![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Arnold menatap malas Lucas yang sudah duduk dihadapannya dan Allin
" kenapa kamu selalu mengganggu?" tanya Arnold pada Lucas
Allin dan lucas menatap Arnold, Arnold mengalihkan matanya menatap arah lain tidak ingin menatap Lucas maupun Allin
Lucas merasa tidak nyaman, dia tidak menyangka bahwa Arnold akan seserius ini, dia kira Arnold hanya cemburu biasa dan mereka akan akrab berjalannya waktu, tapi ternyata Arnold sungguh menaggapi serius sikapnya
" Arnold " Allin menyentuh tangan Arnold, pria itu menatap Allin dengan datar
" ada apa?" tanya Allin merasa aneh atas sikap Arnold
" tidak ada" jawab Arnold datar
Allin menghembuskan nafasnya pelan dan menatap Lucas
" kapan pesawatmu lepas landas?" tanya Allin pada Lucas, Lucas menatap Allin
" dua jam lagi" Arnold menatap Lucas dengan pandangan berbeda
" dia akan pulang ke Paris" Arnold tidak tahu bila Lucas akan pulang ke Paris hari ini
" terima kasih ya Lucas, berkat kamu kami masih bisa bersama" Arnold menatap Allin dan Lucas secara bergantian
" apa maksudnya?"
" tidak, itu sudah seharusnya, aku tahu kalian saling mencintai" Allin tersenyum dan mengganggam tangan Lucas, Arnold menatap tajam tangan Allin dan Lucas yang berpegangan
" maafkan sikap Arnold, dia memang sedikit pemarah"
" aku tahu" Arnold langsung menatap tajam Lucas, Allin tertawa mendengar itu, dia memukul bahu Arnold dan tertawa dengan lebar
" hahahah...Arnold" Arnold menarik Allin dan menutup mulut Allin dengan telapak tangannya, Lucas yang melihat itu tersenyum
**
Arnold menatap dua orang yang berjalan didepannya dengan kesal
" aku suami Allin, tapi kenapa dia yang seakan- akan suami Allin"
Arnold berjalan cepat dan berjalan ditengah memisahkan Allin dan Lucas, Allin dan Lucas menatap Arnold yang melewati mereka
" ada apa dengan dia?" tanya Allin kesal
" dia cemburu "
" tapi sangat aneh, kamu kan sepupu ku, aku sudah memberitahunya banyak sekali, tapi dia tidak juga mengerti"
" denganku saja dia cemburu bagaimana dengan pria lain" kata Lucas sambil tertawa pelan dan pergi meninggalkan Allin yang diam mematung
" Lucas benar, Arnold terlalu pecemburu, tapi aku tetap mencintainya, itu tidak mengurangi rasa cintaku" Allin pergi menyusul Arnold dan Lucas
**
Setelah berbelanja bahan makanan mereka duduk dicafe, menikmati waktu bersama
" Sayang" Allin menatap Arnold, Arnold mengangkat tangannya
Allin terpaku dan mereka saling menatap dalam diam, Lucas hanya menatap mereka dengan pandangan polos
" kalian tidak berciuman?" tanya Lucas, membuat Arnold dan Allin mengalihkan mata mereka
" ehem...." Arnold berdeham, kenapa dia merasa gugup digoda sepeti itu oleh Lucas, dia memang punya pikiran untuk mencium Allin tadi
" aku kira aku akan melihat adegan ciuman romantis, tapi kalian hanya saling tatap tidak jelas" kata Lucas dengan nada kecewa, Allin menatap kesal Lucas
Arnold tersenyum menatap Allin dan Lucas, dia merasa sedikit nyaman bila ada Lucas
" dia cukup baik, aku rasa aku hanya terlalu cemburu, tapi inilah aku, aku memang tidak suka wanitaku disentuh pria lain"
" sebentar lagi pesawatku akan lepas landas, aku rasa aku akan pergi sekarang" Lucas berdiri dari kursinya, Allin menatap Lucas
" kamu sudah berpamitan dengan Papa dan Mamaku?"
" sudah, Paman Adam dan Alda tahu aku bersamamu"
" kami akan mengantarmu" Lucas menatap Arnold yang dengan mengejutkannya menawarkan tumpangan
" baiklah "
Allin menatap Arnold dengan senyuman lebar mendengar Arnold menawarkan mengantar Lucas ke bandara
" kenapa?" tanya Arnold pada Allin yang menatapnya dengan senyuman tidak jelas
" kamu benar Arnold kan?"
" iya aku suamimu, kenapa kamu ragu?"
Allin menaggangguk, Arnold tersenyum menatap Allin
" mau bukti ?"
