![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
" kamu tahu maneger kita itu Duda " Lulu berbicara pada rekan kerjanya yang sedang bekerja
" kamu serius?"
" dua rius malah"
" aku tidak menyangka sama sekali, bagaimana kamu tahu?"
" aku dengar pembicaraan direktur dengan maneger tadi pagi"
" waktu kamu mengantar berkas?"
" iya, aku rasa dia pasti menganiaya istrinya, istrinya tidak tahan dan menggugatnya cerai"
" kamu jangan sok tahu"
" iih.. Tidak ya, dia saja sering memanggilku Dora, kan namaku Lulu , enak saja main ganti nama orang "
" itu karena rambutmu seperti Dora" kata Vio dengan gelak tawa, Lulu mengerucutkan bibirnya kesal mendengar itu
" hei Dora! Sini kamu" Lulu dan Vio menatap orang yang memanggil nama Dora
Disana Jose berdiri dengan tatapan garang menatap kearah Lulu, Vio yang melihat itu menjauh dari Lulu dan kembali bekerja, Lulu berdiri dari kursi kerjanya mendekati Jose dengan senyum dipaksa kan
" saya peringatan kamu kalau kamu berani membicarakan saya lagi dikantor, kamu saya pecat" Jose berbicara dengan tegas dan pergi dari sana, Lulu menghembuskan nafasnya pelan dan melirik semua karyawan lain yang memperhatikannya
Lulu adalah karyawan pengganti Allin sejak dua bulan yang lalu, karena Allin telah menikah dengan Arnold Gall, pemilik perusahaan
**
Sejak terakhir kali Lulu dimarahi oleh Jose, dia mulai bekerja lebih giat untuk menunjukkan kalau dia tidak pantas dipecat
" ada kabar gembira!!" Lulu dan rekan Devisi satu langsung menatap suara seseorang yang mulai familiar ditelinga karyawan rekan revisi satu
" ada apa Meneger?"
" kita memenangkan tender yang ada di Jerman"
" apa!"
" wah ....benarkah meneger?"
" iya"
" tidak sia-sia kita bekerja keras, dan sering lembur malam"
Jose tersenyum dan tidak sengaja bertatapan dengan Lulu, Jose lebih dulu membuang wajahnya, Lulu yang diperlakukan seperti itu hanya mengumpat dalam hati
" meneger sok tampan , jelek!!"
" karena kalian sudah berjaya, saya akan mentarktir kalian hari ini di restoran "
" benar ya meneger?"
" iya" semua karyawan bersorak senang dan berpelukkan, Vio yang berdiri disamping Lulu menyentuh lengannya
" kenapa kamu hanya diam saja?"
" aku tidak apa-apa, hanya naluri pembunuhku saja yang terpancing " Vio yang mendengar itu menatap ngeri Lulu
" Lulu ...." kata Vio dengan sedikit kesal
" tidak, aku hanya bercanda" kata Lulu dengan menatap tajam kearah Jose yang berbincang dengan karyawan yang lain
**
Mereka sudah sampai dan duduk di kursi mereka masing-masing, mereka semua ada sepuluh orang karyawan ditambah Jose selaku meneger, mereka duduk satu meja, Lulu duduk ditempat paling ujung, sementara Jose ditengah-tengah
" untuk merayakan kemenagan kita, mari kita bersulang "
" chese.."
" chese.." mereka bersulang dengan suka cita, kecuali satu wanita yang merasa tidak senang, Lulu tidak perduli dengan pidato membosankan Jose dan kembali menuangkan minuman kegelas, pikiran Lulu sudah kemana-mana dan terkekeh tidak jelas
Vio yang sibuk dengan kekasihnya Will tidak memperhatikan Lulu yang sudah mabuk disampingnya, Lulu hanya diam dengan minuman ditangannya, sudah hampir satu jam lebih mereka berpesta, satu persatu karyawan sudah pergi lebih dulu, Vio juga berdiri bersama Will, Vio melirik Lulu yang menjatuhkan wajahnya diatas meja dan menutupinya dengan tangan
" Lulu bagaimana?" tanya Lulu pada Will
" dia hanya tidur, bangunkan saja" Vio meneyentuh tangan Lulu
" Lulu bangun"
" Lulu...."
" kalian pergi saja duluan, biar aku yang mengurusnya" Vio menatap Jose yang masih duduk ditempatnya dengan tenang sambil memegang segelas wine merah
" anda nyakin meneger?"
