masih sedikit surprise dengan kehamilannya menatap Arnold dan Aura bergantian
" Jawab sayang kamu mau ikut Mama kan?"
" Sayang, kita punya rumah kenapa kamu harus ke rumah Mama" Aura menatap kesal perkataan Arnold katena itu bisa membuat Allin tidak ingin ikut dengannya
Allin merasa bingung untuk menjawab dia sebenarnya ingin pulang bersama Arnold tapi tidak enak untuk menolak Aura
" kamu harus kekantor setiap hari, bagaimana kamu akan menjaga Allin"
" Allin akan ikut aku kekantor, dia akan diruanganku"
" Allin akan merasa bosan hanya didalam sana, itu tidak baik buat kehamilannya "
Allin merasa tidak nyaman membahas hal sepeti itu diparkiran rumah sakit
" kita pulang saja dulu, tidak enak dilihat orang"
" ini karena Arnold "
" kenapa aku yang salah? Mama yang memulainya"
Allin menghentikan perdebatan ibu mertuanya dan suaminya dengan masuk kedalam mobil, Aura tersenyum senang melihat itu
" kamu mau meninggalkan aku?" kata Arnold dengan wajah sedih
Allin tertawa pelan mendengar itu
" tidak, aku akan pulang kerumah Mama, nanti kalau kalau kamu sudah pulang kerja jemput aku "
" aku tidak akan kerja, kita pulang kerumah kita"
" Arnold, sudah jangan berdebat dengan Mama, aku mohon" Arnold menghembuskan nafasnya berat
" baiklah, aku akan jemput kamu, dan kamu harus pulang sama aku Ok"
" iya" Allin tersenyum dan menyentuh wajah Arnold,
" kamu tidak memberiku ciuman"
" tidak, itu hukuman karena kamu milih Mama daripada aku" kata Arnold dengan merajuk, Allin tersenyum melihat itu
" kamu nyakin? aku tutup pintu mobilnya ya" Allin sudah menutup pintu mobil tapi Arnold menahannya
Cup
**
Arnold sangat tidak sabar untuk menjemput Allin, dia melirik jam ditangannya
" dua jam lagi, kenapa waktu sangat lambat berjalan "
Arnold tidak bisa fokus bekerja pikirannya selalu tertuju pada istrinya
" aku akan menjadi seorang ayah?" Arnold masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, dia tersenyum sendiri seperti orang yang tidak waras, Arnold memegang dadanya yang terasa berdebar karena terlalu bahagia
Tok...tok...
Jose masuk dan menatap aneh Arnold
" kamu kerasukan setan?" Arnold menatap Jose dan tertawa lebar, Jose tertegun sesaat melihat itu dan langsung lari mendekati Arnold sambil menepuk jidatnya
" siapa kamu? Keluar dari tubuh sahabatku!" Jose menepuk berberapa kali kening Arnold, Arnold yang tadinya tenang menjadi kesal
" hei! Tanganmu itu sudah bosan menyatu sama tubuhmu?" Jose yang mendengar itu menarik nafasnya lega
__ADS_1
" syukurlah kamu masih orang yang sama"
Jose duduk di depan Arnold dan menatap intens sahabatnya itu
" kamu terlihat aneh, ada apa?"
Arnold kembali tersenyum bodoh menatap Jose yang mengerutkan dahinya bingung
" aku akan menjadi seorang ayah!" Arnold berkata dengan sangat semangat, Jose yang mendengar itu tersenyum lebar
" really?"
" iya, Allin hamil anakku"
" kamu sangat beruntung"
" ya, aku sangat senang hingga membuat aku merasa menjadi orang yang paling bahagia" Arnold tersenyum dengan lebar dan kemudian menatap Jose yang berwajah sedih
" maaf Jose, aku pasti menyakiti perasaanmu" Arnold mengira bahwa Jose ingat akan pernikahannya bersama Yura
" tidak, kenapa kamu harus minta maaf"
" aku yang bersalah, kalau bukan karena aku menyakinkanmu menikahi Yura, semua ini tidak akan terjadi, dan kamu tidak akan terluka" Jose tertawa pelan mendengar itu, tapi itu malah membuat Arnold merasa semakin bersalah
" kamu salah paham Arnold, aku tidak merasa sedih karena wanita itu, aku hanya tidak menyangka bahwa aku masih bisa menjalani hidupku tanpa wanita itu dengan damai, aku tidak merasa frustasi ataupun merana...." Arnold tersenyum mendengar itu dia lega Jose baik- baik saja
" itu bagus, apa kamu ada menyukai seorang wanita?" tanya Arnold dengan tersenyum jahil
" wanita?"
" iya, dikantor ini banyak wanita single tidak mungkin kamu tidak ada menyukai salah satunya"
" ada"
" ada?!" kata Arnold kaget
" iya, dia wanita yang manis dan baik hati"
" kamu serius?"
" ya"
" siapa dia?"
" tapi dia sudah milik pria lain"
" tidak masalah, aku akan mendukungmu"
" kamu mau membantuku merebutnya ?"
" ya"
Jose tertawa lebar dan menatap Arnold
" aku tidak nyakin aku bisa merebutnya dari suaminya"
" suami?"
" iya dia istri orang"
"........"
" kenapa ? Kamu bilang akan membantuku"
" siapa wanita itu?"
" dia bawahanku"
Arnold berpikir kembali siapa wanita yang didevisi satu yang sudah menikah
" namanya Allin Wilton" mata Arnold langsung menatap tajam Jose
" kenapa kamu menatapku seperti itu? aku terima walau dia single perent anak satu"
" Jose! Beraninya kamu menyukai istriku, kamu harus menghilangkan rasa itu!" Arnold berdiri dari kursinya dan hendak menangkap Jose, Jose dengan cepat menghindar
" mau apa kamu?"
" membunuh pria yang berani menyukai istriku" Jose tertegun mendengar ancaman nyata dari Arnold, Arnold berjalan cepat mendekati Jose
" Arnold...tidak..." Jose langsung lari keluar sambil meminta tolong,
" tolong! Ada yang ingin membunuhku!"
Arnold yang melihat tingkah Jose menghembuskan nafasnya pelan
" aku akan memaafkan dia kali ini karena aku sangat bahagia hari ini"
__ADS_1
Arnold kembali tersenyum mengingat Allin yang mengandung anaknya.