" ya"
Cup
Arnold mengecup cepat bibir Allin, Allin tersenyum dan memeluk Arnold, Arnold juga tersenyum dan membalas peluk kan Allin
" kapan kalian akan mengantarku, aku bisa ketinggalan pesawat "
Allin dan Arnold melepaskan pelukkan mereka
" maaf"
**
Lucas menatap Allin yang sudah menangis, Lucas mendekati Allin dan menghapus air mata Allin
Arnold menggenggam tangannya erat, merasa panas dengan itu
" sabar Arnold....sabar "
" aku akan merindukanmu" Allin memeluk Lucas, Lucas tersenyum dan membalas pelukkan Allin
" sampaikan salamku untuk Paman Oman dan Bibi Sella"
__ADS_1
" iya, sudah jangan menangis" Allin menatap Lucas
" kalau kamu ingin bertemu denganku, kamu pergi saja bulan madu ke Paris, kamu bisa mengunjungiku"
Mendengar itu, Arnold tersadar bahwa dia dan Allin belum pernah berbulan madu, bulan madu yang sesungguhnya
Arnold menatap Allin dan Lucas, disana Lucas mencium kening Allin sayang, mata Arnold rasanya akan keluar melihat itu
" beraninya dia mencium istriku"
Arnold sudah akan menjauhkan Allin dan Lucas tapi seketika dia terhenti
" sampai jumpa adik kecilku "
" jangan panggilku adik kecil, kita hanya beda dua tahun" kata Allin kesal
" tapi bagiku, kamu tetap adik kecilku"
Arnold sadar bahwa hubungan antara Allin dan Lucas sama dengan hubungan dia dan Ella
**
Setelah pesawat Lucas lepas landas, Arnold menarik Allin dan mencium keningnya lama
" tidak boleh ada bekas bibir pria lain di tubuhmu " Allin menatap Arnold dan memeluknya
**
" biar aku saja yang melakukannya" Arnold mengambil alih kantong belanjaan ditangan Allin dan berjalan kearah dapur
Allin tersenyum dan mendekati Arnold
" kamu terlihat sepeti seorang suami yang baik" kata Allin sambil memperhatikan Arnold memasukkan daging, sayur, dan buah kedalam kulkas
" aku bukan seperti, aku memang suami yang baik, bahkan super baik"
" aku akan bilang kamu suami terbaik tapi ada satu kekuarangan kamu"
" apa?" tanya Arnold cepat, dia sungguh ingin tahu
" kamu bersikap buruk pada Lucas"
" hanya karena itu" kata Arnold tidak terima
" kamu tidak tahu, dia yang menyelamatkan pernikahan kita" Arnold menatap intens Allin
" Mama yang cerita padaku, waktu Lucas pulang makan malam bersama kita hari itu, dia datang kerumah Mama, Mama bertanya macam- macam pada Lucas, dan ingin memisahkan kita, tapi Lucas menyakinkan Mama dan Papa bahwa kita saling mencintai, dia membujuk Mama agar mau memaafkan kita"
" kamu serius?"
" iya, masa kamu tidak percaya, Lucas itu pria yang baik dan hangat, kamu saja yang bersikap buruk padanya "
" aku tidak membencinya, aku hanya tidak suka kamu dekat- dekat dengannya"
" bagaimana ya menjelaskannya padamu....sekarang aku tanya, siapa pria pertama yang aku cium?"
" tentu saja aku...dan terakhir, tidak ada ciuman buat orang lain kecuali aku" Allin berdecak kesal mendengarnya
" dan siapa suamiku?"
" kenapa kamu harus marah? Kamu hanya perlu menjawab, aku"
" aku tidak suka mendengarnya"
" kamu tahukan siapa pria pertama untukku?"
Arnold menatap kesal Allin dan menutup pintu kulkas dengan keras
" memangnya siapa lagi yang tidur denganmu selain aku?!"
" kamu nyakin kamu pria pertama untukku"
" Allin! Kamu jangan main- main ya, aku tahu aku pria pertama untukmu"
" jangan marah - marah"
"bagaimana aku tidak marah, kamu terkesan tidak suka aku pria pertama untukmu "
" bukan begitu...maksudku adalah bila kamu adalah First kiss ku, suamiku, dan pria pertama untukku jadi untuk apa kamu cemburu "
Arnold menatap Allin dan mendekatinya, Allin hanya menatap bingung Arnold
" jangan lupa, aku pria yang selalu dan terakhir untukmu " Arnold mengusap wajah Allin dan berniat menciumnya, tapi Allin menutup mulut Arnold dengan tangannya
" selain pecemburu, mulutmu juga liar" Arnold tersenyum dibalik tangan Allin dan menurunkan tangan itu
" bukan hanya mulutku" Arnold mengangkat Allin tiba- tiba hingga Allin terpekik kaget
" malam ini kamu milikku"
" memangnya malam besok tidak ?"
