![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Allin, Kate, Marco, keluar dari perusahaan
" sepertinya istriku tidak bisa ikut" kata Bill
" kenapa ?" tanya Kate
" dia sekarang dirumah ibuku"
" tidak masalah, asalkan kamu tidak pulang"
" sebenarnya aku sih mau pulang"
" kamu yang minta ditraktir, tapi kamu yang tidak mau pergi"
" bagaimana mungkin aku tidak pergi, aku akan menghabiskan uang pacar barumu ini" kata Bill merangkul bahu Marco
" aku yang akan traktir " kata Allin menyela, semua terdiam dan menatap Allin
" ayo kita makan direstoran paling mahal dan mewah " Kate, Marco dan Bill menatap Allin dengan kaget
" kamu serius ? " tanya Kate pada Allin, sebenarnya saat Allin pertama kali berkata akan mentaraktir makan, Kate tidak menanggapinya serius
" ya" kata Allin dengan mantap dan berjalan lebih dulu, mereka bertiga terdiam dan saling pandang
" apa kalian berpikir hal yang sama denganku?" kata Kate kepada dua pria tersebut, Bill dan Marco mengangguk
" dia terlihat aneh"
**
" kamu nyakin?" kata Kate menatap Allin dengan tatapan ragu, setelah melihat dimana mereka akan makan malam
" iya Kate sayang"
" sepertinya tidak perlu disana, kita bisa makan malam ditempat yang biasa, dan setelah itu pergi untuk berkaroke" kata Bill menatap Allin, Allin berpikir dan kemudian menggeleng
" kalian tidak perlu khawatir, aku yang akan traktir, Ayo" Allin berjalan lebih dulu dan memasukki restoran berbintang lima, mata Allin menatap lilin- lilin indah disetiap mejanya, suasana disana sangat damai dan juga romantis
" terasa sangat tidak nyaman" Allin sebenarnya tidak suka kerestoran mewah seperti ini, tapi dia hanya ingin membawa teman-temannya mencoba restoran yang mewah
Allin menatap kebelakang, tidak ada Kate, Marco dan Bill
" dimana mereka ?" Allin mengedarkan pandanganya dan terpaku menatap satu meja yang berisi dua orang anak manusia, mereka terlihat bahagia dan makan dengan damai
Allin menarik nafasnya berat, air matanya sudah menggenang dipelupuk matanya
" kenapa kamu melakukan ini padaku? Kenapa kamu mengkhianatiku Arnold "
Allin melangkahkan kakinya ingin mendekati meja Arnold dan Luna, tapi seketika dia berhenti dan berbalik badan
" aku hanya akan mempermalukan diriku jika aku memulai perdebatan disini"
Allin menghapus kasar air mata dipipinya dan berjalan keluar dari restoran
**
Arnold mengalihkan pandangannya dari makanan didepannya
" dia terlihat seperti Allin" Arnold menatap punggung seorang wanita yang menjauh hingga wanita itu keluar dari restoran
" ada apa sayang?" Arnold mengumpat didalam hati
" sial, kapan wanita ini berhenti memanggilku sayang? menyebalkan sekali, aku ini milik istriku "
Arnold menatap Luna dan tersenyum tidak ikhlas
" tidak ada, aku tadi hanya melihat punggung orang yang mirip punggung orang yang aku cintai"
Arnold bicara santai dan kembali melanjutkan makannya
" kamu ini bicara apa sih sayang? Tidak jelas" Luna bicara dengan nada tidak suka
" berhentilah memanggilku sayang!!"
**
Allin keluar dan menarik nafas sebanyak - banyaknya dia merasa sangat sesak
" tidak membantu " Allin menatap tiga orang yang berdebat tidak jauh dari nya
" aku tidak mau" kata Bill
" kasihan Allin, dia pasti ingin makan disana "
" tapi aku merasa tidak nyaman disana "
" aku juga " kata Marco menggenggam tangan Kate dengan lembut, Kate mengeluh
" lalu harus bagaimana? Aku juga tidak mau, tapi Allin terlihat sangat ingin makan disana "
" tidak " Allin datang mengagetkan tiga orang tersebut
" Allin" kata Kate merasa tidak enak, berpikir bahwa Allin mendengar perdebatan mereka
" ayo kita pergi kerestoran Bibi Jessy" kata Allin semangat dan tersenyum lebar, Kate, Marco, dan Bill juga tersenyum
" ya!!"
