![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
" Lucas kamu mau makan apa?"
" aku makan semua yang kamu masak" Arnold menatap tajam Lucas yang masih setia dirumahnya, Arnold rasanya ingin berteriak, sekarang sudah malam dan Allin malah mengajak sipengganggu itu makan malam, seharusnya usir saja dia
Arnold dan Lucas duduk dimeja makan dengan satu kursi kosong pemisah diantara mereka , Arnold tidak melirik Lucas sama sekali, dia hanya menatap punggung istrinya, yang sedang memasak
Tiba- tiba, Lucas berdiri dari kursinya dan mendekati Allin yang memasak, mata Arnold tidak lepas dari mereka
" apa yang akan pengganggu itu lakukan?"
" Aku akan membantumu " Lucas mencoba mengambil alih pisau ditangan Allin, Allin tersenyum dan memberikannya, Lucas mulai memotong sosis itu menjadi kecil- kecil, Arnold menggeram merasa panas melihat pemandangan tersebut
" Lucas sialan, Allin itu istriku"
Arnold berdiri dan langsung memeluk Allin yang sedang mengaduk masakan dipenggorengan dari belakang, tangannya memeluk pinggang Allin posesif, Allin sempat kaget mendapatkan peluk kan dadakan tersebut
" Arnold" Allin menatap Lucas, takut Lucas tidak merasa nyaman dengan tindakan Arnold, tapi Lucas tampak tenang, seakan tidak terganggu
Arnold tersenyum sinis dibahu Allin, Arnold semakin mengeratkan pelukkannya dipinggang Allin,
" Arnold lepas dulu, aku mau mengambil piring " Arnold menggeleng dibahu Allin dan mencium pipinya, Allin merasa gugup sekaligus sedikit lega, karena Lucas tidak melihat itu, karena Lucas berdiri disebelah kiri Allin, sedangkan Arnold meletakkan kepalanya dibahu kanan Allin
Allin bergerak untuk mengambil piring, dan Arnold setia mendekapnya, Lucas menarik nafasnya jenuh
" Astaga,kapan pria ini berhenti bersikap kenak- kanakkan"
Lucas berbalik saat dia mendengar suara ponsel nya di atas meja makan, Lucas mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon
"Bibi Alda"
Lucas menjauh dari dapur dan berjalan kearah ruang tamu
" iya Bibi ada apa?"
" kamu masih dirumah Allin?"
" iya, ada apa Bi?"
" kapan kamu akan pulang ?"
"Mungkin setelah selesai makan malam bersama Allin dan suamimya "
"apa mereka terlihat bahagia?"
" tentu saja, apalagi pria itu, dia menempel pada Allin seperti Lem"
" kamu temui bibi malam ini, setelah kamu makan malam,ada yang ingin bibi tanyakan padamu"
" baiklah "
**
Arnold melepaskan pelukkannya, saat semua sudah tersedia diatas meja, mata Allin mencari sosok Lucas yang menghilang
" dimana Lucas ?" gumamnya
" Arnold kamu lihat Lucas?" tanya Allin pada Arnold yang terlihat santai sudah duduk di kursi
Lucas kembali dari ruang tamu dan tersenyum, dia mendekati Allin
" ada apa?"
" kamu dari mana saja?"
" dari ruang tamu"
" baiklah, ayo kita makan sekarang"
Lucas mengangguk dan mereka duduk dimeja makan, Allin duduk ditengah diantara Lucas dan Arnold, Allin mengambilkan makanan untuk Lucas, dan itu tidak luput dari pengawasan Arnold, Arnold menggertakkan giginya merasa geram dengan itu
" sayang" Allin melirik sebelah kanannya, Arnold menatapnya dengan pandangan marah
" wah....masakkanmu sangat enak Allin, aku rasanya ingin makan ini setiap hari"
Lucas makan sambil memuji masak kan Allin, Allin tersenyum mendengar itu, sedangkan Arnold bertambah emosi saat Allin seakan mengabaikannya,
" sayang" Arnold memanggil Allin dengan suara yang dalam, Allin menghentikan suapannya dan menatap suaminya
" ada apa Arnold?"
