ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
39


__ADS_3

" Arnold ! Kamu kunci kamar ku ya!"


Arnold berlari naik kelantai atas dan langsung mendapat tatapan tajam dari Allin


" buka pintunya" kata Allin dengan menunjuk pintu kamarnya


" aku tidak menguncinya"


" Arnold" kata Allin dengan masih bersabar


" aku tidak mungkin melakukannya" Allin mendengus kesal mendengarnya


" tidak mungkin? aku sekarang sudah  tidak percaya lagi dengan kata- katamu"


" aku tidak menguncinya" kata Arnold masih bertahan, Allin kesal dan mendekati Arnold , dia langsung meraba- raba tubuh Arnold untuk mencari kunci kamarnya


Arnold yang merasakan itu tersenyum mesum pada Allin


" sayang, jangan raba- raba" Allin tidak menghiraukan kata- kata Arnold dan tetap mencari kunci itu, tangan Allin berhenti disaku celana sebelah kiri Arnold , dia memasukkan tangannya dan mengambil kunci tersebut


Allin menatap Arnold yang hanya memasang wajah sok bodohnya


" kamu melakukannya " kata Allin dengan menunjukkan kunci tersebut, Allin berbalik dan membuka kunci kamarnya


" Allin..."


Braaakkk


Allin menutup pintu tepat didepan wajah Arnold, Arnold memegang hidungnya yang terbentur


" sayang, habis itu turun makan siang"


Arnold memilih mengalah dan masuk kekamarnya


**


Arnold menatap istrinya yang makan disampingnya dengan wajah cemberut


" berhenti marah ya sayang, jangan pasang wajah seperti itu" Allin melirik sinis pada Arnold sebentar dan setelah itu melanjutkan makannya, Arnold menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal merasa bingung apa yang harus dia lakukan untuk membujuk istrinya


" sayang...."


Tin....


Arnold berdecak kesal mendengar suara bel, dia berdiri dari kursi tapi sebelum itu dia mencium cepat bibir Allin yang sedang mengunyah, Arnold langsung berlari pergi sebelum terdengar suara teriakkan istrinya


" Arnold !" Arnold hanya terkekeh kecil mendengar amarah dari istrinya, Arnold membuka pintu dan melihat Deon didepan rumahnya


" ada apa?" tanya Arnold merasa bingung dengan kedatangan Deon


" tuan...."


" kalau mau jenguk nanti saja, dikantor Ok" Arnold memotong perkataan Deon dan ingin menutup pintu kembali, tapi kata- kata Deon menghentikan gerakkannya


" tunggu tuan, Ayah tuan ingin berkas tentang proyek yang berada di Los Angles"


" bukannya sama kamu?"


" tidak, kamarin waktu tuan sedang memeriksanya, berkas itu tidak ada lagi diatas meja"

__ADS_1


" baiklah, aku akan mengeceknya dulu, mungkin aku kebawa pulang , kamu tunggu saja diruang tamu"


" baik tuan"


Arnold berjalan ingin naik keatas, menuju ruang kerjanya, dia sempat melirik Allin yang masih makan dengan tenang


Arnold berjalan dengan cepat dan membuka ruangan kerjanya, dia membuka berkas - berkas yang ada di atas meja kerjanya dengan terburu- buru, entah kenapa dia merasa tidak ingin jauh lama- lama dari Allin,


Arnold tersenyum saat melihat berkas itu, dia langsung membawanya dan turun dengan tergesa, Allin yang sudah selesai makan menatap aneh Arnold yang terburu- buru


" Deon" Deon yang mendengar namanya dipanggil langsung berdiri, Arnold menyerahkan berkas tersebut dan tersenyum


" bilang pada Papaku, bahwa aku akan libur selama 3 hari"


" baik tuan"


Deon berpamitan dan pergi dari sana, Arnold menatap Allin yang berjalan kearah ruang tv dengan sebungkus snack ditangannya


Arnold langsung memeluk Allin dari belakang, Allin yang tadi berniat duduk terhenti dan mencubit tangan suaminya


" Arrghh..." Arnold langsung melepaskan pelukannya dan melihat senyum kemenangan dari istrinya, Arnold menyipitkan matanya menatap Allin yang duduk disofa dan menghidupkan tv mengabaikan Arnold yang menatapnya


Arnold juga duduk disamping Allin dan menyandarkan kepalanya dibahu Allin, Allin tetap mengabaikan Arnold, Arnold mengambil snack di tangan Allin dan memakannya, Allin hanya melirik sekilas Arnold dan kembali menatap kedepan,


Tin....


Astaga, Arnold ingin mengumpat rasanya , siapa lagi yang datang? Ini sudah ketiga kalinya Bel rumahnya berbunyi


" Arnold bukan pintunya " Arnold sangat malas bergerak


" Arnold "


" disini juga sayang" tunjuk Arnold pada bibirnya, Allin menggelengkan kepalanya dan menyuapi Arnold dengan Snack ditangannya


" sudah cepat pergi"


Arnold berdiri dan kembali berjalan ke pintu utama untuk ketiga kalinya hari ini


Tin.....


