![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Allin keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi ditubuhnya, dia melihat sekeliling kamar untuk melihat apa ada Arnold disana , Allin bernafas lega saat tidak melihat Arnold,
Allin berjalan kearah pintu untuk keluar, dia ingin ke kamar nya untuk berpakaian , karena dikamar Arnold tidak ada satu pun baju miliknya ,
Allin langsung berlari kearah kamarnya dan mencoba membuka pintu tapi pintu itu tidak bisa dibuka, Allin berkali- kali mencoba tapi tetap tidak bisa
" apa pintunya rusak?" Allin bergerak gelisah karena dia tidak memakai apa- apa selain jubah mandi saja
" bagaimana ini?" Allin berdiam diri sambil berpikir
" apa aku minta tolong Arnold saja?"
" tapi malu..."
Allin kembali masuk kekamar Arnold dan menuju keruang gantinya, Allin mencari- cari kira- kira baju apa yang bisa dia pakai
Allin mengambil kaos hitam milik Arnold dan langsung memakainya, Allin mendesah kesal karena itu hanya sebatas paha saja
" iihhhh...bikin malu Saja "
Allin bingung , dia juga tidak memakai pakaian dalam
" sayang!" terdengar suara Arnold dari arah luar
Allin menatap arah pintu ruang ganti dan langsung menguncinya, dan bersandar disana
" bagaimana ini?"
" sayang! Kamu dimana?"
***
Arnold mengenyitkam dahinya berpikir kemana istrinya, Arnold mencoba mencari dikamar mandi tapi Allin tidak ada
" tidak mungkin dikamarnya, aku sudah mengunci kamar itu"
Arnold menatap ruang gantinya dan berjalan kesana, Arnold mencoba membukanya, tapi sepertinya ada orang disana
" sayang! Kamu didalam?"
Allin serba salah dengan keadaannya
" iya"
" keluar, kenapa kamu didalam?"
" Arnold aku tidak bisa keluar"
" maksudnya? "
Allin mulai kesal dengan pertanyaan Arnold yang tidak membantu
" tidak bisa, aku tidak pakai baju" Allin langsung saja berkata seperti itu, Allin menepuk bibirnya yang main cerocos saja
" apa? Tidak pakai baju? Tidak apa- apa sayang, lagian aku kan sudah lihat semuanya"
Allin menatap pintu disampingnya dengan kesal mendengar jawaban Arnold yang berdiri dibaliknya
" sudah sayang keluar saja"
" tidak, aku tidak mau"
" memangnya kenapa bisa tidak pakai baju, kamu mau menggodaku ya?"
Allin mengumpat Arnold dalam hati, sungguh Arnold terlalu percaya diri sekali
" apa yang dia bilang? Aku menggodanya? Enak saja" Allin berbicara dengan nada tidak terima
" tidak apa- apa sayang, aku mau kalau kamu memaksa" kembali terdengar suara menyebalkan dari luar
" siapa yang mau! Aku tidak bisa mengambil bajuku karena pintu kamarku rusak! Tidak bisa dibuka!"
Arnold tersenyum dengan sangat puas
" ternyata ini sangat membantu, tidak sia- sia aku mengunci kamarnya "
" ya sudah, nanti aku panggil tukang untuk memperbaiki pintu kamar kamu, sekarang kamu keluar dulu "
" iya, tapi kamu tutup mata ya"
" iya"
Cklekk...
Allin keluar dengan baju kaos yang tadi dia pakai dan celana boxer Arnold, Arnold yang memang tidak berniat menutup matanya, tertawa melihat penampilan Allin
__ADS_1
" Astaga...sayang.." Allin kesal melihat Arnold tertawa dan langsung pergi dari sana, Arnold yang masih tertawa menghentikan tawanya dan mengikuti Allin
Arnold langung merangkul pinggang Allin saat Allin akan turun kebawah, Allin merasa tidak nyaman karena dia tidak memakai pakaian dalamnya
Arnold tersenyum dengan sangat lebar dan menarikkan kursi untuk Allin, Allin duduk dan langsung disusul Arnold disampingnya
" kamu masak semuanya ?" tanya Allin tidak percaya dengan makanan yang Arnold buat
" iyalah sayang, memangnya siapa lagi?" tanya Arnold dengan kekehan kecil, Arnold merapatkan duduknya hingga tubuh mereka menempel ,
Allin tidak menyadarinya dan sibuk memakan makanan yang sudah tersedia diatas meja, Arnold melihat leher baju yang dipakai Allin melorot hingga kebahunya
Arnold tersenyum misterius setelah mengetahui Allin tidak pakai apa - apa selain baju kaos miliknya
" enak sayang ?" Arnold mencoba bertanya
" enak, kamu kenapa tidak makan?" tanya Allin bingung melihat Arnold yang hanya diam saja memperhatikannya makan
" tidak , aku tidak lapar" setelah mendengar perkataan Arnold , Allin memposiskan duduknya menghadap Arnold
" kenapa? Sakit ya?" tanya Allin mencoba mengusap kepala Arnold , Arnold tertawa jahat dalam hati
" harus bersyukur ni, gara- gara sakit bisa manja-manja"
Arnold mulai berakting sakit, dia meringis dan menjatuhkan kepalanya dibahu istrinya yang terbuka, Allin memeluk punggung Arnold dan mengusap kepalanya
" nyeri sayang..." kata Arnold dengan nada minta disayang
" nyeri sekali ya?" Arnold menganggukkan kepalanya dan menelusupkan kepalanya di leher Allin
" wangi...." Allin sedikit kaget saat merasakan Arnold mengecupi lehernya
" Arnold " Allin mencoba untuk melihat wajah Arnold, tapi Arnold malah memeluk Allin dengan erat
" Arnold "
" sayang...aku mau kamu.." Arnold kembali mengecupi leher Allin, Allin merasa tidak nyaman
" tadi malam kan sudah"
" tapi pagi belum" Allin memejamkan matanya, merasa dongkol sekali, Astaga...
