ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
36


__ADS_3

Semua orang terkejut ketika mereka membuka pintu kamar inap Arnold


" Oh.... Astaga!"


Mama Arnold yang membuka pintu berbicara dengan sedikit keras karena kekagetannya


Disana, Arnold berbaring diranjang rumah sakit dengan Allin dipeluk kan nya


Mama Allin yang juga ada disana, menggelengkan kepalanya merasa bingung


" Apa yang mereka lakukan? Bukannya Arnold masih sakit"


Mama Arnold berjalan cepat dan menatap sepasang suami istri yang tidur dengan damai


" Allin" Allin membuka matanya, saat dia mendengar seseorang memanggilnya , Allin kaget saat melihat dua orang ibu yang menatapnya dengan bingung


Allin sungguh malu dengan posisi mereka saat ini, Allin mencoba melepaskan pelukan Arnold dari pinggangnya, Arnold yang masih hanyut dalam mimpi mengeratkan pelukannya saat merasakan Allin mencoba melepaskan dekapannya


Allin menatap tidak nyaman , dua orang yang masih menatap mereka bingung


" Arnold " Allin mencoba memanggil Arnold , agar suaminya itu melepaskannya


" nanti sayang, masih ngantuk" Arnold berbicara dengan suara khas orang tidur


Mama Arnold yang sudah mulai mengerti situasinya, mendekati anaknya dan menarik telinganya


" Aahh....." Arnold langsung bangun dan sedikit berteriak karena merasakan sakit di kuping nya


Arnold membuka matanya dan menatap Mamanya yang menatapnya garang


" Mama"


Mama Allin mendekati anaknya dan bertanya


" ada apa ini Allin? Kapan Arnold sadar?"


Allin memgerutkan dahinya, dia pikir Ella sudah memberitahu tentang Arnold yang sudah siuman


" bukannya Ella sudah kasih tahu Mama" Arnold berbicara lebih dulu dengan menatap Mamanya, Mamanya mengetuk kepala Arnold dengan kesal


" tidak ada, kapan Ella bilang"


Arnold memegang kepalanya , dia menatap Allin dan mulai meringis


" sayang...kepalaku sakit"


Allin yang melihat itu langsung mendekati Arnold dan mengusap kepalanya , Arnold tidak menyiakan kesempatan itu, dia memeluk Allin dan meletakkan kepalanya di dada Allin


" dasar anak kurang ajar" Mama Arnold kembali mencoba memukul Arnold,


" jangan Ma, Arnold masih belum sepenuhnya pulih"


Allin berbicara mencoba menghentikan ibu mertuanya yang ingin memukul suaminya, Arnold yang merasa mendapat pembelaan, mulai berakting sedih dan mengeratkan pelukannya


Mama Arnold menatap anaknya yang terlihat sekali hanya berpura - pura sakit,


Mama Arnold tersenyum setelah itu, dia tahu bagaimana caranya agar Arnold berhenti bermain- main


" Allin sayang...kamu sudah sangat lelah kan? Kamu sudah menjaga Arnold selama ini, berhubung sekarang Arnold sudah baik- baik saja, kamu bisa pulang untuk beristirahat"


Arnold yang masih memeluk Allin merasa tertegun mendengar perkataan Mamanya, Arnold mengeratkan pelukannya dan menutupi wajahnya ke dada Allin


Allin sebenarnya merasa malu dengan perlakuan Arnold , dimana Arnold meletakkan kepalanya didada Allin


" iya sayang, pulanglah ...Mama yang akan menjaga suamimu disini"


Arnold menggeleng didepan dada Allin saat mendengar mertuanya, membujuk Allin untuk pulang


" baiklah "


Allin menjauhkan wajah Arnold dari dadanya, Arnold sungguh tidak rela dengan itu


" aku pulang dulu ya"


Arnold menatap Allin dengan mimik tidak mengizinkan


" pulanglah sayang, ada Mama disini"


Mama Arnold berbicara membujuk Allin agar pulang, Arnold menatap Mamanya dengan kesal, Mama Arnold mengangkat Alisnya seakan mengejek Arnold


" sayang...." Arnold menatap Allin dengan wajah manjanya, dia ingin kembali memeluk Allin, Allin yang merasa malu dengan perlakuan Arnold didepan kedua Mama yang menonton mereka menahan Arnold , Arnold mengerutkan dahinya tidak suka dengan tindakan Allin


" aku pulang dulu, nanti siang aku kesini lagi" Allin buru- buru menjauh dari Arnold , agar Arnold tidak menahannya lagi


" sayang...." Arnold tidak mau Allin pulang


" sudah Arnold biarkan Allin pulang , agar dia bisa istirahat dan bersih- bersih "


