ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
50


__ADS_3

" berapa lama lagi waktu makan siang?"


" sebentar lagi, kenapa ?"


" aku lapar"


" tidak biasanya kamu cepat sekali lapar"


" tidak tahu, aku ingin makan soup bibi Jessy"


" nanti kita kesana ya"


" bernarkah, terima kasih Kate!" Allin kembali melanjutkan pekerjaannya, dia menjadi semangat untuk menunggu waktu makan siang, Kate menatap bingung atas reaksi Allin


**


Arnold keluar dari ruangannya, Deon yang sedang sibuk didepan komputer menatap Arnold yang menuju Lift


" Tuan" Arnold berbalik menatap Deon


" anda ada pertemuan dengan Mr. Tanaka siang ini"


" batalkan saja, saya ingin makan siaga bersama istri saya" setelah mengatakan itu Arnold masuk kedalam Lift, Deon tersenyum menatap kepergian Arnold


" Tuan tidak pernah membatalkan pertemuan dengan rekan kerjanya hanya untuk seorang wanita"


**


Arnold keluar dari lift dan langsung mendapat sapaan dari karyawannya


" Direktur" Arnold hanya mebalasnya dengan senyuman, Arnold melihat Allin yang sibuk bekerja, Arnold berjalan mendekat


Karyawan yang ada direvisi satu ribut karena melihat Arnold yang datang mendekat, Kate yang melihat Arnold datang menyentuh tangan Allin


" Allin" Allin menatap Kate dengan pandangan bertanya


" itu" tunjukan Kate pada Arnold yang hampir sampai, melihat itu Allin tiba-tiba gugup, dia memberikan kode pada Arnold agar dia tidak mendekat, tapi Arnold tetap berjalan mendekatinya, Allin membalikkan badannya berdoa didalam hati, semoga Arnold datang bukan untuk menghampirinya


" jangan kesini "


" jangan mendekat "


" sayang " Allin meringis dalam hati, karyawan yang ada disana kaget melihat itu, mata mereka terbuka besar


" Direktur memanggil nya sayang!"


kecuali Kate, Bill dan Marco yang sudah tahu


Arnold duduk disisi meja kerja Allin dan menyentuh wajah Allin dengan tangannya


" kamu terlihat pucat, kamu hanya makan sedikit pagi tadi" Allin menatap Arnold , karyawan yang melihat itu semakin membeesarkan mata mereka kaget


"Mereka tinggal serumah !"


" kenapa kamu disini?" tanya Alli berbisik


" mengajakmu makan siang"


" kamu pergi saja dulu, aku akan makan siang bersama Kate"


" istri itu harus nurut sama suami"


mata karyawan yang mendengar itu benar-benar keluar sekarang


" mereka suami istri!!"


Arnold membantu Allin berdiri dan menatiknya pergi dari sana, setelah kepergian Arnold dan Allin orang- orang yang ada disana menjadi riuh


" mereka suami istri ?"


" aku tidak percaya ini"


" wah aku sangat terkejut"


" apa ini prank"


" mereka sungguh - sungguh suami istri ?"


" diamlah!" Suara Meneger Jose membuat mereka terdiam dan kembali bekerja, Jose menatap Arnold dan Allin


" dia sangat mencintai istrinya"


**


" kamu kenapa melakukan itu?"


" memangnya kenapa ? Salah?"


" tentu saja aku kan jadi malu"


" jadi kamu malu punya suami aku" kata Arnold kesal


" tidak...bukan begitu...maksudku kamu tidak harus melakukan itu, kamu bisa menelpon atau mengechat ku"


" apa salahnya seorang suami mengajak istrinya makan siang"


Arnold kesal dan membuang wajahnya dari menatap Allin, Allin menghembuskan nafasnya pelan


" iya, iya aku minta maaf" Arnold menatap Allin dan mendekatinya


" aku hanya khawatir karena kamu terlihat pucat "


Arnold mengusap pipi Allin dan mencium bibirnya


" Arnold "


" iya"


" aku lapar" Arnold menjauhkan wajahnya dan tersenyum

__ADS_1


" baiklah "


**


Arnold menghentikan mobilnya didepan restoran yang mewah


Arnold turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Allin


" ayo sayang"


" aku tidak mau makan disini"


" makanan disini enak, kamu pasti suka"


" aku mau makan soup bibi Jessy"


" soup bibi Jessy?"


" iya yang dipersimpangan jalan"


" tidak, ayo kamu belum mencobanya kalau kamu sudah makan pasti kamu suka" Arnold membawa Allin turun dari mobil


Mereka sudah duduk dimeja mereka, Arnold membuka buku menu


" kamu mau makan apa sayang?"


" seterah kamu" Arnold menurunkan buku menu dan menatap istrinya


" kamu jangan berwajah kesal sayang"


Arnold menggenggam tangan Allin diatas meja, pelayan datang dan menyebutkan pesanannya


**


Makanan mereka sudah sampai, setelah kepergian pelayan itu, Arnold menatap Allin


" makan sayang" Arnold mulai memakan makananya, Allin merasa perutnya bergejolak melihat makanan didepannya


" hueek...." Allin mual dan menjauhkan piring makanan itu darinya, Arnold menghentikan makannya dan mendekati Allin


" ada apa?"


" aku mual"


" itu pasti karena kamu terlalu lapar" Allin kesal dan menjauhkan tangan Arnold darinya


" aku kan bilang aku tidak mau makan disini" Allin berdiri dari kursinya dan berjalan pergi dari sana sambil menahan rasa mualnya


Arnold mengejar Allin tapi sebelum itu dia menaruh uang diatas meja,


Arnold melihat Allin yang menangis dan mendekatinya


" sayang"


" ini semua karena kamu, aku bilang tidak mau tapi kamu memaksa"


" iya, jadi kamu mau makan apa?" tanya Arnold sambil mengusap air mata Allin


" iya, iya Ayo kita kesana"


**


Arnold menatap tidak nyakin restoran didepannya


" kamu nyakin sayang, mau makan disini?"


