![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Arnold membuka matanya dan meraba sisi tempat tidur, Arnold bangun dan tidak menemukan istrinya
" sayang" Arnold turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar
" sayang!"
Arnold turun dari tangga dan pergi kedapur berharap bertemu istrinya
" Sayang!"
" ada apa?" Arnold dengan cepat menatap arah suara tersebut
" sayang kamu kemana saja?" Arnold mendekati Allin dan memeluknya
" Arnold lepas kamu bau mandi sana" Arnold melepaskan pelukkannya dan menatap sedih Allin
" tega kamu bilang aku bau" kata Arnold dengan wajah tersakiti
" lagian kamu kenapa teriak-teriak, sudah sana mandi kamu harus kerja" Allin mendorong Arnold agar kembali kekamar
" tapi aku minta ciuman selamat pagi ku dulu" Arnold memajukan bibirnya meminta dicium, Allin tersenyum geli melihat itu
" tidak mau" kata Allin melipat kedua tangannya didepan dada
" harus mau"
" kalau aku tetap tidak mau?"
" aku yang akan memaksamu" Arnold berjalan cepat dan menangkap tubuh Allin, Allin tertawa pelan karena itu, Arnold mengangkat tubuh Allin dan mendudukkannya diatas meja dapur
" cepat cium aku"
" tidak mau" kata Allin dengan senyum di bibirnya, Arnold tersenyum lebar dan menciumi leher Allin hingga wanita itu kegelian
" Arnold hentikan "
Arnold tidak berhenti dan malah semakin genjar menciumi leher Allin, Allin yang sudah tidak tahan lagi menangkup wajah Arnold dengan kedua tangannya
" baiklah akan aku lakukan" Arnold tersenyum dan memajukan bibirnya
Cup
Allin mencium Arnold dengan kecepatan kilat, membuat Arnold hanya menatapnya polos
" sudah" kata Allin mencoba mendorong Arnold agar menjauh tapi Arnold tidak bergerak sama sekali
" kamu tadi barusan melakukan apa?" tanya Arnold
" menciumu"
" mana ada ciuman seperti itu, kamu harus menciumiku dengan lembut dan dalam "
" sudah mandi dulu sana nanti setelah mandi kamu boleh minta apa saja sama aku" Arnold yang mendengar itu melebarkan matanya
" benar ya ?!" kata Arnold semangat, Allin menganggukkan kepalanya, melihat itu Arnold tersenyum lebar dan menciumi seluruh wajah Allin dengan semangat
" berhenti " Arnold menarik wajahnya dan menatap Allin
" kamu tidak boleh ingkar janji"
" iya" setelah mendengar itu Arnold langsung berlari naik kelantai atas untuk bersih-bersih
**
Arnold turun dengan tergesa dan langsung memeluk Allin dari belakang
" kamu sudah mandi?"
" iya" Allin menatap lengan baju Arnold dan berbalik
" apa yang kamu lakukan? Kenapa pakai baju seperti ini?"
" memangnya kenapa ?"
" kamukan harus kerja masa mau pakai baju ini" kata Allin memegang switer yang dipakai Arnold
" aku tidak kerja hari ini"
" apa?"
__ADS_1
" aku mau menghabiskan hari ini denganmu" kata Arnold memutar tubuh Allin dan kembali memelukmya dari belakang
" kamu tidak perlu libur kerja karena aku, aku bisa kerumah Mama"
" tidak, aku tidak mau kamu kerumah Mama, bisa-bisa dia malah mengambil kamu dariku"
" kamu ini ada-ada saja dia itu ibumu "
" biarkan saja, aku tidak suka Mama membuat kamu jauh dariku "
" baiklah lepaskan dulu peluk kan ini, kita harus sarapan " Arnold melepaskan pelan dekapannya
Mereka sarapan dengan tenang dengan sesekali kejahilan Arnold yang mencium-cium Allin yang sedang makan
" mulutmu itu untuk makan bukan menciumi orang" kata Allin kesal karena dia merasa terganggu saat sedang makan
" itu orang kalau aku tidak, mulutku ini hanya untuk menciumi istriku" Arnold kembali menciumi Allin berkali- kali membuat wanita itu pasrah dan melanjutkan makannya meski mendapatkan serangan ciuman dadakan dari Arnold
Arnold dan Allin sedang menonton tv sambil berpelukkan, cuaca sedikit dingin karena musim sudah akan berganti musim dingin
Arnold mencium Allin kembali membuat Allin tidak fokus menonton
" Arnold hentikan aku mau nonton" Arnold hanya tersenyum dan mengusap pelan perut Allin
" kamu baik-baik ya sayang disana, Papa mencintaimu " Allin menatap Arnold yang berbicara pada bayi diperut Allin
" aku baik-baik saja Papa, aku mencintai Mama" Arnold mencubit kedua pipi Allin dengan gemas mendengar Allin berbicara dengan nada anak kecil
" Auh...sakit "
" sakit ya maaf" Arnold mencium kedua pipi Allin yang tadi dia cubit dengan lembut
" bagaimana ?"
