![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
" sayang aku datang!" Arnold tidak mengetuk pintu lagi dan langsung masuk kedalam rumah orang tuanya
Ella yang sedang menonton tv menatap Arnold yang masuk sambil berteriak
" mana Istriku ?"
" kak Allin?"
" iyalah, siapa lagi" Ella menatap sinis kakaknya mendengar itu
" didapur" setelah mendengar itu Arnold langsung pergi dari sana menuju dapur, Ella hanya menatap Arnold sejenak sebelum dia kembali menonton, Ella sedang memutar drama korea dari DVD
**
Arnold tersenyum saat melihat Allin yang sedang memotong buah, Arnold berjalan mendekat dan langsung memeluk Allin dari belakang, Arnold mengusap lembut perut Allin
" Arnold " Allin sedikit kaget dengan perlakukan Arnold
" aku rindu " Arnold berbicara dengan nada manja dan mencium Pipi Allin lama
" Arnold kamu disini?" Allin dengan cepat melepaskan pelukan Arnold saat mendengar suara Aura
Arnold mengerucutkan bibirnya kesal setelah Allin melepaskan dekapannya
" iya, aku baru saja sampai "
" Allin, kamu memotong buah? Astaga, sini biar Mama saja" Aura mendekati Allin
" tidak Ma, ini sudah selesai" Allin mencegah mertuanya mengambil alih pisau ditangannya, sedangkan Arnold menghembuskan nafasnya pelan
" aku ingin istriku "
" ya sudah, ayo kita ke ruang tamu" Aura mengajak Allin untuk pergi
" tunggu " Arnold menahan tangan Allin dan menggenggamnya
" Allin akan pulang sama aku" Aura menatap Arnold sambil mencibikkan bibirnya kesal
" nanti sebentar lagi saja"
" tidak, nanti malah kemalaman dan kami tidak jadi pulang " Aura menghembuskan nafasnya pelan dan mengangguk kecil
" baiklah, tapi besok Allin harus kesini lagi"
" aku tidak janji ya Ma" Arnold langsung membawa Allin pergi dari sana
" Arnold !" teriak ibunya kesal
Ella menatap Arnold dan Allin yang akan keluar melalui pintu
" kakak mau kemana?"
" pulang " jawab Arnold sambil membuka pintu
" tapi Dramanya belum selesai" Arnold tidak peduli dan tetap membawa Allin pergi dari sana
" mana kakak mu?" tanya Aura
" pulang "
" kenapa kamu tidak tahan dia, Allin sedang mengandung "
" apa!" Ella berdiri dan menatap kaget ibunya
" kak Allin hamil?"
" iya"
***
Allin menatap Arnold yang memasang wajah datarnya
__ADS_1
" harusnya tadi kamu tidak bersikap seperti itu tadi"
"........" Arnold tidak menjawab hanya diam saja
" kamu sudah makan?" tanya Allin, dia nyakin Arnold belum makan malam dan langsung menjemputnya
" Belum" Arnold menatap Allin dan menggenggam tangannya
" kenapa tidak sekalian makan dirumah Mama tadi?"
" tidak mau, nanti kemalaman dan malah dipaksa menginap" kata Arnold dengan mencibikkan bibirnya
" ya sudah, singgah saja dulu di restoran"
" kamu tadi potong buah, maaf ya kamu belum sempat makan karena aku" Allin tersenyum dan mencium pipi Arnold, Arnold yang merasakan itu tersenyum lebar
" dirumah kita banyak buah"
" Allin?" Allin menatap Arnold
" kenapa kamu sangat cantik?" Arnold menatap Allin dengan pandangan memuja, Allin yang mendengar itu menjadi malu dan memerah, Arnold yang melihat Allin seperti itu menjadi gemas
" aku sungguh ingin menciumnya"
**
Arnold berhenti disebuah restoran dan membantu Allin turun dari mobil, Allin sebenarnya merasa tidak enak diperlakukan seperti itu
Arnold dan Allin sudah duduk dimeja mereka, Arnold duduk disamping Allin dan menatapnya penuh cinta, Allin yang awalnya sibuk memperhatikan dekorasi restoran itu menjadi gugup saat bertatapan dengan Arnold
" kenapa kamu menatapku seperti itu?" Allin mengalihkan matanya dari Arnold karena gugup
" jangan mengalihkan pandangamu dariku" Arnold menarik dagu Allin dengan tangannya
Cup
Arnold mencium Allin, Arnold merapatkan Allin pada tubuhnya dan memperdalam ciuman itu, Arnold sudah tidak bisa menunggu hingga mereka dirumah untuk mencium Allin, dia tidak bisa bersabar jika menyangkut mencium wanita itu
"sudah, malu dilihat orang" Arnold yang tadi terlalu terlena dengan ciuman Allin sadar dan menatap sekelilingnya dengan malu
" kenapa aku tidak bisa menahan diriku bila menyangkut Allin"
**
Arnold dan Allin sudah sampai dirumah mereka, Arnold mendudukkan Allin di kursi meja makan
" kamu tunggu aku, aku mandi dulu, nanti aku yang bikin kan salad buah untukmu"
Arnold mencium kening Allin sebentar lalu pergi naik kelantai atas
Allin merasa sangat bahagia, dia merasa sangat beruntung menjadi istri Arnold dan mempunyai mertua yang menyanyanginya