" iya, kenapa kamu tidak mau, ya sudah kamu pulang saja sana" Allin kesal dan meninggalkan Arnold disana, Arnold kaget dengan perubahan sikap Allin


" kenapa dia sensitive sekali hari ini"


**


" hai Chris"


" hai, kamu sudah lama tidak datang kesini"


" iya, aku lagi sibuk"


" kamu mau pesan apa?"


" dua porsi Soup dua porsi pangsit ikan"


" Ok, tunggu pesanan anda disana"


Arnold yang baru masuk tidak suka melihat Allin berbicara hangat seperti itu pada pria lain, Arnold berjalan cepat mendekati Allin dan memeluk erat pinggang Allin posesif


" sayang" Allin menatap Arnold dan kemudian menatap Chris yang juga menatapnya


" kekasihmu ya?" tanya Chris


" aku suaminya" Allin menatap tidak enak atas jawaban Arnold bukan karena kata- katanya tapi karena nada bicaranya


" maafkan dia, aku akan menunggu disana" Allin menarik Arnold pergi dari sana


**


" kenapa kamu harus minta maaf, aku tidak salah, kamukan memang istriku"


" iya tapi tatapan mu itu, kamu seperti ingin menagajak Chris boxing"


" aku tidak suka, kamu dekat-dekat dengannya"


Cup


Allin mencium pipi Arnold, Arnold kaget dengan ciuman dadakan itu


" masih cemburu?"


" masih" 

__ADS_1


Cup


Belum Allin akan mencium pipi Arnold, pria itu lebih dulu mencium bibir Allin dengan lembut


" Arnold sudah malu dilihat orang" Arnold menjauhkan wajahnya dan tersenyum


Cup


Arnold mengecup sekali lagi bibir Allin sebelum dia menjauhkan dirinya


Makanan mereka sampai dan Allin makan dengan lahap, Arnold hanya menatap Allin yang makan


Allin menatap Arnold yang tidak menyentuh makanannya


" kamu tidak mau memakannya? Ya sudah aku saja yang makan" Allin mengambil semangkuk soup Arnold dan menaruhnya didepannya


Arnold merasa sudah kenyang hanya melihat Allin makan, Allin menyuapkan Arnold sesendok soup, Arnold menatap Allin


" coba dulu" Arnold menerima suapan itu dan kemudian menatap Allin


" bagaimana ?"


" enak, aku akan pesan lagi" Arnold berdiri dan mendatangi Chris


Allin tersenyum melihat itu


" tadi tidak mau"


**


Allin menatap kesal Arnold yang membawanya pulang,


" kamu kenapa bawa aku pulang, aku masih ada kerjaan "


" kamu istirahat saja, kamu terlihat lelah"


" ya sudah kamu balik kekantor sana, kamu jangan bolos kerja, itu tanggung jawab kamu cari nafkah " Allin pergi meninggalkan Allin pergi kedapur


" entah kenapa aku merasa dia bersikap berbeda"


Arnold menyusul Allin kedapur dan kaget melihat Allin yang kembali makan buah dimeja makan


" astaga sayang, kamu masih belum kenyang"


" kamu kenapa masih disini pergi sana, aku tidak mau lihat kamu" Mendengar Arnold tertegun dan segera mendekati Allin


" kamu kenapa bicara sepeti itu? Kamu sudah bosan sama aku"


" tidak tahu, aku tidak mau saja lihat kamu" Arnold menelan salivanya dengan susah payah mendengar itu


" kamu tidak boleh bosan sama aku" kata Arnold menangkup wajah Allin yang sedang mengunyah apel


" kamu mengerti" Allin tersenyum dan mendengus geli mendengar perkataan Arnold


" kenapa kamu harus seserius itu?"


" itu hak yang serius bagiku"


" aku tidak bosan, tidak akan pernah, kamu mungkin yang akan bosan denganku"


" tidak ! Itu tidak akan terjadi, aku tidak pernah bosan denganmu "


" meskipun aku gendut?"


" iya"


" sudah keriput?"


" iya"


" kalau aku sakit ?"


" iya, aku akan selalu mencintaimu"


" bahkan bila aku..."


" sudah hentikan! Kamu tidak boleh mencari pria lain, cuma aku pria satu- satunya untuk mu"


" kalau Papaku?"


" boleh, asal jangan Lucas atau pria manapun"


" iya...iya...sudah pergi sana, kamu pasti banyak kerjaan"


" aku akan pergi tapi cium dulu"


" cium terus "


" kamu bosan cium aku?" kata Arnold kesal


" tidak "


" kalau begitu cium"


" ck...." Allin berdecak kesal dan mencium cepat bibir Arnold


" yang benar sayang, tidak terasa"


Cup


Allin mencium Arnold sedikit lebih lama, dan saat Allin akan menjauhkan wajahnya, Arnold menahan kepala Allin dan Mulai menciumnya dalam


Setelah sekian lama mereka berciuman, Arnold menyudahi ciuamannya, Arnold menatap Allin yang mengambil nafas dengan cepat


" tunggu aku pulang " Arnold tersenyum dan mencium bibir Allin sekali lagi sebelum dia pergi dari sana


" sampai jumpa sayang, muachhh..."


Allin menatap punggung Arnold yang berlalu

__ADS_1


" Aku sangat mencintaimu Arnold  "


__ADS_2