![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Kate dan Marco sudah menyeberang dan mencari- cari sosok Allin
" dimana dia?"
" aku rasa dia pergi kearah taman disana"
Kate dan Marco pergi ke taman, taman itu tidak gelap karena banyak lampu - lampu yang menghiasinya, berberapa orang juga ada disana untuk berkencan
Kate menarik nafasnya banyak- banyak merasa lelah karena belari kesana kemari
" Marco..." Marco berhenti berjalan dan menatap Kate yang kelelahan, Marco langsung mendekati Kate dan membawanya duduk di bangku taman
" bagaimna ini?" Kate merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Allin
" Marco bagaimana ini?" Marco memeluk Kate menenangkan wanita itu
" Allin akan baik- baik saja"
Dreeeeet.....
Marco mengambil ponsel disakunya yang begetar, Marco terdiam menatap layar ponsel Kate
" siapa ?"
" Direktur "
" Angkat saja" Marco menarik nafasnya lalu menerima telpon tersebut
" kalian dimana ?"
" Maaf direktur...Allin menghilang "
" apa! Kamu jangan bercanda dengan saya"
Kate mengambil alih ponsel ditangan Marco
" direktur ini saya Kate....saya minta maaf tadi Allin saya duduk kan didepan gedung karaoke, tapi dia lepas dari pengwasan saya"
" sekarang kalian ada dimana ?"
" kami ada di taman tidak jauh dari tempat karaoke"
Tittt......
telpon diputuskan Arnold, Marco memeluk Kate menenangkan wanita itu
**
Arnold sungguh kesal setelah mendengar bahwa Allin menghilang, Arnold menatap taman yang tidak jauh dari tempatnya berdiri didepan gedung karaoke
Matanya menyipit memastikan objek yang dia lihat
" Allin"
" Allin!!" Arnold langsung berlari untuk menghampiri Allin yang berjalan dengan tidak benar, Arnold baru akan menyeberang klakson mobil berbunyi agar dia menjauh dari jalan
Mata Arnold masih memperhatikan Allin yang berjalan menjauh
" sial, kapan mobil- mobil ini akan menyingkir " Arnold tidak memeperdulikan kendaraan yang berlalu lalang dia langsung menyeberang, banyak pengendara yang memarahinya karena menyebrang sembarangan tapi yang Arnold pikirkan hanya Allin
Arnold sudah sampai di sebrang dan berlari mengejar Allin, saat tinggal sedikit lagi Allin berbelok dan duduk bangku taman
Allin menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan, Arnold memelankan langkah kakinya setelah melihat Allin yang menangis
Arnold sudah sampai didekat Allin dan duduk disampingnya, Arnold menyentuh tangan Allin yang menutupi wajahnya, mata mereka bertemu dan Arnold tersenyum pada Allin
Tapi tidak dengan Allin wanita itu langsung berdiri dan menjauhi Arnold, Arnold yang tidak menyangka dengan reaksi Allin tersadar dan mengejar Allin
" Allin!" Arnold menangkap pergelangan tangan Allin tapi wanita itu tidak membalikkan badannya
" Allin" Arnold mengarahkan tubuh Allin agar menghadapnya, Allin tidak mau menatap Arnold dan mengalihkan wajahnya
Arnold yang sudah dari tadi merasa khawatir karena kehilangan Allin langsung memeluk wanita itu agar menghilangkan rasa khawatirnya, Allin tidak ingin disentuh Arnold dan mendorongnya
" lepas! Kamu siapa berani peluk- peluk saya, saya itu sudah ada suami" Allin menyilangkan tangannya didepan dada mencoba melindungi diri
" sayang...ini aku Arnold, suami kamu" Arnold mendekati Allin lagi dan menatapnya dengan dalam
" Arnold "
" iya sayang ini aku" Allin langsung merubah wajahnya menjadi marah dan berteriak
" suami sialan ! Beraninya kamu mengkhianati aku!" Allin memukul Arnold didadanya meluapkan semua kekesalannya pada pria itu, Arnold membiarkan berberapa waktu Allin memukulnya, kemudian dia langsung menarik Allin kepelukkannya, Allin tentu saja memberontak tapi Arnold tidak melepaskan wanita itu, dia memeluk dengan erat hingga Allin meringis kesakitan
" lepas sakit" Arnold tidak melepaskannya dan malah memeluk Allin semakin erat
" ini hukuman untukmu karena kamu mabuk tanpa aku disismu"
__ADS_1
" aku minta maaf...hiks..." Allin mulai menangis, Arnold melonggarkan pelukkannya tapi tidak melepaskan pelukkannya
" kenapa kamu menangis ?"
