ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]
28


__ADS_3

Arnold menelpon Allin yang sibuk didepan komputer , Allin melihat siapa yang menelpon dan mengangkatnya


" ada apa?"


" aku ingin memberitahu mu bahwa hari ini ulang tahu


Mamaku"


" apa! Kenapa kamu baru memberitahu hari ini, aku belum membeli hadiah "


" jangan khawatir kita akan membeli hadiah sebelum kerumah mama"


" ya sudah, aku masih banyak kerjaan "


Allin langsung mematikan telpon tersebut.


*********


Arnold menatap kesal ponselnya , Allin selalu memutuskan telpon sepihak


" dia selalu melakukannya, aku terlihat seperti pria yang mengejarnya, dan dia seperti  wanita yang jual mahal"


**********


Allin mengambil tasnya dengan terburu- buru, Kate menghentikan Allin yang ingin pergi


" ayo kita makan malam"


" tidak Kate lain kali saja, hari ini ibu mertuaku berulang tahun"


Kate tersenyum dia tahu, siapa ibu mertua Allin


" ya pergilah jangan buat suamimu menunggu, dia mungkin sedang memperhatikan mu sekarang"


Allin menatap Kate dengan bingung


" sudah pergi sana, ucapkan selama ulang tahun ku untuk mertuamu, karena dia sudah sangat berjaya mendidik anaknya"


Allin pergi dari sana, dia masih bingung dengan perkataan Kate tapi dia sudah terlambat nanti Arnold akan marah- marah padanya.


Allin keluar dari kantor, dan banyak juga orang kantor yang ingin pulang, ini yang Allin takutkan , dia tidak ingin orang kantor melihatnya bersama Arnold , Allin mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Arnold


" ada banyak orang diparkiran, aku takut orang melihat kita, jadi aku akan naik taxi saja untuk pulang"


Tidak berapa lama pesan balasan Arnold masuk


" seterahmu"


Allin mengerutkan dahinya dalam membaca balasan pesan Arnold,


" apa dia marah? Tapi aku sudah terlambat"


Allin langsung berlari dan memberhentikan taxi


*******


Arnold kesal membaca pesan yang dikirim Allin,


" apa yang dia katakan, tidak ingin orang tahu? tunggu saat aku mengumumkan pada semua orang bahwa dia istriku"


Setelah membalas pesan Allin dengan singkat Arnold menjalankan mobilnya untuk pulang tidak ada gunanya lagi menunggu Allin, wanita itu pasti sudah dalam perjalanan pulang


Arnold sampai dirumah dan melihat Allin yang baru saja tiba, Arnold turun dari mobil dan langsung saja melewati Allin, Allin menatap punggung Arnold yang naik kelantai atas, Allin tersadar dan menyusul Arnold


Allin mencari- cari sepatu yang akan dia pakai, sepatu itu menghilang entah kemana, Arnold yang sudah siap melihat Allin yang bolak- balik memeriksa rak sepatunya


" apa yang kamu cari?"


" aku kira kamu tidak mau berbicara denganku lagi"


" tidak ada gunanya melakukan itu padamu"


" Arnold, apa kamu melihat high hils ku yang warna hitam?"


" tidak "


" dimana ya?"

__ADS_1


" sudah pakai saja yang lain"


" tapi nanti tidak sesuai dengan baju ku"


" wanita memang sangat merepotkan"


" Arnold, bila kamu tidak bisa membantuku lebih baik kamu diam"


Arnold berdiri dari posisi duduknya disisi ranjang dan mendekati Allin yang berjongkok didepan rak sepatu


Allin melihat Arnold yang sedang melihat - lihat sepatunya


" ini" Arnold menyodorkan high hils warna coklat tua


" untuk apa?"


" dipakai apa lagi?"