" iya, iya tunggu sebentar"


Arnold membuka pintu itu dan rasanya ingin membanting pintu tersebut didepan pria tersebut


" ada apa kesini?" tanya Arnold dengan wajah terganggu,



Lucas tersenyum disana, dia sudah biasa mendapat tatapan seperti itu dari suami sepupunya ini


" mau ketemu Allin"


Arnold tidak mungkin melarang Lucas untuk masuk, Arnold membuka pintu itu dengan tidak ikhlas,


" dia ada dituang tamu" setelah mendengar itu Lucas langsung pergi disusul Arnold


Allin melihat siapa yang datang, dia ternganga dan langsung berdiri menghampiri Lucas


Allin memeluk Lucas tanpa memperhatikan Arnold yang sudah terbakar

__ADS_1


" sudah, cukup berpelukkannya " Arnold menarik Allin dari peluk kan tersebut,


" kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Allin dengan senang, Allin menarik Lucas untuk duduk disofa dan mengabaikan Arnold yang memasang wajah tidak senang, dia sama sekali tidak menutupi rasa tidak sukanya,


Arnold juga langsung duduk disamping Allin, dia tidak mau duduk disamping Lucas, Arnold meletakkan tangannya di pinggang Allin yang menghadap Lucas, menjaga miliknya agar tidak diambil orang


" iya, waktu aku dengar kamu sakit aku ingin langsung kesini, tapi pekerjaan ku sangat banyak, jadi bisanya hari ini menemui mu"


" tidak masalah, aku sangat senang kamu datang"


" apa kamu masih merasa sakit?" tanya Lucas dengan mengusap kepala Allin, Arnold yang melihat itu, berdiri dari posisi duduknya disamping Allin dan memaksa duduk ditengah - tengah Antara Allin dan Lucas, hingga membuat Lucas harus bergeser, Allin menatap kesal Arnold


" apa yang kamu lakukan?" tanya Allin kesal


" Menjauhkanmu darinya" tunjuk Arnold pada Lucas, Lucas sedikit kaget


" kenapa kamu ingin menjauhkanku darinya ? Memangnya salah kalau aku dekat dekat dengannya?"kata Allin dengan tatapan kesal, tentu saja Allin marah , apa salahnya dia dengar dengan Lucas, pria itu juga keluarganya


" tentu saja, aku tidak suka" kata Arnold dengan nada penuh tekanan


Lucas menarik nafasnya lelah


" Astaga.....kenapa aku harus masuk dalam perdebatan suami istri ini"


" dia sepupuku, keluargaku"


" tapi aku tidak suka sayang"


" kenapa kamu harus tidak suka?"


" pokoknya aku tidak suka, suruh saja dia pulang, kamu ada aku, jadi dia tidak perlu sok perhatian"


Allin sudah akan membuka mulutnya, tapi kemudian dia menarik nafas untuk tenang menyikapi sikap Arnold, karena ini tidak akan berakhir dengan mudah, bahkan sekarang Arnold mulai berbicara kasar


Allin berdiri dan menarik Arnold, tapi sebelum itu Allin sempat melirik Lucas, untuk mengatakan agar dia menunggu sebentar, Lucas hanya menganggukkan kepalanya,tidak ingin ikut campur masalah mereka


**


" kenapa kamu bicara seperti itu? Kamu tahu disana ada Lucas, dia pasti merasa tersinggung "


" tapi dia menyentuh kepalamu, aku tidak suka" kata Arnold mengangkat kepalanya mengusap kepala Allin, berharap dapat menghapus jejak tangan Lucas disana, Allin menatap Arnold yang terlihat serius dengan perkataannya


" ternyata selain suka mendrama dia juga pecemburu bahkan dengan Lucas "


Allin melingkarkan tangannya dileher Arnold dan menariknya mendekat


Cup


Allin mencium Arnold dengan lembut, Arnold shock sekali, matanya membulat besar, Allin menarik bibirnya dan menatap Arnold yang menatapnya dengan wajah bingung


" dia hanya mengusap kepalaku, dan aku bahkan menciumu, jadi berhenti berpikir seperti itu "


Arnold menarik Allin kedekapannya dan mencium Allin dengan sangat dalam, setelah lama mereka berciuman, Allin menarik dirinya, dia rasa ini akan lama berakhir, sedangkan Lucas menunggu diruang tamu


" sudah, kasihan Lucas, dia menunggu sendirian diruang tamu"


" sebentar lagi" kata Arnold dengan wajah memohon, Allin menggelengkan kepalanya merasa kaget dengan perubahan sikap Arnold


"Kenapa Arnold sekarang mesum?"

__ADS_1


" tidak" kata Allin meninggalkan Arnold, Allin berharap sekarang Arnold akan mengerti, bahwa dia tidak perlu cemburu pada Lucas


__ADS_2