ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
37


__ADS_3

Arnold tersenyum melihat istrinya yang masuk kekamar inapnya, di sudah sangat rindu,


Mata Arnold mengikuti kemana istrinya berjalan


Allin masuk dengan membawa bekal makan siang ditangannya, dia sudah memasak dirumah dan membawanya kerumah sakit, Allin langsung menatap dua Mama yang sedang berbincang - bincang


" apa yang Mama bicarakan ?"


Allin mendekati kedua Mama tersebut


" Allin...kapan kamu tiba nak?" tanya Mama Allin kaget melihat Allin sudah berdiri disampingnya


Allin tersenyum menanggapinya dan ikut duduk disofa


" aku bawakan makan siang buat Mama" Allin meletakkan bekal makan tersebut diatas meja


" terima kasih ya sayang" kata Mama Arnold memeluknya, Allin tersenyum


" seharusnya, kamu datangnya malam saja, kamu pasti masih lelah"


***


Arnold sudah mulai kesal, Allin tidak menghiraukannya dan malah sibuk berbincang


" berapa lama lagi dia akan berbicara"


" seharusnya, kamu datangnya malam saja, kamu pasti lelah"


Mendengar yang di katakan Mamanya , membuat Arnold menatap Intens ketiga wanita tersebut


" Allin pergi dan datang siang saja sudah membuatku jenuh apalagi Allin datang malam, lebih baik aku kabur saja dari sini dan bermanja pada istriku dirumah "


" Allin tidak apa- apa Ma, Mama makan saja ya, Allin mau bertemu Arnold "


" ya sayang"


Allin berdiri dan berjalan mendekati Arnold, Arnold tersenyum dengan sangat lebar saat Allin berjalan mendekatinya


" bagaimana keadaanmu?" tanya Allin saat dia sudah disamping Arnold, Arnold tidak menjawab dan memeluk cepat pinggang Allin


" kenapa lama datangnya?" kata Arnold dengan nada manja, Allin tersenyum dia mulai mengerti sifat asli Arnold ,


" kan memang janjinya jam segini datangnya"


Arnold mengangkat kepalanya menatap Allin dengan cemberut


" kenapa memasang wajah seperti itu?" tanya Allin geli dengan tingkah kekanak- kanakan Arnold , Arnold tambah kesal Allin terlihat mengejek dirinya


Arnold melepaskan pelukannya, meskipun dia tidak ingin, tapi dia kesal pada Allin


" kenapa dilepas pelukannya?" tanya Allin makin gemas melihat tingkah Arnold yang terlihat merajuk, Arnold menatap kesal Allin dan bersandar di kepala ranjang rumah sakit, dengan melipat kedua tangannya didepan dada


Allin menghembuskan nafasnya pelan, tidak ada gunanya menjahili Arnold, lihatlah sekarang dia mulai bertingkah


" kamu sudah makan?"


"........"


" mau aku suapin? Tadi aku bawa makanan dari rumah"


" kamu sudah makan?" Arnold malah bertanya balik


" sudah" Arnold langsung kembali cemberut mendengarnya


" Kalau kamu sudah, untuk apa aku makan?"


Allin memejamkan matanya, kenapa Arnold menjadi menyebalkan sekarang


Allin menarik kursi dan duduk di samping ranjang Arnold, Allin membuka bekal makan itu dan menyuapinya pada Arnold


Arnold menatap Allin dengan datar,


" makan" meskipun dengan wajah cemberut tapi Arnold tetap memakan suapan dari Allin

__ADS_1


Arnold makan dengan disuapi Allin hingga makan itu habis, setelah selesai makan, Allin membereskan tempat makan itu dan meletakkannya dimeja samping ranjang


Arnold menarik Allin hingga duduk disampingnya , Allin menatap Arnold , Arnold merengkuh Allin dan memegang wajahnya, wajahnya mendekat dan semakin dekat


" maaf...." sebuah suara mengalihkan mereka, Allin menjauhkan dirinya dari Arnold saat dokter masuk, Arnold menundukkan kepalanya, dia sangat kesal karena itu,


" dokter" kata Allin canggung, dia sedikit malu


" maaf mengganggu, kami akan melakukan pemeriksaan terhadapan pasien"


Mama Arnold dan Mama Allin pun datang mendekat, Arnold hanya memasang wajah datar, tapi tidak ada yang tahu bahwa dia sangat terganggu dengan orang- orang disana


" aku hanya ingin bersama istriku"


***


" semua baik- baik saja, pasien bisa pulang dua atau tiga hari"


" syukurlah " Allin mendekati Arnold dan mengusap tangannya, Arnold tersenyum menatap Allin dan berbalik menggenggam tangan Allin


" terima kasih dokter"


" ya, kalau begitu saya permisi "


Dokter tersebut keluar , Mama Arnold langsung memeluk anaknya


" syukurlah, lusa kamu sudah bisa pulang"


****


2 hari kemudian


Arnold masuk kerumahnya dengan masih dibantu Allin, sebenarnya dia sudah sembuh total hanya saja, dia ingin bermanja bersama istrinya


" kamu istirahat saja dulu ya" Allin membantu Arnold untuk berbaring dikasurnya, setelah itu Allin hendak berdiri pergi tapi ditahan Arnold


" mau kemana?"