Arnold menatap Mamanya dan menghembuskan nafasnya berat


" baiklah untuk kali ini saja, dan tidak ada lain kalinya"


Allin mengambil tasnya di meja dekat sofa, dan kembali mendekati ketiga orang tadi


" Mama aku pulang dulu ya" Allin memeluk Mamanya dengan erat


" ya hati - hati"


Allin melepaskan pelukkannya dan memeluk Mama mertuanya juga


sesudah memeluk Mama Arnold , Allin menatap suaminya


" Arnold , aku pulang dulu ya"

__ADS_1


Allin melambaikan tangannya dan berjalan keluar


" tidak ada pelukan, tidak ada ciuman dan juga kata cinta"


Arnold menatap cemberut Allin yang berlalu begitu saja,


" Arnold , kapan kamu sadar?"


Arnold menghembuskan nafasnya pelan


" kemarin"


" kemarin? Bukannya Mama juga kesini ya kemarin "


" maksudku kemarin malam, malam tadi" Arnold berbicara tidak jelas


" kamu ini, bukannya langsung kasih tahu Mama"


" bukannya Ella sudah kasih tahu?"


" tidak ada, malam tadi dia pulang, langsung masuk ke kamar nya"


" ya sudah, yang terpenting Arnold sekarang baik- baik saja"


Mama Allin berbicara sambil mengusap kepala Arnold , Arnold tersenyum pada Mama mertuanya


" Mama akan panggilkan dokter untukmu "


********


Arnold menatap jam diponselnya


" 10.00 pagi"


Arnold sudah berulang kali melihat jam diponselnya , waktu terasa sangat lambat berjalan, dia sudah bosan dan merindukan istrinya


Arnold menatap Mamanya dan Mama Allin yang sibuk berbincang di sofa,


" kamu tahu , kemarin aku bertemu si aktris yang suka cari sensasi itu"


" benarkah? Oh Astaga , bagaimana penampilannya ?"


" seperti di tv, sangat terbuka, dia itu sungguh tidak tahu malu"


" mereka hanya berbincang dari pagi, entah apa yang mereka bicarakan, wanita memang paling suka bergosip " Arnold menggelengkan kepalanya melihat dua orang wanita yang dia sayangi tersebut


" dan kamu tahu, aku dengar dia sedang menikah secara kontrak dengan pria kaya"


" nikah kontrak?"


" ya, seperti perjanjian sebelum menikah "


Arnold terdiam dan menatap kedua Mama tersebut


" iya, tentang perjanjian itu, aku harus segera memusnahkannya"


" apa harus sebegitunya untuk mencari sensasi agar bisa terkenal"


" tentu saja, sekarang ini harus banyak sensasi agar selalu dipanggil ke stasiun televisi"


Arnood tidak suka bahan pembicaraan kedua Mama tersebut


" Allin mana, lama sekali, aku rindu"


**********


Allin sedang di kamar nya, dia baru saja selesai mandi, dia membuka laci untuk mencari sisir, disana dia melihat surat perjanjian nikahnya bersama Arnold


" surat ini.....bagaimana dengan perjanjian ini?"


Allin tidak tahu, apa yang akan Arnold lakukan dengan surat perjanjian tersebut, setelah mereka saling mengungkapkan cinta tadi malam


Allin masuk kekamar Arnold, untuk mengambil baju ganti Arnold dirumah sakit


Allin menatap sekeliling kamar tersebut, dia belum pernah tidur disana, tapi Yura bahkan sudah berberapa kali tidur dikamar Arnold


Allin membuka lemari pakaian Arnold dan memilih berberapa pakaian, dia juga membuka semua laci dikamar, untuk mencari surat perjanjian milik Arnold, tapi sepertinya surat itu tidak ada disana


" dimana dia meletakkan surat itu?"


********


Arnold sudah mulai jenuh, seseorang membuka pintu kamar inapnya, Arnold dengan cepat menatap arah pintu


" akhirnya"


Tapi harapan Arnold putus saat melihat siapa yang masuk


" Hei Arnold "


" hai Jose"


Jose menatap Mama Arnold dan Mama Allin yang berada di sofa


" selamat siang Bibi "


" selamat siang Jose "


Jose tersenyum pada dua Mama disana, lalu mendekati Arnold


" bagaimna kamu tahu, kalau aku sudah sadar?"


" Allin yang memberitahu"

__ADS_1


Mendengar nama Allin membuat Arnold menghembuskan nafasnya berat, Allin belum datang juga, padahal sekarang sudah hampir jam makan siang


" kenapa?" tanya Jose setelah melihat helaan nafas berat Arnold


" tidak ada, bagaimana dengan Yura?"


