ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
Extra Part (Deon and Masha)


__ADS_3

Deon seorang pria yang memiliki kepribadian yang santai dan tidak banyak bicara, dia hanya berbicara hal yang perlu saja.


Deon menatap Arnold yang keluar dengan sangat tergesa, Deon berdiri dan menyapa Arnold


" Tuan" Arnold tidak memperdulikan panggilan Deon dan berlalu dari sana memasukki lift, Deon mengerutkan dahinya bingung melihat itu


" apa yang terjadi? Tuan tampak terburu-buru"


Deon kembali duduk di kursinya dan membuka jadwal kegiatan Arnold hari ini, Deon kaget melihat jadwal satu jam lagi


" ada pertemuan dengan Mr Samuel satu jam lagi"


Deon menyandarkan punggungnya di sandaran kursi merasa sedikit strees dengan pekerjaannya


" lebih baik aku menunggu berberapa menit sebelum menelpon Tuan untuk memberitahunya soal pertemuan ini"


20 menit kemudian


Deon mengambil ponselnya dan menelpon nomor Arnold, tak berapa lama Arnold menerimanya


" hallo"


" iya ada apa? " tanya Arnold


" Tuan, 40 menit lagi ada pertemuan dengan Mr Samuel dari Black Stell "


terdengar hembusan nafas dari Arnold dari seberang telpon


" kamu saja yang pergi, saya sekarang dirumah sakit "


" tapi Tuan ini sangat penting "


" istriku lebih penting, sudah kamu pergi bilang saja saya ada urusan penting dan tidak bisa datang " Deon terdiam mendengar itu, dia tahu sekarang bahwa Arnold terburu-buru pergi karena Allin masuk rumah sakit


" baiklah Tuan, tapi apa Nyonya baik-baik ssaja? "


" ya dia baik-baik saja"


" syukur lah"


" ya sudah saya masih ada urusan"


" baik Tuan"


tut.... tut..


Deon menghembuskan berat nafasnya, selama 7 tahun di bekerja dengan Arnold, Tuanya tersebut tidak pernah meninggalkan pertemuan meskipun hanya pertemuan kecil, tapi semenjak menikah dengan Allin, Arnold lebih perduli dengan keluarga nya apalagi istrinya


berbeda dengan dirinya, dari pagi hingga malam dikantor, pulang kantor langsung kerumah, karena itulah dia sampai sekarang tidak mempunyai kekasih, bahkan Kate sering memarahinya karena diusianya yang sudah 30 tahun masih belum mempunyai kekasih


" mau jadi perjaka Tua sampai mati" Kata-kata itu sering dikatakan Kate padanya, tidak ada rasa marah atau kesal mendengar nya hanya... sedikit tidak nyaman


" sendiri itu lebih baik untuk ku, wanita tidak akan suka pria monoton sepertiku "


Deon terlalu banyak melamun hingga tak sadar waktu sudah hampir jam 12 siang


" astaga! " Deon dengan cepat menyiapkan berkas untuk pertemuan dan pergi dari sana


**


Deon keluar dari restoran tempat pertemuan, dia menengadah kan kepalanya keatas, matahari sangat cerah hari ini tapi hatinya tampak murung


Deon berjalan kearah mobilnya dan masuk kedalam, dia mengeluarkan ponsel dan menelpon nomor Antonsen


" hallo Tuan "


" iya"


" pertemuannya sudah selesai surat Perjanjian nya ada pada saya, Tuan tinggal menandatangani nya saja"


" ya sudah, kembali kekantor "


" baik"


setelah selesai dengan telponnya Deon menjalankan mobilnya, ditengah jalan di merasa haus karena hari ini sangat panas, matahari sepertinya enggan sembunyi seperti menertawakan kemurungan hati Deon


Deon menghentikan mobilnya di dekat mini market, dia turun dari mobil dan masuk kedalam, mini market tersebut sedikit ramai, Deon berjalan didekat ketempat minuman, dia membukanya dan mengambil sekaleng minuman dingin, dia berjanlan menuju tempat kasir tapi terhenti saat melihat sesuatu


dia berjalan mendekati seorang yang memakai jaket denim dan topi hitam dikepalanya, Deon semakin dekat dan berdiri disamping nya, Deon tersenyum saat dia melihat siapa orang tersebut, dia seorang wanita, wanita itu tidak menyadari kalau Deon berdiri di sampingnya karena dia sibuk memasukkan barang-barang dirak kedalam tas nya