__ADS_1
" kamu lihat piringku masih kosong, kamu mengambilkan makanan untuknya, tapi tidak dengan aku" kata Arnold dengan kesal, Allin tersenyum dan mengambilkan makanan untuk Arnold
" iya, iya maaf" Arnold menatap kesal Lucas yang makan dengan tenang,
" aku tidak suka kentang sayang" kata Arnold saat melihat Allin ingin memasukkan perkedel kentang di piring
" kenapa? kentang enak kok, Lucas saja sangat suka" Arnold sudah kesal tingkat dewa, apa istrinya tidak mengerti kalau dia marah, dan Allin malah berkata seperti itu
" sudah, tidak perlu, aku bisa mengambil makananku sendiri" Arnold merampas piring ditangan Allin, dan mengambil makanannya sendiri
Allin bukannya tidak tahu, kalau Arnold bersikap seperti itu, dia hanya ingin Arnold berhenti cemburu pada Lucas
" makannya pelan- pelan sayang" kata Allin saat melihat Arnold makan dengan kasar, Arnold hanya melirik sinis Allin yang menatapnya, Arnold masih makan dengan kesal dan sesekali menggerutu tanpa suara,
Arnold menghentikan kunyahannya, saat melihat Allin mengusap bibirnya untuk membersihkan sisa makanan disana , mata mereka bertemu, saling pandang dalam diam, Arnold mendekatkan wajahnya pada Allin, dan saat tinggal sedikit lagi
" aku sudah selesai" Allin memalingkan wajahnya pada Lucas, Arnold menyandarkan punggungnya disandara kursi, merasa kesal
Lucas berdiri dari kursi disusul Allin
" apa sudah kenyang? "
" ya, terima kasih ya Allin, oh Iya, aku ada urusan, jadi aku akan pergi sekarang"
" kenapa cepat sekali, ini sudah malam, kamu menginap saja disini "
" sayang" tegur Arnold tidak setuju dengan itu
Lucas terkekeh, mendengar perkataan Arnold
" aku harus pergi sekarang"
" kemana?"
" sayang"
" bertemu seseorang "
" siapa ?"
" sayang"
" aku akan bertemu teman" Lucas tidak memberitahu bahwa dia akan bertemu Mamanya Allin, dia merasa penasaran apa yang terjadi
" laki- laki atau prempuan?"
" sayang, sudah biarkan saja dia pergi" Arnold berdiri dari kursi dan menarik Allin kesisinya
" kalau begitu bye Allin sampai jumpa, besok aku akan kesini lagi"
" tidak perlu kesini lagi" mata Lucas bertemu dengan Arnold tapi dengan sorot yang berbeda, Lucas yang dengan sorot mata menahan tawa sedangkan Arnold dengan sorot mata ketidaksukaan
" Arnold " Allin memegang lengan Arnold , menghentikan suaminya agar tidak berkata kasar pada Lucas
" bye Allin" Lucas melambaikan tangannya dan berlalu dari sana
" bye Lucas"
" aku tidak suka, kamu dekat- dekat dengannya" Arnold menatap Allin dengan tegas
" lalu aku harus bagaimana? Dia itu sepupu ku"
" aku tidak suka sayang, dia itu pria"
Allin mendekati Arnold dan memeluknya
" bagaimana caranya agar kamu percaya , bahwa dihatiku hanya ada kamu"
" jauh- jauh darinya"
Allin merasa harus membujuk Arnold agar tidak melarangnya menjauhi Lucas
" sayang..." Allin mendekap Arnold dengan erat, sambil memanggilnya dengan sayang, Allin mengangkat kepalanya dan mengecup bibir Arnold dengan kecupan lembut
" kamu tidak akan bisa membujukku"
Allin mengabaikan perkataan Arnold dan malah mengusap rahang suaminya, Allin kembali mencium Arnold dan kali ini cukup lama, sesekali terdengar geraman Arnold yang mencoba menahan godaan dari istrinya
" kamu pikir aku pria murahan yang bisa kamu bujuk hanya dengan ini"