**
Arnold turun dangan cepat dan pergi menunggu dapur, disana dia melihat Allin yang sedang memotong buah, Arnold semakin cepat berjalan
" sudah aku bilang aku yang akan melakukannya" Arnold duduk disamping Allin dan merapatkan dirinya pada Allin
" soalnya kamu lama"
" maaf ya sayang, Baby nya sudah tidak sabar lagi ya?" Arnold mencium pipi Allin lama dia memasukkan tangannya kedalam baju Allin dan mengusap lembut perut Allin, Allin merasa geli dengan usapan tangan Arnold diperutnya
" sudah, kapan aku akan makan saladnya"
Arnold tersenyum dan menatap Allin
" aku akan buatkan salad yang terenak untukmu" Arnold mencoba memotong -motong buah tersebut, Arnold memotongnya dengan semangat, tapi tidak dengan Allin wanita itu tidak suka, karena Arnold memotongnya tidak sama besar
" biar aku saja, kamu tidak bisa memotong dengan benar" Allin mengambil Allin pisau kecil ditangan Arnold, Arnold yang melihat Allin tampak kesal menjadi takut,
" maaf ya sayang, kamu jangan marah" Arnold menyandarkan kepalanya dibahu Allin dengan manja, Allin hanya tersenyum saja mengabaikan Arnold
__ADS_1
**
Allin sudah selesai dengan salad buahnya dia membawanya keruang keluarga, agar dia bisa menonton drama sambil makan salad buah
Arnold yang dari tadi diabaikan Allin mengikuti kemanapun istrinya pergi, Allin duduk disofa dan mulai menonton dengan serius, Arnold sudah tidak tahan lagi, dia juga duduk disamping Allin dan menarik wanita itu agar menyandar padanya, Allin hanya menatap sebentar Arnold dan mengabaikan Arnold kembali
Arnold mengecup puncak kepala Allin berkali- kali mencoba menggoda Allin, tapi Allin tampak tidak terpengaruh dan masih fokus menonton
" sudah makannya? masuk kekamar yuk sayang"
" sebentar lagi"
" tapi tidak baik buat babynya sayang" Allin menatap Arnold dan mengangguk
" baiklah" Arnold bersorak dalam hati dan hendak menggendong Allin tapi Allin menahan tangan Arnold
" tidak, aku bisa pergi sendiri" Allin melewati Arnold dan naik ketangga lantai atas, Arnold langsung mengejar Allin dan menuntunnya
" aku bisa jalan sendiri Arnold" Arnold tidak perduli dan tetap menuntun Allin
**
Allin berbaring dikasur dan mulai memejamkan matanya, sedangkan Arnold hanya menatap Allin menanti kepekaan
" AC nya terlalu dingin" Arnold dengan cepat mengecilkan volume AC
" masih dingin matikan saja" Arnold mengangguk dan mematikan AC tersebut
" Arnold " Arnold dengan cepat menatap Allin disampingnya
" ada apa?"
" masih dingin" Arnold tersenyum dan membawa Allin kepangkuan dan memeluknya erat
" bagaimana ?"
" lebih baik"
" kalau dipikir-pikir lucu juga ya, padahal dulu kita sama-sama menolak perjodohan ini, kalau bukan karena kedua orang tuaku, aku tidak akan mau menikah denganmu " kata Allin memulai pembicaraan
" itu alasan yang kejam, aku terluka dengarnya tahu, tapi Sekarang kamu sudah cinta aku iyakan?" tanya Arnold mencoba mencari kenyakinan
" iya sekarang aku sudah cinta sama kamu, tapi bukankah alasan kamu menikah dengan ku lebih kejam, kamu takut kehilangan aset berhargamu dan terpaksa menikahiku"
" hentikan, itu tidak baik bagi baby nya mendengar hal yang buruk" Arnold merapatkan tubuh mereka dan mengusap perut Allin
" tapi itu benarkan?" kata Allin sambil menatap Arnold
" itu tidak benar!" Arnold menolak tegas itu semua
" benarkah?"
" bukan itu alasan utama aku mau menikah denganmu.... "
" jadi ada alasan lain?"
" sayang jangan potong perkataanku "
" baiklah"
Arnold menatap Allin dan mengusap wajah Allin lembut
" kamu pikir aku pria bodoh yang mau menikahi wanita yang tidak aku suka hanya karena takut kehilangan harta, alasan utama aku mau menikah dengamu adalah kamu wanita pertama yang membuat aku terpesona, aku tidak tahu mengapa kamu selalu saja ada dipikiranku yang membuat aku selalu ingin tahu apa yang kamu lakukan"
" Arnold aku... "
Cup
Arnold mencium cepat bibir Allin menghentikan perkataan Allin
" diam dulu, saat aku menciummu dihari pernikahan kita aku merasa menjadi pria paling bahagia dan tidak bisa menghentikan ciuman itu, aku sudah cinta padamu dari awal, sejak kita bicara berdua di taman belakang rumahmu waktu itu" Arnold menatap Allin dan langsung menciumnya dalam
__ADS_1
" aku mencintaimu Allin....sangat mencintaimu" Arnold berbicara disela ciumannya dan merapatnya Allin ke tubuhnya