" ehemm" wanita itu terdiam kamu saat mendengar suara tersebut


" sial aku ketangkap basah" Deon tersenyum melihat tingkah wanita itu yang terlihat kaget dengan kehadirannya


Deon mengambil tas wanita itu dan menarik tangan wanita itu ke tempat kasir, Deon meletakkan tas wanita itu diatas meja kasir dan mengeluarkan uangnya, wanita itu membesarkan matanya kaget melihat itu semua, seketika dia menatap Tajam Deon yang membayar semua barang yang dia curi,


Deon mengambil tas itu dan memberikannya pada wanita itu, wanita itu menatap kesal Deon dan menarik tas miliknya dengan kasar dari tangan Deon


setelah itu wanita itu pergi keluar dari Mini market, Deon yang melihat itu tersenyum menatap kepergian wanita misterius tersebut


**


Masha menarik panjang nafasnya sebelum mengetuk masuk kedalam rumah, dia masuk dan melihat tiga orang yang sedang menonton didepan televisi sambil memakan snack


" hei wanita bodoh, dari mana saja kamu? " Masha menghembuskan nafasnya pelan dan menatap wanita paruh baya yang menatap benci kearahnya


" dari tempat kerja"


" orang seperti apa yang menerima kamu yang tidak mempunyai Pendidikan " kata wanita itu dengan menatap hina pada Masha, dua anaknya tertawa mendengar hal itu


" mungkin dia baru menjual dirinya pada Kakek Tua yang kaya" sambung wanita dengan rambut panjang dan wajah yang sangat putih sangat tidak singkron dengan kulit tubuhnya yang tidak terlalu putih


Masha mengumpat didalam hati mendengar cemoohan tersebut


" bukannya itu pekerjaanmu , sialan"


" aku akan kekamar" Masha tidak ingin melayani induk kucing dan anak-anaknya dan memilih masuk kedalam kamar

__ADS_1


Masha melempar tasnya diatas ranjang dan membuka topinya, dia duduk disisi ranjang dan mengeluarkan semua isi tasnya


roti, berberapa makanan ringan dan pembalut, dia sebenarnya tidak ingin mencuri seperti ini tapi dia sungguh sangat terpaksa, dia baru saja dipecat dua hari yang lalu sebagai pelayan disebuah restoran, dia tidak mempunyai uang sama sekali karena dia harus membayar uang sewa dan uang makan setiap bulan pada Bibi Lina, dan gajinya setiap bulan hanya mampu untuk membayar pada Lina, dia sangat lapar makanya dia mencuri


mengingat hal itu Masha jadi ingat dngan pria yang memergokinya mencuri di mini market


" aku tidak seharusnya marah pada pria itu, dia membayar semuanya, dia tidak mengadukan ku pada pemilik Mini market saja sudah syukur"


**


Masha terganggu dengan gederan pintu dari luar dengan keras


" Masha! "


"Masha!! " Masha mendudukkan dirinya


" iya" dia berjalan dan membuka pintu disana sudah berdiri Lina dengan muka garangnya


" mana uang bulan ini, kalau kamu tidak bisa bayar pergi dari rumah ini"


" jangan Bibi"


" makanya bayar, jangan hanya karena kamu anak dari Fauna kamu bisa gratis tinggal disini" Fauna adalah ibu dari Masha, kakak kandung Lina yang sudah meninggal 10 tahun yang lalu karena sakit, ayah Masha juga sudah meninggal 2 tahun sebelum istrinya karena tersetrum listrik saat bekerja di salah satu pabrik tekstil


" iya aku akan bayar tapi nanti"


" nanti itu kapan "


" tiga hari lagi"


" malam ini, aku mau malam ini sudah ada"


" tapi... "