" kekamarku" Arnold ingat dia masih tidur terpisah dengan Allin, dia akan memindahkan barang  Allin besok ke kamar nya


" apakah sangat sakit?" tanya Allin dengan lansung duduk di samping Arnold dan mengusap kepalanya


Arnold tidak menyia- nyiakan kesempatan itu, di langsung menarik Allin hingga berbaring, Allin kaget sekali dengan apa yang terjadi, tiba - tiba saja Arnold menariknya


Mata mereka bertemu dengan sebuah senyuman di bibir Arnold , Arnold yang berada di atas Allin membuat wanita itu gugup dengan suara jantung yang berdetak cepat


Arnold mengusap pipi Allin dan mengecup kelopak mata Allin, membuat Allin memejamkan matanya, Arnold kembali mencium kedua pipi Allin, hidungnya, dan terakhir bibir Allin


Arnold sudah sangat rindu dengan bibir Allin, Arnold langsung mencium bibir itu dengan lembut, dia mencoba menikmatinya dengan perlahan


Allin yang merasakan itu tersenyum dengan bahagia, di merasa dicintai, Allin mengangkat tangannya dan memeluk leher Arnold


Arnold yang merasakan itu semakin memperdalam ciumannya, sekarang dia ingin memiliki Allin seutuhnya


Arnold menarik bibirnya dan menatap Allin yang masih mengambil nafas karena ciuman mereka


Arnold memegang pipi Allin dengan sebelah tangannya, Allin menatap Arnold yang terlihat sangat berbeda, mata itu memancarkan sebuah  sinyal yang membuatnya panas


" aku ingin kamu, sekarang juga"


Setelah mengatakan itu Arnold kembali mencium Allin dengan sangat dalam, Allin yang masih memproses kata - kata Arnold tersadar dan menarik kepala Arnold darinya


Arnold menatap Allin dengan mata penuh gairahnya, Allin yang melihat itu menggelengkan kepalanya


" kamu masih belum sehat sepenuhnya "


Allin mengusap pipi Arnold , agar pria itu mengerti , tapi sepertinya itu malah membuat Arnold semakin terpancing


Karena Arnold langsung mencium Allin dengan penuh gairah


Allin yang mendapat perlakuan itu perlahan membalas ciuman Arnold , Allin mengangkat tangannya dan meremas rambut Arnold


" Arghhhh.." Arnold merakan sakit dikepalanya saat Allin menyentuh rambutnya

__ADS_1


" ada apa?" tanya Allin khawatir karena Arnold meringis,


" tidak ada" Arnold langsung kembali mencium Allin, Allin mengikuti pergerakkan Arnold dan kembali memegang kepala Arnold


Arnold mengenyit dan menjauhkan kepalanya , Allin menatap bingung Arnold , Arnold mengambil tangan Allin yang dikepalanya dan memindahkannya di pinggang


Allin tersadar dan tersenyum dengan tidak enak


" maaf....kamu masih sakit"


Arnold tidak mau mendengar perkataan Allin dan kembali mencumbu Allin


" Arnold "


" iya sayang"


" kamu masih sakit"


" tidak " Arnold membuka kancing baju Allin dengan tidak sabar, Allin menahan tangan Arnold, Arnold menatap tidak suka dengan itu


" kamu masih sakit"


Arnold tidak memperdulikannya dan melanjutkan kegiatan itu


**


Allin mengerjapkan matanya, dia marasa salah lelah sekali, badannya terasa sakit, Allin memandang kesamping, tidak ada Arnold disana


Allin mendudukkan dirinya dan dengan cepat menutupi tubuhnya dengan selimut melihat Arnold yang keluar dari kamar mandi


Allin memerah melihat Arnold yang keluar hanya menggunakan handuk dipinggang , Allin memalingkan wajahnya dan mengeratkan pegangannya pada selimut


Arnold yang baru saja keluar, melihat Allin yang baru saja bangun dari tidurnya, sebuah senyum terbit dibibirnya dan berjalan mendekati Allin


Cup


Arnold mengecup puncak kepala Allin, Allin yang merasakan itu mengangkat kepalanya, dia merasa sangat gugup dan malu mengingat malam yang mereka lalui


" pagi sayang" Arnold duduk disamping Allin dengan hanya menggunakan handuk, Allin mengalihkan matanya , dia malu sangat malu


Arnold menangkup wajah Allin dengan kedua tangannya hingga Allin menatapnya


" kenapa ? Sakit ya?" Allin ingin menenggelamkan wajahnya ketanah, kenapa Arnold bertanya hal yang memalukan itu, Allin menggeleng dan menunduk kembali


" jadi apa? "


Allin merasa tidak sanggup dengan ini, Allin menggelengkan kepalanya


" kenapa kamu membasahi kepalamu?" tanya Allin khawatir dengan luka di kepala Arnold , Arnold tersenyum dan merapatkan tubuhnya pada Allin, hingga kulit mereka kembali bersentuhan


Allin berteriak dalam hati


" tenang Allin! Tenang !"


Allin mencoba menenangkan hatinya,


" aku tidak apa- apa sayang, buktinya malam tadi aku kuat kan?"


Allin memejamkan matanya mendengar perkataan Arnold , Allin merasa sangat malu


" rasanya ingin menghilang saja dari sini"


" ya sudah, kamu mandi saja dulu, aku akan membuat makanan untukmu, kamu pasti lapar dan lelah kan ?"


Arnold menjauhkan dirinya dan tersenyum menatap Allin, Arnold  mengusap pipi Allin dan mengecup sudut bibirnya


Allin sudah tidak tahan lagi, Allin langung berdiri dan berjalan dengan selimut melilit tubuhnya menuju kamar mandi,


Arnold tersenyum hingga gigi putihnya terlihat, mata Arnold menatap punggung Allin dengan penuh cinta, hingga wanita itu masuk kekamar mandi


" aku rasa aku sudah tergila- gila padanya"


Arnold menjatuhkan tubuhnya dikasur, dan memejamkan matanya

__ADS_1


" nyamannya "


__ADS_2