__ADS_1
**
" soup Ayam bibi Jessy yang terbaik" kata Kate sambil menyuap kuah soup kemulutnya
" ya...rasanya tidak berubah dan aku tidak bosan memakannya" kata Bill menimpali
" aku sudah lama tidak makan disini" kata Allin dengan memakan pelan soupnya mencoba menikamati makan malamnya, dimana selera makannya sudah menguap semenjak melihat Arnold dan Luna makan bersama
" kami kemarin malam juga makan disini" kata Marco memegang tangan Kate yang akan mengambil sepotong pangsit, Kate yang mendengar perkataan Marco langsung menyumpal mulut Marco dengan pangsit menghentikan perkataan Marco
Marco mengunyah pelan pangsit yang penuh di mulutnya
" diamlah" kata Kate mengancam, Marco langsung diam dan menelan paksa pangsit yang belum sepenuhnya dikunyah
Allin menahan tawanya melihat itu, sedangkan Bill sudah memvideo Call istrinya, entah sejak kapan Bill melakukannya, Allin yang tadi sudah akan tertawa seketika keinginan itu menghilang setelah melihat Bill yang memperlihatkan wajah istrinya dilayar Ponsel
Allin berdiri dari kursinya dan membuat tiga orang itu terkejut
" kamu mau kemana?" Allin menatap Kate
" bukankah kita mau pergi karaoke?" Kate menatap Marco dan Bill bergantian
" makananmu belum habis" kata Kate setelah melihat mangkuk soup Allin
" aku sudah kenyang"
" ya baiklah"
**
Kate, Marco, dan Bill menatap aneh Allin yang teriak teriak
" Kenapa kamu menyakitiku!"
" teganya dirimu!!"
" lebih baik kamu mati saja!!"
Kate meringis mendengar suara Fals Allin
" sudah berhenti bernyanyi" Kate mengambil alih mic ditangan Allin dan menarik Marco berdiri
" aku akan duet bersama Marco, jadi kalian dengarkan saja"
" Hei! Aku belum selesai" kata Allin sambil mencoba mengambil Mic itu kembali, Allin berdiri dengan tidak seimbang dan dengan mata yang sayu
" anak ini sudah sangat mabuk" Kate memberikan Micnya pada Biil dan membawa Allin duduk disofa
Bill dan Marco terdiam menatap dua wanita itu
" ya, aku akan menjaganya, kalian bernyanyi lah, satu jam lagi kita pulang "
Bill dan Marco tersenyum dan mulai bernyanyi sesuka hati
" kamu baru minum dua gelas sudah mabuk, Astaga"
Kate mengambil sebotol Air mineral dan memberikannya pada Allin
" minumlah "
" aku benci....hiks..." Allin menangis tidak jelas dan menatap sedih Kate
" kamu ini kenapa ? Cerita padaku kalau kamu ada masalah"
Allin menatap dua orang yang bernyanyi dengan semangat
" aku juga mau bernyanyi " Allin berdiri hendak menghampiri Bill dan Marco yang sedang bernyanyi
" tidak Allin, duduklah" Kate menarik Allin kembali berduduk dan mengarah botol mineral kemulut Allin, agar wanita itu meminumnya
" aku tidak mau" Allin menaikkan kakinya kesofa dan melipatnya, Lalu menangis sambil memeluk lututnya
" Allin" Kate jadi merasa khawatir dengan keadaan wanita itu
" kamu baik- baik saja?"
