![ALLIN [ You Are My Woman ]](https://asset.asean.biz.id/allin---you-are-my-woman--.webp)
Allin turun dari taxi dan berjalan cepat memasuki perusahaan, dia sudah sangat rindu Arnold
Allin masuk dan menatap Kate yang juga baru saja tiba
" Kate"
Kate menatap Allin dan tersenyum
" bagaimana keadaanmu?"
" baik"
" syukurlah, ayo duduklah dulu, ada yang ingin aku ceritakan " kata Kate dengan semangat, AllinĀ tersenyum dan menatap arah lift
" sepertinya Arnold belum sampai"
Allin duduk didekat Kate dan bertanya
" cerita apa?"
Kate menarik nafasnya dan menatap Allin malu- malu, Allin yang melihat itu menatap penasaran Kate
" aku...aku sudah berpacaran dengan Marco"
" Apa!" Kate menutup mulut Allin dengan tangannya
" Allin..." Allin tersenyum dan Kate melepaskan tangannya dari mulut Allin
" benarkah !" tanya Allin semangat, dia menggenggam kedua tangan Kate dengan senang, Kate tersenyum malu dan mengangguk
" akhirnya kalian bersama juga, aku sudah lama menantikan ini, kapan dia mengatakannya padamu ?"
" malam tadi, saat kami selesai makan bersama"
" Astaga...apa dia terlihat kaku?"
" tidak, dia bahkan menciumku dengan percaya diri"
" Ya Tuhan! Apa benar Marco melakukan itu" Kate mengangguk dan membisikkan sesuatu ketelinga Allin, mata Allin membesar dan menatap Kate tidak percaya
" apa yang kalian bicarakan ?" Bill datang dan duduk didekat mereka
" Kate sudah jadian dengan Marco" Allin mengatakannya dengan semangat menatap Bill
" Wah...Kate kamu harus mentraktir kami berdua hari ini"
" kenapa aku harus mentraktir kalian?" tanya Kate kesal
" kamu kan sudah berpacaran dengan Marco jadi mari kita rayakan masa kesendirianmu yang sudah pergi"
" baiklah, itu ide yang bagus, aku akan mentraktir kalian hari ini"
" kamu harus mengajak Marco, aku akan mengajak istriku juga"
" Allin kamu juga harus mengajak suamimu bagaimana ?" Allin terdiam, meskipun Kate dan Bill sudah tahu mengenai hubungannya dengan Arnold tapi masih terasa tidak nyaman
" akan aku usahakan" kata Allin dengan tersenyum canggung
" sebaiknya tidak usah saja, aku takut malah nanti kita merasa tidak nyaman karena ada direktur " kata Kate
" ya, aku setuju, kamu tidak merasa tersinggung kan Allin?" tanya Bill pada Allin
" tentu saja tidak, aku mengerti "
" baiklah, bagaimana kalau malam ini saja"
" Ok"
**
Allin menatap pintu masuk perusahaan dengan risau
" ini sudah hampir siang, tapi Arnold belum juga terlihat "
" apa kamu mencari suamimu?" tanya Kate setelah menatap Allin yang terlihat gusar, Allin tersenyum dan mengangguk
" apa dia tidak masuk hari ini?"
" kamu ini bagaimana, kalian kan suami istri bagaimna mungkin kamu tidak tahu" kata Kate dengan tertawa kecil
__ADS_1
Allin terdiam dia merasa sedih dan gelisah, sebenarnya apa yang terjadi
" sebenarnya aku melihat direktur saat aku baru tiba tadi pagi "
" jadi dia sudah di perusahaan dari pagi ?"
" ya" kata Kate merasa aneh dengan reaksi Allin
Allin berdiri dari kursinya dan berjalan kearah Lift
" kamu mau kemana?"
Allin tersenyum dan memberikan kode dengan menunjuk cincin dijari manisnya, Kate mengangguk mengerti
Allin tersenyum dan akan masuk ke dalam Lift, tapi seorang wanita yang lebih tinggi dari Allin masuk lebih dulu, Allin masuk dan menutup Lift
" lantai 27" kata wanita yang disamping Allin, Allin terdiam dan memencet tombol angka 27
" kenapa dia ingin kelantai 27? Kenapa dia ingin menemui Arnold?" Allin menatap wanita disampingnya, wanita itu lebih tinggi dari Allin, rambut pirangnya yang bergelombang dan baju yang melekat pas di badan langsing nya
" mungkin saja dia rekan kerja Arnold "
**
Allin keluar lebih dulu dan disusul wanita berambut pirang tadi, Allin berjalan dan wanita tadi juga berjalan dibelakang Allin
Allin tersenyum saat menatap pintu ruangan Arnold, Deon yang melihat Allin datang berdiri dari kursinya
" Nona"
" apa Arnold ada didalam ?" bukan Allin yang bertanya tapi wanita yang berambut pirang, Allin menatap wanita itu dengan bingung
" tuan Arnold ada didalam" wanita itu langsung pergi menuju ruangan Arnold, Allin menatap Deon dan tersenyum
" aku akan menemui Arnold " Allin sudah akan pergi tapi Deon menghentikannya
" tunggu Nona" Allin menatap Deon menunggu apa yang akan Deon katakan
" sebaiknya anda tidak masuk dan kembalilah bekerja "
Allin tersenyum dan menatap tulus Deon
" aku hanya akan menemuinya sebentar " Allin pergi dan membuka pintu ruangan Arnold, Deon menggaruk kepalanya kasar
**
" Arnold aku dat..." Allin menghentikan ucapannya saat melihat wanita berambut pirang tadi duduk dipangkuan Arnold dengan memeluk Arnold dilehernya