" aku pasti kurang cantik dan sexy, makanya kamu mencari wanita lain"
" Allin...tidak bukan...."
" tidak apa Arnold aku mengerti, aku akan mengajukan surat perceraian"
Arnold menggeram marah mendengarnya dan menarik Allin semakin merapat dengannya, sedangkan Allin yang mabuk masih meracau tidak jelas
" beraninya kamu ingin menceraikanku!" Arnold marah dan langsung mencium Allin, dia mencium Allin dengan penuh emosi dan mencumbu Allin dengan tidak sabar
Arnold menarik bibirnya dan menatap Allin yang hampir tidak sadarkan diri, Arnold mengusap bibir Allin yang memerah karena ciumannya
" kamu tidak akan bisa menceraikanku! itu tidak akan pernah terjadi!"
Arnold sudah emosi sejak mendengar Allin mabuk dan kemudian menghilang dan sekarang Allin ingin bercerai, Ck itu tidak akan pernah terjadi
Arnold langsung kembali mencium Allin tidak perduli wanita itu sadar atau tidak, yang dia inginkan adalah menyentuh Allin dan menyadarkan wanita itu dari pikiran gilanya dari perceraian
**
Arnold menatap Allin yang tertidur dikursi penumpang disampingnya, tangan Arnold terangkat dan mengusap sayang kepala Allin
" jangan pernah mengatakan itu lagi, meskipun dalam keadaan mabuk" Arnold sungguh merasa sakit saat Allin mengatakan akan mengajukan perceraian
" aku harus berbicara dengan Papa, aku tidak mau berpisah denganmu" Arnold mencium cepat kening Allin, kemudian fokus menyetir
**
Arnold menggendong Allin membawanya masuk kerumah yang selama ini mereka tempati berdua
Arnold membaringkan Allin ke kasur dan mengecup singkat bibir Allin, kemudia dia masuk kekamar mandi, membersihkan diri
**
Arnold keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang nya, dia menatap Allin yang masih tertidur dengan damai, Arnold tersenyum merasa lega karena wanita itu ada di dekat nya,
Sudah dua hari ini Arnold merasa tidak tenang karena memikirkan Allin yang tidak ada di sisi nya
Setelah berpakaian Arnold langsung berbaring disamping Allin, dan menatap wajah Allin sambil mengusapnya
" aku sangat rindu padamu" Arnold mengecup seluruh wajah Allin meluapkan semua kerinduannya
" selamat tidur istriku"
**
Marco menengkan Kate yang menangis kerena belum menemukan Allin
" sudah sayang" Kate malah semakin menangis
" ini salahku"
" tidak ini bukan salah kamu, Allin pasti baik- baik saja"
" tapi bagaimana kamu nyakin"
" Direktur tidak menelponmu lagi, dia pasti sudah menemukan Allin, sudah sekarang aku antar kamu pulang " Marco membawa Kate menuju dimana mobil mereka terpakir
**
Allin membuka matanya, saat mendengar bunyi bell yang tidak berhenti, Allin menjauhkan tangan Arnold dari pinggangnya dan beranjak dari kasur, Allin memakai sandal yang ada dibawah ranjang, dia berjalan keluar dengan keadaan belum sepenuhnya sadar, kepalanya juga terasa pusing
Tittt......
Bunyi bell terdengar lagi
" iya sebentar!" Allin turun dari tangga dan membuka pintu rumahnya, mata Allin menyipit saat merasakan sinar matahari menerpa wajahnya
" wanita sialan! Kenapa kamu ada disini!?" Allin membuka matanya dan menatap siapa yang mengumpatnya, Allin seketika sepenuhnya sadar, dan terdiam menatap Luna yang berwarjah marah
" mana Arnold ?" Luna langsung masuk dengan mendorong Allin menjauh
" Arnold !"
" Arnold !!" Allin masih mematung, dia merasa pusing dan juga bingung
" kenapa aku ada disini?"