__ADS_1
Allin hampir menyerah tapi kemudian dia tersenyum dengan manis, tangan Allin berjalan di dada Arnold mengusapnya lembut dan perlahan turun, semakin turun, mata Allin tidak lepas dari Arnold yang memejamkan matanya , Allin semakin turun
Mata Arnold terbuka dan menangkap tangan Allin
" berhenti , kamu tidak akan berhasil" Arnold pergi dari sana, meninggalkan Allin yang terlihat kaget
" dia sungguh akan melarangku"
**
Allin menatap punggung Arnold yang tidur membelakanginya, Allin mendekat dan mencium pipi Arnold dengan dalam,
" selamat malam"
Allin membaringkan dirinya, dan memejamkan mata
Arnold membuka matanya saat merasakan kecupan Allin di pipinya, Arnold ingin berbalik dan mendekap wanita itu, tapi egonya lebih besar
Setelah hampir sepuluh menit, dan tidak merasakan pergerakkan Allin, Arnold memutar tubuhnya dan menatap Allin yang tidur menghadapnya, Arnold merapat dan melumat bibir Allin dengan pelan, takut bila wanita itu bangun, dan saat Arnold sedang asik mencium Allin, Arnold tersentak saat Allin memeluknya erat dan menatapnya dengan datar
" apa yang kamu lakukan ?"
" kamu tidak tidur?"
" kenapa kamu cium- cium aku?"
" memangnya salah, aku ini suamimu"
" kamu kenapa harus cemburu sama Lucas?"
" siapa yang cemburu, kamu jangan asal tuduh"
" lalu kalau tidak, kenapa kamu harus marah- marah?" Arnold melepaskan pelukan Allin dan menatap tajam wanita itu
" seterah kamu, mau kamu ketemu dia setiap hari juga tidak masalah, aku tidak perduli " setelah mengatakan itu, Arnold kembali membelakangi Allin
Allin hanya menghembuskan nafasnya lelah,
" kapan pria ini akan bersikap dewasa"
Allin mendekap Arnold dari belakang, dan merasakan penolakkan dari pria tersebut, Allin tidak akan melepaskan pelukan itu, dan mengeratkan peluk kan nya
" Aku cinta sama kamu" Allin menenggelamkan wajahnya dipunggung Arnold setelah mengatakan itu, Arnold yang tadi memasang wajah kesal, seketika melembutkan wajahnya, dia langsung berbalik dan mencium Allin tanpa aba- aba
Allin yang masih shock dan kaget mencoba melepaskan ciuman tersebut, tapi Arnold tidak ingin , dia menarik Allin semakin dekat dan memperdalam cumbuannya
Arnold menarik bibirnya dari Allin dan menatap Allin yang menarik nafas dengan cepat
" katakan kalau kamu itu hanya milikku" kata Arnold dengan nada yang sangat dalam, Mereka saling pandang dengan intens
" aku milikmu" Arnold seperti akan terbang saat Allin mengucapkan itu, dia sudah akan melumat kembali bibir itu, tapi dia terhenti
" siapa yang kamu maksud?" kata Arnold mencoba bermain- main
" Lucas" Allin mengucapkan nama Lucas, sengaja untuk membuat Arnold berhenti bermain- main
" sayang!" Arnold langsung mencium Allin dengan kasar dan naik ketubuh istrinya
" cepat bilang kamu milik siapa ?" kata Arnold disela cumbuannya,
" aku milik Arnold Gall, suamiku" Arnold menatap Allin dan membuka pakaiannya dengan cepat, Allin hanya bisa terpana melihat pemandangan itu
" kenapa suamiku begitu sexy ?"
Setelah selesai dengan pakaiannya, Arnold mencoba melepaskan pakaian Allin, tapi Allin memegang kedua lengan Arnold
" besok kita harus kerja " Arnold tidak memperdulikannya dan tetap melepaskan pakaian Allin
" Arnold jangan, besok..." Arnold mencium Allin dengan sangat dalam membuat Allin menghentian perkataannya
" kamu milikku Allin Gall, selamanya"
" Arnold "
" jangan bicara sayang"
" besok aku masuk kerja "
" Arnold!"
__ADS_1