" kalau kamu tidak bisa bayar keluar dari rumahku" setelah mengatakan hal tersebut Lina pergi dari sana meninggalkan Masha dengan kebingungan nya


" malam ini"


**


Deon sekarang sedang didalam mobil berniat untuk makan siang, tapi ditengah jalan dia melihat wanita yang kemarin dia lihat di lini market


" apa yang dilakukan wanita itu? " Deon memelankan laju mobilnya memperhatikan Masha yang bertingkah mencurigakan di halte bus, wanita itu mendekati seorang ibu-ibu yang sedang bertelpon


" pencuri! " orang yang melihat Masha mencoba memasukkan tanganya kedalam tas ibu-ibu itu berteriak, Masha kaget dan kabur dari sana


" wanita bodoh" Deon menghentikan mobilnya dan membuka pintu mobil saat Masha melewatinya


" Masuk " Masha kaget dan masuk kedalam mobil, dia menghembuskan nafasnya lega dan menatap pria yang menolongnya


" terim... " Masha terhenti saat melihat siapa orang tersebut


Deon menatap Masha yang terlihat kaget dengan dirinya


" kenapa kamu melakukan hal seperti ini lagi ? " Masha mengalihkan matanya dan mencoba membuka pintu mobil, tapi pintu itu sudah dikunci Deon, Masha menatap kesal Deon


" aku bilang berhenti! " kata Masha marah, Deon menatap Masha dan menariknya mendekat hingga wajah mereka sangat dekat,


" aku sudah menolongmu dua kali dan setelahnya kamu pergi dari ku" Masha salah tingkah dengan tatapan tajam Deon padanya


"ap... apa yang kamu katakan? " kata Masha gagu, Deon menarik dirinya dan kembali menyetir


" dimana rumahmu, aku akan mengantarkanmu kerumah"


" tidak perlu, aku bisa pulang sendiri "


" aku ingin tahu siapa orang tuamu, bagaimana mungkin mempunyai anak seperti mu" Masha terdiam mendengar itu, hatinya panas mendengar itu, dia ingin marah tapi dia urungkan, dia memilih menatap keluar jendela dengan mata yang berlinang


Deon menatap aneh Masha yang diam


" kamu kenapa? " Masha tidak menjawab, Deon kembali menarik Masha dan mengerem mendadak kaget saat melihat Masha menangis


" hei.. " kata Deon menyentuh wajah Masha, Masha menepis tangan Deon di pipinya


" ada apa? apa aku menyakitimu? " Masha menghapus kasar air matanya dan menatap arah depan


" rumahku dua blok dari sini, belok kiri rumah warna putih itu rumahku" Deon terdiam kemudian menjalankan mobilnya


mereka sudah sampai didepan rumah Lina, Masha menatap Deon meminta dibukakan pintu mobil dengan matanya, Deon membuka pintu mobil dan Masha turun dari mobil


Deon juga turun dan mengikuti Masha, Masha tidak sadar dengan Deon dibelakang nya, dia masuk kedalam rumah dan langsung dihadang oleh Gia anak perempuan Lina


" kamu... " belum selesai Gia bicara Deon lebih dulu masuk kedalam rumah


" permisi " Masha menatap kaget Deon yang masuk kedalam rumah sederhana tersebut


" siapa kamu? " tanya Gia yang terpana dengan ketampanan Deon


Deon tersenyum dan berdiri disamping Masha yang masih kaget dengan kehadirannya, Lina datang mendekat dan melihat Deon


" oh jadi kamu sudah berani membawa pria kerumah" kata Lina menatap jijik pada Masha, Deon mengerutkan dahinya mendengar kata kasar tersebut


" maaf saya... "


" saya tidak perduli siapa kamu" kata Lina memotong perkataan Deon


" hei kamu mana uangnya? " Masha kaget dengan perkataan Lina


" maaf bibi" Lina kesal mendengar nya dan menarik baju Masha hingga wanita itu tersungkur dilantai, Deon kaget dan langsung menantu Masha


" berapa uangnya? " tanya Deon setlah Masha kembali berdiri


" dia belum bayar sewa tempat tinggal 300 dollar, kalau bisa beri aku 70.000dollar dan bawa wanita ini pergi "