Allin sungguh tidak Sadar saat dia bangun tadi, karena itu terasa sangat biasa, dia bangun dengan Arnold memeluknya
" aku dan Arnold" Allin baru sadar, bahwa dia tidur bersama Arnold malam tadi
__ADS_1
" Arnold !" Luna masih berteriak memanggil Arnold
**
Arnold mengerjapkan matanya, dia merasa terganggu dengan teriakkan seseorang
" sayang" Arnold menyentuh sisi tempat tidur disampingnya, kosong, Arnold membuka matanya lebar dan mengedarkan pandangannya
" sayang!" Arnold turun dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi , tidak ada
" dimana dia?"
" Arnold !!" Arnold mendengar suara yang memanggilnya
Arnold keluar dan turun dari lantai atas, disana Luna berteriak- teriak memanggil nama Arnold, Arnold menatap Allin yang masih berdiri didepan pintu, Arnold berjalan cepat dan sampai dilantai bawah
" Arnold kenapa wanita itu ada disini?" Arnold mengabaikan Luna dan melewatinya begitu saja, Luna menatap tajam Arnold yang berlalu begitu saja
" sayang" Arnold menyentuh tangan Allin, tapi wanita itu menghindar
" sayang..."
" jangan panggil aku sayang" Allin menatap tajam Arnold, Arnold menarik Allin mendekatinya
" kamu harus minum air putih, sepertinya mabukmu belum hilang " Arnold menarik Allin kedapur, Allin memberontak tapi Arnold tidak melepaskan wanita itu
" Arnold lepaskan wanita itu, kita sudah dijodohkan " Allin langsung menegang dan menatap Luna yang sudah menatapnya tajam
" dijodohkan?"
" iya, jadi kamu jangan ganggu calon suami saya" Allin menatap Arnold
" apa yang dia katakan benar?" Arnold hanya diam menatap Allin
" jawab Arnold, Apa benar yang dia katakan!?"
" iya, Papa Arnold sendiri yang menjodohkan kami, kami sudah akan menikah tiga bulan lagi" Luna kembali berbicara, menambah luka dihati Allin
Allin menatap Arnold dengan sedih, air mata sudah mengalir dipipinya, Arnold menggeleng saat melihat Allin menangis, Arnold menutup kedua telinga Allin dengan telapak tangannya
" jangan dengarkan dia" Allin hanya diam menatap Arnold dengan tangisan tanpa suara
" Arnold lepaskan dia!"Luna menarik Arnold dan menjauhkannya dari Allin
Allin sudah tidak sanggup lagi mendengar suaminya dijodohkan dengan wanita lain, Allin pergi dari sana keluar dari rumah itu, dia tidak perduli dengan pakaian tidur dan sandal yang dia pakai, tidak tahu siapa yang mengganti bajunya dengan pakaian tidur, itu pasti Arnold
" Luna !!" teriak Arnold kesal atas sikap wanita itu, Arnold ingin mengejar Allin tapi Luna menahannya
" bila kamu mengejarnya, aku akan bilang pada Papamu dan paman Rhicard" Arnold menatap tajam Luna dan menepis tangan Luna dari nya, Arnold pergi naik kekamarnya meninggalkan Luna disana
**
Deon yang akan kerumah Arnold menghentikan mobilnya saat melihat Allin yang berjalan dipinggir jalan
" Nona" Allin berhenti berjalan dan menatap siapa yang memanggilnya
" Deon" Deon turun dari mobil dan mendekati Allin
" kenapa Nona ada disini?" Allin hanya dia tidak ingin menceritakan apa- apa, Deon yang melihat mata Allin sadar bahwa wanita itu habis menangis,
" ini tidak jauh dari rumah tuan Arnold, pasti mereka bertengkar lagi"
" ayo Nona saya akan mengantar anda pulang"
" aku tidak mau pulang kesana" kata Allin dengan suara tersedu
" iya Nona saya akan mengantar anda pulang kerumah orang tua anda" Allin mengangguk dan masuk kedalam mobil
Deon dengan cepat mengambil ponselnya
" tuan, Nona Allin sekarang bersama saya, saya akan mengantarnya kemana?"
" antarkan dia pulang kerumah orang tuanya"
" baik tuan"
**
Arnold bernafas lega setelah mendapat pesan dari Deon
" syukurkah"
" tapi aku belum menciumnya pagi ini" Arnold menatap keluar dari balkon kamar
" aku masih rindu"
" Arnold !!" Arnold menghembuskan nafasnya kasar
__ADS_1
" Kapan wanita itu akan pergi "