Jose menganggukkan kepalanya, Vio tersenyum dan menggandeng tangan Will
" terima kasih meneger, kalau begitu kami pergi dulu" Vio pergi dari sana bersama Will
**
Jose mengangkat Lulu dan membawanya masuk kedalam sebuah apartemen, Lulu membuka matanya selagi ada didalam gendongan Jose
" kamu siapa?" Lulu menyentuh wajah Jose dengan tangannya, Jose yang merasakan itu memejamkan matanya, bagaimanapun dia seorang pria
" berhenti menyentuhku" Lulu kembali memejamkan matanya dan menelusupkan wajahnya ke dada Jose, Jose hanya bisa menarik nafasnya panjang
Jose membaringkan Lulu di ranjang, dan saat Jose akan pergi, Lulu menarik kerah kemeja Jose hingga pria itu terjatuh diatas diatasnya
Lulu membuka matanya dan menatap Jose dengan mata sendu, senyum terbit dibibir Lulu, wanita itu mengangkat tangannya mengusap wajah Jose
__ADS_1
" kamu mirip Meneger sok tampan itu, tapi kamu lebih tampan , kamu mau menjadi kekasihku ?" Jose hanya diam saja, dia sekarang sedang berjuang melawan nafsunya, apalagi melihat bibir ranum wanita dibawahnya, dia tidak pernah seperti ini seumur hidupnya bahkan saat bersama Yura, disaat Yura menghindar darinya Jose selalu bisa menahannya tapi sekarang, Lulu seperti ada daya magnet yang menarik dirinya
" bagaimana kamu maukan jadi pacarku ?"
" aku tidak mau menjadi pacarmu, aku mau menjadi suamimu "
Lulu tertawa pelan mendengar itu dan mendekatkan wajahnya pada Jose
Cup
Lulu mengecup singkat bibir Jose, Jose yang memang dari tadi menahan dirinya sudah tidak bisa lagi menahannya, dia langsung mencium Lulu
Lulu membalas kecupan Jose pada bibirnya, Jose melumat lembut bibir Lulu dan mulai membuka kancing baju Lulu
Lulu bergerak tidak nyaman, Jose yang merasakan itu berbisik pelan ditelinga Lulu
" aku akan melakukannya dengan hati -hati" Jose kembali menciumi seluruh wajah Lulu agar wanita itu tenang
**
Lulu membuka matanya dengan pelan dan mendudukkan dirinya, Lulu menatap sekeliling kamar tersebut
" aku dimana?"
" diapartemenku"
" meneger!" Lulu langsung melihat tubuhnya disana Lulu syok setengah mati, dia tidak pakai apa-apa selain pakaian dalam
Mata Lulu panas melihat itu, air mata berlinag di mata nya, dia menatap sakit pada Jose yang masih berdiri dengan Shandwick dan segelas susu
" apa yang kamu lakukan?" tanya Lulu dengan tegas, Jose hanya diam saja dan duduk disisi ranjang
" kamu mandi saja dulu"
" jawab aku berengsek !"
" kita melakukannya"
" ap...apa? Kamu bilang " Lulu tidak percaya dengan apa yang dia dengar
" iya aku dan kamu...." tunjuk Jose pada Lulu
" kita melakukannya " sambung Jose, Lulu berdiri dari ranjang dengan selimut ditubuhnya dan mengambil baju miliknya dikursi lalu masuk kedalam kamar mandi
Lulu keluar dengan baju yang dia kenangkan tadi malam, dia mengabaikan Jose yang menatapanya intens, Lulu melewati Jose dan memakai sepatunya, Lulu membuka pintu apartemen Jose dan keluar dari sana
Jose hanya dian saja sambil melihat kepergian Lulu dari atas balkon
" kamu sudah mengambil malam pertamaku Dora, kamu harus bertanggung jawab"
**
Sudah hampir seminggu sejak kejadian tersebut, Lulu lebih banyak diam, dia sekarang sedang duduk di kursinya mencoba melupakan hal yang terjadi .
" tapi itu malam pertamaku, bagaimana mungkin aku memberikannya pada Maneger yang selama ini aku benci"
Jose datang dan langsung menarik Lulu secara tiba-tiba, Lulu kaget dengan kehadiran Jose
" Meneger"
"ikut saya" Lulu menatap pasrah mengikuti Jose didepannya, Jose masuk keruanganya disusul Lulu, Jose duduk di kursi nya sambil menatap intens Lulu
" kamu selalu melamun dikantor, apa itu salah satu hobimu?" Lulu memasang wajah memelas dan duduk dikursi didepan Jose
" siapa yang suruh kamu duduk?" Lulu kembali berdiri dengan menatap pasrah Jose
" maaf..."
" apa kamu memikirkan kekasihmu?" tanya Jose sambil menatap intimidasi pada Lulu
Lulu hanya diam saja, merasa bingung dengan pertanyaan Jose
" Dora jawab!"
" nama saya Lulu Maneger, bukan Dora"
" suka-suka saya, kamu tidak senang?"
" iya tidak senang" tapi kata itu hanya ada dihati Lulu saja
" tidak Maneger"
" kalau begitu kamu sekarang ikut saya makan siang"
" ap ..apa?" Jose berdiri dan langsung menarik Lulu, karyawan yang lain menatap penasaran Jose yang menarik Lulu keluar dari perusahaan, Lulu hanya bisa menundukkan wajahlah malu diperhatikan semua orang
**
Lulu membuang wajahnya menatap keluar jendela mobil, Jose yang melihat kekesalan Lulu tersenyum kecil
" kamu mau makan dimana?"