" baik" kata Deon, semua kaget dengan perkataan Deon


" hei kamu... " Deon menatap Masha dan tersenyum

__ADS_1


" kamu akan bahagia denganku"


**


Masha menangis didalam mobil milik Deon saat Lina benar-benar mengambil uang tersebut


" sudah"


" aku tidak menyangka dia akan menjual ku" kata Masha dengan masih menangis


" aku tidak membelimu, itu mahar ku untukmu " Masha menatap Deon mendengar hal tersebut


" mahar? "


" iya "


" mahar? " kata Masha tidak percaya


" iya sayang " Masha membuka besar mulutnya, Deon tertawa melihat itu


Deon menghentikan mobilnya didekat kantor catatan sipil


" ayo turun " Masha kaget dan dengan cepat menyusul Deon yang sudah Turun


" kita mau apa kesini? " tanya Masha bingung setelah dia berjalan disamping Deon


" mendaftarkan pernikahan kita"


" apa!! "


" hush sss... sayang jangan berisik" Deon memeluk pinggang Masha dan tersenyum pada orang-orang yang memperhatikan mereka, Masha menegang saat Deon menyentuhnya


" Ya Tuhan Aku berdebar"


**


Deon menarik Masha untuk masuk kedalam rumahnya, Masha meringis menolak untuk masuk


" ayo"


" tidak mau"


" kamu itu sekarang istriku "


" kita belum menikah, aku bahkan tidak tahu siapa namamu"


" soal pernikhan gampang besok kita nikah, dan soal nama, kamu cukup panggil aku sayang " Deon kembali menarik Masha dan berhasil membawanya masuk


Masha kaku saat semua orang yang ada disana menatap kearahnya


" kakak dia siapa? "


" istriku"


" apa!!! " Kate mengedipkan matanya tidak percaya, ayah dan ibunya juga kaget sambil mendekati Masha yang berdiri kaku disamping Deon


" kamu benar istri Deon? " Masha merasa bingung untuk menjawab


" iya dia istriku secara negara, besok baru secara agama" Kate membuka besar mulutnya syok mendengarnya


" hahahahhahah" ayah dan ibunya tertawa mendengar hal itu


" Ya Tuhan akhirnya doa ku terkabul, Deon menikah lebih dulu dari Kate" Karel, ibu Deon mendekati Masha dan memeluknya


" selama datang sayang" kata Karel mencium pipi kiri Masha, Masha yang merasakan hal itu tersenyum, dia merasa dipeluk oleh ibunya


" Mama sudah, aku bahkan belum memeluknya " Karel melepaskan pelukkanya dan tersenyum pada Deon


" benarkah? maaf kalau begitu, tapi bagaimana kalian bisa menikah, bukannya kamu itu tidak punya.... "


" ibu aku akan membawa istriku kekamar dulu, dia sangat lelah, aku kan menceritakan besok pagi " Deon mendorong Masha untuk pergi dari sana, kalau dia menceritkan pertemuan mereka cerita akan semakin panjang, dia hanya dingin berduaan dengan istrinya


**


mereka berdua duduk disisi ranjang dengan sangat canggung, Deon menggeser duduknya hingga tubuh mereka menempel, Masha merasa malu dan menundukkan wajahnya


" ehemmm Masha, kita kan sudah suami istri, jadi aku bolehkan.... "


" tidak boleh! " kata Masha cepat


" kenapa? "


" ini terlalu cepat kita belum menikah secara agama"


" tidak apa -apa"


" tidak boleh, kita harus menikah dulu, tidak boleh melakukannya " Deon yang mulai mengerti tersenyum


" hahaha astaga sayang, bukan yang itu maksudku kiss "


" kiss? "


" iya bolehkan? " Masha tersenyum malu dan mengangguk, Deon mendekati Masha dan menyentuh wajahnya, mereka saling pandang dan tersenyum


" ini yang pertama untuk ku" kata Deon


" aku juga "


mereka tersenyum dan Deon langsung mencium bibir Masha


cup


**END


AUTHOR : DEON DAN MASHA ( CINTA TANPA SYARAT** )


THANKS!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2