Allin tidak menjawab dan menangis kembali, Kate menatap Marco dan Bill yang masih asik bernyanyi, Kate menarik nafasnya pelan
" jika kamu ada masalah dengan direktur, bicarakan baik- baik dengannya" Kate menarik Allin kepelukkannya dan mengusap rambut Allin, Allin malah semakin kuat menangis, hingga Bill dan Marco menghentikan nyanyiannya
Mereka berdua berjalan mendekati Kate dan Allin
" ada apa?" tanya Marco
" tidak tahu, dia menangis tiba tiba"
" ya sudah, kalau begitu kita pulang saja, sepertinya Allin butuh istirahat " Kate mengangguk dan mencoba menatap Allin
" ayo kita pulang " Kate membantu Allin berdiri dan menuntunnya keluar
**
" Bill kamu pulanglah dulu, biar aku yang mengantar Allin pulang"
" baiklah kalau begitu sampai jumpa " Bill pergi dari sana dan memberhentikan taxi, Bill melambaikan tangannya saat taxi itu berlalu
" kita antar Allin dulu pulang?" tanya Marco
__ADS_1
" iyalah, terus mau bagaimana lagi?"
" telpon saja direktur, suruh dia menjemput Allin"
" kamu tidak mau mengantar Allin?" tanya Kate tidak suka setelah mendengar perkataan Marco
" tidak, bukan begitu...maksudku biarkan saja mereka bersama, agar mereka bisa menyelesaikan masalah diantara mereka "
Kate terdiam memikirkan perkataan Marco
" ya kamu benar, kalau begitu kamu yang telpon "
" kenapa harus aku?"
" kan kamu yang punya ide" Kate mendudukkan Allin di kursi didepan tempat karaoke
" tapi aku tidak punya nomornya"
" alasan saja, aku punya jadi kamu bisa langsung menelponnya " Kate memberikan ponselnya pada Marco dan Marco mengambilnya dengan berat hati
" harus aku ya?"
" iya"
" tapi aku takut"
" jadi kamu lebih takut direktur daripada sama aku"
" iya"
" jadi kamu berani sama aku!"
" Kate sayang.....iya...iya aku yang telpon "
Dreeeet....
Marco menatap Kate yang juga menatapnya gugup
" hallo"
" Hallo"
" siapa kamu? bukannya ini nomor Kate"
" maaf direktur ini saya Marco "
" ada apa?"
" Allin....."
" ada apa dengan dia?" belum selesai Marco bicara Arnold sudah menyela
" Allin sedang mabuk bisa anda datang kesini menjemputnya "
" dimana?"
" didepan gedung karaoke slowly"
Tit...tit...
telpon tersebut langsung diputuskan Arnold, Kate menatap Marco
" apa yang dia katakan?"
" dia memutuskannya "
" jadi dia tidak mau menjemput Allin"
" bukan, sebelum dia memutuskan telponnya, Direktur bertanya kita ada dimana, aku rasa dia akan menjemput Allin"
" ya baguslah " Kate menatap ketempat Allin, mata Kate membesar dan melirik kanan kiri dengan cepat, dia melihat Allin yang menyeberang dijalan raya yang banyak kendaraan
" Marco! Allin!!" Marco melihat titik pandang Kate dan juga menjadi takut
" Marco....Allin...cepat " Kate berlari mencoba mengejar Allin, Marco menahan Kate
" hati- hati banyak kendaraan"
**
" ada apa?"Kata Arnold dengan nada malas, dia sekarang sudah sangat bosan dengan Luna yang selalu mengoceh tidak jelas
" Allin...."
" ada apa dengan dia?" Arnold langsung menegakkan badannya dari bersandar dan bertanya dengan tegas
" Allin sedang mabuk bisa anda datang kesini menjemputnya"
"Dimana?" Arnold langsung berdiri dari kursi dan bejalan keluar
Luna menatap Arnold yang pergi, di berdiri dari kursinya dan berjalan cepat mengejar Arnold
" Arnold!"
Arnold sudah sampai diparkiran dan langsung masuk ke mobil mengabaikan Luna yang berteriak memanggil namanya
Mobil Arnold langsung berlalu meninggalkan Luna yang menatap tajam mobil Arnold.
__ADS_1