" seterah "
" kenapa jawabnya seperti itu ?"
Lulu berbalik dan menatap Jose disampingnya,
" tidak apa-apa" Lulu tersenyum paksa dan kembali menatap keluarga jendela
" pantas saja dia berpisah dari istrinya, wanita mana yang tahan sama pria seperti ini"
Mobil jose berhenti disebuah restoran mewah, Jose turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Lulu, Lulu yang mendapat perlakukan tersebut menjadi canggung, dia berdehem kecil untuk menghilangkan rasa gugupnya
__ADS_1
" terima kasih " Jose membalasnya dengan senyuman, Jose mengambil tangan Lulu dan menggenggamnya, Lulu hanya diam saja bingung untuk bertindak
Jose membawa Lulu masuk kedalam restoran, Lulu menatap miris penampilanya, baju kemeja biru dan span selutut yang sederhana, rata-rata wanita disana berdanda dengan cantik terlihat seperti wanita sosialista
" Maneger"
" ada apa?"
" kita makan ditempat lain saja" Lulu tidak nyaman berada disana, restoran itu mempunyai akreditasi bintang lima, Lulu belum pernah masuk kedalam restoran yang berbintang lima, jadi ini sesuatu yang asing baginya
" kita sudah masuk, buat apa keluar lagi?"
" aku malu"
" akan lebih memalukan saat kita pergi dari sini tanpa memakan apa-apa"
Lulu menghembuskan nafasnya pelan dan menganguk, Jose yang melihat itu tersenyum, Lulu jadi salah tingkah dengan senyuman Jose
" ini terlihat aneh, bukannya dia lagi marah, kenapa suasananya sekarang jadi romantis?"
Makanan mereka sudah sampai, Lulu menatap kagum dengan sajian didepanya
" pantas saja mahal, hidangan udang saja dengan banyak macam gaya, ini mah mahal dihiasannya, tapi porsinya sangat sedikit, rugi besar makan disini"
" kenapa ?" tanya Jose pada Lulu yang hanya diam saja memperhatikan makanan didepannya
" tidak ada, Meneger yang akan bayar kan?" tanya Lulu
" tidak "
" apa!"
" aku hanya bercanda, aku yang akan bayar semuanya " Lulu jadi semakin curiga pada Jose
" dia berbicara dengan kata " aku" ada apa ini?"
Lulu mengabaikan pemikiran negatifnya tentang Jose dan mulai menikmati makanan mewah didepannya
" kamu punya kekasih?"
" huh?" Lulu menggaruk kupingnya, merasa salah mendengar
" kamu punya kekasih?" Lulu terdiam kaget dengan mulut terbuka tidak percaya dengan pendegarannya, Jose yang melihat itu menutup mulut Lulu dengan tanganya, Lulu tersadar dan menarik dirinya
" aku pasti bermimpi , Lulu sadar, sadar"
" maksud meneger?"
" tidak ada hanya bertanya saja"
" oh...."
" jadi?"
" jadi apa?"
" kamu punya kekasih"
" tidak...maksudku belum"
" baguslah"
" apa?"
" makanlah yang banyak" Lulu menatap curiga pada Jose yang dengan santai memakan makanannya
**
Mereka sudah selesai makan dan keluar dari restoran, Jose yang berjalan didepan Lulu berhenti dan berbalik menghadapi Lulu, Lulu yang menatap arah bawah tidak sadar kalau Jose berhenti alhasil, Lulu menabrak dada bidang Jose
" maaf" Lulu meminta maaf dan menjauhkan dirinya dari Jose, tapi Jose dengan cepat mendekapnya erat, jantung Lulu berdetak cepat saat tubuh mereka menempel, bahkan Lulu dapat merasakan detak jantung Jose yang berdetak cepat
Lulu tersenyum merasakan itu
" apa dia juga berdebar sekarang?"
Jose berbisik pelan ditelinga Lulu
" kamu harus bertanggung jawab karena sudah mengambil keperjakaanku"
" apa!" Lulu menatap Jose dengan kaget
" kamu gila, disini harusnya aku yang minta pertanggung jawaban karena kamu....."
Jose tersenyum dan mencium cepat bibir Lulu, Lulu terdiam karena itu
" baiklah, besok kita daftarkan pernikahan kekantor catatan sipil" Jose menarik kembali Lulu kepelukkannya
" kamu mau kan?"
" tidak "
" kamu harus mau"
" aku tidak mau"
" baiklah kamu sepertinya harus dipaksa" Jose menarik Lulu ketengah jalan dan menciumnya, Lulu yang merasa takut dengan mobil berlalu lalang memeluk erat Jose yang menciumnya
" aku mau!!" teriak Lulu yang semakin takut dengan banyak klakson mobil yang berbunyi
Author : JoLu ( Jose and Lulu )
Thank!!!!!!
__ADS_1