" masih sakit" kata Allin, Arnold tersenyum mendengarnya dan semakin memeluk Allin erat
"Istriku sekarang jadi manja ya"
Arnold kembali mencium Allin dan Allin menggerakkan tangannya memeluk Arnold
Allin dan Arnold sudah dua jam duduk didepan tv sambil menonton maraton drama melalui koleksi DVD milik Allin
" dimana tampannya jelek yang ada" kata Arnold dengan sensi
" masa? menurutku dia tampan "
" sampai kapan kamu mau nonton film tidak jelas ini" kata Arnold dengan nada kesal
" kamu kenapa marah-marah?"
Arnold hanya diam saja sambil mengeratkan peluk kan nya pada Allin
" masih dua episode lagi tapi aku sudah mengantuk"
" kalau begitu tidur saja" Arnold menggendong Allin kekamar mereka
Arnold membaringkan Allin dikasur dan mengusap sayang rambut Allin, Allin tersenyum pada Arnold
" terima kasih "
Allin berbalik dan mulai memejamkan matanya, Arnold mengambil ponselnya dan melihat tiga panggilan tidak terjawab dari Deon
Arnold lupa memberitahu Deon kalau dia tidak masuk hari ini, Arnold meletakkan kembali ponselnya dan ikut berbaring disamping istrinya, Arnold mendekatkan dirinya pada Allin dan memeluknya dari belakang

**
Allin mengenyit saat mendengar suara Bell, Allin membuka matanya dan melepaskan peluk kan Arnold di pinggang nya
" siapa yang datang?" Allin menatap Arnold yang masih tidur dengan nyenyak
Allin turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang
Allin membuka pintu dan kaget saat melihat siapa yang datang
" Mama" Alda masuk dan langsung memeluk Anaknya
" sayang selamatnya "
__ADS_1
" terima kasih Ma"
Aura juga masuk disusul Ella, Aura dan Ella juga masuk
" sayang bagaimana keadaan kamu?"
" Baik Ma"
" mana suamimu ?"
" lagi dikamar "
" ck Arnold itu, istri hamil bukannya dijaga malah tidur " sambar Aura, Allin tersenyum dan menggeleng
" tidak Ma, kami memang tidur siang bersama tadi"
" Mama bawakan kamu makanan kesukaan kamu, ayo kita makan" Alda membawa Allin untuk duduk, Aura mengusap perut Allin dengan sayang
" Mama sudah tidak sabar lagi"
" sabar Ma, kak Allin baru hamil 2 bulan " sambung Ella
**
Arnold bangun dan langsung berteriak memanggil istrinya
" Sayang!!"
Allin hanya tersenyum malu mendengar Arnold berteriak
" pria itu seperti anak kecil yang mencari ibunya saat bangun tidur, bagaimana bisa dia menjadi seorang ayah" kata Aura
Alda hanya tersenyum dan menatap Allin
" pergilah suamimu memanggil " Allin menatap tidak enak ibu dan mertuanya
" Allin pergi dulu ya Ma"
Allin berdiri dari sofa dan naik kelantai atas, Allin menghembuskan nafasnya pelan dan membuka pintu kamar, Arnold yang baru bangun tidur menatap istrinya dengan mata redup
" kamu kemana tadi? Sini tidur lagi" Arnold menepuk sisi tempat tidur yang kosong, Allin mendekati Arnold dan duduk disisi ranjang
" Mama aku sama Mama kamu ada dibawah"
" hah?" kata Arnold yang masih belum sadar sepenuhnya
" bangun Mama ada disini"
" Mama? Kenapa dia ada disini?"
" sudah cepat bangun, malu tahu sama Mama" Arnold membuka matanya dan tersenyum
" cium dulu "
"Ck" Allin berdecak kesal mendengar itu
" jangan berdecak sayang, cepat"
Cup
**
Allin kembali turun dan menatap kedua Mama tersebut yang berbincang
" mana Arnold ?"
" sebentar lagi turun"
Tak lama Arnold turun dan ter senyum pada semua orang
" apa kabar Ma?" tanya Arnold pada ibu Allin, sambil dia duduk disamping istrinya
" kakak geser sedikit sempit " Ella yang sedang menonton Drama di DVD milik Allin mengeluh pada kakaknya yang memaksa duduk diantar Allin dan Ella
" kamu saja yang pindah sana"
Ella menatap kesal kakaknya sebentar sebelum dia kembali fokus menonton
" kabar Mama baik, Mama datang kesini cuma mau lihat Allin, Allin kan sekarang sedang mengandung" Arnold tersenyum dan memeluk pinggang istrinya
__ADS_1
" aku mencintaimu" bisik Arnold ditelinga Allin