Saat mendengar nama itu, Jose tersenyum


" bagaimna dengan Asistenmu? Dia tidak jadi kamu pecat? karena tidak bisa menangkap Yura saat itu"


" tidak, saat itu aku hanya mengancamnya saja, biasanya dia bisa bekerja dengan cepat , tapi hanya menangkap wanita itu saja tidak bisa"


" wajar saja, Yura datang ke Inggris dengan Visa turis, dia sudah bukan lagi warga Inggris, sangat sulit melacak dia saat itu"


" aku sungguh tidak menyangka dia akan melakukan itu"


" sudah, semua sudah berakhir "


Arnold ingin bertanya tapi dia terlihat ragu


" tentang hubungan mu dengan Yura....."


" aku sudah berpisah dengannya"


" secepat itu?"


" mau bagaimana lagi? Aku sudah muak dengannya"


" kapan kamu bertemu dengannya ?"


*Jose menatap kantor polisi didepannya, dia sudah memegang surat perpisahannya dengan Yura, dia ingin segera mengakhiri semua drama ini


Jose masuk dan berbicara pada petugas, setelah itu Jose duduk diruang tunggu


Yura duduk dihadapannya setelah di antar petugas lapas, Yura menatap datar Jose didepannya, Jose tidak terpengaruh dengan itu


Jose langsung menyodorkan kertas surat perceraian di hadapan Yura, Yura yang melihat itu mendengus sinis


" kamu nyakin ingin berpisah dariku?" tanya Yura dengan tersenyum sinis


" tanda tangani saja itu" Jose sudah tidak ingin lagi bermain- main


" kamu terlihat sangat tertekan Dengan ini?" Yura mencoba memancing Jose


" ya aku tertekan, aku sungguh sudah muak denganmu, jadi mari kita buat ini mudah"


Yura menatap tajam Jose yang memalingkan wajahnya enggan menatap Yura


" apa kamu tidak ingin bersamaku? Mungkin saja saat kita bersama lagi, aku akan mencintaimu"


Jose memicingkan matanya menatap Yura, Jose tertawa dengan lebar disana, Yura menatap datar Jose yang tertawa


" Yura....Yura....kamu terlalu naif, apa aku terlihat seperti pria yang mengharapkanmu ?"


" tentu saja, kamu sangat mencintaiku"


Jose menggelengkan kepalanya dan menatap kasihan pada Yura


" kamu sangat menyedihkan sekali, aku pikir aku menikah dengan seorang wanita rendahan, ternyata dia juga wanita jalang"


Yura mendadak emosi setelah mendengar Jose menyebutnya wanita jalang


" kamu! Berengsek ! Beraninya kamu....."


" sudah...sudah...berisik sekali, cepat tanda tangani kertas itu" Jose berbicara dengan ekspresi terganggu dengan suara Yura


Yura memukul meja dengan keras, dia sungguh kesal dibuat Jose, Yura langsung menarik kertas diatas meja dan menandatanganinya


" kamu yang memintanya, jangan sampai ada kabar kamu frustasi setelah bercerai dariku "


" banyak bicara, cepat "


Yura sungguh ingin memukul Jose, bila tidak ada borgol di tangannya dan itu membuatnya tidak bisa melakukan apa- apa


Jose mengambil kertas yang sudah ditanda tangani Yura, Jose langsung berdiri


" aku minta maaf, sepertinya aku tidak bisa hadir di persidanganmu, sorry"


" Jose kamu memang berengsek, beraninya kamu melakukan ini padaku "


" lalu apa yang harus aku lakukan terhadapmu ?"


" kita masih bisa bersama , bila kamu membebaskanku"


" kamu sudah membuang semua kesempatan itu, sekarang sudah tidak tersisa lagi"


Jose pergi dari sana dengan langkah ringan, dia merasa bahwa dia baru saja mengangkat beban di pundaknya, semunya terasa ringan dan lega


" Jose! Kembali !"


" Jose! Kamu mencintaiku !"


" kamu mencintaiku!"


Jose tidak memperdulikan semua perkataan Yura, itu terdengar seperti omong kosong di telinganya, Yura yang melihat Jose mengabaikannya menjadi marah dan berteriak


" ya pergi saja kamu berengsek!


Lelaki ***! ****! Kamu tidak akan bisa melupakanku!


Kamu akan kembali dan memohon padaku"


Yura masih berteriak dengan segala makiannya, hingga Jose keluar dari ruangan tersebut, hanya sayup- sayup terdengar suara Yura,

__ADS_1


Jose tersenyum dan melangkah keluar dari kantor polisi dengan kaki kanannya, dia akan mencoba memulai hidupnya ,


" mulai sekarang, aku akan bersikap egois dalam hidupku, aku tidak akan menunggu ataupun berkorban untuk orang lain*"


__ADS_2