mata Allin panas melihat pemandangan itu, Arnold menurunkan Wanita itu dengan pelan, wanita itu berdiri dan menatap tidak suka Allin
Allin mendekati Arnold dan berdiri berberapa langkah dari meja kerja Arnold
" siapa dia?" tanya Allin dengan menunjuk wanita itu, air mata sudah mengalir dipipi Allin, Arnold hanya diam menatap Allin
" jawab Arnold siapa dia?!" tanya Allin menatap kecewa Arnold, Arnold mengalihkan matanya menghindari tatapan Allin
" kamu yang siapa? Berani- beraninya menunjuk saya, kamu tidak kenal siapa saya" kata wanita itu dengan menatap tajam Allin
Allin tidak mau menatap atau mendengarkan perkataan wanita itu, yang dia mau adalah jawaban dari Arnold
" keluar" Arnold berkata dengan suara yang datar pada Allin, Allin mendengus sinis dan tersenyum miring mendengar itu
" hei! Kamu dengar tidak, keluar dari sini!" kata wanita berambut pirang tadi pada Allin, Allin menatap wanita itu dengan tatapan tersakiti
" Luna diamlah " Arnold berkata kepada wanita berambut pirang
" jadi namanya Luna" kata Allin menatap Arnold
" keluarlah "
" aku tidak mau"
" kamu tuli ya!" Luna berusaha mendekati Allin
" Deon!!" Deon masuk dengan terburu- buru saat mendengar suara Tuanya
" bawa wanita itu keluar " Kata Arnold sambil menatap Allin, Allin menatap kecewa Arnold, air matanya turun tanpa isakkan dan hanya menatap Arnold dengan sorot kepedihan
" Ayo Nona" Deon memegang tangan Allin
__ADS_1
" kamu tidak perlu menyentuhnya " kata Arnold, Deon tertegun dan menatap Tuanya takut
" apa lagi yang kamu tunggu "
" ayo Nona" Allin membuang wajahnya dari menatap Arnold dan langsung pergi dari sana meninggalkan Deon yang terdiam dengan reaksi Allin
" sayang, ayo kita makan siang" Luna mendekati Arnold dan memengang pundaknya
" Deon apa lagi jadwal ku hari ini" Deon yang masih terpaku menatap Tuanya
" anda ada pertemuan dengan Mr. Pilips siang ini tuan"
" baiklah siapkan semua bekas yang akan kita bawa"
" baik tuan"
" kamu pulanglah "
" kamu kenapa bersikap acuh padaku , kita ini sudah dijodohkan"
Arnold menghembuskan nafasnya kasar, Arnold berbalik dan menatap Luna yang masih berdiri
" aku belum bercerai dari istriku"
" tapi kamu akan berceraikan, kita tinggal bersama pun itu tidak masalah"
Arnold berbalik dan kembali Fokus pada berkas diatas meja
" pulanglah, hari ini aku sibuk"
" baiklah, tapi nanti malam kita harus Dinner" kata Luna dengan nada tidak ingin penolakkan
" baiklah " Luna tersenyum mendegarnya dan mencium cepat pipi Arnold, Arnold terpaku
" aku pulang dulu sayang bye" Luna keluar dari ruangan Arnold
Arnold dengan cepat mengambil tisu yang berada didalam laci meja kerjanya dan mengelap kasar bekas ciuman Luna
" tidak ada yang boleh menyentuh atau menciumku kecuali istriku!" teriak Arnold kesal
**
Allin keluar dari Lift dengan berusaha menahan air matanya, dia tidak mungkin berlari disepanjang lorong dengan air mata yang berlinang dan membuat semua seperti Drama
" Pria itu....lihat apa yang akan aku lakukan padamu " Allin menggenggam erat tangannya dan berjalan mendekati Kate dan duduk di kursi nya
" kamu kenapa ?" kata Kate setelah melihat mata dan hidung Allin yang memerah, Allin menatap Kate dengan pandangan tegas
" malam ini mari kita berpesta, aku yang akan traktir" setelah mengatakan itu Allin kembali menatap komputer didepannya, Allin mengingat kembali tentang Arnold dan wanita itu raut wajah Allin berubah sedih kemudian wajah itu berubah garang
" Arnold sialan ! Pria berengsek! Lihat saja kamu, beraninya kamu mengkhiantaiku "
Allin mengetik dikeybord komputer dengan menekannya kuat- kuat, meluapkan semua kekesalannya
Kate menyentuh Bill dan Bill menatapnya
" coba kamu lihat, apa yang terjadi pada Allin" Bill menatap Allin yang terlihat kesal
" mungkin saja dia lagi bertengkar dengar Direktur, bukankah dia tadi dari ruangan Direktur"
" mungkin saja"
" sudah biarkan saja, Itu biasa dalam rumah tangga"
" ya..ya...Tuan kepala rumah tangga" kata Kate dengan tersenyum jail menatap Bill, Bill hanya mengangkat Alisnya berbangga
**
Arnold berhenti menandatangi sebuah dokumen dan membanting pulpennya diatas meja
Arnold mengambil tablet diatas meja dan membuka sebuah aplikasi
dan dilayar tersebut langsung menampilkan kondisi dilantai satu
Arnold menatap satu titik dan memperbesarnya, disana Allin mengetik dengan penuh tekanan pada tombol- tombol Keybord, dan membolak- balikkan kertas- kertas dokumen diatas mejanya dengan kasar
" wanita ini " Arnold tersenyum melihat kekesalan Allin
" hanya tiga bulan sayang, setelah itu kamu bisa menghukumku dengan banyak ciuman"
__ADS_1
Arnold sudah seperti orang gila, dia mengusap layar tablet itu dan menciumnya
" aku rasa aku sudah gila karenanya"