" sayang?" Arnold bertanya disela kecupannya
" hemm..."
" Arnold nanti jatuh" Allin merasa ngeri saat Arnold menggendongnya sambil menciumnya melewati tangga
" tidak apa-apa sayang " Arnold langsung mencium bibir Allin dengan semakin dalam
***
Arnold tidak melepaskan ciumannya hingga sampai didalam kamar, Arnold menurunkan Allin dan merengkuhnya kedalam pelukkan
Arnold masih mencium Allin sambil menggiring Allin menuju ranjang
Allin langsung terjatuh terlentang dikasur, Arnold menatap Allin dengan mata yang sudah bergairah, Arnold membuka bajunya dan langsung menindih Allin
" I Love You Allin Gall" Arnold langsung membuka baju yang dipakai Allin dan kembali menciumnya dengan sangat dalam
" kamu milikku, selamanya"
***
Arnold mengenyitkan dahinya merasa terganggu dengan bunyi Bel rumahnya
Arnold membuka matanya dengan kecil dan langsung tersenyum menatap Allin yang tertidur dalam dekapannya
Arnold memajukan wajahnya dan melumat bibir Allin dengan lembut, agar Allin tidak terbangun
Tinn....
Arnold mengusap kepala Allin yang terganggu tidurnya karena suara bel
" siapa sih pencet bel terus? tidak tahu apa kalau orang lagi mesraan" Arnold berbicara dengan pelan dan mencium bibir Allin dengan beberapa kecupan sebelum turun dari ranjang
Arnold memakai kembali pakaiannya yang berserakkan dilantai
Arnold turun dengan sedikit kesal menuju kepintu utama
Tin....
" iya sebentar" Arnold membuka pintu dengan menyipitkan matanya, merasa cahaya matahari menerpa wajahnya
" kenapa lama sekali buka pintunya? " sahut gadis remaja itu dengan kesal dan langsung masuk kerumah dengan memanggil - manggil nama Allin
__ADS_1
" kak Allin!"
" kak Allin! Ini Ella datang"
Arnold langsung menutup mulut adiknya karena bisa membuat Allin bangun, wanita itu sedang kelelahan sekarang
" Ella...Ushh....diam" Ella menjauhkan tangan Arnold dari mulutnya
" mana kak Allin? Ella mau ajak kak Allin jalan ke Mall"
" tidak bisa, kak Allin sekarang sedang tidur "
" tidur! Ini sudah siang kak" kata Ella tidak percaya
" sudah kamu pulang saja sana, mengganggu saja"
" Ishh...aku bilang Mama nanti "
" sudah pulang sana, bilang saja sama Mama, kakak tidak takut"
" tidak mau, Ella mau ketemu kak Allin"
" dia lagi tidur, kecapek an"
" capek? memangnya kak Allin kerja apa?"
" sudah sana pulang"
" tidak mau"
" kamu mau keponakan tidak ?" Ella langsung menatap kakaknya dengan kaget
" benar kak?"
" iya"
" yeyy...mau"
" makanya kamu jangan ganggu, kakak lagi usaha"
" Ok, Ella pergi, kakak semangat ya"
Ella langsung pergi dari sana dengan kegirangan, Arnold tersenyum melihatnya
Arnold berbalik dan kaget melihat Allin yang berdiri dibelakangnya
" Allin"
" siapa ?"
" huh?"
" yang datang tadi siapa ?"
" Oh...yang tadi...itu Ella"
" Ella? Kenapa tidak masuk ?"
" dia cuman mampir sebentar, terus langsung pergi, dia bilang dia janji ketemu sama teman "
" benarkah ? " tanya Allin
" iya, kamu kenapa turun? Ayo kekamar lagi" Allin langsung menyilangkan tangannya didepan dada
" tidak Mau, nanti kamu minta lagi"
" tidak kok"
" aku tidak percaya, tadi juga bilanganya cuman sekali, tapi sekarang sudah siang Arnold " kata Allin dengan kesal menatap suaminya
Arnold tersenyum dengan lebar, mendengarnya, dia memang melakukannya berkali - kali
" aku seperti itu supaya kita cepat punya Baby sayang"
" Alahh...bilang saja memang kamu yang mau"
" iya deh, aku memang pengen, jadi boleh ya, sekali saja"
" tidak, sekarang sudah siang Arnold , tadi pagi juga kamu belum sarapan "
" tidak apa - apa sayang aku masih sanggup kok"
" iihh...kesel sama kamu, pergi sana,jangan dekat- dekat"
Allin langsung pergi keatas, dia ingin mandi, Arnold tersenyum dengan sangat lebar melihat Allin yang meninggalkannya, tiba- tiba....
__ADS_1
" Arnold! Kamu kunci pintu kamarku ya!!"