" maksudku saat ini, nanti saat kita punya anak aku harus rela berbagi" Allin tersenyum dan mencium pipi Arnold
" aku mencintaimu"
" hei..harusnya aku dulu yang bilang"
" kamu terlambat "
" aku lebih mencintaimu" Arnold mencium Allin sambil berjalan menaikki tangga
**
Allin bangun dan langsung berlari kecil menuju kamar mandi, Allin merasa mual dan pusing
Allin menatap pantulan dirinya dicermin
" apa aku salah makan ya?" Allin berkumur- kumur, lalu membersihkan diri
**
Arnold menatap Allin yang tidak menyentuh sarapannya
" kenapa ?" Allin mengangkat kepalanya menatap Arnold
__ADS_1
" aku tidak selera"
" makan, kamu tidak boleh pergi kerja sebelum sarapan "
" tapi aku sungguh tidak ingin"
" kamu mau makan sendiri atau aku yang melakukannya" Allin mengerucutkan bibirnya kesal dan mulai makan dengan malas
" makan yang benar sayang"
" aku tidak selera"
" ya sudah, makan pelan- pelan saja"
Allin makan dengan terpaksa
**
Kate berdiri dari kursinya dan dengan cepat menghampiri Allin yang baru tiba
" Allin!"
Allin tersenyum melihat Kate, Kate memeluk Allin
" kamu baik- baik saja?"
" ya, dan kamu bagaimana ?"
" aku baik, selama Marco ada disampingku "
" hei sejak kapan kamu bersikap seperti ini?" tanya Allin dengan sedikit tertawa
" sejak kapan ya, aku juga tidak tahu"
Allin tertawa kecil dan memeluk Kate
" terima kasih Kate, kamu sahabat yang baik, aku beruntung berteman denganmu"
Kate membalas pelukkan Allin
" kalau kamu memang merasa beruntung berteman denganku, traktir aku makan siang hari ini"
" tidak masalah "
Kate melepaskan pelukkanya dan membawa Allin duduk di kursi kerja mereka
**
Arnold memperhatikan Allin dari layar tabletnya
" dia terlihat tidak semangat, apa dia sakit?"
Tok...tok..
" masuk"
Arnold menatap Jose yang masuk keruanganya
" ada apa?"
" aku butuh tanda tanganmu"
Jose mendekati Arnold dan duduk dihapannya
" kenapa ?" tanya Jose pada Arnold yang terlihat tidak biasa
" Allin terlihat tidak sehat, dia sangat pucat " kata Arnold memperlihatkan Tablet pada Jose, dimana Allin sedang bekerja
" hahahahah..." Jose sungguh tidak bisa menahan tawanya, itu sungguh lucu baginya
" kenapa kamu tertawa?" tanya Arnold kesal, dia sedang khawatir pada istrinya, tapi Jose malah tertawa
" Astaga Arnold ....apa kamu sungguh Arnold? Kamu seperti penguntit bagi istrimu....hahah"
" berhenti tertawa aku hanya takut terjadi sesuatu padanya "
" tidak akan terjadi apa- apa selama Allin ada dikantor, kamu terlalu posesif padanya "
" aku tetap saja khawatir"
" kamu khawatir atau kamu tidak percaya padanya"
" aku percaya padanya, tapi aku tapi aku tidak percaya pria didekat istriku"
Jose tersenyum dan meletakkan file diatas meja
" ya, ya kamu sangat mencintainya hingga takut dia diambil orang, kamu tidak percaya pada dirimu"
" aku percaya pada diriku, hanya saja...." Arnold tampak bingung untuk menjelasnya, Jose tak bisa menahan tawanya
" haha baiklah, sekarang tanda tangan ini" Arnold menatap Jose
" kamu jangan bilang pada Allin kalau aku mengawasinya"
" baiklah Direktur, permintaan mu adalah perintah untukku"
Arnold tersenyum dan menandanda tangani file tersebut
" tidak salah aku mengangkat kamu menjadi meneger divisi satu"
" aku tahu alasan kamu meletakkan aku di Devisi satu saat aku meminta pekerjaan padamu, agar aku bisa menjaga Allin dari pria lain kan"
" Jose aku peringatkan aku ini atasanmu" Arnold menatap kesal Jose yang dengan santai nya meminum kopi Arnold yang ada diatas meja, Jose tersenyum dan meletakkan gelas kopi Arnold kembali
" maaf pak, apakah sudah, kalau begitu saya akan kembali, sepertinya Allin sudah rindu pada saya" Jose langsung mengambil file tersebut dan lari keluar ruangan
" Jose!! Kembali kamu! Beraninya kamu mendekati istriku"
Diluar Jose tertawa hingga membuat Deon yang sedaga sibuk dengan komputernya menatap aneh Jose
" ada apa Meneger Jose?"
" tidak ada, hanya saja atasanmu itu Maniak pada istrinya "
Setelah berkata seperti itu Jose langsung masuk kedalam Lift, Deon menatap punggung Jose lalu menatap ruangan Arnold
__ADS_1
Dengan pandangan bingung.