" tapi tidak sesuai dengan warna bajuku"


" sudah pakai saja, nanti kita terlambat, kita juga belum membeli hadiah "


Allin tersadar dan langsung memakai sepatu itu


*******


Allin dan Arnold turun dan melihat Yura yang sedang menunggu, Allin yang melihat Yura baru sadar bahwa Allin tidak melihat wanita itu semenjak dia pulang, biasanya Yura akan langsung menempel pada Aronold bila melihat Arnold


" Arnold aku sudah menyiapkan hadiah untuk ibumu "


Allin menatap Arnold, Allin kaget Yura mengetahui ulang tahun ibu Arnold , apa Arnold yang memberitahunya tapi tidak mungkin, karena Yura sudah menyiapkan hadiahnya


" apa hubungan mereka berdua?"


" benarkah?"


" ya, aku tidak akan pernah melupakannya"


Allin semakin keras berpikir mendengarnya dan menatap lantai dan disanalah di melihat barang yang dari tadi dia cari, Allin langsung menatap Yura yang terlihat tersenyum menggoda pada Arnold


" dari mana kamu mendapatkan sepatu itu?" tanya Allin dengan mata menatap Yura dingin


" kamu menemukannya atau kamu mengambilnya?"


" kenapa kamu harus marah?"


" karena itu milikku"


" Allin apa yang kamu katakan?" tanya Arnold


" Arnold coba kamu lihat dia memakai sepatuku yang tadi aku cari ternyata dia mengambilnya "


" aku tidak mengambilnya "


" lalu apa!!" Allin tidak suka saat orang yang bersalah tidak mengakui kesalahannya padahal dia tahu dia salah,


" Arnold , lihat dia, kamu tahu aku tidak punya uang untuk membeli sepatu, aku hanya meminjamnya saja"


" harusnya kamu bilang, aku akan  memberikanmu uang untuk membeli sepatu " Allin kesal medengar Arnold membela wanita itu


" ya, aku juga tidak sudi memakai sepatu ini kalau tidak terpaksa "


" tapi kamu sudah memakainya, kita semua tahu siapa yang sebenarnya tidak pantas "


Allin pergi meninggalkan Arnold dan Yura, Allin kesal dan marah, dia tidak suka Yura berbicara seperti itu


" dia bersalah dan masih berkata buruk tentang orang lain, dan....Arnold sialan itu, aku akan memberinya racun "


Allin menunggu di samping mobil dan melihat Arnold dan Yura mendekat , Arnold melihat Allin yang membuang wajahnya tidak mau menatap Arnold,


Yura langsung masuk dan duduk didepan , Allin tidak perduli dengan mereka berdua, Arnold masih belum masuk dan melihat Allin masuk lebih dulu


Arnold menjalankan mobilnya dan selama perjalanan Arnold memperhatikan Allin dari kaca spion, Allin menyadari itu dan melihat keluar jendela, Allin pura- pura tidak tahu


" kenapa dia melihatku terus? lihat saja wanita itu, Arnold sialan"


Arnold memberhentikan mobilnya di Mall, dan melihat Allin yang akan turun, Arnold juga dengan cepat turun

__ADS_1


" Arnold kamu mau kemana?" tanya Yura


" aku akan membeli hadiah untuk Mama"


" aku ikut"


" tidak perlu , kamu tunggu saja didalam, kami tidak lama"


Arnold langsung pergi mengejar Allin yang lebih dulu pergi


" kira- kira apa ya, yang harus kita kasih ke Mama?" Arnold bertanya pada Allin yang berjalan disampingnya tapi Allin mengabaikannya dan berjalan kearah toko perhiasan


Arnold mengikuti Allin dan melihat Allin yang memilih- milih perhiasan


" aku kira kamu tidak suka perhiasan?" tanya Arnold mengingat Allin yang memilih cincin sederhana untuk cincin pernikahan


" tolong yang ini" tunjuk Allin pada sebuah gelang , karyawan toko tersebut mengambilkannya dan melihatkannya pada Allin, Arnold mendekat dan melihat gelang tersebut


" Mama tidak suka "kata Arnold


" tolong bungkus ini" Arnold menatap Allin


" Mama tidak akan suka"


" kamu jangan sok tahu"


" aku tahu Mamaku"


" kita lihat saja nanti"


Karyawan tersebut membungkus gelang tersebut dan memberikan tagihannya , Arnold kaget melihat berapa harga gelang tersebut


" $ 2 juta "


Arnold menatap Allin yang melihat gelang tersebut, dia tidak ingin Allin melihat berapa harga gelang tersebut, jika dia tahu, Allin pasti akan mengembalikan gelang tersebut


Arnold memberikan kartunya pada karyawan tersebut , Karyawan tersebut pergi, Arnold menatap Allin


" kamu sangat pintar memilih perhiasan"


" tentu saja, meskipun sederhana ini elegan dan indah, hanya orang yang berjiwa seni tinggi yang mengetahuinya"


" kamu benar bahkan aku tertipu dengan bentuknya" Arnold juga tidak menyangka gelang itu akan sangat mahal dengan bentuknya yang sederhana, tapi melihat dari dimana gelang itu diletakkan, memang terlihat berbeda dari perhiasan lain, karena gelang itu berada didalam etalase kaca yang tebal dan hanya gelang itu saja, tanpa ada gelang atau perhiasan lain didalamnya,


Karyawan tersebut kembali dan mengembalikan kartu Arnold , Arnold langsung menarik Allin pergi dari sana, Allin menatap Arnold


" pelan- pelan orang melihat kita"


" kita nanti terlambat"


Arnold dan Allin sampai di mobil dan langsung masuk,


" kamu bilang hanya sebentar?" Yura bertanya dengan kesal pada Arnold , Allin sudah jengkel untuk mendengar wanita itu bicara


" jalan Arnold" Allin berkata pada Arnold untuk segera pergi, Yura melihatnya tajam, Allin tidak perduli dan lebih memilih memperhatikan keluar jendela


*******


Mereka sudah sampai dirumah orang tua Arnold, Allin turun duluan dan akan memencet bel tapi Arnold menahan tangannya, Allin menatap Arnold


" kita harus terlihat mesra" Arnold melingkarkan tangannya di pinggang Allin dan memencet bel, Yura menatap tajam punggung dua orang didepannya, pintu rumah terbuka, Ella tersenyum cerah dan berteriak


" Ma, kak Arnold dan kak Allin datang"


Arnold membawa Allin masuk kedalam dan memindahkan tangannya dari memeluk pinggang Allin menjadi menggenggam tangannya, Ella kaget melihat orang yang berada dibelakang Arnold dan Allin


" Yura"


" kenapa kamu menghilangkan kata kakak didepannya ?"


Ella menatap benci Yura dan meninggalkannya, Yura menatap sinis Ella yang pergi dan mengubah bibirnya menjadi tersenyum, Yura berjalan mendekati Allin dan Arnold yang sedang berkumpul bersama keluarga yang lain


Saat Yura tiba semua orang yang tadi banyak bicara terdiam dan berbisik- bisik,


" Mama selamat ulang tahun " Yura berjalan mendekat dan menggeser duduk Allin yang berada disebelah Mama Arnold, Yura langsung memeluk Mama Arnold dan berkata dia sangat merindukannya


Allin kesal dan berdiri , dia tidak mau duduk disamping wanita itu, Arnold yang melihat Allin berdiri menariknya mendekat dan memeluk pinggangnya

__ADS_1


" kamu tahu diri sedikit,Mamaku itu bukan Mamamu" Ella berkata dengan kesal setelah mendengar Yura memanggil Mamanya dengan sebutan Mama


Allin melihat itu baru tahu bahwa tidah hanya dia yang tidak menyukai Yura tapi Ella juga.


__ADS_2